Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Merawat Maylinda


__ADS_3

Keadaan Maylinda sempat drop beberapa kali yang menyebabkannya harus di rawat di ICU. Maylinda di diagnosa dengan sirosis hati, fungsi hati nya menurun meski belum terlalu parah. Ini efek buruk dari pola hidup yang tidak sehat dan mengonsumsi alkohol berlebihan. Ya memang dulu di usia muda Maylinda seperti kebanyakan wanita muda dan kaya lainnya hingga menginjak usia 40an Maylinda baru berhenti mengonsumsi alkohol.


" Pras .. " Panggil Bunda.


" Iya Bun " Pras kebetulan memang sedang menunggu.


" Kalo Bunda gak bisa bertahan, Bunda mau minta tolong ya ke kamu "


" Sstt Bunda. Penyakit Bunda belum terlalu parah ko. Jangan mikir yang enggak enggak, Pras pasti berusaha semampu sebisa Pras buat nyembuhin Bunda. "


" Dengerin dulu nak. Namanya umur, jangankan yang sakit. Yang sehat aja bisa tiba tiba meninggal. Bunda mau minta sesuatu ke kamu "


" Apa Bun ? " Pras menarik nafasnya panjang.


" Tolong kalo Bunda gak bertahan, cabut juga alat penunjang hidup Ayah. Bunda gak mau ninggalin ayah sendirian, kamu udah cukup repot ngurusin keluarga kamu sendiri Pras. Biarin kami sama sama pulang dengan tenang ya ? Kami gak mau jadi beban buat kamu buat Mitha. " Ucap Maylinda sambil menangis sesenggukan.


" Bun .. Hmm " Suara Pras tenggelam seperti ada yang mengganjal tenggorokannya hingga tak bisa bersuara. Namun air mata malah berjatuhan di pipi Pras membuat Pras segera membalikkan badan karena tak ingin di lihat Maylinda.



Pras menghapus air matanya sejenak, lalu menegarkan hati untuk kembali.


" Apapun yang terjadi, Pras bakal usaha obatin kalian. Bunda fokus aja buat sembuh. Ada El sama Mecca yang nunggu oma nya buat balik lagi. Bunda jangan kaya gini, Pras udah cukup terpukul sama sakitnya Ayah. Tinggal Bunda tempat Pras bernaung. Seberapa dewasapun Pras, Pras tetep butuh Bunda buat jadi rumah Pras. " Pras menggenggam tangan Maylinda menciumnya hingga tak terasa air mata yang di sembunyikan tetap saja berjatuhan.


Maylinda tak menjawab hanya menepuk punggung putranya yang sedang menangis sesenggukan bertumpu pada bed tempat Maylinda berbaring. Semenjak Maylinda sakit, Mitha mengerjakan pekerjaannya secara WFH. Hanya pada saat ada meeting saja Mitha ke rumah sakit. Dan jikapun harus ke rumah sakit, Vidya akan menjaga anak anak di rumah karena keadaan Vidya sudah jauh membaik di banding bulan pertama saat kehamilannya.


" Kids, mommy ada kerjaan. Gak papa ya di tinggal dulu sama aunty ? " Tanya Mitha pada El karena tentu Mecca belum bisa menjawab.


" Gak papa mommy. Cekalian jengukin oma ya mommy. Bilangin El kangen cama oma. Oma harus cepet embuh mommy "

__ADS_1


" Iya sayang nanti mommy sampein ya. Jangan nakal ya abang ? Di perut aunty nya ada adek bayi. Jangan bikin aunty nya kecapean " Pesan Mitha pada El.


" Oh ya ? Hallo adek bayi, campe ketemu abang El ya nanti. " Sapa El pada perut Vidya.


" Adek bayi sama kaya Mecca ya dulu Mommy ? Ada di pelut mommy. Nanti pelutnya bakal jadi gede kaya pelut mommy dulu terus adek bayi nya lahir deh " Tanya El.


" Iya sayang. Sama kaya adik Mecca dulu. "


" Vid sorry ya gue jadi ngerepotin. " Ucap Mitha.


