Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Sesuai Prosedur


__ADS_3

" Kenapa tiba tiba yang ? " Tanya Pras heran.


" Ya kan kemarin mas yang bilang mending aku jadi direktur aja di rumah sakit kita. "


" Oh itu .. Bisa yang, kalo kamu siap dan merasa punya kapasitas buat jadi direktur, kebetulan direktur operasional Rumah Sakit masih kosong. Pak Imam baru aja pensiun dua minggu yang lalu. "


" Beneran langsung jadi Direktur mas ? Tapi aku kan cuman S1 ? Apa gak akan jadi omong yang lain ? "


" Itu tergantung kamu. Gini deh, Kamu ikut psikotes sama wawancara dulu sama Jo. Nanti biar Jo yang nentuin kamu layak atau enggak. Biar di arahkan sesuai minat dan bakat kamu yang " Jelas Pras.


" Okay mas .. Asal jangan sampe jadi OB aja nanti makin banyak yang rendahin aku "


" Haha siapa juga yang mau jadiin seseorang yang IPK nya selalu di atas 3,8 dengan pengalaman kerja dan pernah dapat beasiswa di LN buat di jadiin OB ? Minimal kamu tuh udah bisa masuk level middle management. Kamu anak administrasi pasti lebih paham right ? "


" Yaa paham mas. "


" Harusnya jadi direktur operasional bukan hal susah buat kamu, linear sama basic pendidikan kamu yang. Mas yakin Jo juga setuju, but mas tunggu hasil penilaian objektif Jo dan hasil psikotes kamu. Deal ? " Pras menjulurkan tangannya.


" Deal " Mitha menerima jabatan tangan Pras lalu memeluknya.


Jadi apapun itu mas, asal aku bisa sama kamu dan buktiin sama mereka aku layak buat kamu .. Batin Mitha.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam, Pras pun terlelap, lagi pula sudah cukup melelahkan dengan permainan tadi. Jika saja bukan karena ada sesuatu yang Mitha inginkan, tidak akan Mitha menggoda Pras di sela kesibukkan kerjaannya karena Mitha tau Pras tidak akan melakukan pekerjaan apapun jika anak anak dan dirinya masih bangun, Pras akan memberikan waktu luang untuk bersama keluarga dulu, setelah nya barulah Pras akan begadang di ruang kerja.


Jika di ganggu seperti ini pekerjaan Pras akan tertumpuk dan butuh waktu hingga tenaga lebih di esok harinya.


" Maaf ya mas aku gangguin kamu. Selamat istirahat " Mitha mencium pipi Pras lalu bangkit dari ranjangnya.


Mata Mitha belum mau tertutup lagi, hatinya masih panas. Namun berusaha sekuat tenaga untuk di sembunyikan dulu. Mitha tak ingin terus terusan mencurigai suaminya tanpa melihat langsung, Mitha juga ingin berjuang mempertahankan dan menjaga rumah tangga nya dengan cara yang lebih terhormat.


Di bawah aliran air shower Mitha membersihkan dirinya, sesekali menangis. Siapa yang tidak akan sakit mendapati kenyataan suami yang di cintainya di dekati wanita lain yang jelas memiliki perasaan pada suaminya.

__ADS_1


" Its okay Mit. Kamu harus semangat, kamu kuat, kamu bisa, kamu hebat. Kamu istri Pras, kamu udah lahirin dua anak buat dia dan kamu satu satunya menantu di keluarga ini. Kamu gak boleh nyerah apalagi mengalah karena kamu layak buat di hormati " Ucap Mitha sambil menatap cermin di kamar mandi, menegarkan diri lalu menghapus air matanya.


Mitha keluar dari kamar mandi, sudah jam 2 malam. Mitha memilih solat malam untuk menenangkan hati dan pikirannya, setelahnya di tengah do'a dan linangan air mata, Mitha pun tertidur di atas sejadahnya.


" Yang .. bangun ko tidur di sini sih " Tanya Pras yang agak kaget melihat istrinya tidur di lantai masih kengkap dengan mukena.


