Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #97


__ADS_3

"Kakak ipar, coba lah lihat itu, mereka terlihat sangat bahagia bisa memeluk dady dan opa nya. "(Ucap Sela.)


" Aku tau Sela. "(Ucap Diva.)


" Diva, kenapa kau pergi? Kenapa ku pergi meninggalkan aku? "(Ucap Tania dengan bibir bergetar menahan tangis.)


Diva menatap Tania, perlahan air mata nya mulai kembali menetes.


" Maaf kan aku. "(Ucap Diva memeluk Tania erat.)


" Diva, kembali lah ke perusahaan mu, aku tidak bisa berada di sana sendiri terus-menerus di sana. "(Ucap Tania menangis.)


" Apa? Jadi laut tidak merindukan ku? Kau malah bicara soal perusahaan. "(Ucap Diva melepaskan pelukan nya.)


" Itu tidak benar kau tau? Aku sangat merindukan mu. "(Ucap Tania kembali memeluk Diva.)


Sementara Sela hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabat itu.


" Kalian berpelukan tanpa aku. "(Ucap Sela Pura-pura sedih.)


" Kyaa, maaf. "(Ucap Tania merangkul Sela.)


Mereka pun berpelukan satu sama lain.


Sementara itu Abel dan Alfa masih asik memeluk tuan Baylor.


" Kalian berdua cucu ku? Benarkah? Apakah aku tidak sedang bermimpi? "(Ucap tuan Baylor mulai bisa mengangkat bicara.)


" Tentu saja ini nyata opa. "(Jawab Alfa.)


" Emm, opa lalu itu siapa? "(Tanya Abel menunjukkan Marisa dan David.)


" Sayang, dengar kan dady, itu adalah bibi nya dady pangil dia oma ya. "(Ucap Aziel.)


" Baik lah dady, hay oma nama ku Abel. "(Ucap Abel tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya.)


" Hay sayang, kau sangat manis. "(Ucap Marisa membungkuk dan memeluk Abel.)


" Oma, kau melupakan aku? "(Ucap Alfa.)


" Ah, kau ini lucu sekali, mana mungkin oma meluapkan mu, ayo katakan siapa nama mu? "(Ucap Marisa memegang pipi Alfa.)


" Nama ku Alfa oma, oh iya dan itu siapa? "(Tanya Alfa menunjuk ke arah David.)


" Alfa, itu adalah ayah nya Reza dan reza itu keponakan dady, pangil dia paman ya. "(Ucap Aziel.)

__ADS_1


" Hay paman. "(Ucap Alfa melambaikan tangan nya.)


" Hay sayang, kau sangat mengemaskan aku harap kau bisa kembali mansion agar Reza tidak kesepian lagi di sana. "(Ucap David mengelus rambut Alfa.)


" Woah, dady mansion? "(Ucap Abel menatap Aziel.)


" Iya sayang, mansion. "(Ucap Aziel mencium pipi Abel.)


Sungguh malam itu adalah malam paling berharga bagi Aziel, ia bisa bertemu dengan kedua anak kembar nya setelah empat tahun berpisah.


Sementara itu Tania dan Sela berusaha membujuk Diva.


" Kakak ipar, aku harap kau bisa memaafkan kak Ziel, dan melupakan semua yang terjadi di masa lalu. "(Ucap Sela memegang tangan Diva.)


" Iya Diva itu benar, lihat lah betapa bahagianya Abel dan Alfa bertemu Aziel. "(Ucap Tania.)


" Yey, mama apa Abel dan Alfa akan pulang ke mansion?"(Ucap Reza kegirangan.)


Mendengar perkataan Reza Diva pun berlutut dan memegang kedua pundak Reza.


"Sayang, kau sangat imut aku tidak menyangka jika kau adalah keponakan ku, tetap maaf kan tante ya, tante tidak bisa mengizinkan Alfa dan Abel pulang ke mansion, jika Reza ingin main datang saja kerumah tante oke. " (Ucap Diva.)


"Yah, kok gitu sih tante, kan aku mau nya mereka tingal di mansion kan mereka sepupu aku tante, ayo lah tante tingal di mansion bersama kami. " (Ucap Reza memegang pipi Diva.)


"Gak bisa sayang, tante minta maaf ya. " (Ucap Diva menatap sedih Reza.)


