Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Tangis Duka dan Bahagia


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu namun kesehatan Maylinda tak kunjung membaik, Pras memutuskan untuk membawa Maylinda di rawat secara intensif di rumah sakit.


" Sakit jangan di tahan Bun, tapi harus di obatin .. " Bujuk Pras saat hendak mengajak Maylinda untuk di rawat.


" Baru juga dua hari Pras, ini demam biasa emang kadang sampe semingguan kan "


" Iya jangan di anggap biasa, di anggap remeh. Kalo demam biasa harusnya waktu Bunda minum obat tuh bakal baikkan. Sekarang malah nambah parah Bun "


" Iya Bun, di rawat ya. Kasihan anak anak juga Bun, pasti kangen maen sama oma nya. Bunda gak kangen gitu ngajak main El sama Mecca ke playground ? " Tanya Mitha memelas.


" Kangen Mit. " Mata Maylinda berkaca.


" Yaudah kita rawat dulu Bunda, biar cepet sehat ya Bun ? " Pinta Mitha.


Mayalinda kini mengangguk pasrah, jika sudah membicarakan masalah cucu nya hati Maylinda mudah luluh. Mitha pun menyiapkan barang barang yang harus di bawa ke Rumah Sakit seperti alat mandi, alat solat dll. Sedang Pras memanggil ambulance dari Rumah Sakit agar lebih cepat dan juga aman.


" Mau kemana oma Mommy ? " Tanya El dengan celoteh lucunya.


" Oma sakit, mau di obatin dulu sama Daddy .. "


" Gak bica emang kalo di obatinnya dicini ? Daddy kan doktel hebat. "


" Gak bisa sayang .. Oma harus di tes dulu, di suntik, di infus dan banyak banget hal lain. "


" Gimana dong El sama Mecca bakal lindu ? " El mulai menekuk wajahnya, terlihat menahan tangis.


" Gak papa ko kalo abang mau nangis. Jangan di tahan sayang. Nanti kita bakal sering jengukin oma biar oma cepet sehat ya ? "


Mitha memegangi kedua pipi El gemas lalu memeluknya, barulah kala itu El mulai menangis sesenggukan. Sedikitnya El sudah mengerti perasaan takut, seperti takut ditinggalkan, rindu, sedih dan sakit.


" Kenapa yang ? " Tanya Pras yang keluar dari kamar Maylinda karena mendengar El menangis.


" El nangis, sedih lihat oma mau pergi. "


" Uh sayang .. Cup cup sini sama Daddy " Pras ganti menggendong El.

__ADS_1


" Kan biasanya juga oma suka pergi pergi kerja lama. El gak pernah nangis, sekarang kenapa nangis segini nya ? Cerita sama Daddy " Pras mengusap lembut dada El agar putranya itu merasa tenang.


" Gak tau Daddy, biacanya El kalo di tinggal oma, mommy atau daddy gak ngelacain kecakitan gini. "


" Mana yang sakitnya sayang ? "


" Ini Daddy .. " El menepuk dadanya dengan tangis sesenggukan.


Kali ini Pras tak lagi bertanya, Pras hanya memeluk El. Bagaimana pun ikatan batin antara anak nya dan Maylinda pasti besar, mereka tau kalau oma nya tidak baik baik saja. Mecca pun yang biasanga anteng mendadak lebih rewel dari biasanya. Pagi itu mereka semua sibuk bukan hanya dengan Maylinda namun dengan anak anak juga. Malah Pras terlihat berkaca kaca, mata dan hidungnya memerah. Yang dari tadi di tahan agar terlihat tegar dan tenang, kini malah makin melow karena El.


" Gak papa ya abang, daddy obatin dulu oma di rumah sakit bareng sama eyang. Mungkin oma kangen sama eyang, mereka pengen bareng bareng. Abang doain supaya oma sama eyang sehat lagi. " Pras memberikan pengertian.


" Iya daddy jangan nangis ya ? Bial oma cepet cembuh, daddy halus kuat kaya El. Daddy Mecca juga nangis, tulunin aja El nya. Bial daddy gendong Mecca dulu. " Ucap El saat melihat Mecca yang menangis dalam gendongan Mitha.


Hati Pras merasa semakin tak nyaman kini. Putranya ini sangat luar biasa, memiliki perasaan yang hangat dan lembut. Pras pun mengikuti keinginan El, laluw bergantian menggendong Mecca.


