Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #52


__ADS_3

"Apa? Kau ingin aku mengetuk pintu terlebih dahulu supaya kau bisa berbuat mesum kepada teman ku? " (Ucap Aziel marah.)


"Apa yang terjadi pada mu? Kau bertingkah seolah dia istri mu. " (Ucap Dimas curiga.)


"Lepas kan aku Aziel. " (Ucap Diva merasa risih karena Aziel memegang erat tangan nya.)


"Melepaskan mu? Tidak kecuali kau ikut aku. " (Ucap Aziel menarik Diva keluar dari ruang Dimas.)


"Apa hak mu menarik nya seperti ini? " (Tanya Dimas menahan tangan Diva.)


Apa ini? Mereka memperebutkan Diva dengan menarik tangan nya.


"Hentikan! Kalian pikir aku ini orang-orangan sawah? " (Ucap Diva melepaskan tangan Aziel dan tangan Dimas yang memegang nya.)


Karena kesal Diva pun kekuar dari ruangan Dimas meningal kan Dimas dan Aziel yang masih berdiri mematung karena bentakan Diva.


"Dasar laki-laki, bisanya bikin pusing saja. " (Ucap Diva pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Dimas dan Aziel.)


"Ini semua gara-gara kau! " (Ucap Aziel menunjuk Dimas.)


"Gara-gara aku? Enak saja ini gara-gara kau! " (Balas Dimas tak ingin kalah.)


Begitu lah mereka terus berdebat seperti anjing dan kucing.


Di sisi lain


Adnan dan Maya tiba di rumah sakit, tentu nya tumah sakit yang sama dengan Tuan Baylor.


"Suster, di mana pasien atas nama Tara Afkar? " (Tanya Maya sambil berlinang air mata.)


"Sebentar buk, saya cek dulu. " (Ucap suster itu.)


"Cepat suster! " (Ucap Maya.)


"Maya, tenang lah, kalau kau begini aku jadi pusing." (Ucap Adnan mengusap kasar wajah nya.)


Kebetulan saat itu Diva sedang lewat karena ingin menuju kamar rawat tuan Baylor.


"Ibu? Ayah? Mengapa mereka di sini? " (Batin Diva melirik dari jauh.)


"Lebih baik aku diam dan mengikuti mereka. " (Gumam Diva.)


"Pasien yang bernama Tara berada di kamar nomer 08." (Ucap suster itu.)


"Baik lah, Terima kasih suster. " (Ucap Adnan menyusul Maya yang telah berjalan duluan.)


Sementara itu Diva menghampiri suster tersebut.


"Sus, dua orang barusan ngomong apa? " (Tanya Diva.)


"Mereka mencari kamar pasien yang bernama Tara Afkar nona. " (Ucap suster itu ramah.)

__ADS_1


"Kalau boleh tau apa yang terjadi dengan pasien atas nama Tara afkar? " (Ucap Diva penasaran.)


"Maaf, nona kami tidak bisa memberi tahu hal ini dengan orang asing kecuali keluarga nya. " (Ucap suster itu.)


"Saya Diva afkar, kakak tiri nya Tara. " (Ucap Diva.)


"Ah, maaf kan saya nona, saya tidak tau, begini nona pasien yang bernama Tara itu korban dari pemerkosaan yang di temukan tadi pagi. " (Ucap suster itu.)


"Benar kah? " (Ucap Diva menutup mulut nya kaget.)


"Benar nona. " (Ucap suster itu singkat.)


"Ah, Terima kasih banyak aku permisi dulu. " (Ucap Diva berjalan menyusul Maya dan Adnan.)


Sementara itu di ruangan Tara.


"Aku di mana? Hahaha aku di mana? Apakah ini rumah Brian? Huaaa di mana dia? Kenapa dia tidak ada di sini? " (Ucap Tara tertawa dan mengaruk-garuk kepala nya.)


Karena kejadian itu, Tara menjadi stres, dia terus menyebut nama Brian.


"Hiksss, Tara apa yang terjadi pada mu? "(Ucap Maya masuk kedalam ruangan Tara sambil memeluk Tara.)


" Ibu harap tenang, dengan berat saya mengatakan bahwa anak ibuk mengalami gangguan jiwa. "(Ucap dokter yang menangani Tara.)


" Apa? Anak saya mengalami gangguan jiwa? "(Ucap Adnan kaget.)


