Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #92


__ADS_3

"Reza, jawab om dari mana kau tau malam ini malam valentine? " (Ucap Aziel bingung.)


"Bu guru yang bilang. " (Bohong Reza.)


"Apa? Mengapa guru mu bicara soal itu kepada anak-anak? " (Ucap Aziel di buat bingung oleh Reza.)


"Om valentine itu artinya adalah lhari kasih sayang, tidak ada salah nya jika bu guru bilang jika kita harus bahagia saat hari itu tiba." (Ucap Reza kepada Aziel.)


"Baik lah-baik lah, lalu apa yang kau inginkan di malam valentine nanti? " (Tanya Aziel menatap Reza penuh kasih sayang.)


"Nah guitu dong, begini om aku ingin om ikut ke taman hiburan nanti malam bersama kami. " (Ucap Reza bersemangat.)


"Bersama kalian? Memang nya siapa saja? " (Tanya Aziel bingung.)


"Oma, opa Baylor, papa, mama, dan aku. " (Ucap Reza sambil menghitung mengunakan jari-jari mungil nya.)


"Ramai sekali rupa nya? " (Ucap Aziel tersenyum kecil.)


"Bagaimana? Apa om mau ikut? Aku akan sedih sekali jika om tidak mau ikut. " (Ucap Reza membuat wajah nya sesedih mungkin.)


"Baik kah-baik lah, om akan ikut demi kau. " (Ucap Aziel luluh akan wajah sang keponakan yang begitu mengemaskan.)


"Yeyyy, asik. " (Ucap Reza girang.)


Di sisi lain.


Diva, Abel dan Alfa oun tiba di rumah mereka.


"Dimas maaf telah membuat mu menunggu lama. " (Ucap Diva keluar dari mobil nya.)


"Tidak masalah. " (Ucap Dimas tersenyum kecil.)


"Om Dimas! " (Teriak Abel berlari dan memeluk Dimas.)


"Abel sayang, jangan seperti itu. " (Ucap Diva mengeleng kepala nya.)


Sementara Alfa hanya diam tidak berkata sepatah kata pun dan terus berjalan masuk kedalam rumah.


"Diva, ada apa dngan nya? " (Tanya Dimas bingung.)


"Ah, Abel sekarang kau masuk dulu ya sayang momy mau bicara dengan om Dimas sebentar. " (Ucap Diva membujuk Abel.)

__ADS_1


"Baik lah momy. " (Ucap Abel kemudian berjalan masuk kedalam rumah.)


"Diva, katakan padaku ada apa? Mengapa Alfa terlihat sedih dan wajah mu terlihat begitu takut. " (Ucap Dimas yang begitu penasaran.)


"Dimas, aku tidak tau, yang jelas tadi di makam saat kau menelfon ku anak-anak bilang jika mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang mirip dengan Alfa, Dimas aku sangat takut jika itu adalah Aziel. " (Ucap Diva menyeka air mata nya.)


"Sudah ku bilang, kau tidak akan bisa mencegah hal ini Diva, cepat atau lambat mereka akan bertemu lagi dan bisa jadi kau juga akan bertemu dengan Aziel. " (Ucap Dimas memegang kedua bahu Diva.)


"Tapi Dimas, aku tidak ingin Aziel mengambil anak-anak ku. " (Ucap Diva mulai tidak bisa membendung air mata nya.)


"Diva, pikiran mu sangat suntuk, tidak mudah bagi Aziel untuk merebut mereka dari mu. " (Ucap Dimas menatap lekat Diva.)


"Bagaimana tidak mudah, Dimas dia adalah seorang CEO, dan dia punya segalanya, dia bisa saja melakukan apapun yang ia ingin kan Dimas termasuk merebut Alfa dan Abel dadi tangan ku! "(Ucap Diva sambil terus menangis.)


" Sabar Diva, sabar kau tidak boleh emosi seperti ini, tenang kan diri mu aku tau saat ini kau belum siap, tetapi lihat lah Alfa, dia begitu sedih aku yakin di fikiran nya masih memikirkan sosok dady yang ia dambakan selama ini apalagi tadi ia bertemu dengan Aziel yang jelas-jelas adalah dady nya. "(Ucap Dimas meyakinkan Diva agar memikirkan perasaan Alfa.)


