
Hari berlalu, sudah banyak dokter yang mendaftarkan diri untuk bekerja di rumah sakit Pras. Namun tentu, Pras dan Jo tetap melaksanakan serangkaian seleksi dan test. Tidak sembarang dokter mereka rekrut meski memang mereka sedang membutuhkan banyak tenaga medis dalam waktu cepat. Terlebih untuk dokter bedah, Pras mendahulukan untuk merekrut teman teman baiknya yang dulu satu rumah sakit atau satu kampus.
" Udah jam 4 Pras. " Ucap Jo.
" Okay, interview kita tutup dulu. Akhirnya beres ya ? Tinggal kita pilih dari kandidat kandidat terbaik. " Pras bangkit dari kursi kebesarannya lalu merapihkan beberapa berkas CV dokter-dokter yang terpilih.
" Maaf tunggu dok " Ucap seseorang yang sontak membuat keduanya menatap ke sumber suara.
" Maaf saya terlambat, saya dari luar kota dan tadi pesawat saya mengalami delay " Jelas seseorang yang dapat di pastikan seorang dokter yang hendak mengikuti interview.
" Tapi interview sudah di tutup, terlebih lagi saya tidak suka pada seseorang yang tidak disiplin waktu apalagi di kesan pertama " Jawab Pras tegas.
" Saya mohon, saya semalam terpaksa mengganti jadwal penerbangan karena harus menolong keluarga tunawisma yang mengalami keracunan karena memakan makanan bekas. Mereka tidak punya biaya untuk ke rumah sakit dan saya tidak bisa membiarkan begitu saja " Ucapnya memelas.
Pras menarik nafasnya dalam lalu menatap Jo sekilas, Jo menganggukkan kepala untuk memberikan kesempatan kepada dokter itu.
" Baiklah, tolong bawa CV anda kemari dan silahkan duduk " Titah Pras.
Karena harus menyempatkan untuk melakukan interview yang terlambat itu, Pras pun memperpanjang waktu kerjanya hingga baru bisa keluar ruangan tepat di adzan Maghrib. Begitu keluar Pras di sambut oleh wajah Mitha yang sudah mengerucutkan bibirnya kesal karena menunggu lama. Pras menjanjikan untuk menemani Mitha belanja bulanan sore ini setelah selesai interview.
" Maaf sayang, tadi ada yang terlambat " Bujuk Pras.
" Padahal kan bisa di lanjut besok aja. BT tau ! " Gerutu Mitha.
" Kasihan dia dari luar kota. Tuh orangnya aja masih di dalem ngurusin berkas sama Jo. Tunggu ya, mas ngambil dulu kunci mobil " Pras pergi menuju ruangannya.
Di tengah penantiannya, Mitha duduk di kursi panjang depan ruang meeting tempat Pras melakukan interview tadi. Pintu itu terbuka dan terlihat lah dua orang keluar, salah satunya Jo sedang yang satu lagi menurut Mitha wajahnya pun tak asing.
Mitha yang semula fokus pada layar handphone nya kini teralihkan.
" Mitha .. " Panggil Jo.
Panggilan Jo sontak membuat seorang pria yang mengikutinya dari belakang pun menoleh ke arah depan, dirinya sedari tadi menundukkan pandangan karena sibuk dengan berkas yang sedang di masukkan nya ke tas.
" Hmm ? " Jawab Mitha sedikit terperanjat.
__ADS_1
" Kenapa ? Abis ketemu setan Lo ? " Tanya Jo
" Enggak. Gue lagi nunggu Pras ngambil kunci mobil "
Seseorang itu mendekat di tengah percakapan Mitha dan Jonathan.
" Paramitha ? " Sapanya.
" Siapa ? " Tanya Mitha masih belum sepenuhnya ingat, maklumlah Mitha pernah mengalami amnesia sehingga kadang ada beberapa momen atau pun orang yang terlupakannya.
" Gue Daffa, kita satu SMA dulu "
Lama Mitha mengingat namun wajahnya memang tak asing.
" Seriously ? Lo lupa gue Mit ? Sayang banget padahal dulu kita janji kalo gue balik lagi Indo dan udah sukses gue bakal lamar Lo " Kekeh nya.
