Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #80


__ADS_3

" Tentu saja. "(Ucap Sela memeluk David.)


" Tenang lah, kalian akan baik-baik saja. "(Ucap David membalas pelukan Sela.)


" Heem. "(Kode Tania yang melihat Sela dan David berpelukan mesra.)


Refolek Tania dan David langsung melepaskan pelukan mereka.


" Bisa kah kalian tidak bermesraan di depan ku? "(Ujar kesal Tania.)


" Tentu saja tidak bisa. "(Ucap Sela menjahili Tania.)


" Sudah-sudah, sekarang kalian tunggu di sini biar kan aku menunggu orang yang di suruh bibi untuk mengirimkan ponsel nya di luar."(Ucap David berlalu keluar dari ruang VYP.)


Tidak butuh waktu lama orang yang di bayar Marisa untuk mengantar ponsel nya kepada Sela pun tiba di kave tersebut.


"Tuan David, ini ponsel nya. " (Ucap orang tersebut.)


"Baik Terima kasih, kau boleh pergi. " (Ucap David kembali masuk ke dalam kave untuk menemui Sela dan Tania.)


"Sela, ini ponsel bibi. " (Ucap David memberikan ponsel Marisa kepada Sela.)


"Baik sekarang kita tingal mengawasi ini jangan sampai ponsel nya mati" (Ucap Sela memegang ponsel mama nya.)


"Tunggu, kapan kita akan melapor polisi? " (Tanya Tania bingung.)


"Nanti setelah kita menuju mansion. " (Ucap David singkat.)


"Baik lah. " (Ucap Tania.)


Mereka pun mengawasi ponsel Marisa yang telah di setting dengan CCTV kamar tuan Baylor tersebut.


"Sejauh ini belum ada tanda-tanda jika Luna akan melakukan sesuatu. " (Ucap Sela yang sedari tadi mengawasi layar ponsel mama nya.)


"Sabar, aku rasa dia akan melakukan nya malam. " (Ucap Tania.)


"Iya benar, karena dia merasa jika malam kita lebih lengah. " (Ucap David.)


Mereka pun kembali mengawasi ponsel tersebut.


Malam pukul 08.29


Di sisi lain.


Kamar Aziel.


"Sial kenapa Samuel belum juga mengangkat telfon ku! " (Ucap Luna masuk ke kamar mandi Aziel.)


Sementara itu Sela, Tania dan David hanya bisa melihat ruang kamar tuan Baylor tetap tidak dengan sisi lain dari mansion tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ponsel Luna berdering menandakan bahwa ada pangilan masuk.


"Akhirnya dia menelfon balik. " (Ujar Tania mengambil ponsel nya dari kasur dan kembali masuk ke kamar mandi Aziel.)


Sementara itu ponsel David juga berdering menandakan ada pangilan masuk.


Karena David telah menyadap ponsel Luna tengah saja David jiga bisa mendengar apa yang di katakan Luna dan Samuel di telfon.


"Kalian diam lah. " (Ucap David mengambil ponsel nya dan nyuruh Tania dan Sela tidak bersuara agar mereka bisa mendengar kan percakapan Luna dan Samuel dengan jelas.)


Call onn


"Hallo, dari mana saja kau? Mengapa lama sekali? " (Ucap Luna memelan kan suara nya.)


"Maaf, aku masih di jalan. " (Ucap Samuel di sebrang telfon.)


"Di jalan? Kau benar-benar bodoh, mengapa lama sekali? " (Ucap Luna yang tidak sabar.)


"Bisa kah kau sabar sedikit? Aku tidak bisa langsung masuk ke mansion itu di sana penjaga nya begitu ramai. " (Ucap Samuel.)


Sementara David, Sela dan Tania saling pandang, mereka benar-benar berani melakukan semua itu.


"Tenang lah, di sini sedang tidak ramai, karena aku bisa mengatasi Aziel dan bibi nya itu, dan kita akan bebas mengambil semua aset dan membunuh orang tua itu, setelah dia menandatangani nya. " (Ucap Luna begitu kejam.)


Luna tidak tau jika Aziel dan Marisa akan keluar itu adalah rencana David, Sela Tania. Mereka menyuruh Marisa untuk membawa Aziel ke kave agar mereka bisa membuat Aziel percaya bahwa Luna itu adalah iblis.


