
"Ah, tidak ada Sela, lupakan saja. " (Ucap Diva memegang tangan Sela.)
Tak lama kemudian Suster yang di tugaskan untuk menjaga tuan Baylor pun masuk kedalam ruang rawat tersebut.
"Selamat malam nona muda, saya suster yang di tugaskan tuan muda Aziel untuk menjaga tuan Baylor malam ini." (Ucap suster itu sopan.)
Aziel sengaja menyewa suster untuk menjaga tuan Baylor, karena ia sudah merasa tidak percaya terhadap Diva karena hari ini Diva tidak menjaga tuan Baylor, dan semua itu usul dari Luna.
"Menjaga papa? Bukan kah malam ini aku dan Sela yang akan menjaga papa? " (Ucap Diva bingung.)
"Maaf nona, tetapi tuan muda Aziel telah menyuruh saya untuk menjaga tuan Baylor dan nona muda bersama nona Sela bisa pulang. " (Ucap sopan suster itu.)
"Kalau kami tidak mau? " (Tnya Sela memasang wajahnya galak nya.)
"Sela, sudah kita bicarakan ini di rumah saja. " (Ucap Diva memenangkan Sela.)
"Baik kah, jaga papa ku baik-baik, ingat jangan sampai ada orang lain masuk ke dalam sini kecuali keluarga buana. " (Ucap Diva menarik tangan Sela keluar dari sana.)
Suster itu hanya mengangukan kepala nya.
Satu jam berlalu, kini Diva dan Sela tiba di mansion.
Pukul 06.30
"Diva, Sela, kenat kalian pulang? Lalu siapa yang menjaga om mu di rumah sakit? " (Tnya Marisa menatap Sela dan Diva bergantian.)
"Mah, tanyakan saja kepada Aziel mengapa kami pulang. " (Ucap Sela menunjuk Aziel yang duduk bersama Luna di ruang tamu.)
"Aziel! Apa lagi yang kau lakukan? " (Ucap Marisa menaikan nada bicara nya sambil menatap Aziel dari jauh.)
Aziel pun berjalan menghampiri Marisa.
"Bibi, aku sudah menyewa suster terbaik untuk menjaga papa, jadi kalian tidak perlu repot-repot. " (Ucap Aziel menatap Diva dan Sela.)
"Aziel! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau dengan mudah nya mempercayai orang lain untuk menjaga papa mu di rumah sakit? " (Bentak Marisa menatap Aziel.)
"Bibi, jangan memarahi Aziel, aku yang mengusulkan ide ini. " (Ucap Luna.)
"Woah, ternyata kau, pantas saja Aziel menurutinya. " (Ucap Diva melangkah kan kaki nya berjalan menuju kamar.)
"Sudah lah mah, aku lelah ayo kita tidur, tidak ada gunanya berbicara dengan mereka. " (Ucap Sela menggandeng tangan mama nya menyusul Diva.)
"Mengapa jadi seperti ini? Mengapa semuanya berubah? " (Batin Aziel.)
Kini Aziel merasa dirinya tidak di anggap lagi di rumah itu, bahkan Diva sangat tidak mempedulikan nya, padahal ia berharap jika Diva memperlihatkan sedikit rasa cemburu kepada nya.
Buat apa Aziel menginginkan Diva cemburu? Apakah dia penasaran dengan perasaan Diva kepada nya.
__ADS_1
Jujur saja Aziel mulai merasa lebih nyaman bila berada di samping Diva di banding kan dengan Luna.
"Ziel, mengapa kau melamun? Bagaimana jika kita juga tidur aku sangat mengantuk. " (Ucap Luna dengan manja.)
"Ah, baik lah, ayo! " (Ucap Aziel berjalan mendahului Luna.)
"Arghh, mengapa dia menjadi cuek seperti ini? Aku yakin di antara Diva dan Aziel pasti ada hubungan. " (Batin Luna sambil berjalan mengikuti langkah kaki Aziel.)
Malam pukul 12.25
Luna terbangun dari tidur nya, perlahan ia meraih ponsel nya dan jari jemari nya mulai mengetik sesuatu. Mungkin saja sebuah pesan.
Isi pesan 📩
Sekarang waktu nya kau melakukan apa yang aku suruh. (Isi pesan Luna entah kepada siapa.)
Smentara itu di ruang rawat tuan Baylor.
