
Sementara di sisi lain.
"Mama ayo cepat, itu hampir berputar. " (Ucap Reza menarik tangan Sela.)
"Sabar sayang, itu om Aziel sama yang lain gitu mana? " (Ucap Sela, memberhentikan langkah nya.)
"Sudah Sela kau naik saja, kami akan berjalan-jalan dulu. " (Ucap Marisa sambil mendorong kursi roda tuan Baylor.)
"Baik lah, siapa lagi yang mau ikutan? " (Tanya Sela.)
"Sayang kalian naik berdua saja. " (Ucap David kepada Sela.)
"Oke baik lah. " (Ucap Sela tersenyum.)
Setelah Sela dan Reza naik biang lala itu pun mulai berputar pelan.
"Yeyyy, akhirnya aku bisa melihat bintang dengan jelas. " (Ucap Reza melihat-lihat seluruh pemandangan dari jarak tinggi.)
"Sayang, duduk lah dengan tertip. " (Ucap Sela mengeleng pelan kepala nya.)
"Iya mama. " (Ucap Reza tersenyum.)
Saat sedang mengamati seluruh pemandangan di biang lala, tampa sengaja mata Reza menatap ke arah ibu dan anak perempuan yang sudah ia kenali.
"Mama, coba lihat di sana. " (Ucap Reza menunjuk ke arah depan nya.)
"Ada apa sayang? " (Tanya Sela sambil melihat arah telunjuk sang anak.)
"Mama, itu dia, itu tante dan anak nya yang ku temui di toko kembang api mama. " (Ucap Reza tersenyum bahagia.)
Sela mematung seakan tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat, berkali-kali dirinya mengosok mata nya mengunakan jari nya.
"Astaga apa aku sedang bermimpi? " (Gumam Sela.)
"Mama ada apa? " (Ucap Reza menatap bingung sang mama.)
"Sayang, benar itu Diva, itu benar-benar Diva. " (Ucap Sela kaget dengan bapa yang ia lihat.)
"Mama, Diva siapa? " ( Tanya Reza kebingungan.)
"Sayang, itu adalah tante Diva, istri om Aziel mu yang hilang. " (Ucap Sela tanpa sengaja bicara pada sang anak.)
Sontak Reza menjadi kaget dan kurang mengerti.
"Maksudnya momy? " (Ucap Reza bingung.)
"Sayang, nanti momy jelasin, ayo kita turun sebelum kehilangan jejak. " (Ucap Sela tidak sabar.)
"Mama sadar lah kita masih ada Dua kali putaran lagi, dan mereka juga tidak bakan turun jika putaran belum selesai yang paling penting adalah awasi mereka jangan sampai mereka hilang dari pandangan mama. " (Ucap Reza begitu pintar.)
"Ah, maaf kan mama sayang, mama terlalu senang. " (Ucap Sela mulai meneteskan air mata nya.)
__ADS_1
Di sisi lain
"Om Dimas, aku ingin es krim, apakah boleh? " (Ucap Alfa menarik tangan Dimas.)
"Kau ingin es krim sayang? Tentu saja boleh. " (Ucap Dimas berjalan memegang tangan Alfa dan mengajak nya pergi ke penjual es krim.)
Dimas pun membeli dua es krim untuk Alfa.
"Apakah kau suka? " (Ucap Dimas mengelus rambut Alfa.)
"Suka sekali, rasanya aku ingin berlari menikmati suasana indah malam ini. " (Ucap Alfa kemudian berlari kesana-kemari.)
"Alfa, jangan lari-lari, kau bisa jatuh. " (Ucap Dimas mengejar Alfa.)
Bruk... (Tanpa sengaja Alfa menabrak seseorang di depan nya.)
"Maaf, maaf kan aku, aku tidak sengaja. " (Ucap Alfa menunduk.)
"Kau? Bukan kah kau anak kecil yang ada di TPU tadi siang? " (Ucap lelaki itu.)
"Aziel, anak itu... mengapa anak itu mirip dengan mu? " (Ucap Marisa menutup mulut nya kaget.)
Ya lelaki yang di tabrak oleh Alfa adalah Aziel.
"Alfa! " (Teriak Dimas menghampiri Alfa.)
"Dimas? " (Ucap Aziel menatap Dimas.)
"Az.. Aziel. " (Ucap Dimas.).
"Kita bertemu lagi Dimas, sekarang kau tidak bisa mengelak, jawab pertanyaan ku! Dimana kau sembunyikan Diva? " (Ucap Aziel muali emosi.)
