
"Begini, apakah kalian tidak pernah bertanya tentang dady kalian kepada momy? " (Ucap Dimas melirik Abel dan Alfa secara bergantian.)
"Huh, om hal itu sering sekali, tetapi momy selalu bilang jika kami berdua hanya memiliki momy saja dan tidak ada dady. " (Ucap Alfa dengan wajah memelas.)
"Begini Abel, Alfa, sebenarnya kalinya itu memiliki seorang dady, hanya saja dia jauh dan belum bisa menemui kalian, apakah kalian ingin bertemu dady? " (Tanya Dimas balik.)
"Tidak! " (Ucap Diva yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.)
"Anak-anak sekarang pergi lah kedapur ya, momy sudah menyiapkan makanan untuk kalian sebentar lagi momy menyusul. " (Ucap Diva tersenyum palsu.)
"Baik lah momy. " (Jawab Alfa dan Abel sedikit lesu.)
"Dimas apa yang kau lakukan? " (Ucap Diva saat setelah Abel dan Alfa pergi ke dapur.)
"Diva maaf kan aku, aku tidak bisa untuk menahan mulut ku ini. " (Untuk Dimas.)
"Ah, sudah lah sekarang ayo makan. " (Ucap Diva berjalan meningal kan Dimas ke dapur.)
Dimas tau jika Diva sangat takut anak-anak nya akan terus menayangkan tentang dady mereka. Di mana siapa dady mereka.
"Momy mana sop ayam ku? " (Tanya Alfa di tengah hening nya suasana.)
"Ini sayang. " (Ucap Diva memberikan sop ayam untuk Alfa.)
Dimas dan Abel hanya diam. dan terus melanjutkan makan mereka.
Beberapa menit kemudian makan malam pun selesai, Dimas masih saja merasa bersalah dengan dia ia tau jika dirinya kini telah membuat seseorang ibu khawatir.
Mereka pun kembali duduk bersama di ruang tengah.
"Momy, tadi momy bilang ada yng ingin momy katakan. " (Ucap Abel mencair kan suasana.)
"Ouh iya sayang, momy hampir lupa. " (Ucap Diva tersenyum mengelus. rambut sangat anak.)
"Katakan saja momy. "(Ucap Alfa singkat.)
" Begini sayang, besok kita akan ikut om Dimas pulang ke kota, di mana tempat momy berasal. "(Ucap Diva menampilkan senyum manis nya.)
__ADS_1
" Benar kah? Apakah kita akan bertemu dady di sana? "(Ucap Alfa bersemangat.)
" Tidak Alfa, jangan sebut-sebut dady lagi, dengar kau itu hanya punya momy, momy yang menjaga dan merawat mu sejak kecil dan bukan dady. "(Bentak Diva kepada Alfa.)
Alfa tercengang saat momy nya membentak nya, baru kali ini ia di bentak oleh sang momy, Alfa tentu tidak akan mengeluarkan air mata tetapi hati nya begitu sakit, biasanya ketika ia bertanya tentang dady, momy nya selalu menghindari tetapi hari ini ia malah di bentak.
"Baik lah momy, sebenarnya momy juga tidak perlu membentak ku seperti tadi. " (Ucap Alfa turun dari sofa dan berjalan pergi ke kamar nya.)
"Apa yang momy lakukan? Hiksss momy membentak nya. " (Ucap Abel menangis dan berlari menyusul Alfa.)
Ini lah salah satu fakta dari Abel, ia tidak suka melihat Alfa di bentak atau di sakiti oleh orang lain kecuali dirinya.
"Abel, Alfa" (Teriak Diva ingin mengejar dua anak nya itu.)
"DlBiar kan aku. " (Ucap Dimas menahan tangan Diva.)
"Hiksss, Dimas aku sangat bodoh, aku telah membentak anak ku aku ini bukan momy yang baik. " (Ucap Diva menangis dan menutup wajah nya dengan kedua tangan.)
"Sudah lah, kau tenang saja, aku akan mencoba untuk bicara dengan mereka. " (Ucap Dimas berjalan menuju kamar Alfa dan Abel.)
