Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #111


__ADS_3

"Papa benar-benar bahagia melihat kalian berbaikan. " Ucap tuan Baylor tersenyum.


"Bibi juga sangat senang. " Ucap Marisa tersenyum.


"Cieee, cieee baikan nih yee. " Ucap Sela mengejek.


"Kau ini. " Ucap David mencubit sela.


"Aishhh, sakit bodoh. " Ucap Sela kesal.


"Yey, mama kalau tante Diva dan om jiel tidak bertengkar lagi pasti Alfa dan Abel akan tingal di mansion ini kan? Dan aku tidak akan sendiri lagi. " Ucap Reza girang.


"Tentu saja sayang, keluarga buana akan lengkap sekarang. " Ucap Sela mengekus rambut Aziel.


Kini suasana menjadi begitu haru, karena Diva dan Aziel telah berbaikan Aziel pun merasa senang karena Diva masih bisa memaafkan nya, kini ia hanya memikirkan bagaimana caranya agar dirinya bisa terus membahagiakan sangat istri dan dua malaikat kembar nya.


Satu bulan berlalu.


Kini kehidupan rumah tangan Diva dan Aziel semakin membaik, bahkan mereka menjadi semakin romantis saja setiap hari nya.


"Sayang di mana dasi ku? " Tanya Aziel sambil membuka lembari nya.


"Lihat lah di meja kerja mu sayang, aku sedang menyiapkan bekal makan siang Abel dan Alfa." Ucap Diva sedikit berteriak.


Sekarang Aziel, Diva dan dua anak kembar mereka tingal di mansion, sedangkan Sela, David dan Reza, mereka telah tingal di rumah mereka sendiri sebenarnya Reza tidak mau berpisah dengan kedua sepupu nya, tetapi apa boleh buat karena David telah membeli rumah mewah dan itu tidak terlalu jauh dari mansion buana juga, mereka bisa bertemu kapan saja mereka mau.


Sementara tuan Baylor di kirim Aziel keluar negri untuk menjalani trapi khusus agar tuan Baylor bisa bejalan kembali. Dan Marisa lah yang menemani tuan Baylor di sana.


Dan untuk Tania dan Dimas mereka sedang sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka, ya selama satu bulan terakhir Dimas dan Tania terus berhubungan dekat, dan sering bertemu satu sama lain dari situ lah tumbuh benih-benih cinta keduanya sehingga memutuskan untuk melaksanakan pernikahan.


Tok... tok... tok. Suara ketukan di luar pintu mansion buana.


"Sebentar." ucap Aziel berjalan sambil membenarkan dasi nya.


Aziel pun membuka pintu dan melihat seseorang yang seperti nya sedang membawa begitu banyak surat undangan di tangan nya.


"Benar kah ini mansion keluarga buana? " tanya orang tersebut.


"Benar, anda siapa? " Tanya Aziel.


"Maaf tuan muda saya di tugas kan oleh nona Tania dan tuan Dimas, untuk mengantarkan surat Undangan pernikahan, sekaligus menyampaikan permintaan maaf dari nona Tania kepada keluarga buana karena tidak bisa datang langsung karena mereka sedang sibuk untuk mengadakan foto praweding mereka. " Ucap orang itu penuh sopan.


"Ah, begitu ya, Terima kasih banyak kami pasti akan menghadiri undangan nya. " Ucap Aziel menerima undangan tersebut.


"Sama-sama tuan muda kalau begitu saya permisi. " Ucap orang itu kemudian berlalu pergi.


"Ada apa sayang? " Tanya Diva menghampiri Aziel dengan menggandeng kedua tangan anak-anak nya.


"Undangan pernikahan sayang, dari Tania dan Dimas. " Ucap Aziel memberikan undangan tersebut.


"Benar kah? Coba aku lihat. " Ucap Diva mengambil undangan tersebut dari tangan Aziel.

__ADS_1


Sementara Aziel dan kedua anak nya hanya menatap Diva heran.


"Woahhh, aku senang sekali akhirnya mereka menikah. " Ucap Diva tersenyum bahagia.


"AnaAnak-anak, lihat lah momy kalian begitu bahagia, seperti dia saja yang ingin menikah." Ucap Aziel kesal.


"Sssst daddy, jangan bicara seperti itu, atau dady akan.." Ucap Alfa terpotong saat Diva menimpuk pipi Aziel.


"Nah, baru saja aku ingin bilang seperti itu. " Ucap Alfa sambil menahan tawa nya.


"Aduh, pipi ku. " Ringis Aziel memegang pipi nya.


"Aishhh, momy galak sekali. " Ucap Abel.


"Abeeel!" Ucap Alfa dan Aziel bersamaan.


"Apa? " Ucap Abel bingung.


