Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Setelah Cuti


__ADS_3

" Akhirnya bisa ngumpul bareng ya yang .. " Ucap Pras yang sedang menyuapi El sedang kan adiknya dalam gendongan Mitha karena sedang mennyusu.


" Iya mas, udah seminggu bareng bareng gini seneng banget. Besok mas mulai kerja lagi ? " Tanya Mitha.


" Iya, besok mas udah ada jadwal op. Maaf ya gak bisa nemenin kalian lebih lama lagi. " Sesal Pras.


" Gak papa atuh mas. Kalau kamu gak kerja mulu yang ada nanti di pecat terus nanti aku sama anak anak gimana gak bisa shopping, travelling, jajan dan lain lain " Celoteh Mitha.


" InshaAllah gak akan sampai segitunya. Mas udah siapin segala sesuatunya buat masa depan kalian meski nanti mas ada atau enggak " Jelas Pras.


" Jangan ngomongin gini ah aku suka melow. Aku mah pokonya mau sama kamu aja terus sampe tua sampe anak anak dewasa nanti "


Pras nyelonong manja lalu memeluk Mitha yang masih menggendong si bayi. Melihat daddynya yang perhatian pada mommy dan adik nya, sontak El pun berangsut minta di perhatikan. Dengan gemas Pras menggendong anak lelaki nya itu padahal saat itu adek bayi pun sedang di gendongnya setelah selesai menyusui.



" Ya Allah mas itu adek bayinya siniin aja takut jatoh " Ucap Mitha.


" Udah ga papa, kamu makan dulu aja tenang pokoknya semua aman sama daddy ya guys " Pras tertawa terbahak menemani kedua anaknya bermain selagi Mitha mennyelesaikan makannya.


Mungkin karena memang masih beradaptasi dengan lingkungannya, bayi mereka seringkali rewel jika di tidurkan. Itu mengapa Pras sering kali mengambil alih untuk bantu menggendong bayinya namun tentu saja si kakak nya yang akan rewel minta ikut di perhatikan. Jadilah seperti ini, namun syukurlah Pras sudah mulai terbiasa mengasuh 2 balita sekaligus.


Memang bapack-bapack yang bisa di andalkan bapak Pras ini ..



" Ahh gak bisa aku di lihatin yang beginian terus tiap hari. Terlalu manniiiisssss .. " Ucap Mitha gemas lalu mengambil foto Pras dengan kedua anak di gendongannya.


Demi apapun kebencian yang Mitha pendam berbulan bulan, perasaan yang selalu di paksakan untuk nampak bahagia kini benar benar lenyap berganti dengan kebahagiaan yang nyata. Siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan lelaki berspek family man dan hard worker seperti Pras ? Pantas saja Mitha selalu saja di hadapkan dengan wanita wanita yang memuja Pras. Meski begitu dirinya lah yang selalu menjadi pemenang di hati Pras. Wanita yang dulu bersikeras menolak Pras.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam, kedua anaknya sudah tidur. Akhirnya Pras pun bisa bersantai dengan Mitha. Pras menjatuhkan kepalanya tepat di paha Mitha.


" Mommy tolong sekarang daddy yang di manja. Daddy butuh perhatian juga " Ucap Pras menirukan suara El.


" Lucu banget sih mas, kalo punya suami gini aku punya anak 5 juga siap mas hehee " Serengeh Mitha sambil memijat dan mengelus kepala suaminya.

__ADS_1


" Udahlah cukup 2 dulu. Sebenerny mau punya anak 5 pun Aku gak akan cape ngurus mereka, tapi aku gak tega ke kamu suka parah banget waktu hamil sama lahirannya " Pras menatap wajah istrinya lalu mencubit gemas.


" Kamu kenapa manis sama ganteng gini sih mas ? " Tanya Mitha.


" Kenapa ya ? Mungkin karena aku bapak anak 2 jadi makin memukau gitu ya haha "


Mereka menikmati quality time yang seadanha ini, karena semenjak baby lahir makaa waktu dan perhatian mereka pun terpusat pada anak anak. Sulit untuk mendapatkan waktu deep talk seperti ini.


Esok pagi nya, aroma maskulin semerbak di kamar membuat Mitha menggeliat membuka mata. Di tatapnya punggung Pras yang terbuka dengan handuk melilit di pinggangnya.