Saat ini suster yang sedang menjaga tuan Baylor itu tertidur pulas di sofa.
Terlihat seseorang yang tidak bisa di kenali jenis kelamin nya lelaki atau perempuan masuk kedalam kamar rawat tersebut.
Orang tersebut mengunakan pakaian serba hitam.
"Huh, aku akan membunuh mu malam ini. " (Ucap orang yang tak lain adalah orang yang di bayar Luna untuk membunuh tuan Baylor.)
Perlahan orang itu mendekati fuan Baylor dan mencabut alat pernafasan tuan Baylor.
"Selamat tinggal. " (Ucap orang itu tersenyum jahat.)
Namun keberuntungan berpihak di tuan Baylor, saat orang itu ingin kekuar ia tidak sengaja menyengol gelas minuman yang berada di atas nakas, gelas itu terjatuh dan pecah, karena itu lah suster itu pun terbangun.
"Hey, apa yang kau lakukan!? " (Ucap suster itu bangun dan hendak menangkap orang itu.)
Hampir saja orang itu tertangkap tetapi ia berhasil kabur dan mendorong suster tersebut ke tembok.
"Hey, mau lari kemana kau? " (Ucap suster itu ingin Mengejar, namun ia memberhentikan langkah nya karena kondisi tuan Baylor semakin buruk.)
Suster itu pun kembali memasang alat bantuan pernapasan tuan Baylor dan memangil dokter.
"Dok! Ada yang mencoba mencelakai tuan Baylor saat aku sedang tidur." (Ucap suster itu gemeteran karena takut.)
"Baik sekarang hubungi keluarga nya, aku akan mengecek keadaan tuan Baylor sekarang. " (Ucap dokter muda dan tampan itu bergegas menuju ruang rawat tuan Baylor.)
"Baik dokter. " (Ucap suster itu langsung menghubungi Aziel.)
Terlihat Aziel yang sedang tidur pulas di atas kasur nya bersama Luna. Akan tetapi posisi mereka berjauhan.
__ADS_1
Dring .... dring ... dring.. "(Suara telpon di posel Aziel.)
" Huh, siapa yang menelpon malam-malam seperti ini? "(Ucap Aziel mengucek mata nya dan meraih ponsel nya yang berada di atas meja.)
Call onn
" Hallo, tuan muda, bisa kah anda kerumah sakit sekarang? "(Ucap suster di sebrang telfon.)
" Ada apa? Apa papa ku baik-baik saja? "(Tanya Aziel panik.)
Sementara itu Luna tersenyum di belakang Aziel.
" Kami akan menjelaskan saat tuan muda sudah tiba. "(Ucap suster itu mematikan telpon secara sepihak.)
Call off.
"Astaga, apa yang terjadi? " (Ucap Aziel panik.)
Di saat itu kah Luna pura-pura baru mendengar nya.
"Aduh, ada apa Ziel? " (Tanya Luna dengan suara bangun tidur yang di Buat-buat.)
"Ayo sekarang kita kerumah sakit! " (Ucap Aziel dengan cepat menarik tangan Luna.)
"Tunggu dulu, apakah tidak sebaiknya kita membangun kan bibi dan yang lain? " (Tanya Luna agar terlihat tidak mencurigakan.)
"Kau benar, ayo sekarang kau ke kamar bibi, dan aku ke kamar Sela dan Diva." (Ucap Aziel bergegas.)
"Sela, Diva, bangun lah! " (Ucap Aziel mengetuk-ngetuk keras pintu kamar Sela.)
Diva yang mendengar nya langsung bangun dan berjalan menuju pintu kamar.
"Ada apa? " (Tanya Diva singkat.)
"Ada telpon dari rumah sakit. Apa kau ingin ikut? " (Tanya Aziel kepada Diva.)
"Apakah papa baik-baik saja? " (Jawab Diva panik.)
"Aku juga tidak tau, sebaiknya kita kesana. " (Ucap Aziel menarik tangan Diva.)
"Tetapi Sela? " (Ucap Diva memberhentikan langkah nya.)
"Sudah lah cepat. " (Ucap Aziel menarik tangan Diva.)
Entah apa yang terjadi Aziel seakan lupa dengan Luna, ia malah meningal kan Luna dan membawa Diva bersama nya.
Bersambung ....
__ADS_1