"Cepat Abel kabur. " Ucap Aziel menarik Abel dan Alfa masuk ke dalam mobil.


Semntara Diva begitu kesal melihat tingkah kedua anak dan suaminya itu.


Aziel pun melambaikan tangan nya kemudian melanjukan mobil nya untuk mengantarkan Abel dan Alfa ke sekolah dan setelah itu ia akan ke kantor.


Diva hanya menjulurkan lidah nya kemudian menutup pintu mansion.


Untuk sekarang ini Diva sudah tidak bekerja lagi, bahkan kantor nya kini di kelola oleh Aziel saja, karena Tania juga sudah lama rasain dari sana karena sibuk dengan Dimas.


Hari ini adalah hari pernikahan antara Dimas dan juga Tania.


Diva datang bersama Aziel, Abel dan Alfa.


Begitu juga Sela ia juga datang bersama David dan Reza.


" Hari ini kau sangat cantik Tania dan aku sangat senang akhirnya kalian menikah. " Ucap Diva memegang tangan Tania.


"Terima kasih banyak, dan kau juga sangat cantik sahabat ku. " Ucap Tania memeluk Diva.


"Kau ini bisa saja. " Ucap Diva melepaskan pelukan mereka.


"Ouh iya, di mana Sela? " Tanya Tania celinak-celinguk.


"Seperti nya di belum datang." Ucap Diva melirik semua tamu.


"Itu mereka. " Ucap Aziel menujuka kearah Sela, David dan Reza yang baru tiba.


"Kyaaa kau ini kenapa telat sekali. "Ucap Tania kepada Sela.


" Aishhh maaf kan aku aku mengurus mereka begitu lama. "Ucap Sela melirik David dan Reza.


" Ouh begitu ya. "Ucap Tania.

__ADS_1


" Lupakan, dan selamat pengantin baru untuk kalian berdua aku sangat bahagia melihat kau akhirnya menikah. "Ucap Sela memeluk Tania.


" Terima kasih banyak. "(Ucap Tania membalas pelukan Sela.)


" Ouh iya Dimas selamat untuk mu. "Ucap Aziel bersalaman dengan Dimas.


" Terima kasih banyak. "Ucap Dimas sambil tersenyum.


" Selamat ya. "Ucap David kepada Dimas.


" Terima kasih semuanya. "Ucap Dimas terlihat begitu bahagia.


" Baiklah, sekarang tunggu apa lagi silakan nikmati hidangan nya. "Ucap Tania mempersilahkan sahabat-sahabat nya.


Suasana begitu ramai dan sangat meriah sekali wajah Tania dan Dimas di penuhi kebahagiaan bukan hanya mereka tentunya yang lainnya juga merasakan kebahagiaan yang sama.


Alfa, Abel dan Reza sibuk menikmati berbagai kue dan berlari-larian dan terlihat begitu bahagia menikmati suasana pesta.


Empat jam berlalu kini pesta pernikahan Dimas dan Tania pun telah usai.


"Huh, lelah sekali. " Ucap Diva merebahkan tubuh nya di kasur.


"Sayang, aku ingin bicara sesuatu. " Ucap Aziel sambil membuka kancing kemeja nya.


"Sesuatu apa? " Tanya Diva menatap Aziel penasaran.


"Bagaimana jika kita pergi bulan madu? " Ucap Aziel.


"Hah? Bulan madu?! " Ucap Diva hampir jantungan.


"Iya, bulan madu, kita kan belum pergi bulan madu sejak kita menikah. " Ucap Aziel santai.


"Kau ini yang benar saja. Apa kau tidak lihat anak kita sudah besar dan yang seharusnya bulan madu adalah Tania dan Dimas bukan kita, kau ini ada-ada saja. " Ucap Diva tak bisa menahan gelak tawa nya.


"Lalu apa salah nya? Angap saja ini sebagai liburan kita bersama anak-anak. "Ucap Aziel duduk di sebelah Diva.


" Nah, kalau itu aku setuju. "Ucap Diva mengalungkan tangan nya ke leher Aziel.


" Benar kah? Kalau begitu besok kita akan pergi liburan, dan katakan kau mau kemana? "Ucap Aziel memeluk pinggang Diva.


" Aku ingin ke Paris. "Ucap Diva berbisik di telinga Aziel.


" Benar kah? Baik kita akan ke Paris, tetapi akan lebih seru jika kita mengajak Sela. "Ucap Aziel.


" Benar sekali, kalau begitu besok kita akan ke sana sebelum pergi. "Ucap Diva memeluk Aziel manja.


" Kau sangat manja rupanya, kalau begitu kau tidak akan bisa lepas malam. ini. "Ucap Aziel nakal.


Selanjutnya bayangkan saja apa yang terjadi ya karena aku tak mau menambah dosa.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2