" Iya mas aku ketiduran, tadi nyempetin tahajud dulu. "


" Owalah rajin banget istri mas. Yaudah subuhan dulu, abis itu tidur di atas yang. Mas mau mandi dulu "


" Iya mas "


Mitha menuruti apa kata Pras lalu lekas tidur karena teringat besok siang dirinya akan ke rumah sakit untuk tes dan wawancara dengan Jo. Menjadi istri Pras tidak serta merta membuat Mitha bisa mendapatkan segalanya, justru dengan berproses seperti kebenyakan orang, Mitha lebih tenang. Karena dirinya akan bisa meniti karir berkat usaha dan kemampuannya.


Pras berangkat seperti biasa pagi hari, sedang Mitha akan menyusul nanti siang setelah selesai mengurus keperluan anak anaknya. Jikapun ingin bekerja, Mitha tetap ingin memprioritaskan anak anak terlebih dulu. Itu sudah menjadi prinsipnya.


" Jo .. "


" Apaan ? " Tanya Jo ketika mereka di perjalanan.


" Masih, kenapa ? Ada kandidat ? Gas atuh, gue udah cape ngeback up kerjaan operasional. "


" Lah emang biasanya Lo segala di kerjain. Iya gue ada kandidat. "


" Siapa ? Kirim CV nya ke gue "


" Ok, itu udah gue kirim " Ucap Pras sambil memainkan ponselnya.


Kebetulan hari itu mereka bersama supir jadi Jo langsung saja membuka CV yang Pras kirim.


" Anjrit ini sih bini Lo " Jo menggeleng kepalanya heran.

__ADS_1


" Iya itu bini gue ngelamar buat jadi direktur operasional. Lo tes deh seobjektif mungkin "


" Yaelah di tes segala, inikan RS Lo ya berarti RS Mitha juga. "


" Ini juga maunya Mitha, dia mau di tes buat ngeyakinin dia bakal mampu. Kalo gak di tes dia bakal ngerasa jabatan dia tuh cuman hibah dari gue karena dia istri gue. "


" Sungkem gue sama istri Lo. Dia hebat Pras gak mau manfaatin Lo " Ucap Jo sambil bertepuk tangan.


" Iyakan ? Bangga banget gue sama dia. " Hati Pras menghangat saat membicarakan Mitha. Tak bisa di ungkapkan betapa bersyukur dan bangganya Pras pada Mitha.


" Makannya jangan sampe Lo sia sia in dia lagi. Cewek kaya Mitha kayanya 1 juta banding 1 di muka bumi ini. Lo pikir aja jarang ada keluarga pemilik perusahaan yang mau di tes buat masuk perusahaan nya sendiri. "


" Iya gue ngerti Jo, btw Vidya gimana ? "


" Oh itu udah gue suruh pake tes pack cuman tadi pagi dia masih lemes terus cuman makan lanjut lagi tidur. "


" Wah wah bener ini yakin gue jadi. Udah bawa ke IGD aja biar Kinan yang periksa. "


" Udah gue ajak tapi gak mau soalnya kata dia belum telat. Masih 5 harian lagi dari jadwal biasa "


" Tapi kan siklus dateng bulan tuh seringnya 25 hari, kalo ngitung sebulan ya emang 5 hari lagi. Tapi kalo siklusnya 25 hari udah ke itung telat tuh "


" Rajin banget deh Lo hitung siklus haid. Jangan jangan Lo sampe tau siklus istri Lo. "


" Ya tau lah, penting buat gue "


" Mesum Lo "


" Mesum apaan anjrit .. Laki juga wajib tau menurut gue, pertama gue sama Mitha jarang hubungan di masa subur karena takut dia kebobolan, kedua kalo gue pengen gue gak usah nanya dia lagi dapet apa engga, ketiga gue bakal tau kalo misal dia telat. Telat juga banyak kondisi nya gak cuman hamil, bisa jadi stress atau penyakit lainnya kaya PCOS. Gimana sih Lo masa gitu aja gak tau setara wakil dirut Rumah Sakit "


" Iya juga gue jaranv kepikiran kesana. Lagian Lo juga punya ilmu per rumah tanggan itu share dong ke gue, gue kan masih newbie sedangkan Lo udah pro player. Mana dua kali lagi haha "

__ADS_1


" Sialan .. " Pras menggeplak pundak Jo yang membuat Jo seketika meringis.


Supir hanya tersenyum lucu melihat tingkah mereka yang jika bekerja sangarnya bukan main namun di luar malah seperti anak kecil. Pasti tak akan ada yang menyangka mereka begini, apalagi Jonathan yang terkenal sebagai devil bos saking kejamnya.


__ADS_2