Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #108


__ADS_3

"Kau memikirkan nya? Kau terus menyebutkan nama nya? Baik lah, aku akan bangun. " (Ucap Aziel kemudian mencoba bangun dari badan Diva.)


Diva yang menyadari Aziel sedang cemburu pun menjadi tersenyum geli, karena twajah tampan suaminya itu kini memerah seperti udang rebus.


Biar bagaimana pun, Aziel adalah suaminya tentu saja Diva akan merasa bersalah jika membuat Aziel cemburu, ia pun berusaha kembali membujuk Aziel.


"Kau cemburu? " (Ucap Diva menarik tangan Aziel kembali ke pelukan nya.)


"Lalu kenapa? Apa kau akan peduli padaku?. " (Ucap Aziel menatap mata Diva.)


"Jika aku tidak peduli mungkin aku akan pergi sejak semalam dan aku tidak akan menjaga mu. " (Jawab Diva balik menatap Aziel.)


"Laku kenapa kau terus menyebutkan na Dimas di depan ku? Aku tau jika kau tidak lagi mencintai ku, dan kau seperti ini hanya karena rasa bersalah mu. " (Ucap Aziel tersenyum hambar dan kembali ingin bangun.)


"Apa kau sudah menjadi peramal? Bahkan kau menebak isi hati ku dengan salah. " (Ucap Diva memegang pipi Aziel.)


"Lalu? " (Ucap Aziel bingung.)


"Tidak ada, aku minta kau segera sembuh baru bicara tentang ini lagi. " (Jawab Diva.)


Karena mendengar ucap Diva refleks Aziel menjadi senang karena seperti nya ia mempunyai kesempatan kedua untuk memperbaiki rumah tangga nya kembali.


Chup.. (Aziel mencium bibir Diva sekilas kemudian bangun dengan pelan dan berjalan menuju ranjang nya.)


"Kau! Kau mesum sekali! Siapa yang menyuruh mu melakukan itu! " (Jerit Diva mengelap bibir nya kesal.).


"Itu hak ku dan kau tidak perlu berteriak sekuat itu. " (Ucap Aziel kembali berbaring di ranjang nya.)


"Aishhh! "(Ucap Diva kesal kemudian berjalan ke arah pintu ruang rawat tersebut.)


Akan tetapi Diva di kagetan oleh Dimas yang sudah berdiri di depan pintu tersebut.


" Di..Dimas? Sejak kapan kau di sini? "(Tanya Diva gugup.)


" Ah, em baru saja iya aku baru saja ingin mengecek keadaan Aziel, dan kau mau kemana?"(Ucap Dimas berbohong.)


"Aku..Aku ingin ke luar sebentar. " (Ucap Diva serba salah.)


"Baik lah kalau begitu, aku masuk dulu. " (Ucap Dimas berlaku masuk ke dalam ruang rawat Aziel.)


"Ah, em iya silakan. " (Ucap Diva sambil terus menutupi bibir nya degan jari tangan nya.)


Dimas tau jika. Aziel dan Diva kini mulai semakin dekat seperti nya mereka akan rujuk, ia pun tidak mau egois dan memilih melupakan Diva dan tetap profesional dalam pekerjaan nya dan merawat Aziel.

__ADS_1


Smentara itu di sisi lain.


"Ayo anak-anak turun lah, kita sudah tiba. " (Ucap David turun dari mobil nya.)


Ya seperti yang di janji kan oleh Sela, Sela mengajak David untuk membawa anak-anak kerumah sakit menjenguk Aziel, namun Marisa dan tuan Baylor tetap tidak bisa datang karena kondisi tuan Baylor yang kurang baik untuk perjalanan jauh.


"Anak-anak ingat lah, jangan berlarian dan jangan nakal karena ini rumah sakit bukan taman hiburan. " (Ucap Sela berjalan di belakang anak-anak.)


"Baik mama. " (Ucap Reza.)


"Baik lah bibi. " (Ucap Alfa dan Abel.)


Smentara itu Sela hanya menatap David yang berjalan di samping nya dengan tatapan kesal.


"Mengapa kau menatap ku seperti itu? Aku tahu jika diriku sangat tampan. " (Ucap David tersenyum.)


Sela pun tidak tahan untuk tersenyum karena tingkah David yang terus saja mengoda nya sepanjang hari.


