
" Aaagghhh massshhh " De*sah Mitha yang merasakan betapa brutalnya permainan mereka kini.
Mungkin karena efek menahan cukup lama dan juga sekarang mereka hanya berdua sehingga leluasa melakukan apapun seberisik apapun toh mereka berada di villa dengan halaman yang luas sehingga tidak akan ada siapa yang mendengarnya.
Pras menggerakkan pinggangnya dengan cepat memberikan ayunan dan hentakan pada dua gundukan yang bergerak bebas naik dan turun membuat Pras semakin berhasrat untuk meremas dan mel*umatnya.
" Sebentar sayang " Ucap Pras ketika melihat istrinya yang menggeliat merasakan sesuatu meledak dari dirinya hingga membuat nya lemas.
" Hmm " Mitha menggigit bibir bawahnya menahan setiap serangan yang Pras berikan. Sprei pun sudaj tak berbentuk sebagai mana awal karena Mitha meremas dan menariknya.
" Agghh .. " Akhirnya, Pras pun merasakan cairan itu keluar. Hasrat yang telah di tahannya akhirnya pun bisa tersalurkan dengan memuaskan.
" Makasih ya yang " Pras mencium kening Mitha berkali kali meski kening itu basah dan keringat.
" Kamu ganas mas " Ucap Mitha yang sungguh kelelahan melayani permainan suaminya.
" Ya kali kali yang mumpung gak ada anak anak "
" Hmm .. Cape banget aku tidur ya "
" Iya sayang tidur yang nyenyak. Isi lagi tenaga buat nanti pagi " Bisik Pras sensual di telinga Mitha.
Jika kemarin kemarin Mitha mengeluh karena Pras yang seperti tak menginginkannya, namun kini Mitha rasanya ingin mengeluh karena Pras menyalurkan keinginannya habis habisan dalam semalam.
Sinar mentari pagi jatuh menerpa wajah cantiknya, membuatnya tampak semakin menarik di mata Pras. 4 tahun sudah berlalu, janji awal yang hanya akan bertahan sampai El lahir, tak terasa kini berlalu lama bahkan sampai ada Mecca. Jika di ingat lagi banyak yang patut Pras syukuri karena dari awal yang banyak membuat dosa dan salah itu ya Pras.
" Kenapa lihatin aku ? " Tanya Mitha masih menutup matanya.
" Ko tau ? "
" Kamu nafas pas banget di wajah aku gak pindah pindah mas "
" Hehe, aku seneng banget lihat kamu tidur. Udah 4 tahun aja ya kita bareng gini yang. Gak bisa aku bayangin kalo kita gak sama sama kaya rencana awal dulu, aku gak akan bisa jaga El sebaik kamu " Pras mengeratkan pelukannya.
" Aku juga kalo gak sama kamu, belum tentu bisa sampai gini. Bisa ngurus anak anak, bisa kuliah ke luar negeri, bisa leha leha tanpa mikirin kerja. "
" Kamu jangan ninggalin mas ya sekalipun di luar sana banyak yang lebih baik, lebih perhatian, lebih banyak waktu di banding mas. "
" Emang ada ya yang sebanding sama kamu mas ? Aku belum nemu tuh " Jawab Mitha dengan candanya.
" Ya siapa tau .. Banyak orang orang yang deketin kamu padahal tau kamu istri mas. "
__ADS_1
" Hmm gitu ya ? Mungkin mereka tau mas jarang sama aku jadi nyari kesempatan buat ngisi kekosongan aku "
" Ya jangan atuh yang .. " Pras langsung mengerucutkan bibirnya.
" Haha kalo niat gitu sih udah dari lama mas aku kaya gitu. Yang ada kamu tuh, di deketin dikit aja langsung luluh "
Pras menelusupkan kepalanya di dada Mitha, malu rasanya kalau ingat kesana. Berbeda dengan Mitha yang bertahan dengannya dari awal sampai saat ini, Pras sudah sempat tergoda wanita lain meski saat itu mereka sedang berpisah.
" Masshh " Mitha meremas rambut Pras.
Dasar lelaki, lagi deep talk juga bisa bisa nya nyari kesempatan menikmati sesapan di antara dua gundukan itu bergantian. Niat hati menelusup karena malu, lama kelamaan malah menikmati.