Sementara itu di kamar, terlihat Abel yang sedang menangis.
"Manis sekali. "(Ucap Dimas yang mengintip dari selah pintu.)
" Abel, kau tidak boleh berkata seperti itu, momy benar selama ini momy lah yang merawat kita dan tidak ada dady mulai sekarang lupakan dady ya. "(Ucap Alfa menghapus air mata dari pipi sang adik.)
" Hum, kakak tetapi aku sangat ingin bertemu dady. "(Ucap Abel di sela isak tangis nya.)
" Abel, kakak juga sangat ingin, tetapi lupakan saja, karena hal itu akan menyakiti hati momy, jadi lupakan saja semua hal tentang dady. "(Ucap Alfa berusaha menguatkan hati sang adik.)
" Baik lah, mulai sekarang jangan pernah tanyakan tentang dady ke momy lagi. "(Ucap Abel memeluk Alfa.)
" Tidak boleh seperti itu anak-anak. "(Ucap dimas berjalan masuk ke kamar.)
" Om Dimas, kenapa om Dimas kemari?"(Ucap Abel melepaskan pelukan nya dari Alfa.)
"Mengapa? Apakah om tidak boleh kekamar kalian? Yasudah kalau begitu om keluar saja. " (Ekting Dimas.)
__ADS_1
"Jangan-jangan, om boleh kok. " (Ucap Alfa.)
"Ah, benar kah? Terima kasih anak-anak yang baik. " (Ucap Dimas berusaha menghibur mereka.)
"Om kami minta maaf, perbuatan kami pasti membuat momy menangis. " (Ucap Alfa dengan raut wajah yang sedih.)
"Iya om benar, om katakan kepada momy kami janji tidak akan menanyakan tentang dady lagi kami akan melupakan nya. " (Ucap Abel memegang tangan Dimas.)
"Sayang dengan kan om, kalian tidak harus melupakan dady kalian, seperti yang om katakan suatu saat nanti kaloan akan bertemu dengan dady kalian, tetapi kalian harus pintar ya jangan menanyakan hal tentang dady ke momy, tanyakan saja kepada om. Kalian mengerti? " (Ucap Dimas panjang lebar sambil memegang tangan Alfa dan Abel.)
"Benar kah bisa begitu? Memang nya om Dimas tau banyak soal dady? " (Ucap Alfa yang kembali bersemangat.)
"Benar sekali, dan satu lagi, momy bukan nya membentak Alfa tetapi momy hanya sedikit ada masalah dengan dady makanya momy tidak suka Alfa dan Abel bertanya tentang dady. " (Ucap Dimas.)
"Begitu ya om, seharusnya aku tidak bertanya, aku telah membuat momy menjadi sedih. " (Ucap Alfa kembali murung.)
"Eh, jangan murung begitu, ayo tanyakan pada om apa saja yang ingin kalian tanya kan. " (Ucap Dimas memegang tangan mungil Alfa. )
"Om apakah dady ku tampan seperti om? " (Ucap Abel sambil tersenyum.)
"Tentu saja, dia bahkan seorang CEO di perusahaan terbesar. " (Ucap Dimas kepada Abel.)
"Woahhh, benar kah? Lalu apakah dady bisa beli banyak mainan untuk kami? " (Tanya Alfa.)
"Kau ini selalu saja memikirkan mainan. " (Ucap Abel kesal.)
"Biar kan saja." (Ucap Alfa menjulurkan lidah nya.)
"Kau, berani nya kau seperti itu kepada ku, ambil ini! " (Ucap Abel melemparkan bantal nya ke arah wajah Alfa.)
Dimas yang melihat hal itu pun menjadi tertawa karena bagi nya anak-anak Diva bukan hanya mengemaskan tetapi juga sangat cerdas.
"Sayang, sudah henti kan ada apa ini? " (Ucap Diva melerai Alfa dan Abel yang tengah asih bergulat.)
"Momy." (Ucap Alfa dan Abel memeluk Diva.)
"Abel sayang momy. " (Ucap Abel memeluk Diva.)
__ADS_1
Diva hanya tercengang melihat tingkah kedua anak nya itu.
Bersambung ....