" Tidak! Ini tidak mungkin! Dokter pasti salah! "(Ucap Maya.)


Bukan nya sedih, Diva malah tersenyum-senyum melihat apa yang terjadi dengan Tara.


" Lebih baik aku masuk. "(Batin Diva.)


Diva pun masuk kedalam ruang rawat Tara


" Diva. Kenapa kau ada di sini? "(Tanya Adnan heran.)


" Maaf ayah, ini tempat umum jadi kau tidak bisa melarang ku untuk dimanapun aku berada."(Ucap Diva tersenyum miring.)


"Kau! Kau lah yang membuat anak ku jadi seperti ini! " (Ucap Maya mendekati Diva.)


"Ouh ya? Terserah apapun yang ingin kau katakan, aku tidak peduli. Aku kesini hanya atas dasar belas kasihan kepada adiku ini. " (Ucap Diva berjalan ke arah Tara.)


Sementara itu Tara sama sekali tidak mengenal Diva ia hanya tertawa dan tertawa sambil menangil nama Brian dan penceraian.


"Bagaimana? Apa sekarang kau bahagia di saat kau sudah merebut semua kebahagiaan ku? " (Ucap Diva mencengram kuat pipi Tara.)


"Diva! Hentikan! " (Ucap Maya.)


"Apa? Kau ingin memukuli ku lagi? Ingat lah wanita tua! Aku bukan Diva mu yang dulu. " (Ucap Diva melepas tangan nya dari pipi Tara.)


"Diva, sudah lah aku rasa dendam mu sudah terbalas tolong jangan seperti ini. " (Ucap Adnan takut.)

__ADS_1


"Oh ya? Sudah terbalas? Bagaimana jika aku mengatakan belum? " (Ucap Diva mendekati Adnan.)


"Ayah, semuanya belum berakhir! Ayah! " (Ucap Diva berlalu pergi dari ruang rawat Tara.)


Di sisi lain


"Bibi, di mana Diva? " (Tanya Aziel yang baru saja tiba di ruang rawat tuan Baylor.)


"Ziel, mengapa kau mencari Diva? " (Ucap Luna mendekati Aziel.)


"Ah, tidak ada. " (Jawab Aziel singkat.)


"Seperti nya ada yang di sembunyikan oleh Aziel, aku rasa wanita itu bukan hanya sekedar sepupu. " (Batin Luna.)


"Luna, mengapa kau diam? " (Tanya Aziel menatap Luna aneh.)


"Ah, tidak aku keluar sebentar. " (Ucap Luna berjalan keluar dari ruang rawat tuan Baylor.)


"Bibi, bagaimana keadaan papa? " (Tanya Aziel.)


"Kau bisa lihat sendiri, tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan sadar. " (Ucap Marisa menyeka air matanya.)


"Mama, bersabarlah. Ini semua gara-gara wanita ****** itu, jika dia tidak kembali om Baylor tidak akan menjadi seperti ini. " (Ucap Sela menatap tajam Aziel.)


"Berhenti lah menuduh Luna atas semua kejadian ini! " (Bentak Aziel.)


"Sudah cukup! Jangan memulai keributan lagi! " (Ucap Marisa memegang kepala nya yang terasa pusing.)


Sementara itu Luna terlihat seperti maling memasuki toilet rumah sakit.


"Bukan kah itu Luna?Apa yang dia lakukan? " (Ucap Diva curiga.)


Diva pun berjalan mengikuti Luna masuk kedalam toilet.


Sedangkan Luna sama sekali tidak menyadari jika Diva mengikuti nya.


Luna mengeluarkan ponsel dari saku nya dan mulai menelfon seseorang.


Karena toilet itu ada batasan nya otomatis Luna tidak bisa melihat Diva yang berada tidak jauh dari sebelah nya.


Call onn


"Hallo." (Ucap orang di sebrang telfon.)


"Iya hallo, aku ingin bertanya kenapa kau bisa gagal membunuh tua bangka Baylor itu! " (Ucap Luna.)


"Tua bangka Baylor? Apa maksud Luna? " (Batin Diva menguping.)


"Maaf kan aku nona, tetapi aku tidak sengaja menyenghol gelas yg ada di atas nakas dan perawat itu terbangun. " (Ucap orang di sebrang telfon.)


Sementara Diva mengeluarkan ponsel nya dan merekam semua perkataan Luna dan orang yang berada di sebrang telfon.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2