Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #104


__ADS_3

Smentara Itu David melepaskan ikatan Abel dan Alfa.


"Paman hiksss. " (Ucap Abel dan Alfa memeluk David.)


"Tenang lah sayang kalian sudah baik-baik saja. " (Ucap David memeluk kedua anak Aziel itu.)


Smentara Aziel terbaring lemah di penkuan Diva.


"Apa yang kau lakukan? Hiksss kau bodoh sekali! " (Ucap Diva memeluk Aziel dan menangis.)


"Bangun lah! Aku mohon hikssss, aziel jangan membuat ku takut!" (Teriak Diva saat melihat Aziel yang semakin melemah akibat banyak mengeluarkan darah.)


"Ji... jika a...ku benar-ben...ar pergi, jaga anak-anak se... sebaik mungkin dan sa... tu lagi, a... aku mencintaimu. " (Ucap Azis kemudian pingsan.)


"Daviiiiiiiii! " (Teriak Diva.)


Mendengar Diva berteriak David pun menoleh dan melihat keadaan Aziel ia pun bergegas membawa anak-anak masuk ke mobil dan kemudian kembali menghampiri Diva.


"Kakak ipar? Apa yang terjadi? " (Melihat Aziel yang pingsan dan Diva ikut berlumuran darah.)


"Aziel! Dia di tusuk karena melindungi aku! " (Tangis Diva.)


"Kakak ipar tenang lah, Aziel akan Baik saja, sekarang bantu aku membawa nya masuk ke dalam mobil. " (Ucap David mencoba merapat Aziel.)


Beberapa menit kemudian David pun melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar Aziel bisa di selamat kan.


"David cepat lah! " (Ucap Diva menangis sambil sesekali memegang pipi Aziel yang mulai dingin.)


"Paman, apakah dady akan baik-baik saja? " (Ucap Abel khawatir.)


"Tenang lah sayang, paman yakin dady mu akan baik baik saja. " (Ucap David sambil fokus menyetir.)


Posisi sekarang Alfa dan Abel duduk di kursi depan bersama David, sedangkan Diva memangku Aziel di kursi belakang.


"Baru kali ini aku melihat momy begitu khawatir."(Batin Alfa.)


" Hiksss, bangun lah, jangan seperti ini aku tidak bisa merawat anak-anak nakal mu itu sendiri ayo lah Ziel buka mata mu. "(Ucap Diva meracau.)


Mendengar perkataan momy nya Abel dan Alfa saling pandang dan mendengus kesal.


" Momy benar-benar lebih sayang dady."(Bisik Abel.)


"Diam lah jangan bodoh, momy itu berusaha untuk menguatkan dady! " (Ucap Alfa.)

__ADS_1


Saat seperti itu mereka masih sempat-sempat nya berkelahi.


Perlahan tangan Aziel bergerak meraih tangan Diva dan menggenggam nya.


Karena luka tusukan itu belakang punggung otomatis Aziel masih bisa bertahan sedikit tetapi darah nya terlalu banyak keluar hingga ia menjadi pucat.


Diva menatap Aziel sambil terus meneteskan air mata nya jujur saja saat ini dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan wajah khawatir nya terhadap Aziel.


Diva pun mengengam erat tangan Aziel sambil mengelus rambut Aziel.


"A..ku, akan ba...ik-baik saja. " (Ucap Aziel tersenyum sambil memeluk tangan Diva.)


Diva menganguk kan kepala nya ia tidak bisa berkata apapun kecuali menangis.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit.


"Dimas, tolong hiksss tolong lakukan yang terbaik untuk Aziel aku mohon Dimas. " (Ucap Diva menangis.)


Kebetulan sekali David membawa Aziel kerumah sakit Dimas, dan yang akan menangani Aziel adalah Dimas sendiri.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk nya, tenang lah. " (Ucap Dimas memegang pundak Diva.)


"Suster, siapkan ruang oprasi. " (Ucap Dimas.)


"Aku tinggal dulu. " (Ucap Dimas mengikuti suster nya.)


Sedangkan David membawa Abel dan Alfa pulang karena kondisi mereka juga sangat tidak memungkinkan untuk terus berada di sana, dan tentau nya David juga harus menjelaskan apa yang terjadi kepada orang-orang di mansion.


