Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #90


__ADS_3

Di sisi lain


"Momy, apakah makan oma dan opa jauh? " (Tanya Abel sambil masuk ke dalam mobil.)


"Tidak terlalu sayang. " (Ucap Diva fokus menyetir.)


"Sudah lah, Abel jangan terlalu banyak bertanya. " (Protes Alfa kesal.)


"Kau salah, dengar ya pepatah mengatakan jika malu bertanya itu sesat di jalan."(Ucap Abel begitu pintar.)


" Iya tetapi jika terlalu banyak bertanya mulut mu itu akan menjadi seperti mulut ayam. "(Ucap Alfa mengalihkan pandangan nya ke jendela mobil.)


" Sama, jika kau terlalu galak, dan suka memperotes orang lain maka mukut mu akan menjadi seperti mulut bebek. "(Balas Abel tidak Terima.)


Tiba-tiba Diva memberhentikan mobil nya di depan sebuah toko bunga.


" Momy, kenapa kita berhenti? "(Tanya Alfa bingung.)


" Sayang tunggu di sini sebentar momy akan membeli bunga untuk oma dan opa. "(Ucap Diva turun dari mobil.)


Alfa dan Abel hanya menganguk pelan.


Di sisi lain.


" Papa aku pergi dulu. "(Ucap Aziel berjalan melewati ruang tengah.)


" Aziel tunggu. "(Ucap tuan Baylor.)


" Apa? "(Tanya Aziel memberhentikan langkah nya.)


" Jangan lupa, bunga mawar untuk mama mu. "(Ucap tuan Baylor sambil menaruh cangkir teh nya ke meja.)


" Iya. "(Jawab Aziel singkat kemudian kekuar mansion.)


***


" Abel pegang ini. "(Ucap Diva memberhentikan buket bunga berukuran kecil kepada Abel.)


" Baik lah momy. "(Ucap Abel mengambil bungga tersebut dari tangan Diva.)


" Dan Alfa, kamu pegang ini ya sayang. "(Ucap Diva memberhentikan buket bunga dengan ukuran yang sama dengan milik Abel.)


" Baik momy. "(Ucap Alfa mengambil buket tersebut dari tangan Diva.)


Diva pun kembali melakukan mobil nya menuju TPU.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di TPU.


"Momy, aku takut. " (Ucap Abel tirin dari mobil.)


"Takut? Sayang di sini tidak ada yang perlu di takuti.

__ADS_1


" (Ucap Diva memegang tangan Abel.)


"Haha, dasar cengeng. " (Ucap Alfa berjalan mendahului Diva dan Abel.)


Abel yang mendengar tingkah kakak nya hanya mendecak kesal.


Beberapa langkah berjalan mereka pun akhirnya tiba di makam Adnan dan Sinta kedua orang tua Diva, sebelum meninggal Adnan meminta jasad nya di kubur di samping kuburan sinta Karna selama hidupnya iya belum sempat meminta maaf kepada Sinta.


"Nah kita sudah sampai. " (Ucap Diva berdiri di depan dua makam.)


Yang satu nya terlihat sudah lama dan banyak rumput dan yang satu terlihat masih sangat baru.


"Momy, apakah ini makam oma dan opa? " (Tanya Abel mendekati makam Sinta.)


"Iya sayang, ayo Abel tarus buket nya di malam oma ya, dan Alfa taruh buket nya di makam opa. " (Ucap Diva sambil bersimpuh di depan makam ibu dan ayah nya.)


"Baik lah momy. " (Ucap Abel menuruti apa yang di katakan momy nya.)


"Baik momy. " (Ucap Alfa juga menaruh buket yang ia pegang.)


"Momy, kenapa makam nya banyak sekali rumput? " (Tanya Abel bingung.)


"Iya momy, kasian opa sama oma pasti gak nyaman tidur nya. " (Ucap Alfa mentap kuburan Adnan dan Sinta.)


"Alfa, Abel maafin momy ya, karena momy blm sempat cari tukang rawat kuburan oma dan opa kalian. " (Ucap Diva sedih.)


"Aishh, momy tenang saja, jangan sedih biar kan aku dan Abel yang mencabut semua rumput di makam oma. " (Ucap Alfa bersemangat.)


