
Pras memandang kepergian Mitha yang dari ekspresinya saja sudah dapat di tebak bahwa Mitha muak dengan mereka.
" Sudah cukup. Perkataan kalian hanya membuat perasaan istri saya semakin tersayat. Saya tidak akan menegosisasi kan apapun lagi. Bagi saya keputusan ini sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat. " Pras bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan ruangan menyusul Mitha yang entah kemana perginya.
Sebelum keluar Pras menepuk bahu Jo, memberikan kepercayaan pada sahabatnya itu untuk menyelesaikan perselisihan ini. Ya bukan hanya Mitha yang dibuat muak, Pras pun sama. Hanya saja Pras lebih bisa mengendalikan perasaannya.
Pras berjelan di lorong menuju ruangan Mitha dengan langkah cepat, sesuai dugaannya Mitha saat itu tengah duduk dengan kepala yang menelhngkup di meja kerjanya.
" Sayang .. " Panggil Pras lembut sembari mengusap rambut Mitha yang terulur panjang.
" Hmm .. " Sayup terdengar suara Mitha serak dan berat menandakan suara tangisan.
" Are u okay sayang ? "
Mitha tak menjawab, hanya memilih untuk mengangkat kepalanya lalu memeluk Pras erat.
" Aku benci mereka mas. Aku masih belum terima sama perlakuan mereka. " Isak Mitha.
" Mereka emang be-rengsek. Mas bakal hancurin mereka perlahan lahan termasuk semua bisnis dan jabatan yang mereka sombongkan itu " Pras mengepalkan tangannya.
Di lain tempat setengah jam kemudian, Jo baru saja meninggalkan ruangan di ikuti oleh orangtua Resa dan Dinda begitupun keduanya. Resa dan Dinda nampak menundukkan pandangannya. Mereka mendapatkan sanksi untuk tidak bertugas selama sebulan ini sehingga mau tidak mau mereka pun pulang mengikuti kedua ornagtuanya yang sudah pasti akan memberikan ceramah panjang lebar.
" Maju Pak " Perintah ayah Dinda pada supirnya.
" Baik Tuan .. "
Suasana hening sesaat, sampai perkataan tajam itu pun keluar.
" Dasar anak pembawa sial ! " Bentak Ahmad.
" Maaf yah " Sesal Dinda yang semenjak berangkat pun air mata nya sudah menggenang.
" Kenapa kamu baru bilang kalau kamu ada hubungan dengan seorang Presdir dari Abraham Group. Andai dulu kamu bilang, ayah bisa bantu kamu dapetin apa yang kamu mau dan semua gak akan jadi gini. " Gerutu Ahmad.
" Ta .. Tapi dulu dokter Pras belum menjabat sebagai Presdir Abraham Group, lagian Dinda juga gak peduli sama jabatannya yah. "
" Bodoh kamu ! Minimal jika kamu tidak dapat hatinya, kamu bisa dapat kekayaan dan kekuasaannya Dinda. "
" Sudah Yah " Rina memotong perdebatan mereka.
__ADS_1
" Kamu juga ! Terlalu sibuk kamu hidup bersosialita sampai sampai kamu tak tau bibit bebet bobot laki laki yang mendekati anak gadismu ! "
" Apalagi yang harus Bunda tau yah ? Menurut Bunda dulu, dengan nama dokter saja sudah cukup apalagi Dinda hanya cerita dokter Pras itu salah satu konsulen yang paling di segani. "
" Ibu dan anak sama saja bodohnya " Ahmad mengakhiri pembicaraan masih dengan rasa seseka di dadanya.
Ya andai Ahmad tau sejak awal, mungkin Ahmad akan menggunakan berbagai cara untuk membuat anak gadisnya bisa memiliki Pras seutuhnya. Nama Abraham Group bisa membuat nya semakin di kenal untuk memperlancar karir perpolitikannya. Apalagi yang Ahmad pikirkan selain karirnya ? Bahkan jika itu harus mengorbankan perasaan Dinda, putri semata wayangnya.
Cercaan dan makian terus Dinda terima hingga berhari hari lamanya setelah kejadian itu. Dinda bahkan menjadi pemurung dan sering mengurung diri di kamar. Dinda merasa dirinya sangat gagal karena bahkan orangtuanya saja membencinya.
Bisa di bilang Dinda menggenggam rasa sakit itu seorang diri, karena Ibu yang harusnya memberikan perhatian padanya saja tidak ingin merawatnya. Rina cenderung senang mencari hiburannya seorang diri. Seperti shopping atau bahkan menghabiskan malam dengan pria muda di luaran sana. Pada kenyataan nya hubungan Ahmad dan Rina memang tidak pernah baik, itu mengapa mereka hanya memiliki Dinda. Dan mirisnya Dinda mengetahui keadaan orangtuanya bahkan sampai hal terkelam pun.
