
"Arghhh, sial! Bagaimana bisa wanita tua itu mendapatkan rekaman CCTV di lestoran itu? " (Ucap Tara kesal.)
"Ini tidak bisa di biar kan, besok aku harus menemui ibu. " (Ucap Tara bergegas ke kamar mandi.)
Skip
Pagi pukul 07.20
Hari ini Diva dan Sela berangkat ke kantor seperti biasanya, sedangkan Marisa kerumah sakit untuk menjaga tuan Baylor.
"Sela cepat lah. " (Ucap Diva sambil berjalan menuruni satu persatu anak tanga menuju ruang tengah.)
"Selamat pagi. " (Ucap Luna yang terlihat baru saja membersihkan ruang TV dengan membawa beberapa bungkus makanan bekas Diva dan Luna.)
Diva terdiam melihat Luna.
"Kepada kau diam? " (Tanya Luna.)
"Tidak, ouh iya siapa yang menyuruh mu membereskan ruang TV ? Apa kau sengaja mencari muka kepada Aziel? " (Ucap Diva sambil menatap tajam Luna.)
"Apa maksud mu? " (Tanya Luna pura-pura tidak tau.)
"Tidak, tetapi bagus juga, kau lebih terlihat seperti pembantu. Ku rasa itu cocok. " (Ucap Diva kepada Luna.)
"Apa maksud mu? " (Ucap Aziel dari arah belakang Diva.)
Pantas saja Luna terlihat tidak melawan perkataan Diva ternyata dia sengaja ingin Diva terlihat jahat di mata Aziel.
Diva terdiam dan menoleh ke arah belakang nya.
"Luna apa yang kau lakukan? Mengapa kau membersihkan semua itu? Itu bukan lah tugas mu. " (Ucap Aziel memegang tangan Luna.)
Diva menatap tangan Aziel yang memegang tangan Luna.
"Ziel, tadi Diva yang menyuruh ku, dia bilang dia ingin buru-buru ke kantor nya, jadi aku maklum." (Ucap Luna yang seketika berbohong.)
"Apa? Aku? " (Ucap Diva bingung.)
"Ah, Diva semuanya sudah selesai sekarang kau bisa pergi ke kantor. " (Ucap Luna tersenyum ke arah Diva.)
Diva tidak habis fikir dengan apa yang ia lihat barusan ternyata wanita itu bisa lebih licik dari ular berbisa.
"Diva, kali ini aku memaafkan mu, karena aku dan Luna akan buru-buru pergi. " (Ucap Aziel menarik tangan Luna.)
"Tunggu." (Ucap Diva.)
__ADS_1
"Iya Diva apa ada yang bisa aku bantu lagi? "(Tanya Luna seolah-olah ia begitu peduli.)
" Kalian mau pergi ke mana? "(Ucap Diva menatap Aziel.)
" Tentu saja kami akan jalan-jalan, karena Luna baru saja kembali ke kota ini jadi aku ingin membawa nya berkeliling kota."(Ucap Aziel memanas-manasi Diva.)
"Ouh, benar kah? Apa kau tidak akan ke kantor dan menjenguk papa di rumah sakit? " (Ucap Diva menaikan satu alis nya.)
Diva mencoba menahan air matanya, ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Aziel.
"Ouh itu, aku minta tolong kepada mu, setelah ke kantor kau pergi lah kerumah sakit, aku yakin bibi akan kecapean jika menjaga papa sendirian." (Ucap Aziel seolah ia tidak peduli akan kesehatan papa nya.)
"Terserah kalian saja. " (Jawab Diva fake smile.)
Aziel dan Luna pun meningal kan Diva masuk ke kamar untuk bersiap-siap.
Tampa Diva sadari sedari tadi Sela memperhatikan mereka dari depan pintu kamar nya.
"Kakak ipar. " (Ucap Sela menepuk pundak Diva.)
"Ah, iya kau sudah selesai? " (Ucap Diva menyeka agar mata nya yang kian menetes membasahi pipi mulus dan cabby nya itu.)
"Sudah lah jangan menangis. " (Ucap Sela memegang pipi Diva.)