Seketika Jonathan menatap tajam pada Daffa, meski mungkin itu hanya sebuah candaan namun Jo menangkap sebuah signal bahaya. Pria di depannya kini merupakan salah satu dari masa lalu Mitha yang tidak boleh dibiarkan begitu saja pikir Jo.
" Udah beres ? " Tanya Pras yang datang sudah lengkap membawa tas dan kunci mobilnya.
" Hah ? Ah iya udah mas .. "
" Ini nih calon dokter kita, lagi reunian sama istri Lo. Dia dulu satu sekolah sama Mitha "
" Hmm oh ya ? " Tanya Pras menatap Mitha.
" A-aku gak inget mas " Jawab Mitha bingung. Di bilang kenal Mitha tak ingat, di bilang tidak kenal namun wajahnya seakan tak asing.
" Loh jadi Mitha ini istrinya dokter ? Waduh maaf dok saya gak tau. Saya kira Mitha nikah sama Radit Radit itu karena 4 tahun lalu saya balik indo dapet kabar Mitha udah ada yang lamar. " Jelas Daffa terus terang.
" Oh itu, iya belum jodonya kali sama Radit. " Jawab Pras cuek.
" Selamat ya Mitha, dokter Pras pasti rawat kamu baik baik ya ? Buktinya sekarang kamu beda banget, aku sampe pangling lihatnya "
" Ya jelas lah sekarang Mitha istri Presiden Direktur. " Timpal Jo yang merasa kurang nyaman karena Daffa bersikap terlalu dekat dengan mereka.
__ADS_1
" Sstt Jo .. Maaf ya Daff saya gak inget kamu. Banyak hal terjadi, saya sempet amnesia jadi saya belum bisa ingat semua sepenuhnya sampe sedetail itu " Jelas Mitha tak ingin memperpanjang.
" Amnesia ? "
" Iya, saya ada perlu dulu sama suami saya Daf, so sorry I have to go. Ayo mas " Mitha melingkarkan tangannya ke tangan Pras lalu menarik diri dari percakapan yang membuat suaminya itu terlihat tidak nyaman.
Pras hanya berjalan mengikuti Mitha menuju area parkir, lalu merekapun duduk di dalam mobil hingga mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan cukup macet karena mereka keluar tepat di jam sibuk. Di tengah kemacetan Pras pun memulai percakapan.
" Kamu beneran gak inget dia yang ? " Tanya Pras penasaran.
" Enggak mas "
" Terus kenapa tadi kamu gugup ? "
" Gugup ? Aku tuh gak gugup. Aku cuman bingung aja "
" Kayanya kalian kenal deket deh dulu. Dia kaya akrab banget ke kamu yang " Pras mulai menunjukkan ekspresi tidak senang.
" Ya terus kenapa ? Kamu curiga sama masa lalu aku ? Kan kamu orang hebat mas. Kalo kamu mau cari tau ya cari tau aja " Jawab Mitha ketus yang kini menekuk wajahnya.
" Bukan gitu yang .. Yaudah maaf maaf, mas bukan curiga apa apa. Mas cuman hmm gimana ya "
" Gimana apanya ? " Tanya Mitha menoleh dengan tatapan tajam.
" Hmm mas .. "
" Apasih ? Bikin penasaran aja "
" Mas cemburu yang .. " Pras melipat bibir bawahnya seperti anak kecil yang sukses membuat Mitha tersenyum dan merasa gemas dengan kelakuan suaminya.
" Haha ya ampun mas, kamu cemburu sama laki laki yang bahkan aku aja gak inget dia siapa " Mitha menelungkup wajah Pras dengan kedua tangannya, lalu sekilas Mitha mencium tepat di bibir Pras.
" Aku tuh cuman punya kamu mas. Gak ada yang lain, siapapun dia, sebaik apapun cerita dia di masa lalu aku, aku gak akan pernah gantiin posisi kamu sama siapapun termasuk dia. " Mitha meyakinkan dan menenangkan Pras.
" Promise ? "
__ADS_1
" Promise ! " Jawab Mitha yakin.
Kini Pras pun bisa tersenyum tenang, Pras bahkan lebih bersemangat dari biasanya ketika mengantar Mitha belanja. Pras melakukan sebanyak mungkin yang bisa di lakukannya untuk membantu Mitha.