" El mau di gendong lagi sama Mommy ? "


" Gak ucah Mommy, kacian Mommy nya cape. El bica duduk dicini "



Perlahan tangis Mecca mereda, mungkin rasa nyaman dan memang anak anak nya ini sangat dekat dengan Pras.


" Emang anak anak bapaknya sih ya ? Kalo sama Mommy pada ngereog. Tapi kalo daddy udah turun tangan kalian jadi kalem. " Mitha mengerucutkan bibirnya iri.


" Ngemong anak mah harus sambil tenang sayang. Mereka lebih ngerasain apa yang kita rasain. Kalo kitanya emosional mereka juga bakal ngerasa gitu "


" Iya dih ? "


" Iya yang .. Makannya kalo kamu lagi gak tenang anak anak mending kasihin dulu ke mba. Kamunya nenangin diri "


" Aku sering emosional ya kalo ngemong anak ? Mungkin kesabaran aku hanya setipis tisu mas "


" Gak gitu, kamu tuh Ibu terbaik yang anak anak punya. Cuman kamu pernah baby blues juga kan, mas tau pasti kamu stress berat ngurusin dua balita sekaligus. Kamu bukan gak baik, cuman sedikit kesakitan aja. Jadi cepet marah, cepet cape, cepet muak. Gak papa, seiring waktu kamu bakal sembuh. Mas ada buat dukung kamu " Pras mengusap punggung Mitha, menenangkan Mitha.

__ADS_1


Ya memang jika anak anak sedang tantrum seperti ini apalagi Mecca yang masih belum banyak mengerti apa apa selain menangis histeris, Mitha cenderung akan cepat emosi. Marah, gelisah dan akhirnya malah ikut menangis bersama anak anak. Itu juga yang menjadikan Pras mempertimbangkan Mitha untuk kembali bekerja karena menurut Pras dengan Mitha kerja setidaknya kini Mitha akan sering berkomunikasi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Membuatnya tidak terlalu stress karena terjebak dengan anak anak di rumah saja.


" Makasih mas .. " Mitha menghapus air di sudut matanya. Mendengar perkataan Pras membuat Mitha terharu.


" Uhh mommy, malah jadi ikutan nangis " Pras membawa Mitha dalam pelukannya masih sambil menggendong Mecca.


" Maaf ya mas "


" Maaf kenapa sayang ? Kamu gak salah apa apa. Mas bisa handle semua, kamu tenang aja "


" Assalamu'alaikum .. " Sapa Jo yang baru saja masuk.


" Aduh aduh masih pagi harmonis sekali. Ambulance udah dateng Pras. Gue yang temenin Bunda ke rumah sakit. Lo nanti nyusul aja Pras kasihan anak anak biar pada tenang dulu " Tambah Jo mengerti.


" Okay, thanks Bro. Titip ya, gue udah suruh dokter IGD buat cek sama tes lab dulu. Kalo hasilnya udah ke luar kabarin gue Jo. "


" Siap. Gue suruh paramedis masuk ya. "


" Okay .. "


" Yang anak anak di bawa ke atas dulu aja ya takutnya nangis ketakutan lihat oma nya di tandu " Ucap Pras yang langsung berjalan ke atas menggendong ke dua nya menuju kamar.


Mitha mengantarkan paramedis menuju kamar Maylinda untuk melakukan tindakan dan membawa Maylinda menuju rumah sakit.


" Ayang .. " Sapa Vidya pada Mitha yang baru saja keluar dari kamar Maylinda. Vidya langsung memeluk Mitha erat, rindu juga. Mereka sudah 2 minggu tidak bertemu karena Vidya sakit.


" Ih ko kesini ? Lo masih sakit kan ? " Tanya Mitha khawatir.


" Gak papa gue udah baikan ko. Lagian gue gak sakit "


" Lah terus ? "


" Gue positif beb hehe mau punya dede bayi "


" Serius ? Ya Allah Alhamdulillah. " Mitha yang setadi pun sudah menangis kini menangis lagi haru dan bahagia atas kabar yang Vidya bawa.

__ADS_1


...----------------...


Annyeong .. Maaf ya othor agak telat telat up kemarin karena sibuk. Terimakasih buat dukungan dan kesediaannya menunggu othor up. Jangan lupa like dan vote nya ya biar othor semangat. Mari kita up 3 part hari ini🄰


__ADS_2