Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #85


__ADS_3

"Huh, maaf kan aku. "(Ucap Dimas berjalan mengiringi Diva.)


" Tidak mengapa, yang kau katakan itu benar, dia sangat lah mirip dengan Aziel, aku juga merasakan nya. "(Untuk Diva duduk di ruang tenagah.)


" Ouh iya, ada berita besar untuk mu. "(Ucap Dimas ikut duduk di sebelah Diva.)


" Berita besar apa? "(Ucap Diva penasaran.)


" Kau tau, adik ipar mu sela sudah menikah dengan David. "(Ucap Dimas menujukan foto pernikahan David dan Sela yang ada di ponsel nya.)


" Apa? Benar kah? "(Ucap Diva mengambil ponsel dari tangan Dimas.)


" Iya, kau ingat? Setelah Alfa dan Abel berumur dua bulan, aku kembali ke sana, dan setelah sebulan aku di sana aku mendapatkan undangan pernikahan mereka, jadi untuk menghormati aku memutuskan untuk datang. Dan yang lebih mengejutkan lagi mereka juga sekarang sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia 04 taun sama dengan anak mu tetapi beda dua bulan saja. "(Ucap Dimas kepada Tania.)


Perlahan air mata Diva kembali menetes, ia tidak menyangka jika David dan sela akan benar-benar menikah, ia turunkt bahagia karena Sela mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya.


" Hey, kau menangis lagi? Sudah lah jangan begitu hapus air mata mu. "(Ucap Dimas menghapus air mata Diva.)


" Aku, aku hanya terharu, em apa kau memiliki foto anak nya? "(Ucap Diva penasaran sambil menyeka air mata nya.)


" Sayang nya aku tidak punya. "(Ucap Dimas tersenyum kecut.)


" Huh, kau ini, lalu bagaimana dengan Tania? Aku sangat merindukan nya. "(Ucap Diva menatap Dimas dengan penuh tanda tanya.)


" Tania? Dia masih sendiri, dan sampai saat ini dia masih fokus mengurus perusahaan mu, karena sela menyerah kan tangung jawab perusahaan mu kepada nya, tetapi apa kau tau, aku tidak pernah melihat dia tersenyum bahagia. "(Ucap Dimas menceritakan tentang Tania.)


" Aku tau Dimas, pasti Tania merindukan aku dan sangat berharap Ku kembali."(Ucap Diva merasa bersalah karena telah terlalu sering merepotkan sahabat nya.)


"Sudah hilang kan rasa sedih mu, besok kau akan bertemu lagi dengan nya. " (Ucap Dimas mengelus punggung Diva.)


"Dimas, apakah aku boleh menanyakan satu hal lagi? " (Ucap Diva menatap Dimas.)


"Boleh silakan. " (Ucap Dimas santai.)


"Bagaimana rumah tangga Aziel dan Luna? "(Ucap Diva menaikan satu alis nya.)

__ADS_1


"Hahahahaha. Rumah tangga? " (Ucap Dimas sambil tertawa renyah.)


"Ada apa dengan mu? " (Ucap Diva bingung.)


"Rumah tangga apa nya, dengar kan aku setau aku luna itu meningal karena di tembak polisi saat kedok nya dan Samuel terbongkar saat ia ingin mencuri semua surat berharga keluarga buana. " (Ucap Dimas terkekeh.)


"Astaga, kau tau dari mana mengapa kau tau banyak soal itu? " (Ucap Diva semakin di buat bingung oleh Dimas.)


"Iya, jelas aku tahu Tania yang bilang padaku saat aku dan Tania bertemu di sebuah kave dan kami makan bersama, dia juga sempat bicara soal dirimu tetapi aku tidak menanggapi nya. " (Ucap Dimas.)


"Benar kah? Akhirnya mereka Aziel mendapat balasan atas kebodohan nya sendiri. " (Ucap Diva tersenyum miring.)


"Benar sekali, dan kau tau bagaimana dia sekarang? Dia sungguh mengerikan aku tidak bisa bilang banyak hal yang jelas dia terlihat berubah menjadi lelaki dingin dan sedikit kejam dia tidak suka perempuan kecuali keluarga nya. " (Jelas Dimas panjang lebar.)


