Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #112


__ADS_3

Malam berlalu begitu cepat.


Pagi pukul. 07.30


" Abel, Alfa cepat lah sayang dady sudah menunggu di mobil. "Ucap Diva menarik koper nya.


" Sudah selesai momy. "Ucap Abel dan Alfa keluar dari kamar mereka.


" Bagus sekali ayo masuk mobil. "Ucap Diva tersenyum kepada dua anak nya


" Sip momy. "Ucap Abel dan Alfa berlari menuju mobil Aziel.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dengan perasaan bahagia.


" Apakah kalian sudah siap? "Ucap Aziel kepada anak-anak nya.


" Sudah dady, sekarang ayo! Kita ke Paris. "Jawab Alfa bersemangat.


" Oke sayang. "Ucap Aziel mulai melajukan mobil nya.


Sementara Diva hanya tersenyum bahagia duduk di samping Aziel.


Beberapa menit mobil mereka melajukan kini mereka berhenti tepat di depan rumah mewah milik Sela dan David.


"Kenapa berhenti dady? " Ucap Abel bingung.


"Sayang tunggu sebentar dulu ya momy sama dady mau pamit ke bibi dan paman mu dulu. " Ucap Aziel keluar dari mobil.


"Baik lh dady. " Ucap Abel tersenyum.


Diva menekankan bel rumah dan beberapa saat kemudian Sela pun keluar dan membuka pintu.


"Kakak ipar? Kalian mau kemana seperti nya akan pergi jauh. " Ucap Sela tersenyum.


"Sela, kami berencana untuk pergi liburan ke Paris bersama anak-anak apakah kau mau ikutan? " Ucap Diva.


"Woahh asik sekali, tetapi seperti nya aku tidak bisa. " Ucap Sela sedih.


"Mengapa?" Tanya Aziel bingung.


Dan saat itu David keluar dengan menggendong Reza.


"Aziel, Sebenarnya kami ingin ikut namun sekarang Sela sedang hamil jadi aku takut untuk membawa nya berjalan terlalu jauh. " Jawab David karena Sela terlalu gugup.


"Kyaaa, Sela benar kah itu? Astaga kau ini mengapa baru mengatakan nya sekarang?" Ucap Diva terliat begitu bahagia.


"Maaf kakak ipar tetapi aku juga baru tau tadi pagi saat aku merasa pusing dan mual lalu aku menecek nya mengunakan tes kehamilan dan ternyata hasil nya positif. "


"Yasudah, kalau begitu kau tidak usah ikut, istirahat lah di rumah dan jaga kandungan mu kami juga hanya seminggu di sana. " Ucap Diva memegang pundak Sela.


"Baik lah kakak ipar, kalian hati-hati dan jangan lupa bawakan aku oleh-oleh dari Paris saat kalian pulang. " Canda Sela sambil tersenyum.


"Tenang saja kalau begitu kami permisi dulu. " Ucap Diva berjalan ke mobil.


"David jada Sela baik-baik jangan sampai dia kecapean. " Ucap Aziel kemudian menyusul Diva ke mobil.


"Baik kah tenang saja. " Ucap David tersenyum bahagia.

__ADS_1


Satu jam berlalu, kini Diva, Aziel dan dua anak mereka telah tiba di bandara.


"Ayo sayang. " Ucap Aziel memegang tangan Diva.


"Ayo." Ucap Diva sambil tersenyum ke pada Aziel.


"Kakak lihat lah momy dan dady, seperti nya mereka lupa bahwa mereka ini punya anak. " Ucap Abel kesal.


"Diam lah dan kau pegang erat tangan ku. " Ucap Alfa mengengam tangan sang adik dan berjalan mendahului momy dan dady nya.


"Aishhh, lihat mereka bahkan lebih romantis dari kita. " Ucap Aziel kesal.


Sementara Diva hanya tersenyum lucu.


"Diva! " Pangil seseorang dari arah belakang.


Diva yang mendengar namanya di pangil un membalikkan badan.


"Brian?" Ucap Diva.


Brian dan mama nya pun menghampiri Diva dan Aziel dan seperti nya mereka juga ingin pergi tetapi mereka membawa lebih banyak barang.


Aziel memegang erat tangan Diva.


"Aziel, tenang lah aku tidak akan mengambil istri mu, aku dan mama ku hanya ingin meminta maaf kepada Diva karena kami belum sempat meminta maaf, dan sekaligus ini mungkin pertemuan kita yang terakhir karena aku dan mama ku akan pindah ke kota (K). " Jelas Brian.


"Benar kah itu tante? " Tanya Diva menaikan satu alis nya.


"Benar Diva, tante dan Brian akan mengelola perusahaan cabang yang di bangun Brian di kota (K). " Jawab Gita mama Brian.


"Ouh begitu, bagus lah. " Sambung Aziel.


