
" Tetapi kalian harus bekerja saama dalam hal ini? Apa kalian berjanji? "(Ucap Sela sambil terus fokus menyetir.)
" Baik lah kami berjanji sekarang bibi katakan apa rencana nya? "(Ucap Alfa tidak sabar.)
Sementara Abel dan Reza sudah siap mendengarkan dengan seksama.
" Jadi gini, bla bla bla bla bla bla bla bla."(Rahasia author.)
Sela pun mengutarakan rencana besar nya kepada Abel, Alfa dan juga Reza.
"Apakah bibi yakin Itu akan berhasil? " (Tanya Abel sedikit khawatir.)
"Tentu saja sayang, keduanya sangat menyayangi kalian berdua, bibi yakin di antara momy dan dady mu masih ada rasa cinta yang begitu kuat apalagi saat melihat kalian berdua. " (Ucap Sela usai mengutarakan rencana nya.)
Sementara itu di sisi lain.
"Aziel, bukan kah kau bilang hari ini kau akan menjemput anak-anak mu di sekolah? " (Ucap David berjalan di samping Aziel.)
"Benar, sekali sudah tiga hari aku tidak bertemu mereka, namun hari ini kita kembali ada miting dengan perusahaan Wijaya club. " (Ujar Aziel masih terus melangkah kan kaki nya.)
"Tenang saja, soal itu biar aku yang urus, karena itu tidak terlalu sulit, kau bisa menjemput mereka. " (Ucap David.)
"Baik lah, Terima kasih kalau begitu aku pergi sekarang, ingat jika ada apa-apa hubungi aku. " (Ucap Aziel kemudian pergi keluar dari perusahaan nya menuju parkir mobil.)
Aziel pun melakukan mobil nya menuju sekolah Alfa dan Abel.
Sementara itu di sisi lain.
"Diva, astaga kau ini, kenapa kau masih di sini? " (Tanya Tania masuk kedalam ruangan Diva.)
"Astaga, kau berisik sekali. " (Ucap Diva memegang kepala nya yang terasa sakit.)
"Diva kenapa kau masih di sini? Bukan kah ini sudah jam pulang sekolah. " (Ucap Tania memegang bahu Diva.)
"Astaga! Jam berapa ini? " (Ucap Diva melihat jam tangan yang ada di tangan kiri nya.)
Diva pun menjadi kaget, karena ia telah melupakan waktu menjemput anak nya di sekolah, ia pun bergegas keluar dari ruangan nya berlari kecil menuju lift.
__ADS_1
Sedangkan Tania hanya mengeleng kepala bingung melihat kelakuan sahabat nya, meskipun begitu Tania faham jika saat ini Diva sedang terbeban fikiran.
Diva pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju sekolah.
Sementara itu Alfa dan Abel sedang berada di mobil Sela.
"Baik lah anak-anak, sekarang kita jalani rencana kita oke. " (Ucap Sela kepala Alfa, Abel dan Reza.)
Rencana sebenarnya adalah, Sela menyuruh anak buah bayaran nya untuk berpura-pura menculik Alfa dan Abel, agar saat mereka turun membeli eskrim, dengan begitu nanti Sela bisa berpura-pura panik dan memberi tahu Aziel dan Diva ketika dia buah hati mereka telah di culik, dan saat itu lah kesempatan Sela agar Aziel dan Diva bisa kompak mencari kedua anak mereka.
Namun siapa sangka hal lain terjadi.
"Alfa, Abel sekarang turun lah, bibi akan mengawasi kalian dari jauh." (Ingat lah jangan takut karena kita hanya pura-pura, anak buah bibi akan mengantar kalian ke mansion bibi sudah SMS oma dan opa untuk bekerja sama dengan kita, setelah itu baru lah kita mulai bersandiwara, kalian bisa bersembunyi di kamar rahasia di mansion opa dan oma akan mengurus semuanya. "(Ucap Sela kepada Abel dan Alfa.)
" Oke bibi. "(Ucap Abel dan Alfa bersamaan.)
