Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #76


__ADS_3

"Ziel, bukan nya bibi tidak menelfon tetapi nomernya tidak aktif. " (Ucap Marisa kebingungan.)


"Mana mungkin seorang dokter nomer nya bisa tidak aktif bi. " (Ucap Aziel tak kalah bingung nya.)


"Bgini saja, kau hubungi saja asisten nya di rumah sakit. " (Ucap Marisa memberi solusi.)


"Bibi benar, tunggu sebentar bi. " (Ucap Aziel mengambil ponsel nya dan mulai menelfon.)


Call onn


"Hallo." (Ucap asisten Dimas di sebrang telfon.)


"Iya hallo, Lisa apa kau bersama Dimas? Mengapa aku tidak bisa menghubungi nya? " (Ucap Aziel.)


"Maaf tuan muda, dokter Dimas sekarang sedang berada di luar negeri dia tidak bersama ku. " (Ucap Lisadi sebrang telpon.)


"Luar negeri? " (Ucap Aziel bingung.)


"Iya tuan muda dokter Dimas berada di luar negri, dia menitipkan pesan pada ku agar tuan muda menganti dokter lain untuk merawat tuan Baylor. " (Jelas Lisa.)


"Apa? Mengapa harus menganti? " (Ucap Aziel semakin bingung.)


"Saya tidak tau tuan muda, bisa jadi karena Dokter Dimas akan lama di luar negeri. " (Ucap Lisa menjelaskan.)


"Ah, baik lah kalau begitu terima kasih atas informasinya nya. " (Ucap Aziel mematikan telfon secara sepihak.)


Call off.


"Huh, ada-ada saja." (Ucap Lisa.)


Aziel bingung, ia masih mencerna perkataan Lisa barusan yang mengatakan jika Dimas pergi keluar negeri.


"Aziel bagaimana? " (Ucap Marisa menepuk pundak Aziel.)


"Bibi, Dimas sedang di luar negeri jadi dia tidak bisa datang dan dia juga menitipkan pesan agar kita menganti dokter untuk merawat papa. " (Jelas Aziel kepada Marisa.)


"Lalu tunggu apa lagi ayo hubungi dokter lain. " (Desak Marisa kepada Aziel.)


"Baik lah bibi. " (Ucap Aziel kembali menelfon seseorang.)


Di sisi lain


04 Jam berlalu, kini pesawat yang di tumpangi Diva dan juga Dimas telah berhasil mendarat dengan selamat di kota (P)


"Akhirnya, aku turun juga dari burung mengerikan itu. " (Ucap Diva berjalan sambil memgang kepala nya yang terasa pusing.)


Sementara Dimas menarik dua koper di belakang nya sambil mengeleng kepala karena melihat tingkah lucu Diva yang seperti ombak terombang-ambing saat turun dari pesawat.

__ADS_1


"Tunggu, kita akan tingal di mana? " (Ucap Diva memberhentikan langkah nya.)


"Bukan kah kau turun duluan dan meninggal kan aku dengan koper mu layak nya kau sudah terbiasa dengan kota ini? " (Ucap Dimas kesal karena Diva seakan lupa dengan diri nya.)


"Hahah, maaf-maaf, aku lupa. " (Ucap Diva salah tingkah.)


Karena suasana di bandara sedang ramai jadi otomatis banyak orang yang berlalu lalang dengan cepat menuju tujuan nya masing-masing.


"Diva awas! " (Ucap Dimas menarik Diva kedalam pelukan nya.)


"Ah." (Leguh Diva karena kepala nya yang membentur dada Dimas.)


Saat itu Diva hampir saja di sengol orang yang berlalu lalang membawa koper besar untung saja Dimas berhasil menarik Diva.


"Sudah ku bilang jangan terlalu jauh dari ku. " (Ucap Dimas masih memeluk Diva.)


"Aku... aku... " (Ucap Diva menatap wajah manis Dimas yang tengah mengomeli nya.)


"Aku apa? " (Tanya Dimas balik menatap Diva.)


"Aku tidak apa-apa! " (Jerit Diva di telinga Dimas dan melepaskan pelukan Dimas.)


"Ah, kuping ku! Dasar kurang hajar. " (Ucap Dimas menyusul Diva yang sedari tadi berlari kecil di tengah keramaian.)


Sungguh Dimas di buat bingung oleh kelakuan Diva yang begitu jahil.