"Aw, sakit. " Ujar Aziel.


"Tante maaf, suamiku memang nakal. " Ucap Diva tersenyum.


"Tidak masalah Diva kalau begitu kami permisi dulu takut ketingalan pesawat ke kota (K). " (Ucap Gita memegang tangan Brian.)


"Oke tante hati-hati. " Ucap Diva melambaikan tangan nya.


"Pasti." Jawab Brian singkat dan kemudian hilang di kerumunan itu.


Sementara Abel dan Alfa hanya diam sambil menunggu momy dan dady nya yang begitu lama mengobrol.


Beberapa saat kemudian pesawat yang menuju kota Paris pun memberi aba-aba untuk semua penumpang agar segera masuk ke dalam pesawat.


Diva mengendong Abel agar tidak lama sementara Aziel mengendong Alfa mereka pun masuk ke dalam pesawat dan setelah semua penumpang pesawat masuk semuanya akhirnya pesawat tersebut pun lepas landas.


16 Jam 15 menit, berlalu begitu cepat kini pesawat yang di tumpangi oleh Aziel, Diva dan dua anak nya pun berhasil mendarat dengan selamat di bandara kota Paris.


Mereka pun memutuskan untuk menyewa sebuah Vila besar di kota tersebut villa itu begitu indah karena ada berada tidak jauh dari pantai.


Buat yang penasaran kok Aziel nyewa? Ya gak mungkin langsung beli kan mereka di sana cuma seminggu.


Next


Malam pkul 08.20 kini Aziel dan Diva telah selesai mandi dan bersiap-siap untuk jalan-jalan ke pantai.

__ADS_1


"Alfa, Abel cepat sayang. " Ucap Diva sambil membawa beberapa perlengkapan untuk mereka di pantai.


"Momy, dady kenapa kita harus ke pantai malam-malam? Apa kalian tidak Cape? " Tanya Abel khawatir.


"Sayang, karena cuaca di pantai lebih bagus malam kan kalo siang pasti panas, tetu momy sama dady gak capek dong kan kita kesini mau bersenang-senang. " (Ucap Diva sambil mencubit pipi Abel.)


"Benar kah? Kalau begitu Abel sama kakak mah siap banget buat main air. " Ucap Abel girang.


"Ishh, dasar bintang laut. " Ucap Alfa jahil.


"Biar kan saja. " Ucap Abel menjulurkan lidah nya.


"Astaga sayang cepat lah jangan terus bertengkar. " Ucap Aziel.


"Baik dady. "Ucap Abel dan Alfa takut jika dady nya akan meninggalkan mereka.


Sementara Diva hanya tersenyum sambil mengeleng kepala melihat tingkah lucu anak-anak nya.


Mereka berempat pun masuk ke dalam mobil kemudian berangkat menuju pantai.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di pantai, benar sekali di sana banyak orang yang datang dan pantai itu begitu indah begitu juga dengan cuaca yang sangat mendukung dan suara ombak laun yang terdengar sangat kuat menhempas pingir pantai.


"Momy, dady bemar sekali jika pantai ini sangat Indah Abel suka. " Ucap Abel berlarian menikmati suasana pantai.


"Jangan lari-lari sayang nanti jatuh. " Ucap Diva.


"Momy biar Alfa temani Abel main. " Ucap Alfa mengejar Abel.


"Oke sayang Hati-hati jangan terlalu jauh. " Ucap Diva.


Sementara Aziel sedang asik membentang tikar yang mereka bawa, sungguh malam itu rasanya begitu I dah untuk keluarga kecil mereka.


"Sayang, kemari lah dan duduk di sini. " Ucap Aziel.


Diva pun berjalan mendekati Aziel dengan membawa begitu banyak makanan dari bagasi mobil.


"Astaga banyak sekali, kapan kau memasukkan nya? " Ucap Aziel kaget.


"Saat kau tidak sadar. " Ucap Diva sambil tersenyum jahil.


"Aishhh kemari kan makan nya. " Ucap Aziel menarik tangan Diva.


"Ah." Lebih Diva saat Aziel menarik tangan nya dan Diva pun terjatuh di atas badan Aziel.


"Aishhh, kau ini menyebalkan. " Ucap Diva berusaha bangun.


"Tetap lah seperti Ini. " Ucap Aziel menahan Diva.


"Aziel kau jangan nakal. " Ucap Diva kesal.


Akan tetapi Aziel tidak peduli dengan ucapan Diva dan malah narik tengkuk Diva dan menci*m lembut bi*ir Diva.


Diva pun ikut larut dalam suasana romantis itu sementara Alfa dan Abel asik bermain air bersama.


TAMAT.


Jangan lupa ya mampir ke karya new author.

__ADS_1


"Terpaksa Menikahi Tuan Muda Buta"


__ADS_2