
"Sela, Tania, duduk lah. " (Ucap David yang sedang duduk di ruangan tersebut.)
Ruangan yang tertutup dengan lampu yang tidak terlalu terang di sana lah David Sela dan Tania berdiskusi tempat itu adalah tempat biasanya Aziel dan David selalu membicarakan hal-hal yang penting.
"David apa yang kau tau tentang Luna? Dan apa maksud mu jika om ku dalam bahaya? " (Ucap Sela menatap David penuh tanda tanya.)
"Dengar kan aku, aku berhasil menyadap telfon milik Luna. " (David mengantung kalimat obrolan nya.)
"Lalu? " (Ucap Sela dan Tania bersamaan.)
"Tania, Sela ini hal besar, aku takut jika kita tidak akan berhasil melawan mereka. " (Ucap David dengan wajah yang terlihat khawatir.)
"David mereka siapa? Ayo katakan dengan jelas. " (Ucap Sela penasaran.)
"Iya benar katakan lah. " (Ucap Tania tegang.)
"Apa kau ingat Samuel? " (Ucap David menatap Sela.)
"Samuel? Mantan asisten kak Ziel? " (Ucap Sela menaikan satu alisnya.)
"Benar Sela. " (Ucap David.)
"Lalu apa hubungan Luna dengan nya? "(Ucap Sela dibuat semakin kebingungan.)
" Tania, Sela, Samuel adalah kekasih Luna, lebih tepat nya selingkuhan nya luna. Kau tau, mereka telah berselingkuh sejak Samuel masih bekerja dengan Aziel. "(Ucap David menatap Tania dan Sela bergantian.)
" Astaga, lalu apa tujuan Luna kembali kepada kak Ziel sekarang? "(Ucap Sela melotot kaget.)
Tania yang kurang mengerti hanya diam dan mendengarkan Sela dan David.
" Begini, saat aku berhasil menyadap ponsel Luna, aku mendengar semua obrolan mereka, kau tau mereka bicara apa? Mereka berusaha mengambil harta keluarga buana dan akan membunuh siap pun yang menghalangi mereka, terutama tuan Baylor, kau dan bibi Marisa. "(Ucap David serius.)
" Astaga, kalian dalam bahaya. "(Ucap Tania menatap Diva.)
__ADS_1
" Benar sekali, kita harus cepat mengungkap semua ini sebelum terlambat, Sela bukan kah di kamar tuan Baylor ada CCTV nya? "(Ucap David menatap Sela.)
Sela hampir tidak bisa berkata-kata, hati nya begitu cemas dengan keluarga nya yang kini terancam bahaya besar.
" Sela, apa kau mendengar ku? "(Ucap David membuyar kan lamunan Sela.)
" Ah, iya-iya, di kamar om Baylor memang ada CCTV nya, lalu apa yang harus aku lakukan? "(Ucap Sela.)
" Suruh seseorang untuk sambung kan CCTV nya ke ponsel mu, maka kita akan bisa mengawasi Luna malam ini, karena yang jelas Luna pasti akan merasa terancam karena Tuan Baylor telah sadar, pasti dia akan berbuat sesuatu, Sela untuk itu kita juga harus bekerja sama dengan polisi dan bibi Marisa. "(Ucap David begitu cerdas.)
" Iya aku setuju, dengan begitu kita akan bisa membongkar kejahatan Luna karena kita memiliki bukti agar Aziel juga percaya. "(Ucap Tania setuju.)
" Baik lah, untuk menyambung kan rekaman CCTV ke layar ponsel ku kita butuh mama, karena aku tidak mungkin pulang dan masuk ke kamar om Baylor itu akan membuat kak Ziel curiga karena dia terus berada di kamar om Baylor. "(Tegas Sela.)
"Nah, karena itu kita butuh kerja sama dengan mama mu, agar mama mu juga memancing Aziel keluar dari kamar om Baylor supaya Luna bisa masuk dan kita bisa memergoki nya dan Aziel akan menyesali perbuatannya yang telah mempercayai gadis ular itu. " (Ucap Tania mengepal tangan nya menahan emosi.)