Tanpa basa basi Pras mulai malakukan gigitan gigitan kecil naik ke leher Mitha lalu menarik tengkuk Mitha untuk menerima pangutannya.
Pagi itu mereka lalui dsngan suasan yang panas. Memuas keinginan masing masing karena siang ini mereka harus pulang, sudah janji pada anak anak mengajak mereka jalan sebelum besok kembali dengan rutinitas Pras yang cukup sibuk.
" Udah jam 10 mas .. Ayo pulang, anak anak pasti nunggu. "
" Iya sayang iya, tenang. Gak akan mas apa apain lagi ko "
" Iya gak akan sekarang, tapi kalo makin lama disini bisa bisa mas minta lagi " Gerutu Mitha.
" Tau aja hehe. Yaudah ayo, udah rapih semua " Ajak Pras.
Mereke pun meninggalkan villa, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Cuaca sudah mendung dari semenjak pagi tadi, matahari pun tak lagi bersinar menyoroti.
" Makin gelap ya mas " Ucap Mitha melihat langit.
" Kenapa ? Masih takut halilintar. "
" Ya takutlah. Kalo ada halilintar berhenti dulu aja ya mas jangan di terjang "
" Makin lama dong nyampenya. "
" Ga papa mas tinggal sejam lagi kan " Ucap Mitha yang melihat ponselnya baru pukul 11.
Seperti perkiraannya semakin jauh langit malah semakin gelap, hujan besar pun mulai membasahi jalan yang mereka lalui. Terdengar suara halilintat namun tak ada kilatan, entah dimans kilatnya.
" Mass takut .. " Mitha menggenggam tangan Pras yang berada di tuas mobil.
" Bentar yang, deket sini ada tempat pencucian mobil punya temen mas. Kita ikut berenti dulu disana. "
__ADS_1
Pras melajukan mobilnya kesana, namun kosong. Sepertinya sedang tutup.
" Zal dimana Lo ? " Pras nampak menghubungi temannya itu.
" Gue di rumah Pras, tumben call ada apa ? "
" Ih gue di tempat cuci mobil Lo, tadinya mau ikut neduh dulu. "
" Lah emang Lo pake motor ? "
" Kagak, cuman bini gue takut halilintar haha "
" Yaelah, gak papa Lo disana masukin aja mobil ke halaman depan. Gerbang gak di konci kok soalnya alat alat semua ada di dalem ruko nya. Kalo neduh dari halilintar sih aman di halamannya juga ketutupan " Jelas Rizal teman Pras.
" Oh gitu .. Yaudah gue ikut neduh ya zal thanks. "
" Ok bro. "
" Sorry ya gue gak bisa nyamperin, istri gue sakit. Udah seminggu gue gak buka fokus sama istri di rumah "
" Owalah gws ya zal, nanti kalo reda gue kesana. Udah di bawa berobat ? "
" Udah Pras cuman belum ada kemajuan. "
" Ok deh nanti gue nyempetin kesana "
Panggilan mereka pun terputus, Pras turun dari mobil sambil berlari membuka gerbang yang memang tak di kunci lalu memasukkan mobilnya ke halaman tempat biasanya mobil mobil di cuci. Mitha pindah ke jok tengah karena jika di depan merasa tetap takut karena kaca mobil depan yang luas.
" Basah mas .. " Mitha meraba baju Pras.
" Gak papa, ada baju di belakang mas ganti aja. " Pras membuka kancing kemejanya hingga bertelanjang dada.
DDDAARRR
Bunyi halilintar seketika membuat Mitha memeluk erat tubuh Pras yang belum berpakaian.
" Ahhh aku takut serem banget "
" Lucu banget sih, udah gede masih aja takut halilintar. " Pras menelungkup kedua pipi Mitha. Di tatap istrinya yang kini masih menutup mata ketakutan.
Melihat bibir Mitha yang sedikit mengerucut karena mendapatkan tekanan di kedua pipinya reflek Pras mencium bibir Mitha. Ciuman yang berasal dari ketidak sengajaan malah menjadi luma-tan yang dalam dan meresahkan.
__ADS_1