Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #49


__ADS_3

"Diva, bagaimana jika kita ke taman samping rumah sakit? " (Ajak Dimas.)


"Ngapain? " (Tanya Diva menaikan satu alis nya.)


"Aku hanya ingin mengobrol banyak dengan mu. Apa kau tidak merindukan aku? " (Untuk Dimas memegang kedua tangan Diva.)


Sementara itu Aziel masih mematung di depan ruang rawat tuan Baylor menatap Diva dan Dimas dari kejauhan.


"Aih, baik lah. " (Jawab Diva sambil tersenyum melihat Dimas.)


"Apa wanita itu sudah tidak peduli pada suaminya sendiri? "(Batin Aziel berjalan masuk ke ruang rawat tuan Baylor.)


Sementara itu Diva dan Dimas tiba di taman rumah sakit.


" Kapan kau kembali ke indo? "(Tanya Diva memecahkan keheningan.)


" Sudah sebulan yang lalu. Aku mencari mu tetapi tidak ketemu, sampai hari ini takdir kembali mempertemukan kita. "(Ucap Dimas memasukkan tangan ke saku baju dokter nya.)


" Benar kah? Aku minta maaf karena aku telah menganti nomer ponsel ku. "(Ucap Diva sambil terus berjalan.)


" Apa kau sudah menikah? "(Tanya Dimas memberhentikan langkah nya.)


Pertanyaan itu seakan membuat Diva mati rasa, apa yang harus ia jawab? Jika bilang tidak itu akan berbohong.


" Kenapa kau diam? "(Ucap Dimas menaikan satu alis nya.)


" Hem, sebenarnya aku sudah menikah, tetapi aku tidak tau apakah pernikahan ku akan bisa di selamat kan. "(Ucap Diva tersenyum nanar.)


Jawaban itu membuat Dimas terdiam sejenak ia larut dalam pikiran nya.


" Bagaimana jika kita duduk di sana? "(Ucap Diva menunjuk ke arah kursi pojok taman.)


" Ah, iya ayo! "(Ajak Dimas.)


Mereka pun duduk di kursi pojok yang ada di sisi kanan taman.


" Bagaimana dengan mu? "(Tanya Diva sambil duduk.)


" Aku? "(Tanya Dimas bingung.)


" Apa kau sudah menikah? "(Tanya Diva menatap Dimas.)


" Belum, aku belum menikah. "(Jawab Dimas tersenyum.)


" Kenapa? "(Tanya Diva bingung.)


" Itu karena aku mencintaimu. "(Batin Dimas.)


" Hey, kenapa kau melamun? "(Ucap Diva mengibas kan tangan nya ke wajah Dimas.)


" Eh, em tidak, aku hanya masih fokus dalam profesi ku sekarang. "(Ucap Dimas beralasan.)


" Ais, tidak boleh begitu, kau bukan harus memiliki keluarga. "(Ucap Diva sambil memegang tangan Dimas.)


" Iya aku tau, tetapi bagaimana jika orang yang aku cintai ternyata sudah menikah? "(Ucap Dimas menatap Diva.)

__ADS_1


" Maksud mu? "(Tanya Diva bingung.)


" Ya, maksud ku adalahhh, aku mencintai seseorang tetapi saat aku kembali ternyata dia sudah menikah. "(Ucap Dimas tersenyum palsu.)


" Huh, sudah lah, jika dia sudah menikah kau harus merelakan nya. "(Ucap Diva tidak peka.)


" Lupakan. Dan dirimu apa yang kau katakan tadi? Mengapa kau bilang rumah tangga mu tidak bisa di selamat kan? "(Tanya Dimas.)


" Ya begitu lah, aku menikah karena sebuah perjanjian, dan perlahan aku mulai mencintai nya, karena dia memang baik, tetapi setelah wanita dari masa lalu suamiku kembali semuanya jadi berubah seperti putih menjadi hitam. "(Jelas Diva kepada Dimas.)


" Mengapa kau masih tidak mengugat penceraian jika dia mendua kan mu? "(Tanya Dimas menatap lekat Diva.)


" Tidak semudah itu. "(Jawab Diva fake smile.)


"Kau wanita yang kuat. " (Ucap Dimas memegang pundak Diva.)


"Ah, lupakan. Apa kau tidak ingat dengan Tania? " (Tanya Diva mengalihkan pembicaraan.)


"Tania? " (Ucap Dimas.)


"Iya, Tania. " (Jawab Diva tersenyum lebar.)


