Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #54


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, setelah Diva merasa tenang ia pun melepaskan pelukan nya dari Dimas.


"Aku tidak akan memaksa mu untuk menceritakan apa yang terjadi sekarang. " (Ucap Dimas mengapus sisa air mata dari pipi Diva.)


"Aku akan menceritakan nya, tapi tolong bawa aku jauh dari sini aku tidak ingin berada di sini. " (Ucap Diva memegang tangan Dimas.)


"Baik lah, kalau begitu ikut aku, kebetulan jam kerja ku sudah habis. " (Ucap Dimas kepada Diva.)


Di sisi lain


"Aziel, tolong biar kan aku pergi, kau tidak seharusnya menceraikan Diva, hiksss pantas saja bibi dan Sela tidak menyukai aku. " (Untuk Luna begitu pandai berakting.)


Sebenarnya Luna sudah tau bahwa Diva itu adalah istri Aziel.


Flashback onn


"Ah, sial mengapa Aziel bisa membawa Diva dan meningkal kan aku! " (Ucap Luna masuk ke kamar nya.)


Luna kelas karena sopir mansion tidak mau mengantar nya kerumah sakit malam itu. Luna pun kembali masuk ke kamar Aziel.


"Huh, tetapi tidak mengapa, aku bisa leluasa di kamar ini. " (Ucap Luna tersenyum jahat.)


Luna pun mulai membuka satu persatu laci dan lembari Aziel.


"Apa ini? " (Ucap Luna saat menemukan dua buku kecil berwarna merah di bawah lipatan baju Aziel.)


"Buku nikah? Apakah Aziel sudah menikah? Tetapi dengan siapa? " (Ucap Luna mengambil dan membaca buku nikah tersebut.)


"Diva Afkar? " (Ucap Luna kaget.)


Setelah membaca isi kedua buku nikah tersebut Luna pun mengembalikan nya ketempat semula.


"Kurang hajar, diantelah membohongi ku! Tetapi itu tidak penting mau dia menikah dengan siapapun aku tidak peduli yang paling penting adalah rencana ku untuk merebut semua aset nya. " (Ucap Luna kembali ke kasur.)


Flashback off.


"Aku mohon maaf kan aku, aku sama sekali tidak mencintai nya, aku hanya mencintai diri mu, soal bibi dan Sela aku akan menjelaskan nya nanti. " (Ucap Aziel memeluk Luna.)


"Benar kah? hiksss aku juga mencintai mu. " (Ucap Luna sambil membalas pelukan Aziel dan tersenyum miring.)


"Baik lah sekarang ayo keruangan papa aku akan mengurus semua nya ke dokter agar papa di rawat di rumah. " (Ucap Aziel mendengar erat tangan Luna.)


Luna hanya tersenyum menanggapi perkataan Aziel.


"Huh, walaupun aku akan sulit untuk membunuh lelaki tua itu, setidaknya aku bisa menyingkirkan satu penghalang seperti Diva. " (Batin Luna sambil berjalan mengikuti Aziel.)

__ADS_1


Di sisi lain


"Hm, sudah satu hari aku tidak bertemu Sela. " (Ucap David mengambil ponsel dari saku nya.)


Call onn


"Hallo, Sela kau di mana? " (Ucap David memakai earphon di telinga nya.)


"Aku di rumah sakit, kau sendiri kenapa baru menelpon? " (Ucap Sela.)


"Maaf kan aku, aku terlalu sibuk di kantor karena tuan muda menyerah tangung jawab kantor kepada ku. " (Ucap David meminta maaf.)


"Yasudah, apa hari ini masih sibuk? Jika tidak temui aku di rumah sakit. " (Ucap Sela manja.)


"Baik lah tunggu di sana, apa kau sudah makan siang? Jika belum aku akan membawakan nya. " (Ucap David.)


"Belum, dan aku sangat lapar. " (Ucap Sela sambil merengek.)


Sedangkan Marisa mama nya hanya menatap geli Sela yang seperti anak kecil.


"Yasudah katakan saja kau ingin makan apa? " (Tanya David.)


"Bawakan aku pizza, boba dan ayam pangang. " (Ucap Sela seperti orang ingin makan besar saja.)


"Baik lah, aku akan bawa semuanya. " (Ucap David menutup telfon nya sambil tersenyum manis.)