" Aku mengerti Dimas, tetapi untuk sekarang aku masih belum bisa melupakan apa yang telah Aziel lakukan padaku bahkan aku tidak suka jika anak-anak ku dekat dengan nya. "(Ucap Diva keras kepala.)


Dimas yang tidak ingin dirinya bertengkar dengan Diva pun memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka.


" Aku mengerti, untuk sekarang lupakan dulu soal itu, Diva malam ini adalah malam valentine, aku pikir bagaimana jika kita pergi untuk menghibur Alfa dan Abel? "(Ucap Dimas mengalihkan pembicaraan nya ke tema lain.)


" Iya apa kau lupa? "(Ucap Dimas kesal.)


" Kyaaa, maaf kan aku, aku sampai lupa jika malam ini adalah malam valentine, hari kasih sayang. "(Ucap Diva menepuk jidat nya.)


" Maka dari itu, kita harus ajak anak-anak untuk ke taman hiburan malam ini untuk merayakan nya. "(Ucap Dimas tersenyum manis.)


" Baik lah, aku setuju kita akan pergi malam ini, aku yakin Alfa dan Abel pasti akan sangat senang.)


"Tunggu dulu, bagaimana kalau sekarang kita pergi beli kembang api? Untuk persiapan nanti malam. " (Ajak Dimas.)


"Benar sekali, kalau begitu aku akan kasih tau anak-anak dulu, kau tunggu lah di sini. " (Ucap Diva kemudian masuk kedalam rumah.)


Sementara itu di sisi lain.


"Tuan muda apakah kita akan langsung pulang ke mansion? " (Tanya sopir Aziel.)


"Tidak paman sopir aku ingin mengajak om Jiel untuk pergi membeli kembang api untuk nanti malam." (Ucap Reza lantang.)


"Kau ingin beli kembang api? Apa kau bisa menyalakan nya? " (Ucap Aziel menatap keponakan nya dengan tatapan bingung.)

__ADS_1


"Tentu saja bukan aku, tetapi om lah yang akan menyala kan nya." (Jawab Reza santai.)


"Astaga, baik lah, aku tidak bisa menolak mu. " (Ucap Aziel menkode sopir nya agar menuruti keinginan Reza.)


Sopir itu pun mengarah kan mobil menunju toko kembang api.


Di sisi lain


"Kakak, sudah lah jangan terus bersedih seperti ini, itu sama sekali tidak baik. " (Ucap Abel membujuk Alfa yang terlihat murung.)


"Aku sama sekali tidak sedih. " (Ucap Alfa mengelus rambut sang adik.).


"Benar kah? Aku tidak percaya. " (Ucap Abel memanyun kan bibi nya.)


Sementara Diva hanya mengintip dari selah pintu kamar.


"Anak-anak apa yang sedang kalinya bicara kan? " (Ucap Diva kemudian masuk ke kamar Alfa dan Abel.)


"Momy." (Ucap Abel dan Alfa bersamaan.)


"Sayang sudah lah jangan bersedih, momy ada kabar baik untuk kalian. " (Ucap Diva tersenyum kepada dua ank nya itu.)


"Kabar baik apa momy? " (Tanya Abel.)


"Malam ini adalah malam valentine, yaitu hari kasih sayang, bagaimana jika kita pergi ke taman hiburan bersama om Dimas? Apakah kalian mau? " (Ucap Diva menatap Abel dan Alfa bergantian.)


Mendengar kata taman hiburan sontak Abel dan Alfa begitu bersemangat untuk pergi.


"Mau momy mau aku sangat mau. " (Ucap Alfa berdiri dari duduk nya.)


"Iya momy Abel juga mau momy." (Ucap Abel tak kalah bahagia nya.)


"Nah gitu dong ceria, sekarang kita ke toko kembang api kita beli kembang api di sana, untuk nanti malam. " (Ucap Diva memeluk kedua anak nya.)


"Oke momy Abel sayang momy. " (Ucap Abel memeluk erat sang momy. )


"Alfa juga sayang banget sama momy." (Ucap Alfa memeluk erat sang momy.)


Diva merasa bahwa kebahagiaan anak-anak nya adalah kebahagiaan nya sendiri.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2