"Baik lah sekarang lebih baik kita segera ke kantor, apa kau ingat ada rapat penting hari ini. " (Ucap Sela mengalihkan pembicaraan.)
"Tentu saja aku ingat. " (Jawab Diva.)
Diva dan Sela pun brangkat ke kantor seperti biasa dengan sopir nya.
Sementara itu
"Ziel kita akan kemana? " (Ucap Luna kepada Aziel.)
Tidak ada jawaban Dari Aziel dia hanya menatap kosong arah jendela yang memperlihatkan mobil Diva yang semakin jauh meningal kan rumah.
"Sayang apa yang kau pikir kan? " (Ucap Luna berjalan menghampiri Aziel.)
"Ah, maaf, kau bilang apa tadi? " (Ucap Aziel kembali bertanya kepada Luna.)
"Aku bilang, kita akan kemana hari ini." (Ucap Luna mengulang perkataan nya.)
"Terserah kau saja, aku akan membawa mu kemanapun kau mau. " (Ucap Aziel memegang pundak Luna.)
"Yey, asik Terima kasih sayang. " (Ucap Luna memeluk Aziel.)
__ADS_1
Seketika bayangan saat Diva memeluk nya terlintas di mata Aziel, saat itu Diva memeluk nya begitu erat, karena Aziel telah berhasil merebut 80% saham nya.
"Ziel, kenapa kau terus bengong? " (Ucap kesal Luna yang merasa pelukan nya tidak di balas.)
"Ah, yasudah sekarang mandi dan bersiaplah, aku sudah menyuruh David mengantarkan beberapa pakaian untuk mu, sebenar lagi dia akan tiba." (Ucap Aziel sambil berlalu pergi keluar dari kamar nya.)
"Baik lah. " (Ucap Luna tersenyum sendiri karena merasa Aziel benar-benar menyayangi nya.)
Aziel berjalan ke arah dapur, karena perut mya begitu kelaparan, karena sejak taadi malam ia sama sekali belum makan.
Ketika melihat dapur masion lagi-lagi, bayangan Diva saat itu muncul di mata nya. Di mana ia setiap pagi melihat istri nya masak di dapur sebelum ke kantor.
"Argghh, kenapa aku jadi seperti ini? " (Menjambak rambut nya sendiri.)
"Diva kau begitu membuat ku gila. " (Tugak Aziel berjalan meningal kan dapur mansion.)
Aziel membatalkan niat nya untuk makan ia malah berjalan keruang tengah dan duduk di sofa.
Tak lama kemudian David pun tiba. Sebenarnya David sangat malas melakukan tugas ini, apalagi untuk Luna dan bukan Diva.
"Pagi tuan muda. " (Ucap David menaruh barang-barang yang ia beli di toko pakaian sesuai yang di suruh Aziel.)
"Duduk lah. " (Ucap Aziel kepada David.)
"Maaf tuan muda, aku harus ke kantor sekarang karena ada miting penting hari ini, karena tuan muda tidak hadir maka aku harus mengantikan tuan muda. " (Jelas David panjang lebar.)
"Huh, begitu ya, maaf aku terlalu membuat mu repot. " (Ucap Aziel terlihat tidak bersemangat.)
"Baik lah tuan muda saya permisi dulu. " (Ucap David berjalan keluar dari mansion.)
Sebenarnya miting itu di adakan masih beberapa jam lagi, akan tetapi David merasa malas jika harus bertemu Luna bisa-bisa Sela akan mengamuk. Karena Sela akn berfikir David mendukung keinginan Aziel.
Di sisi lain
"Kakak ipar, apa kau begitu sibuk? " (Ucap Sela masuk ke ruangan Diva sambil membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Diva.)
"Tidak juga. " (Jawab Diva menutup laptop nya.)
"Ah, baik lah ini berkas yang harus kau tanda tangani. " (Ucap Sela memberikan beberapa map debgT warna yang berbeda-beda.)
"Terima kasih, apa kau melihat Tania? " (Tanya Diva kepada Sela sambil membuka berkas yang di berikan Sela.)
Bersambung ....
Hay semua, Terima kasih banyak, jangan lupa ya:Like, komet, fote, follow, hadiah dan favorit.
__ADS_1