"Kakak ipar aku mohon, maaf kan kak Ziel lupakan masa lalu demi Abel dan Alfa. " (Bujuk Sela.)


Diva pun berdiri dan menatap Sela.


"Aku sudah memaafkan nya Sela, aku juga sudah melupakan masa lalu, tetapi maaf aku tidak bisa kembali kepada Aziel. " (Ucap Diva berjalan kearah Aziel yang sedang bermain dengan anak-anak nya.)


"Abel, Alfa, ayo pulang sayang, ini sudah larut, om Dimas sudah menunggu di mobil. " (Ucap Diva kepada Abel dan Alfa yang sedang bermain.)


"Tapii momy. " (Ucap Alfa seketika menjadi murung.)


"Diva, aku mohon jangan bawa mereka sekarang. " (Ucap Aziel melirik Abel yang tengah bermain bersama tuan Baylor.)


"Ini sudah lewat satu jam. " (Jawab Diva singkat.)


"Aku ingin bicara dengan mu. " (Ucap Aziel menatap Diva.)


"Maaf aku tidak ada waktu, Dimas sudah menunggu ku di mobil. " (Jawab Diva ketus.)


"Dimas? Dia suami mu? " (Ucap Aziel kesal.)

__ADS_1


"Bukan urusan mu. " (Ucap Diva.)


"Berarti bukan. " (Ucap Aziel menarik tangan Diva sedikit menjauh dari Alfa dan Abel yang tengah asik bermain.)


Sementara Tania dan Sela hanya melirik mereka dari kejauhan.


"Lepas kan aku Aziel! Apa hak mu menarik tangan ku seperti itu? " (Bentak Diva menatap tajam Aziel. )


"Hak ku? Haha dengar aku ini masih suami mu. " (Ucap Aziel blak-blakan.)


Deg... (Sekarang bukan hanya jantung Diva yang akan berhenti berdetak tetapi jantung reader juga wkwkwk.)


Plak.. (Sebuah tamparan keras dari Diva berhasil mengenai pipi Aziel.)


Aziel memegang pipi nya dengan senyum miring nya.


"Apa kau gila? Jelas-jelas aku sudah menandatangani surat yang kau beri empat tahun yang lalu. " (Ucap Diva menatap Aziel sambil menangis.)


"Kau salah, seharusnya kau memperhatikan surat itu sebelum kau menandatangani nya, itu adalah surat penceraian palsu. " (Ucap Aziel menatap Diva.)


Diva kaget dengan apa yang di katakan Aziel, ia merasa dirinya di permainkan oleh Aziel.


"Tidak! Itu tidak mungkin, jelas-jelas aku melihat nya itu dari pengadilan agama." (Ucap Diva menatap Aziel dengan tatapan yang begitu dalam.)


"Kau tidak percaya? Aku masih menyimpan nya, dengar aku memalsukan surat itu hanya untuk membuat luna percaya, dengar saat luna meminta aku menceriakan mu, aku merasa aku tidak sanggup dan lagi setelah aku melihat kau mual di kamar mandi saat kau memasak di dapur, saat itu lah aku bertekad hanya membuat surat penceraian palsu ini. "(Ucap Aziel memberi ponsel nya kepada Diva.)


Benar saja, ternyata di ponsel itu terlihat surat cerai yang di tanda tangani Diva yang di potret Aziel setelah itu di amati oleh Diva ternyata surat itu memang benar-benar palsu.


" Mengapa kau mempermainkan aku?"(Ucap Diva menatap mata Aziel.)


"Aku... aku mencintaimu. " (Ucap Aziel gugup.)


"Tutup mulut mu, jangan bilang hal menjijikkan itu di depan ku. Kau benar-benar keterlaluan Aziel, aku membenci mu. " (Ucap Diva menangis.)


Aziel meraih tangan Diva dan menarik nya ke dalam pelukan nya.


"Maaf kan aku, aku menyesal. " (Ucap Aziel memeluk erat Diva.)


"Kau jahat! Kau laki-laki jahat! " (Ucap Diva memukul pelan lengan Aziel.)


"Lampiaskan saja kemarahan mu padaku. " (Ucap Aziel terus memeluk Diva.)


Sungguh di hati Diva masih belum bisa menerima kenyataan itu.


Bersambung ....

__ADS_1


Maaf gantung.


__ADS_2