"Setuju." (Ucap David.)
"Dengar, Samuel telah berada di kota ini, dia selalu mengawasi Luna otomatis mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu kita harus berhati-hati jangan sampai ada yang terluka. " (Ucap David.)
David memang tidak menjelaskan semua yang ia dengan di telfon antara Luna dan Samuel, karena jika di jelas kan itu akan panjang.
"Astaga ini begitu sulit. " (Ucap Sela ketika mendengar Samuel berada di kota itu juga.)
"Kalau boleh tau, mengapa Samuel dan Luna melakukan hal buruk ini? " (Tanya Tania.)
"Samuel di pecat karena korupsi, mungkin ia kembali untuk dua hal, yaitu balas dendam dan mengincar harta. " (Jelas David kepada Tania.)
"Astaga, benar-benar mengerikan. " (Ucap Tania menutup mulut nya.)
"David, ini sudah semakin sore ayo katakan apa rencana kita selanjutnya? " (Ucap Sela.)
"Aku belum bisa mengatakan rencana selanjutnya, yang penting sekali hubungi bibi dan jalani rencana pertama yaitu setting CCTV kamar om Baylor ke ponsel mu. Kita harus menyelesaikan segala nya malam ini waktu kita sangat singkat. " (Ucap David terlihat pusing.)
__ADS_1
"Baik lah, aku akan menelfon sekarang. " (Ucap Sela, mengambil ponsel dari tas nya dan mulai menelfon mama nya.)
Call onn
"Hallo, Sela, sayang kau di mana? Mama mencari mu di kamar tetapi kau tidak ada." (Ucap Marisa nyerocos.)
"Aduhh, mama sudah lupakan hal itu sekarang aku mau tanya mama di mana? Dan sama siapa?" (Ucap Sela kepada mama nya.)
"Mama berada di kamar om mu,dan mama sendiri karena Aziel sedang di kamar nya, ada apa? Kenapa kau terdengar tegang begitu? " (Tanya Marisa bingung.)
"Bagus lah, sekarang dengar kan aku ma, kamar om Baylor kedap suara bukan? Maka tutup lah pintu aku ingin bicara serius sama mama. " (Ucap Sela menyuruh sang mama agar segera menutup pintu kamar tuan Baylor.)
"Baik lah. " (Ucap Marisa menuruti perintah Sela di sebrang telfon.)
"Baik lah, jika sudah mama dengar kan aku lagi ya, mama keluarga kita dalam bahaya ma, Luna akan berusaha membunuh om, mama dan aku, dia wanita jahat mah, ternyata dia bekerja sama dengan Samuel untuk merebut harta keluarga buana dan siapa pun yang menghalangi mereka, maka mereka akan menyingkirkan orang itu termasuk mama, om dan aku. "(Jelas Sela panjang lebar.)
" Apa? Sela kau tidak bercanda kan? Sela apa yang harus kita lakukan. "(Ucap Marisa dengan tangan gemeteran memegang ponsel nya.)
" Mah, jangan khawatir, dan mama hanya harus mendengar kan arahan ku, sekarang tolong ma setting CCTV kamar om Baylor ke ponsel mama, jika sudah selesai tolong suruh seseorang untuk mengirimkan ponsel mama ke kave langganan keluarga buana. "(Ucap Sela kepada sang mama.)
Sela menyuruh mama nya menyetting CCTV ke ponsel sang mama karena sela baru inget jika menyetiing CCTV tidak ke ponsel bisa dari jarak jauh, maka dari itu ponsel mama nya lah yang harus di gunakan.
" Baik lah, mama mengerti, mama akan melakukan apa yang kau katakan. "(Ucap Marisa dengan nada suara yang begitu panik.)
" Baik lah, secepat mungkin mama kirim kan ponsel mama kepada ku. "(Ucap sela mematikan telfon secara sepihak.)
Call off.
" Kau pintar. "(Ucap David yang sedari tadi mendengar obrolan sela dan mama nya.)
Tania menoleh menatap David yang berdiri di belakang nya.
Bersambung ....
__ADS_1