"Sampai segitu nya? lalu bagaimana dengan papa Baylor? " (Ucap Diva kembali bertanya.)


"Iya, untuk tuan Baylor, sejauh ini kondisi nya baik-baik saja, tetapi dia sekarang lumpuh dan tidak bisa berjalan ia hanya duduk di kursi roda dan bibi Marisa lah yang setiap hari mengurusi nya. " (Jelas Dimas kepada Diva.)


"Benar kah? Kasian sekali. " (Ucap Diva menutup mulut nya tidak menyangka.)


"Ya begitu lah, kehidupan ini seakan roda yang berputar sekali di bawah dan sekali di atas bisa juga ke samping. " (Ucap Dimas mengambil cemilan yang ada di meja.)


"Sudah lah, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena jika sudah takdir anak-anak mu akan bertemu dengan ayah kandung nya kita tidak akan bisa mencegah takdir. " (Ucap Dimas sambil memakan cemilan di tangan nya.)


"Huh, tetapi jika bisa aku hindari makan aku akan terus menghindari nya. " (Ucap Diva mengela nafas panjang.)


"Apa pun yang kalian lakukan asal itu baik aku tidak akan mencegah mu. " (Ucap Dimas terus makan cemilan.)


"Hey, apa kau lapar? " (Ucap Diva menatap Dimas yang memakan cemilan.)


"Tentu saja, sejak tadi pagi aku tidak makan. " (Ucap Dimas terlihat kesal.)


"Astaga kenapa kau tidak bilang? " (Ucap Diva memelotiti Dimas.)


"Bagaimana aku akan bilang jika kau sendiri hanya menanyakan hal lain sehingga lupa bertanya apakah aku ini sudah makan apa belum. " (Ucap Dimas sambil terus mengunyah makanan yang ada di mulut nya.)

__ADS_1


"Huh, baik lah, tunggu di sini biar aku memasakan sesuatu untuk kau makan." (Ucap Diva berlalu pergi ke arah dapur.)


"Baik lah cantik. " (Ucap Dimas mengoda.)


Beberapa saat kemudian Alfa dan Abel pun kembali setelah selesai mandi dan berganti pakaian.


"Om Dimas, di mana momy? " (Tanya Abel duduk di samping Dimas.)


"Momy di dapur sayang, momy akan masak untuk makan malam kita. " (Untuk Dimas mengelus rambut Abel.)


Sementara Alfa hanya duduk diam tampa sepatah kata pun.


"Abel, kenapa Alfa seperti itu? Dia terlihat lebih suka diam. " (Ucap Dimas berbisik di telinga Abel.)


"Om, dia memang seperti itu, terkadang aku merasa dia aneh, dia tidak sama seperti aku dan momy. " (Ucap Abel ikut berbisik di telinga Dimas.)


"Abel, kau jangan heran jika Alfa tidak sama seperti mu dan momy, karena dia sama seperti dady kalian. " (Ucap Dimas kembali berbisik di telinga Abel.)


"Dady?" (Ucap Abel kaget.)


"Astaga apa yang aku katakan. " (Ucap Dimas menutup mulut nya.)


"Aku bisa mendengar kalian. " (Ucap Alfa mendekati Dimas.)


"Om Dimas katakan apakah yang om katakan tadi itu benar? Aku dan kakak masih mempunyai dady? " (Ucap Abel memang tangan Dimas lembut.)


Dimas tidak sampai hati melihat ekspresi kedua malaikat kecil milik Diva itu.


"Iya om, katakan lah. " (Ucap Alfa ikut memegang tangan Dimas.)


"Astaga, pesona dua makhluk ini begitu besar bagaimana bisa aku menolak nya. " (Batin Dimas tidak tahan.)


"Om, kepada om diam saja ayo cepat katakan di mana dady? " (Ucap Abel mulai rewel.)


"Baik-baik, om akan katakan. " (Ucap Dimas serba salah.)

__ADS_1


Kedua makhluk kecil itu pun menunggu Dimas angkat bicara sambil terus menatap Dimas.


Bersambung ....


__ADS_2