"Ke rumah sakit. " (Ucap Dimas.)


"Langsung ke rumah sakit ? " (Ucap Diva bingung.)


"Iya sahabat papa ku menyuruh kita langsung menemui nya di rumah sakit, untuk mengecek kondisi mu terlebih dahulu." (Ucap Dimas kepada Diva.)


"Dimas aku takut " (Ucap Diva menundukkan kepala nya.)


"Sudah jangan khawatir, kau cukup mengikuti apa yang aku kata kan. " (Ucap Dimas.)


"Oke baik lah. " (Ucap Diva menuruti.)


Mereka pun menaiki Taxi dan menuju rumah sakit terbesar di kota (p).


Tidak butuh waktu lama mere pun tiba di rumah sakit yang terlihat begitu besar dan sangat indah begitu banyak tamanan hijau yang membuat siapa saja yang datang kesana dengan mudah untuk pulih dari penyakit nya.


Diva dan Dimas pun masuk ke rumah sakit dengan di sambut oleh asisten dr. lukman.


"Silahkan masuk dr. Dimas Anggara. " (Ucap asisten dr lukman tersebut.)


"Terima kasih. " (Ucap Dimas masuk keruangan dr. lukman.)

__ADS_1


Dimas dan Diva oun masuk ke ruangan dr. Lukman yang begitu luas dan banyak sekali obat-obatan, tetapi aneh nya itu adalah obat-obatan herbal yang sepertinya di racik sendiri oleh dr. Lukman.


"Selamat datang dr. Dimas Anggara, putra tunggal sahabat baik ku ternyata sangat tampan dan sudah mendapatkan gelar dokter nya. " (Ucap dr lukman menyambut kedatangan Dimas dan juga Diva dengan begitu ramah.)


"Terima kasih dr. Lukman kenal kan ini Diva yang waktu itu ku cerita kan di telfon. " (Ucap Dimas memperkenalkan Diva.)


"Salam dokter Lukman. aku Diva. " (Ucap Diva dengan sopan nya.)


"Kau sangat cantik nak, aku salut di usia mu yang terbilang cukup muda kau terlihat begitu kuat dengan cobaan yang kau hadapi. " (Ucap dr. Lukman perihatin.)


"Aku hanya menjalani apa yang sudah di takdir kan padaku dokter, aku yakin tidak ada ujian yang tidak bisa di lewati jika kita mau berusaha. " (Ucap Diva menampilkan senyum nya.)


"Baik lah silakan duduk. " (Ucap dokter Lukman.)


Di sisi lain


"Bagaimana keadaan papa saya dok? " (Ucap Aziel kepada dokter yang menggantikan Dimas untuk merawat papa nya.)


"Pasien sudah sadar, dan kondisi nya baik-baik saja sekarang akan tetapi ia sangat lemah, usahakan untuk tidak membuat nya terlalu banyak pikiran. " (Ucap dokter yang baru saja keluar dari kamar tuan Baylor.)


"Ya Tuhan terima kasih. " (Ucap Marisa lega ketika mendengar bahwa tuan Baylor telah siuman.)


Aziel oun turut bahagia mendengar kabar berikut.


Semantara itu Luna si ular betina merasa sangat kesal karena tuan Baylor telah sadar dan perubahan sikap Aziel kepada nya seharian dia terus mengurung diri di kamar Aziel.


"Terima kasih dokter. " (Ucap Aziel kepada sang dokter.)


"Sama-sama tuan muda, tetapi apakah di sini ada seseorang yang bernama Diva? Karena sejak sadar tuan Baylor terus memangil nya. " (Ucap sang dokter heran.)


"Diva?" (Ucap Marisa kaget.)


"Iya nyonya tuan Baylor terus memangil nya. " (Ucap dokter itu.)


"Aziel, Bagaimana ini? " (Ucap Marisa bingung.)


Di saat suasana sedang begitu hening tiba-tiba saja Sela pulang dari kantor dan masuk kedalam mansion.


Tap...tap...tap.(Suara langkah kaki Sela yang bergema di ruang tengah.)


"Sela! " (Pangil Marisa melihat Sela.)


"Iya mah, ada apa? Kok ada dokter di sini? " (Ucap Sela menghampiri mama nya.)


Sela sama sekali belum mengetahui jika tuan Baylor sudah sadar dari koma nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2