Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #100


__ADS_3

Diva begadang sepanjang malam hanya untuk memikirkan perkataan Dimas yang menasehati nya agar tidak egois kepada anak-anak, setelah subuh baru lah Diva bisa tidur, sehingga ia sulit untuk bangun pagi.


Pagi pukul 06.00


Tok.. tok.. tok. (Suara ketukan diluar pintu rumah Diva.)


"Kakak, cepat lah buka itu pasti dady. " (Ucap Abel keluar dari kamar mandi nya.)


"Shttt! Jangan, biar kan momy uang buka. " (Ucap Alfa mengintip dari celah pintu kamar.)


Sementara itu dengan sempoyongan Diva berjalan keluar dari kamar nya untuk membuka pintu.


"Siapa sih pagi-pagi udah bertamu? Masa iya sih Dimas. " (Batin Diva memegang gagang pintu.)


"Happy birthday. " (Ucap Aziel saat Diva membuka pintu.)


Seketika mata Diva yang awal nya seperti tidak bisa di buka malah menjadi membesar memelototi Aziel.


"Aziel! Apa yang kau lakukan di sini? " (Ucap Diva lantang.)


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk mu. " (Ucap Aziel menatap Diva.)


"Tidak perlu, aku tidak butuh ucapan dari mu. " (Jawab Diva ingin menutup kembali pintu rumah nya.)


"Dady! " (Teriak Abel dan Alfa berlari ke arah Aziel.)


"Masuk kamar!" (Ucap Diva.)


"Diva, apakah sekeras ini caramu mendidik anak? " (Ucap Aziel masuk ke rumah.)


"Mereka anak ku. " (Ucap Diva singkat.)


"Dan bukan hanya anak mu, tetapi juga anaku. " (Ucap Aziel menatap Diva.)


"Kau!.. " (Bentak Diva kemudian berlari masuk ke kamar nya.)


"Dady." (Pangil Alfa dan Abel sambil menundukkan kepala nya.)


"Sayang, sudah jangan sedih. " (Ucap Aziel berjongkok memeluk Abel dan Alfa.)


"Tetapi rencana kita jadi gagal dady. " (Ucap Abel sedih.)


"Dady, kenapa momy sangat benci sama dady. " (Ucap Alfa menatap wajah Aziel.)


"Tidak sayang, momy tidak benci hanya sedang marah saja. " (Ucap Aziel mencoba membuat Alfa dan Abel tenang.)

__ADS_1


Smentara itu di kamar nya Diva sedang menangis, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang, Aziel terus saja mencoba mendekati nya kembali, meskipun sekarang ia tau jika dirinya masih istri sah Aziel namun luka masa lalu itu belum bisa di hilang kan nya.


"Mengapa aku harus menerima ujian sebesar ini? " (Ucap Diva sambil menangis.)


Diva terus menangis dan mengurang diri nya di dalam kamar, ia sama sekali tidak ingin bertemu Aziel saat ini.


"Sayang, dady pult dulu ya, karena dady harus ke kantor. " (Ucap Aziel kepada Alfa dan Abel.)


"Tapi dady, momy belum meniup lilin nya. " (Ucap Abel melihat api lilin yang ada di kue itu sudah hampir habis.)


Sedih rasanya Aziel melihat Abel dan Alfa seperti itu, namun apa boleh buat semua yang terjadi saat ini adalah kesalahan nya di masa lalu yang tidak bisa di maaf kan oleh Diva.


"Abel sudah lah, dady juga ada urusan yang kita tidak bisa fahami, dady pergi lah jangan menyerah oke. " (Ucap Alfa menyemangati Aziel.)


"Terima kasih sayang, dadi sangat menyayangi kalian berdua. " (Ucap Aziel kemudian berjalan keluar dari rumah Diva dan masuk ke mobil nya.)


"Kakak aku ke kamar dulu ya. " (Ucap Abel berjalan lesu menuju kamar nya.)


"Baik lah. " (Ucap Alfa tersenyum paksa.)


Alfa merasa kasihan kepada sang adik yang mengharapkan keluarga nya bersatu kembali.


Tiga hari berlalu, kini Alfa dan Abel telah masuk sekolah, ya itu sekolah yang sama dengan Reza.