" Oke momy. "(Jawab Abel dan Alfa bersamaan.)


Baru saja ingin mencabut rumput ponsel Diva pun berdering.


" Siapa ya? "(Gumam Diva sambil mengambil ponsel nya dari tas.)


" Sayang, kalian tunggu di sini momy angkat telfon dulu. "(Ucap Diva berjalan sedikit menjauh dari sana.)


" Baik lah momy, jangan terlalu lama. "(Ucap Abel.)


Diva pun menekankan tombol hijau di ponsel nya.


Call onn


" Hallo, Dimas ada apa? "(Ucap Diva menempel langsung posel di telinga nya.)


Sementara itu Abel dan Alfa sibuk mengobrol.


" Abel, mony sedang menelfon, bagaimana jika kita duluan saja yang mencabut rumput ini. "(Ajak Alfa kepada adik nya Abel.)


"Kakak, kita tidak perlu mencabut nya lihat di sana ada seorang lelaki yang juga mencabut rumput, ku rasa dia itu penjaga makam, mengapa kita tidak meminta nya untuk mencabut rumput di makam oma dan opa maka momy akan membayar nya. " (Ucap Abel menunjuk ke arah seorang lelaki tidak jauh dari sana.)


"Kau benar, kalau begitu ayo kita pangil dia. " (Ucap Alfa menarik tangan Abel menuju laki-laki tersebut.)

__ADS_1


Beberapa langkah kemudian mereka pun tiba tepat di belakang laki-laki tersebut.


"Permisi paman apa kau penjaga kuburan? " (Tanya Alfa.)


Seketika lelaki itu berbalik dan menatap lekat pemilik suara yang menegurnya barusan.


Sungguh tak di sanggka lelaki tersebut menatap Alfa seperti melihat dirinya di masa kecil.


"Kakak lihat lah wajah penjaga kuburan ini mirip sekali dengan mu. " (Ucap Abel tertawa.)


"Apa? Penjaga kuburan? Apa kalian pikir aku ini penjaga kuburan? " (Ucap Aziel memelototi mata nya.)


Ya orang itu adalah Aziel yang sedang mencabut rumput di makan mama nya ia tidak ingin membayar siapapun karena bagi nya itu adalah bentuk kasih sayang nya kepada sang mama.


"Kakak lihat lah mata nya, seperti mata mu. " (Ucap Abel lagi-lagi tertawa sambil menutup mulut nya.)


"Abel, diam lah. " (Ucap Alfa kesal.)


"Paman maaf, jika kami salah. Abel ayo pergi. " (Ucap Alfa menarik tangan Abel.)


"Baik lah. " (Ucap Abel mengikuti Alfa.)


"Tunggu! "(Ucap Aziel.)


Abel dan Alfa pun memberhentikan langkah kaki nya.


" Ada apa paman? "(Tanya Abel berbalik.)


Smentara Alfa hanya diam dan menatap Aziel lekat.


" Kenapa kalian di sini? "(Ucap Aziel menatap Abel dan Alfa bergantian.)


" Emm, kami ke sini untuk menjenguk opa dan oma. "(Ucap Abel ramah.)


" Abel sudah ayo, momy bilang jangan bicara dengan orang asing. "(Ucap Alfa menarik tangan Abel.)


" Tunggu, aku bukan orang asing, apakah kalian mau berteman dengan ku? "(Tanya Aziel yang merasa ada tarikan antara Alfa dan Abel.)


" Berteman?"(Tanya Alfa.)


"Iya." (Ucap Aziel tersenyum.)


"Boleh saja, karena momy tidak melarang kita untuk berteman dengan siapa pun, sama seperti kita berteman dengan om Dimas. " (Ucap Abel dengan ramah nya.)


"Dimas? " (Ucap Aziel menaikan satu alis nya.)


"Iya dia seorang dokter hebat. Suatu saat aku ingin menjadi seperti nya. " (Ucap Abel lagi.)


Aziel terdiam ia merasa aneh mengapa anak-anak itu kenal dengan Dimas dan mengambil wajah Abel mirip sekali dengan wajah Diva dan mengambil wajah Alfa mirip dengan nya. Si hati nya kini mulai merasa ada sesuatu yang membuat nya senang saat menatap kedua anak tersebut.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2