Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #106


__ADS_3

"Kau ini? Kapan aku bicara seperti itu? Aku tidak akan kembali padamu dasar laki-laki jahat. " (Ucap Diva mencoba menyimpan perasaan nya.)


"Benar kah? Kau tidak mau kembali padaku? lalu mengapa kau menangis dan bilang jika kau tidak bisa merawat anak-anak sendiri? " (Ucap Aziel menatap Diva kesal.)


"Aduh, menyesal aku bicara seperti itu kepada laki-laki ini. " (Gumam Diva pelan.)


"Apa? Apa kata mu?" (Ucap Aziel menatap Diva semakin kesal.)


"Diam lah, aku tidak bilang appun, kau tunggu di sini aku lapar aku ingin beli makanan. " (Ucap Diva berdiri dari duduk nya.)


Baru saja Diva berdiri dari duduk nya dan ingin keluar Aziel malah menarik Diva hingga jatuh di atas tubuh nya.


"Ah." (Lebih Aziel kesakitan saat tubuh Diva menindih nya.)


Diva kaget dan menatap wajah Aziel yang hanya berjarak beberapa inci dari wajah nya.


Terjadi lah saling tatap untuk beberapa menit.


"Eohhh, lepas kan aku. " (Ucap Diva mencoba bangun.)


"Tidak semudah itu, tolong biar kan aku menatap wajah mu beberapa menit lagi, aku merindukan mu. " (Ucap Aziel pelan.)


Diva terdiam akan tetapi perut nya yang lapar akibat tidak makan sejak pagi membuat cacing-cacing di perut nya berbunyi.


"Ahhhh lepas kan aku, kau ini keterlaluan sekali! " (Ucap Diva bangun dari badan Aziel.)


"Hahaha, kau lapar rupanya? Aku kira wanita galak ini tidak suka makan. " (Ucap Aziel tertawa renyah.)


"Diam dan istirahat lah, aku akan pergi makan dan aku akan kembali lagi dalam beberapa menit. " (Ucap Diva kemudian melangkah kan kaki nya pergi keluar dari ruang rawat Aziel.)


"Diva tunggu! Aku juga.. " (Ucap Aziel terpotong karena Diva menutup pintu dengan keras.)


"Aku juga lapar, dasar istri durhaka. " (Gumam Aziel pelan.)


Smentara itu di sisi lain.


"Permisi nona, tuan silahkan pilih menu yang kami sediakan. " (Ucap pelayan restoran itu kepada Tania dan Dimas.)


"Baik lah Terima kasih. " (Ucap Tania mengambil buku menu yang di berikan oleh pelayan restoran tersebut.)


"Aku ingin ini. " (Ucap Dimas dan Tania menunjuk menu yang sama.)

__ADS_1


Pelayan itu tersenyum melihat tingkah Tania dan Dimas yang menunjuk menu yang sama secara bersamaan.


"Baik lah, sama kan saja. " (Ucap Tania gugup.)


"Baik nona, lalu minuman? " (Tanya pelayan itu sambil mencatat.)


"Yang ini, dan sama kan saja. " (Ucap Dimas menunjuk jus jeruk yang ada di menu.)


Tania hanya menatap Dimas sambil tersenyum memang sejak dulu antara mereka paling banyak kesamaan baik segi mkanan dan lain-lain, pepatah mengatakan jika berjodoh itu pasti akan banyak kesamaan satu sama lain.


"Baik lah tuan, nona, tunggu sebentar. " (Ucap pelayan tersebut berjalan meningalkan meja Dimas dan Tania.)


Tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan beberapa pelayan lain nya.


"Astaga, Dimas? Mengapa mereka membawa begitu banyak makanan? " (Ucap Tania mengkode Dimas.)


Dimas pun menoleh ke arah belakang nya dan melihat beberapa pelayan yang membawa begitu banyak makanan.


"Silakan di nikmati. " (Ucap pelayan tersebut menaruh berbagai macam makanan di atas meja makan Dimas dan Tania.)


"Maaf, sebelumnya aku hanya memesan dua porsi makanan dan dua gelas jus, lalu mengapa jadi sebanyak ini? " (Tanya Dimas bingung.)