Sementara Diva kembali mengurus kantor nya bersama dengan Tania.


Setiap ke sekolah Alfa dan Abel di antar oleh Diva, tentunya sebelum Diva ke kantor.


Sejak sekolah Alfa dan Abel menjadi sedikit ceria karena mereka punya banyak teman dan bisa bertemu dengan Reza setiap hari.


Kring... kring... (Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa pelajaran hari ini sudah selesai.)


"Kakak, kenapa momy belum menjemput kita ya? " (Ucap Abel duduk di kursi tunggu depan sekolah.)


"Mungkin momy masih sibuk di kantor. " (Untuk Alfa.)


"Mama ku juga belum datang. " (Ujar Reza.)


Saat itu ada mobil hitam yang berhenti tepat di depan mereka.


Ternyata itu adalah mobil Sela yang menjemput Reza.


"Reza, bukan kah itu mama mu? " (Ucap Abel.)


"Benar, itu mobil mama. " (Ucap Reza berdiri dari duduk nya.)

__ADS_1


Sela pun turun dari mobil nya dan mendekati Reza, Alfa dan Abel.


"Hay bibi Sela. " (Sapa Abel dan Alfa bersamaan.)


"Hay, sayang kalian belum di jemput momy ya? " (Tanya Sela.)


"Iya, bibi mungkin momy masih sibuk di kantor. "(Ucap Alfa.)


" Alfa, Abel bagaimana jika kalian ikut aku pulang ke mansion saja? Kita bisa main sepuasnya, aku punya banyak mainan dan di sana sangat luas. "(Ucap Reza semangat.)


" Iya, Reza benar, kan di sana rumah dady kalian sayang apa kalian tidak mau melihat opa? "(Ucap Sela mengelus rambut Abel.)


" Sebenarnya kami sangat tertarik untuk ikut dengan bibi, tetapi kami takut momy akan marah jika kami pergi ke sana. "(Untuk Abel menundukkan kepada nya sedih.)


" Abel benar bibi, kami tindak mau membuat momy sedih lagi seperti kemarin. "(Ucap Alfa dengan wanah yang sama sedih nya seperti Abel.)


" Sudah sayang, jangan khawatir, biar bibi yang akan bicara sama momy kalian dia tidak akan marah ataupun sedih. "(Untuk Sela tersenyum hangat.)


" Mama ku benar, mama ku jago sekali menghibur orang yang sedih jadi jika tante Diva sedih biar kan momy ku yang menghibur nya. "(Ucap Reza memegang tangan Abel dana Alfa.)


" Benar kah? Kalau begitu ayoo! "(Untuk Abel girang.)


" Baik lah bibi, kami mau ikut sama bibi karena kami juga merindukan opa. "(Ucap Alfa.)


" Okey, nanti kita beli eskrim yang banyak ya, sekarang ayo masuk mobil. "(Ucap Sela membuka pintu mobil.)


Alfa, Abel dan juga Reza masuk ke dalam mobil dengan suasana hati yang begitu bahagia, Sela tidak tahan jika wajah ceria yang di miliki oleh Alfa dan Abel sampai hilang.


" Abel, Alfa apakah kalian ingin momy dan daddy kalian berbaikan? "(Tanya Sela sambil menyetir.)


" Mengapa bibi bertanya seperti itu? "(Ucap Abel menundukkan kepala nya.)


" Jawab saja sayang. "(Ucap Sela.)


" Tentu saja iya bibi. "(Ucap Abel dan Alfa bersamaan.)


" Bagus sekali sayang, sebenarnya bibi punya rencana. "(Ucap Sela sambil menyetir mobil.)


" Rencana? Rencana apa bi? "(Tanya Abel .)


" Iya bi ayo katakan saja. "(Ucap Alfa penasaran.)


" Iya aku juga ikut penasaran. "(Ucap Reza.)


Entah apa rencana yang akan di buat oleh Sela dan itu melibatkan Alfa Reza dan Abel, tentu nya itu ia lakukan demi Aziel dan Diva kembali bersatu agar Alfa dan Abel mendapatkan kehidupan yang bahagia memiliki keluarga yang utuh.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2