" Gak papa, anak anak Lo manis banget. Gue seneng bisa nemenin mereka. Lagian ada mba mba nya juga, gue mah cuman nemenin. "


" Iya Vid, Pras selalu gak bolehin soalnya kalo anak anak cuman di tungguin Mba. "


" Ya bagus laki Lo perhatian. "


" Makasih Vid, gue berangkat dulu. "


Mitha mengendarai mobilnya seorang diri, supir sengaja di tinggal barangkali Vidya dan anak anak ingin keluar nanti. Sedang supir Pras stay di rumah sakit, dan supir Maylinda sedang mengamb cuti pulang kampung.


Sebelum berangkat Mitha menyempatkan mengirim foto pada Pras. Agar suaminya tak khawatir.



Mitha memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang karena tidak terburu buru juga. Masih sekitar dua jam lagi menuju meeting, sengaja Mitha mengambil jeda beberapa jam untuk bersiap. Dengan adanya anak anak, bersiap dari rumah serasa akan percuma karena sebelum berangkat dirinya harus menggendong dulu kedua anaknya bergantian, mencium mereka dam khusus untuk Mecca, Mitha akan menyempatkan untuk menyusui. Itu mengapa jika ada meeting Mitha memilih bersiap di ruangannya saja.


Sesampainya di rumah sakit, Mitha langsung ke arah parkiran lantai 5 yang satu lantai dengan ruangannya. Dalam keadaan belum bersiap, Mitha pun tak percaya diri jika melalui banyak orang.


Mitha berlari dari arah parkiran sampai masuk gedung lantai 5. Suasana sepi karena memang seperti biasa, lantai 5 selalu nampak tak berpenghuni karena kebanyakan dokter lebih suka beristirahat di ruang jaga dan ruang istirahat.

__ADS_1



" Halo mas .. " Sapa Mitha yang melihat suaminya ternyata sudah duduk manis menunggu sambil melihat ke arah kaca.


" Hai sayang. Ngos ngosan, abis maraton ? " Pras berusaha tetap ceria meski hatinya tengah kalut.


" Iya aku lari, malu takut ada yang liatin pake baju ginian doang. "


" Kasian banget sih, pasti repot ngemong dulu anak anak ya ? "


" Iya gimana lagi ? Tapi aku seneng. Bisa tetep punya banyak waktu buat anak anak tapi bisa juga kerja dengan baik. Ya gak Pak Presdir ? "


" Iya dong .. Mas juga bangga ke kamu, tetep bisa ngebagi waktu. "


" Mas udah ke ruangan Bunda ? " Tanya Mitha yang sedang mengunci pintu, dirinya hendak mengganti pakaian.


" Udah yang tadi pagi, masih dua jam lagi ya meeting ? Boleh gak sini dulu ? Mas butuh di peluk " Tanya Pras dengan nada lemah.


Mitha tau suaminya kini tidak baik baik saja. Secepat kilat Mitha menghampiri Pras. Lalu memeluk Pras erat hingga mereka sama sama jatuh dan merebahkan diri di sofa dengan posisi Mitha menindih tubuh Pras, kepalanya berada di dada bidang Pras yang terasa berdetak kencang. Pras mengambil remot kontrol untuk menutup gorden ruangannya hingga ruangan menjadi gelap karena lampu pun tidak di nyalakan.


" Mau ganti baju kan ? Mas bantu ya ? " Tanya Pras sambil menaikkan baju yang Mitha kenakan agar terlepas.


Mitha tidak menolak, Mitha membiarkan suaminya melakukan apapun yang di inginkannya. Sudah seminggu mereka tidak berhubungan karena Pras sibuk menemani Maylinda di rumah sakit dan Mitha sibuk menemani anak anak di rumah. Jadi ya, Mitha membiarkannya karena sama sama ingin.


" Gak papa kan yang disini ? Kepala mas rasanya mau pecah kalo sampe gak di salurin .. "


" Gak papa mas. Pintu udah aku kunci " Bisik Mitha dengan nada menggoda.


" Good girl. " Pras melucuti semuanya lalu menyesal rakus di semua bagian.

__ADS_1


Setidaknya melakukan ini dapat meredakan sakit kepala dan rasa stress yang di alaminya.


__ADS_2