Diva terduduk lemah di depan kamar oprasi Aziel, perasaan nya sekarang campur aduk antara khawatir dan rasa bersalah nya.


Di sisi lain.


David, Abel dan Alfa pun tiba di mansion.


"Opa, bibi, oma! " (Teriak Abe dan Alfa berlari mendekati Sela, Marisa dan tuan Baylor yang menunggu di ruangan tengah dengan perasaan yang kacau.)


"Alfa, Abel! " (Teriak tuan Baylor memeluk kedua cucu nya.)


"Syukur lah kalian Baik-baik saja. " (Ucap Sela.)


"Tapi tunggu, Diva dan Aziel di mana? " (Ucap Marisa menatap David.)


"Hiksss, oma dady di tusuk sama penculik itu, dan sekarang momy ada di rumah sakit menemani dady. " (Tangis Abel.)

__ADS_1


"Astaga, David benar yang di katakan Abel? " (Tanya Sela menatap wajah suaminya.)


"Iya benar, Aziel di tusuk oleh penculik itu, untuk melindungi Diva, dan kalian tenang saja, aku sudah mengantar nya kerumah sakit lalu aku kemari untuk bicara kepada kalian dan sekaligus mengantar anak-anak. " (Ucap David menjelaskan.)


"Astaga mengapa jadi seperti ini. " (Tangis Marisa.)


"David sekarang bagaimana keadaan Aziel? " (Tanya tuan Baylor khawatir.)


"Aku belum mendapat kabar dari doker om, tetapi aku akan kerumah sakit sekarang, Sela kau ikut aku bibi dan om tetap lah di rumah dan jaga anak-anak. " (Ucap David menarik tangan Sela menuju mobil nya.)


David pun kembali melakukan mobil nya menuju rumah sakit.


Sementara itu di rumah sakit Dimas sedang berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa Aziel, meskipun ia tau jika kesempatan nya untuk mendapatkan Diva itu hanya lah impian belaka, karena ia melihat wajah khawatir Diva yang menangis karena Aziel terluka, karena itu lah Dimas tidak pernah mengutarakan perasaan nya kepada Diva di sisi lain ia tidak mau persahabatan nya dan Diva hancur dan ia juga tau Diva sangat mencintai suaminya dan mereka juga mempunyai alasan kuat untuk berbaikan ya itu adalah Abel dan Alfa.


****


Tidak butuh waktu lama David dan Sela pun tiba di rumah sakit.


"Kakak ipar bagaimana keadaan kak Aziel? " (Ucap Sela memegang pundak Diva.)


Diva menatap Sela dengan mata yang sembab dan membengkak akibat terlalu lama menangis.


"Hiksss, ini semua karena aku, aku yang membuat nya terluka. " (Ucap Diva langsung memeluk Sela.)


"Tidak kakak ipar, ini salah ku, kalau saja aku tidak bodoh dan berniat seperti itu ini semua tidak akan terjadi. " (Gumam Sela membalas pelukan Diva.)


"Sudah lah apa yang kalian katakan? Semua ini terjadi karena kehendak tuhan, saat ini jangan ada yang menyalahkan diri masing-masing. " (Ucap David meresa Diva dan Sela begitu salah telah menyalahkan diri mereka masing-masing.)


Tak lama kemudian Dimas pun keluar dari ruangan oprasi.


"Bagaimana Dimas? Apakah Aziel Baik-baik saja?" (Ucap Diva memgang kerahasiaan baju Dimas.)


"Kakak ipar tenang lah, biar kan dokter Dimas menjelaskan nya. " (Ucap Sela mencoba menenangkan Diva.)


"Oprasi nya berjalan lancar, ia juga telah melewati masa kritis nya, tetapi.." (Ucap Dimas terputus.)


"Tapi apa Dimas?"(Ucap Diva menatap Dimas.)


" Aziel kekurangan banar darah, dan untung nya stok darah A+ di rumah sakit masih ada dan berdoa semoga ia cepat sadar."(Ucap Dimas tersenyum hambar.)


Mendengar ucapan Dimas Diva pun merasa sedikit tenang.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2