Call off.


"Aishh, menyebal kan! " (Ucap Sela melihat ponsel nya.)


"Kau ini, mau makan atau mau membuat sesajen? " (Ucap sang mama merasa aneh.)


"Eoh mama, aku ini sangat lapar. " (Ucap Sela memanyun kan bibir nya.)


"Sudah lah lupakan, oh iya di mana Diva? " (Tanya Marisa.)


"Bukan kah tadi pagi kakak ipar di bawa oleh dokter Dimas untuk mengobati luka di kepala nya? " (Tanya Sela kembali.)


"Tetapi mengapa sangat lama? " (Ucap Marisa khawatir.)


"Entah lah, biar aku yang mencari nya. " (Ucap Sela berdiri dari duduk nya menuju pintu.)


Baru saja Sela ingin membuka pintu keluar ruang rawat tuan Baylor ia malah berpapasan dengan Aziel dan Luna yang ingin masuk ke dalam ruang rawat tuan Baylor.


"Kak Ziel, di mana kakak ipar? " (Ucap Sela menatap Luna dan Aziel bergantian.)

__ADS_1


"Aku tidak tau! " (Ucap Aziel.)


"Ziel, bicara lah dengan pelan. " (Ucap Luna berpura-pura baik.)


"Tidak perlu! Dengar kan mau kau bicara halus atau kasar aku tidak peduli." (Ucap Sela keluar sambil mengengol Luna.)


"Ah." (Ringis Luna memegang bahu nya.)


"Sela! " (Bentak Aziel namun Sela sudah berlalu jauh dari mereka.)


"Wanita cengeng. " (Ucap Marisa kembali duduk di kursi sebelah ranjang tuan Baylor.)


"Bibi, aku ingin bicara serius. " (Ucap Aziel mendekati ranjang papa nya sambil menggandeng Luna.)


"Bicara apa? Langsung saja. " (Ucap Marisa masih fokus kepada ponsel nya.)


"Aku ingin berpisah dengan Diva. " (Ucap Aziel blak-blakan.)


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aziel Marisa pun melepaskan ponsel nya dan berdiri dari duduk nya.


"Kau! Apa yang kau katakan? Apa kau gila? " (Ucap Marisa menatap tajam Aziel.)


"Bibi Luna sudah mengetahui jika Diva istri ku dan dia tidak mempermasalahkan hal itu. Bibi dengar kan aku, Diva itu bukan wanita yang baik yang seperti bibi lihat, dia mencoba menuduh Luna atas seseorang yang mencoba membunuh papa. " (Ucap Aziel panjang lebar.)


"Tidak! Apapun yang kau katakan, aku tidak peduli karena jika di bandingkan dengan Luna aku lebih mempercayai Diva. " (Ucap Marisa menahan emosi nya.)


"Bibi, aku hanya menjelaskan, dan aku tidak meminta pendapat bibi untuk setuju atau tidak dengan keinginan ku. " (Ucap Aziel menatap Marisa.)


"Benar kah? Aku tidak menyangka jika kau bisa berbicara seperti itu kepada ku, kau memang bukan Aziel yang aku kenal, terserah kau saja, seperti yang kau katakan aku memang tidak berhak memberikan pendapat. " (Ucap Marisa dengan mata nya yang memerah.)


Di sisi lain


Selesai mengobati kaki Diva yang terkilir Dimas pun membawa Diva untuk keluar dari rumah sakit, Dimas memapah Diva karena memang Diva tidak kuat untuk berjalan karena kaki nya sangat sakit.


"Kenapa kaki mu bisa sampai terkilir seperti ini? " (Tanya Dimas sambil memegang tangan Diva.)


"Kaki ku.. " (Ucap Diva terpotong karena melihat David.)


"Nona muda? Apa yang terjadi?" (Tanya David yang baru saja ingin masuk ke pintu rumah sakit sambil membawa banyak makanan.)


"David? Em... aku... aku baik-baik saja, tadi hanya jatuh di toilet. " (Ucap Diva gugup.)


"Astaga, lalu di mana tuan muda.? " (Ucap David bingung.)


Diva bingung harus menjawab apa kepada David ia seketika membungkam mulut nya karena mendengar nama Aziel saja hatinya sudah sangat sakit.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa: Like, komen, fote, follow, hadiah, favorit.


__ADS_2