" Begini tuan, nona restoran kami sedang mengadakan promosi menu baru untuk setiap pasangan yang datang, jadi karena tuan dan nona adalah pasangan pertama yang datang maka bos kami meminta agar menyajikan ini semua, tuan dan nona tenang saja ini semua gratis. "(Ucap pelayan tersebut kepada Dimas dan Tania.)


" Aduh, bagaimana ya tetapi kami ini bukan pa.."(Ucap Tania terpotong karena Dimas menyela nya.)


"Ah terima kasih, terima kasih banyak kami bisa makan sekarang? " (Ucap Dimas tersenyum paksa.)


"Iya tentu saja tuan, nona silakan di nikmati hidangan kami, dan satu lagi bis kami bilang agar makanan ini di habiskan. " (Ucap pelayan tersebut.)


Dimas menatap makanan tersebut dengan tatapan tidak sanggup tetapi ia terpaksa menganguk kepada pelayan tersebut.


Sementara itu Tania hanya menepuk pelan jidat nya, karena tidak tahu harus menjawab apa lagi.


Beberapa pelayan itu pun pergi dari sana .


"Dimas, bagaimana kita menghabiskan makanan sebanyak ini? " (Ucap Tania bingung.)


"Ya bagaimana lagi ayo cepat makan, makan lah yang banyak. " (Ucap Dimas mulai makan.)


Di sisi lain.

__ADS_1


"Huh kenyang sekali. " (Ucap Diva berjalan masuk ke ruang rawat Aziel.)


"Dari mana saja kau? " (Ucap Aziel yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.)


"Dari makan. " (Jawab Diva singkat.)


"Makan apa? Mengapa selama itu? Apa kau tidak tahu jika aku juga sedang kelaparan? Kau ini benar-benar keterlaluan. " (Oceh Aziel kesal.)


"Bisa kah kau diam? Aku muak mendebarkan ocehan mu itu, ini makanan bukan? Mengapa kau tidak memakan nya? Dan ini masih panas. " (Ucap Diva memegang mangkok bubur yang berasa di nakas samping ranjang Aziel.)


"Bagaimana aku bisa makan sendiri? Apa kau tidak lihat kondisi ku sekarang? " (Jawab Aziel memalingkan wajah nya.)


"Seperti anak kecil saja, bukan kah yang sakit adalah punggung mu? Mengapa jadi tidak bisa menyuap makanan sendiri? " (Ucap Diva menaikan satu alis nya.)


"Apa kau ini tidak tahu terima kasih? Aku seperti ini karna mu, dan sekarang kau malah tidak mau menyuapi aku makan. " (Ucap Aziel manja.)


"Baik lah-baik lah. " (Ucap Diva menyodorkan sesendok bubur di mulut Aziel.)


"Apa begini cara mu melayani suami? Tiup dulu itu terlalu panas bibir ku bisa melepuh. " (Ucap Aziel banyak tingkah.)


"Huh, astaga benar-benar menyebalkan. " (Ucap Diva sambil meniup bubur itu.)


Lalu Diva kembali menyuapi Aziel.


"Nah begitu baru enak. " (Ucap Aziel tersenyum sambung memakan bubur yang di siapi Diva ke mulut nya.)


Sementara itu di mansion.


"Bibi, bagaimana keadaan dady? " (Ucap Alfa mendekati Sela yang duduk di ruang tamu.)


"Alfa, kenapa kau belum tidur sayang? " (Ucap Sela mengelus rambut Alfa.)


"Maaf bibi, tetapi aku tidak bisa tidur. " (Ucap Alfa dengan wajah yang terlihat sedih.)


"Alfa jangan khawatir ya, dady Baik-baik saja, dan sekarang momy sedang menemani dady di rumah sakit, besok pagi kita akan kesana menjenguk dady tetapi Alfa harus tidur, Abel san Reza pasti akan panik mencari mu ketika dia tau kau tidak ada di kamar. " (Ucap Sela membujuk Alfa.)


"Baik lah bibi, kalau begitu aku akan tidur biar besok pagi aku tidak telat bangun untuk bertemu momy dan dady di rumah sakit. " (Jelas Alfa kemudian berjalan menuju kamar nya.)


Sela pun menganguk dengan senyuman kemudian ia juga balik ke kamar nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2