"Benar kah? Bagus kalau begitu aku akan segera kesana. " (Ucap Samuel yang kembali melajukan mobil nya, karena ia sempat berhenti di jalan.)


Call off.


"Astaga, bagaimana ini, mereka benar-benar gila. " (Ucap Tania dengan wajah yang terlihat khawatir.)


"Iya, David apa yang harus kita lakukan? " (Ucap Sela tak kalah khawatir nya.)


"Sabar, kita tunggu bibi berhasil membawa Aziel ke sini. " (Ucap David dengan tenang.)


Di sisi lain


"Aziel! Aziel! " (Pangil Marisa berpura-pura panik.)


"Ada apa bi? Apa yang terjadi? Kenapa bibi begitu panik? " (Tanya Aziel bingung.)


"Sela, Sela dia masuk ke clab bersama teman laki-laki nya. " (Ekting Marisa.)


"Apa? Bibi tau dari mana? " (Ucap Aziel dengan wajah yang sedikit terlihat marah.)


"Aduh gak usah nanya soal itu dulu, sekarang temani bibi pergi ke club untuk mencari Sela. " (Ucap Marisa memegang tangan Aziel.)


"Tunggu bibi, papa bagaimana? " (Ucap Aziel khawatir.)

__ADS_1


Sementara itu Luna sedang mendengar dan mengamati mereka dari jauh.


"Ternyata, Tuhan benar-benar berpihak kepadaku. " (Batin Luna.)


Tania pun turun dan menghampiri Aziel dan Marisa.


"Tenang Ziel biar aku yang menjaga papa, kau dan bibi pergi lah cari Sela ini bahaya bagaimana jika ia mabuk. " (Ucap Luna berpura-pura baik.)


"Ah, Terima kasih Luna. " (Ucap Marisa berakting.)


"Baik lah ayo bi, cepat. " (Ucap Aziel.)


Aziel pun melajukan mobil nya menuju arah sesuai yang di bicarakan Marisa.


Tidak butuh waktu lama Marisa berhasil membawa Aziel tepat di depan kave di mana Sela, Tania dan David telah menunggu.


"Bibi, ini bukan clab, ini adalah kave, mungkin kita salah. " (Ucap Aziel ingin putar balik.)


"Tidak! Kita tidak salah, cepat turun dan ikut aku. " (Ucap Marisa tiba-tiba berubah.)


Aziel pun turun dari mobil nya begitu juga dengan Marisa.


"Ada apa dengan bibi?" (Ucap Aziel bingung.)


"Sudah lah jangan banyak tanya, ayo cepat Aziel ikut bibi sekarang waktu kita tidak banyak. " (Ucap Marisa menarik paksa tangan Aziel.)


"Baik lah-baik lah. " (Ucap Aziel mengikuti Marisa.)


Tidak lama setelah itu Marisa dan Aziel pun tiba di ruang FYP.


Mereka pun di persilahkan masuk oleh seseorang yang di bayar David untuk sengaja berjaga-jaga di depan ruangan tersebut.


"Kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?" (Ucap Aziel bingung melihat Sela, Tania dan David yang berada di dalam ruangan tersebut.)


"Duduk lah tuan muda. " (Ucap David.)


"Mama, duduk lah." (Ucap sela.)


"Ada apa ini sebenarnya? Mengapa kalian berada di sini? " (Ucap Aziel kebingungan.)


"Jangan banyak tanya dan lihat lah saja. " (Ucap Sela menujukan ponsel Marisa.)


"Kamar papa? Apa yang kalian lakukan jelas kan padaku. " (Ucap Aziel benar-benar di buat kebingungan oleh mereka.)


"Kak Ziel, malam ini adalah malam di mana kau akan sadar jika Luna adalah wanita jahat. " (Ucap Sela menatap serius Aziel.)


"Wanita jahat? Maksud mu? " (Ucap Aziel bingung.)


"Kita lihat saja dulu. " (Ucap Sela.)

__ADS_1


Mereka pun berhasil membuat Aziel mempercayai mereka dan bersedia untuk sama-sama mengamati kamar tuan Baylor melalui ponsel Marisa.


Bersambung ....


__ADS_2