"Akhirnya kau tersenyum juga. " (Ucap David merasa berhasil menghibur sang istri yang sedang bad mood akibat ulah nya tadi malam.)


"Diam dan cepat lah anak-anak sudah berjalan jauh. " (Ucap Sela yang menyusul anak-anak.)


"Abel, Alfa, Reza! Kalian salah kamar, kamar nya di sini. " (Teriak Sela.)


"Sus apakah kami boleh masuk? " (Tanya David kepada suster yang ada di depan pintu ruang rawat Aziel.)


"Tunggu sebentar ya pak, karena dokter Dimas sedang memeriksa keadaan pasien. " (Jawab suster itu dengan sopan.)


"Ouh, baik lah kalau begitu. " (Ucap Sela.)


Sementara itu di dalam ruang rawat.


"Aziel ada apa dengan mu? Ayo cepat balikan badan mu aku jadi tidak bisa melihat luka di punggung mu. " (Ucap Dimas kesal karena sedari tadi Aziel tidak mau berbalik.)


"Jawab dulu pertanyaan ku! Apa kau menyukai istri ku?" (Tanya Aziel menatap Dimas tajam.)


"Astaga manusia ini. " (Ucap Dimas.)


"Aku memang manusia, tidak seperti mu seekor rubah. " (Ucap Aziel semakin mengada-ada.)


"Aziel sudah cukup, jangan seperti anak kecil kau tidak mau di priksa? Baik lah aku akan bilang pada Diva sekarang. " (Ucap Dimas mengancam.)


"Kau! Kau mengancam ku? Huh menyebalkan! Baik lah. " (Ucap Aziel kesal dan mulai membalikkan badan nya untuk di priksa.)

__ADS_1


Dimas hanya mengeleng kepala nya sambil memeriksa punggung Aziel.


"Dimas, dengar ya, jangan mencoba merebutnya dari ku. " (Oceh Aziel kembali.)


"Diam lah, kau yang seharusnya mendengar kan aku, jika aku mau merebutnya dari mu maka sudah dari dulu aku melakukan nya. " (Ucap Dimas tak kalah kesal melihat tingkah Aziel.)


"Awas saja jika kau brani melakukan nya, maka aku akan membunuh mu. " (Ucap Aziel meracau.)


"Diam atau aku akan menjahit mulut mu itu. "(Ucap Dimas sambil terus menganti perban luka Aziel.)


Begitu lah mereka berdua terus berdebat sehingga Dimas selesai dan keluar dari sana.


" Dimas, apakah kami boleh masuk. sekarang? "(Tanya sela berdiri dari duduk nya.)


" Boleh silahkan. "(Ucap Dimas tersenyum hangat.)


" Terima kasih. "(Ucap David kemudian masuk duluan.)


Sela pun ikut masuk, dan membawa Reza, Abel dan Alfa.


" Dady! "(Teriak Abel dan Alfa menghampiri Aziel.)


" Hay sayang, dady sangat merindukan kalian. "(Ucap Aziel sambil berbaring.)


" Kami juga merindukan dady. "(Ucap Abel dan Alfa.)


" Kak Ziel bagaimana keadaan mu? "(Tanya Sela.)


" Aku sudah agak baikan, mungkin seminggu lagi bisa pulang. "(Ucap Aziel tersenyum.)


" Ouh iya, om Jiel, di mana tante Diva? "(Tanya Reza melirik seluruh sudut ruangan.)


" Om juga tidak tau, mungkin ada urusan. "(Ucap Aziel tersenyum ke pada Reza.)


" Dady, apakah tadi malam momy menemani dady? "(Ucap Abel menaikan satu alis nya.)


" Iya sayang momy menemani dady 24 jam dan tidak pernah meninggalkan dady. "(Ucap Aziel mengelus rambut Abel.)


" Momy tidak marah sama dady lagi kan? "(Tanya Alfa seperti detektif.)


" Iya sayang, malah tadi malam dady makan di suapin sama momy. "(Ucap Aziel tersenyum-senyum.)


Sementara itu Sela dan David hanya saling tatap karena mereka merasa jika rencana mereka telah berhasil Aziel dan Diva sudah mulai saling bicara satu sama lain dan mereka yakin jika sebentar lagi Aziel dan Diva akan berbaikan.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2