Smentara Reza hanya mengacungkan jempol nya.
Abel dan Alfa pun turut dari mobil dan menuju tempat membeli eskrim.
Tak jauh dari sana ada dua laki-laki yang berpakaian seperti preman lebih tepatnya adalah preman, mereka berjalan menuju ke arah Alfa dan Abel.
" Tetapi mengapa cepat sekali? Bibi bahkan belum menelfon mereka. "(Ucap Alfa curiga.)
" Bos, ada mangsa bos, sepertinya mereka anak orang kaya, kita bisa minta tebusan yang banyak bos."(Ucap salah satu dari dua preman tersebut.)
"Kau benar, ayo kita tangkap mereka. " (Ucap orang yang di pangil bos oleh preman yang satu nya.)
"Abel, seperti nya mereka bukan orang suruhan bibi, ayo cepat kabur! " (Teriak Alfa menarik tangan Abel.)
Namun mereka sudah terlambat kedua preman itu telah menangkap mereka dan membawa mereka pergi dari sana.
Teriakan Alfa dan Abel tidak di dengar oleh Sela karena Sela berfikir itu orang suruhan nya.
Smentara itu Reza merasa ada yang aneh.
"Mama, mengapa mereka berteriak begitu kuat? Aku jadi kasihan, bagaimana jika mereka kenapa-kenapa? " (Tanya Reza khawatir.)
__ADS_1
"Sayang tenang saja, sekarang kita pulang ke mansion ya karena orang-orang suruhan mama akan membawa mereka ke sana. " (Ucap Sela menyala kan mesin mobil nya.)
"Baik lah mama. " (Ucap Reza dengan perasaan yang tidak enak.)
Tidak butuh waktu lama, Sela pun tiba di mansion dan bergegas memarkirkan mobil nya.
"Ayo syang kita turun. " (Ucap Sela memegang tangan Reza dan kemudian masuk ke dalam mansion.)
Terlihat tuan Baylor dan Marisa sudah menunggu mereka di ruang tamu.
"Mama, om, bagaimana? Apakah Abel dan Alfa sudah kalian sembunyikan? " (Tanya Sela menatap tuan Baylor dan Marisa secara bergantian.)
"Sela, seharusnya mama yang bertanya, kenapa kau sampai lebih dulu sedang kan Alfa dan Abel belum tiba sama sekali, Kau yakin telah menyuruh anak buah mu mengantarkan mereka kemari? " (Ucap Marisa menatap Sela.)
"Apa? Mereka belum tiba? Bagaimana mungkin? Aku melihat mereka sudah membawa Alfa dan Abel mah. " (Ucap Sela kaget.)
"Begini saja, sekarang telfon lagi anak baih mu mungkin saja mereka ada halangan di jalan. " (Ucap tuan Baylor mencoba membuat suasana tidak terlalu panik.)
"Baik lah om. " (Ucap Sela kemudian mengambil ponsel nya di dalam tas.)
Belum sempat Sela menelpon anak buah nya, anak buah nya lah yang telah menelfon duluan.
"Mereka menelfon. " (Ucap Sela.)
"Ayo tunggu apa lagi? Cepat angkat. " (Ucap Marisa khawatir.)
Call onn
"Hallo bos, aku sama sekali tidak melihat mereka di tempat penjual eskrim ini? Apakah boss mengganti tempat nya? " (Tanya anak buah Sela tersebut.)
"Apa? Jadi kau sama sekali belum membawa mereka? " (Tanya Sela khawatir.)
"Tidak sama sekali boss, aku baru saja tiba di sini. " (Ucap anak buah Sela di sebrang telfon.)
"Astaga! Lalu siapa dua orang tadi yang mengambil mereka, aku pikir itu kau? " (Ucap Sela mulai semakin panik.)
"Aku juga tidak tau bos. " (Ucap anak buah Sela tak kalah pusing.)
__ADS_1
Tentu saja anak buah Sela tidak tau, karena memang bukan dirinya lah yang menculik Alfa dan Abel, ia saja baru tiba di sana sekarang.
Bersambung ....