Ya Tania juga sahabat Dimas dari SMA mereka bertiga pernah menjadi sahabat baik di masa itu.


"Tentu saja aku mengingat nya, di mana Tania sekarang?" (Jawab Dimas.)


"Dia juga ada di rumah sakit ini. " (Jawab Diva.)


"Benar kah? Dia sakit apa? " (Tanya Dimas heran.)


"Ouh begitu. " (Ucap Dimas singkat.)


"Dimas, bagaimana sekarang kita masuk, sepertinya akan turun hujan, suasana semakin dingin. " (Jawab Diva mengosong telapak tangan nya.)


"Ah kau benar, yasudah ayo. " (Ucap Dimas menarik tangan Diva.)


Diva hanya diam dan membiarkan kan tangan nya di tarik oleh Dimas lelaki itu sampai saat ini masih saja bersikap lembut dan sangat dewasa.


Diva pun memutuskan untuk kembali masuk ke ruangan tuan Baylor.


"Mengapa cuaca dingin sekali? " (Gumam Diva sambil memabuka pintu ruang rawat tuan Baylor.)


Malam ini Diva memutuskan untuk tidur di rumah sakit. Karena Aziel juga tidak pulang.


"Dari mana saja kau? " (Tanya Aziel dengan tatapan tajam nya.)


"Bukan urusan mu! " (Ucap Diva berlalu duduk di sofa sebelah kanan Aziel.)


Sebenarnya Diva malas sekali jika harus duduk bersama Aziel di satu sofa seperti ini, tetapi di ruang itu hanya ada satu sofa.


"Bukan urusan ku? Bagus sekali jawaban mu. " (Ucap Aziel tersenyum miring.)


"Terserah kau saja. " (Jawab Diva memainkan ponsel nya.)


Tiba-tiba Aziel merampas ponsel dari tangan Diva.

__ADS_1


"Kembalikan! " (Ucap Diva.)


"Dengar, kau masih istri ku, jadi jangan coba-coba berselingkuh. " (Ucap Aziel seperti orang yang tidak waras.)


"Kembalikan! " (Diva mencoba meraih ponsel di tangan Aziel.)


"Coba saja jika kau mampu. " (Ucap Aziy mengangkat tangan nya ke atas.)


Diva berdiri dan mencoba meraih ponsel nya yang berada di tangan Aziel, saat itu lah hujan turun dengan petir yang menyambar.


"Aaaaa." (Ucap Diva reflek memeluk Aziel.)


Deg...deg... deg.


Seperti itu lah suara detak jantung Diva yang tidak karuan di rasakan oleh Aziel, Aziel baru tau jika Diva begitu takut dengan bunyi petir.


"Ma... maaf. " (Ucap Diva mencoba bangun dari pangkuan Aziel.)


Namun sekali lagi kilat menyambar dan petir mengelegar.


"Aaaaa." (Ucap Diva menutup kuping nya.)


Seketika Aziel kembali menarik Diva kedalam pelukan nya.


Dalam keadaan takut Diva tidak memikirkan apapun, yang ia pikir kan adalah petir, petir dan petir.


"Mengapa aku merasakan kenyamanan itu lagi? " (Batin Aziel.)


Begitu lah Aziel memeluk Diva hingga mereka sama-sama tertidur, karena cuaca cukup dingin Diva tetap membiarkan Aziel memeluk tubuh nya.


Di sisi lain.


02.20


"Huh seharusnya sekarang wanita tua itu sudah tidur nyenyak. " (Ucap Tara keluar dari kamar nya sambil mengedap-endap seperti maling.)


Tara menyelinap keluar dari kamar nya saat hujan deras menuju kamar Gita.


Sementara itu Brian sedang tertidur pulas.


Kreeek...(Suara pintu kamar Gita yang di buka oleh Tara.)


Tara berjalan ke arah ranjang Gita, kamar itu begitu gelap, karena ketika tidur Gita hanya menggunakan lampu tidur nya.


"Di mana wanita ini menaruh ponsel nya? " (Batin Tara sambil meraba nakas.)


Tampa sengaja Tara menjatuhkan minuman Gita yang berada di dalam gelas.


Seketika Gita kaget dan terbangun. Tetapi dengan cepat Tara bersembunyi di bawah ranjang Gita.


"Astaga, mengapa bisa jatuh? " (Ucap Gita berpura-pura tidak tau.)


Gita bangun dan menyalakan lampu kamar nya, ia melirik pintu kamar yang terbuka.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2