Waktu berlalu hingga dua minggu lama nya, keadaan rumah sakit cenderung tenang. Ya karena akar permasalahnnya yaitu Resa dan Dinda sudah tidak ada disana. Berkat ketegasan Pras pula, kini tak ada dokter yang berani saling menjatuhkan apalagi memiliki jiwa senioritas. Bisa di bilang SDM Rumah Sakit sudah mulai sehat.
" Yang .. Udah dua minggu " Bisik Pras saat waktu menunjukkan pukul 8 malam namun Mitha masih asik dengan PC nya.
" Apanya ? " Tanya Mitha yang masih sibuk.
" Pulang yu ? Anak anak pasti nungguin kamu. "
" Aku udah pulang tadi jam 5 sore sampe jam 7 mas. Aku kelonin dulu anak anak "
" Iya. Jadi karen tadi kerjaan aku ketunda beberapa jam, jadi aku lembur dikit biar besok gak nambah numpuk kerjaan aku. "
" Bawa pulang aja ya kerjaannya. Nanti mas bantuin. Mas gak banyak kerjaan ko "
" Masa sih Presdir gak banyak kerjaan ? " Mitha menghentikan aktivitasnya lalu menatap wajah Pras mencari kejujuran dari ucapnnya.
" Sumpah yang. Nanti mas bantuin beneran. "
Gak tau aja Mitha Jo gue suruh lembur .. Batin Pras.
" Okay .. Tunggu 5 menit ya aku mau save sama beres beres dulu "
" Okay sayang .. " Pras tersenyum penuh kemenangan lalu duduk di sofa tamu hingga akhirnya Mitha pun siap dan mereka pulang bersama.
Sesampainya di rumah, tak terdengar kegaduhan yang menandakan kedua anak mereka sudah tidur lelap sehingga memberikan keleluasaan untuk Pras beraksi malam ini.
" Aaawwwhh .. " Jerit Mitha yang kaget karena Pras tiba tiba mengangkat tubuhnya masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
" Sssttt sayang nanti anak anak bangun. "
" Ihhh mas mau ngapain ? "
" Mau ngajakin mandi lah, kan biasanya juga kamu langsung mandi kalo abis kerja. "
" Ya tapii mas kalo sama mas gini nanti selesai nya lama. Aku kan masih ada kerjaan. "
" Udah jangan di pikirin pokonya nanti pagi kerjaan kamu udah beres semua. Biar sekarang kamu fokus ke mas aja ya ? " Ucap Pras dengan wajah memohonnya lalu menurunkan Mitha di dalam kamar mandi.
" As you wish mas .. " Mitha tersenyum manis menyetujui keinginan Pras. Ya lagi pula Mitha pun menginginkan nya setelah dua minggu mereka sibuk dengan urusan masing masing hingga tak sempat melalui waktu waktu intim.
" Oh shiiittt .. Kamu selalu nikmat sayang " Racau Pras yang di suguhi kenikmatan dan kemolekan tubuh istrinya.
" Hmm .. A-aku selalu nikmatin ini mas " Jawab Mitha dengan suara tersengal seiring gerakan brutal yang Pras lakukan.
Ber*cinta di bawah guyuran air memang selalu memiliki kenikmatan tersendiri bagi mereka. Apalagi saat mencapai permainan puncaknya yang di lakukan di bathtube. Membuat gairah keduanya terbakar.
" Ssshhh sedikit lagi yang .. " Hentakan Pras semakin kuat seiring tangan Mitha yang mencengkram kedua sisi bathtube dengan erat.
" Hmm aaaghhh massshh " Tubuh Mitha bergetar membuat nya seakan melayang sekaligus lemas.
Sama halnya seperti Mitha, Pras pun menikmati pelepasannya di dalam sana yang sukses membuat Mitha sering dibuat jantungan karena takut sampai kebablasan lagi.
" Kebiasaan deh " Mitha memukul lengan suaminya yang usil itu.
" Ya maaf yang. Abis nya enak " Pras mengerucutkan bibirnya.
" Awas aja mas kalo sampe aku hamil lagi aku tempelin kamu sampe kamu pusing "
" Haha gak papa yang .. Mas malah bakal seneng kalo di tempelin kamu " Pras mencium kepala Mitha.
...****************...
Hi Readerss mohon maaf ya author sempat stop dulu. Pertama, nenek author wafat dan bikin author cukup terguncang karena author besar dengan beliau jd udah kaya di tinggal orangtua. Kedua, Ibu author kecelakaan yang nyebabin beliau gak bisa jalan karena kaki nya patah dan harus OP. Untuk alasan alasan tersebut bikin author cukup down dan juga sibuk sampe gak fokus dan gak bisa mikir apa apa buat lanjutin novel. So sorry :(
Mohon do'a nya ya readers. Dan terimakasih buat kesetiaan temen teman.
Withlove,
__ADS_1
Author