" Mas udah mandi aja " Sapa Mitha dengan suara serak.


" Pagi mommy .. Iya kan aku ada praktek pagi. " Pras mendekat lalu mencium kening Mitha sejenak.


" Kamu ngegym lagi mas ? "


" Engga emang kenapa ? "


" Bahu sama dada sama punggungnya ko makin keker sih mas " Ucap Mitha saat melihat Pras dari cermin.


" Iya juga haha .. Kalo gitu ada hikmahnya jadi makin hot daddy "


" Sssuuuttt jangan ngomong yang beginian yang kamu masih masa nifas. Aku nya gak kuaaaddd nanti "


Sontak kejujuran Pras membuat Mitha terbahak. Ya Mitha tau betul suaminya itu jangankan 40 hari, seminggu saja puasa sudah mendusel dusel ingin menjamah.


Tapi mohon maaf bapak Prasetya, kali ini anda harus bersabar dan berbesar hati hihihi



" Masih pagi jangan lupa ngopi yaaa " Celoteh Pras pada Kinan dan kawan kawannya.


" Gila ini bapak anak 2 datang datang langsung jadi komedian. Kocak banget kelakuan Lo Pras. " Kinan memukul pundak Pras.


" Haha mau gak Lo bekas upil gue ? "

__ADS_1


" Sialan haha "


" Btw selamat ya Pras. Duh berasa baru kemarin ngehadirin nikahan Lo eh udah beranak 2 aja. " Ucap beberapa dokter lainnya.


" Alhamdulillah duh, demi menjaga keseimbangan SDM jadi ya gue rajin rajin berkembang biak "


" Awas aja Lo kalo masih ngalor ngidul kaya kemarin sama si anak residen " Kinan memelototi Pras.


" Itu mah masa lalu ish "


Sebelum memulai praktek nya Pras mengunjungi pasien terlebih dulu. Hanya sekitar 30 menit. Seperti biasa, mau tidak mau Pras pun tidak bisa membatasi interaksi dengan Dinda. Pras hanya bisa menjaga jarak.


" Dari yang saya denger kamu udah punya calon Din ? "


" Iya mas " Dinda mennjawab dengan ceria, akhirnya Pras terpancing untuk menanyakan.


" Syukurlah. Btw jangan panggil saya mas lagi ya Din. Bukan apa apa, saya cuman menjaga ke profesionalitasan kerja kita selain itu menjaga perasaan pasangan kita masing masing. Kamu ngerti kan ? " Tegas Pras.


" Ah ituu .. Oh iya mas maaf ahh maksud saya dok. Maaf saya lancang, " Dinda menunduk, perasaannya berkecambuk antara sakit dan malu tentu saja.


" Gak papa Din, fokus ya kamu punya kemampuan yang bagus. Jangan terlalu mikirin perasaan, sayang karir kamu " Nasehat Pras.


Dinda hanya mengangguk pelan lalu berusaha tersenyum meski hatinya begitu merasakan sakit.


Setelah praktek nya selesai, sore harinya Pras segar bersiap dengan jadwal operasi yang akan cukup memakan waktu. Berat sebenarnya harus melembur teringat bagaimana repotnya Mitha menjaga si bayi, meski begitu Pras yakin Bunda dan pengasuh tentu akan membantu Mitha. Hanya saja rasanya kurang afdol jika dirinya tidak ikut menidurkan anak anak, mungkin karena sudah terbiasa seminggu bersama mereka.



" Loh masih ada waktu ko dok kenapa udah turun ? " Tanya seorang perawat yang menyiapkan alat alat.


" Iya saya kalo nunggu di ruangan gak tenang, kepikiran anak anak mulu. Jadi mending saya turun sambil pelajarin lagi rekam medis pasien biar fokus " Jawab Pras jujur, masih sibuk dengan buku di tangannya.


" Ah I see .. Hari pertama kerja lagi setelah cuti ngerawat anak anak pasti jadi hari yang berat ya dok. Banyak rindunya "


" Bener haha malah saya yang melow jauh dari anak anak di banding mommynya kayanya "

__ADS_1


Perawat itu pun tersenyum, takjub. Jarang ada lelaki seperti Pras yang begitu hangat dan lembut bahkan bisa membantu tugas istrinya.


__ADS_2