"Momy? Om Dimas, mengapa om itu menyebutkan nama momy? " (Tanya Alfa menarik-narik tangan Dimas pelan.)
Saat ini Dimas sudah tidak bisa menyembunyikan rahasia lagi, ia mengusap kasar wajah nya.
Sementara itu di sisi lain.
Putaran terakhir dari baing lala pun selesai, seluruh orang pun turun dan berganti dengan orang lain.
"Sayang, bagaimana apakah kau senang? " (Tanya Diva memegang tangan Abe.)
"Kakak ipar! " (Ucap Sela yang berdiri tepat di belakang Diva.)
Diva yang mendengar nama nya di pangil pun sontak membalikkan badan nya.
Saat itu lah empat mata saling menatap, Diva menatap Sela dengan kaget, sementara Sela menatap Diva dengan perasaan senang.
Perlahan Sela berjalan mendekati Diva dan Abel.
"Ka... kakak ipar. " (lirih Sela dengan bibir yang bergetar.)
__ADS_1
"Sela." (Gumam Diva menatap Sela.)
Reflek Sela melepaskan genggaman tangan nya dari Reza dan memeluk erat Diva.
Sementara Diva hanya diam mematung, jujur saja jika saat ini dia juga sangat merindukan Sela namun rasa takut nya tidak bisa membuat nya diam saja.
"Maaf kau salah orang. " (Ucap Diva melepaskan pelukan Sela dan ingin menarik Abel pergi dari sana.)
Namun hal lain terjadi, di depan nya sudah berdiri Aziel, Marisa, David, tuan Baylor, Dimas dan Alfa.
Dan tepat saat itu juga Tania tiba di sana.
"Diva." (Ucap Tania tidak percaya.)
Kini Diva seakan di kepung, ia tidak tau lagi harus berbuat apa di belakang nya ada Sela, samping nya ada Tania dan di depan Aziel dan yang lain.
"Diva." (Lirih Aziel.)
Diva menatap Aziel yeng mengengam erat tangan Alfa.
flashback onn
"Momy? Dimas, anak kecil itu memangil Diva momy? " (Ucap Aziel gemetar menahan gejolak di hati nya.)
"Huh, seperti nya sudah tidak ada rahasia lagi yang bisa aku sembunyikan dari mu. "(Ucap Dimas menatap Aziel.)
" Katakan, katakan! "(Ucap Aziel marah.)
Dimas berjongkok memegang kedua pipi Alfa.
" Sayang, bukan kah kau ingin bertemu daddy? "(Tanya Dimas kepada Alfa.)
" Iya. "(Ucap Alfa menganguk.)
" Lihat kah, dia adalah dady mu. "(Ucap Dimas tersenyum.)
Mendengar perkataan Dimas sontak semua anggota keluarga buana kaget termasuk Aziel.
" Benar kah?"(Ucap Alfa tidak yakin.)
"Benar sayang." (Ucap Dimas sambil menganguk.)
Alfa oun menatap Aziel dari bawah hingga atas.
Sungguh Aziel tidak bisa menahan tangis nya ia berlutut di depan Alfa sambil memegang wajah Alfa.
"Sayang, benar kah ini kau? " (Ucap Aziel seakan merasa ia sedang bermimpi.)
"Iya Aziel, itu adlah Alfa, anak kandung mu, dan juga Diva, dan bukan hanya Alfa tetapi Abel juga, mereka kembar, Aziel dengar kan aku, empat tahun lalu, saat Diva sedang hamil, ia di vonis terkenal tumor di rahim nya, saat itu aku menyarankan agar kandungan nya di guhur kan, tetapi Diva dengan kekeh menolak semua itu, lalu aku menemui papa ku, dan meminta solusi kepada nya, lalu papa ku mengusulkan agar aku membawa Diva pergi ke luar negri untuk berobat dengan sahabat papa ku ya itu doker sepesialis tomor. Karena itu solusi satu-satu nya agar Diva bisa menyelamatkan bayi nya. Aku pun bicara padanya dan ia langsung setuju. "(Jelas Dimas panjang lebar.)
Bersambung ....
__ADS_1
Maaf ya, klo misalnya ada banyak typo dalam penulisan nya, karena keyboard ku terkadang henk dan efek mata mengantuk juga, karena kalo siang tuh susah nulis sibuk, makanya nulis malam. Dan aku up nya juga setiap pagi 03 episode maaf blm bisa up lebih.