Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #91


__ADS_3

"Abel, sudah lah jangan banyak bicara lagi, paman kita sudah berteman, lain kali kita bertemu lagi oke. " (Ucap Alfa mulai melangkah pergi dari sana sambil menarik tangan Abel.)


"Tapi kak, aku masih mau di sini. " (Ucap Abel menahan tangan Alfa.)


"Abel, momy akan mencari kita. " (Ucap Alfa kesal.)


"Anak-anak yang manis, apakah paman boleh bertemu dengan ibu mu? " (Ucap Aziel.)


"Boleh saja jika paman mau. " (Ucap Alfa terus menarik tangan Abel.)


Baru saja Aziel ingin melangkah kan kaki nya mengikuti Abel dan Alfa, sopir nya pun datang menghampiri nya.


"Tuan muda. " (Pangil sang sopir.)


"Iya." (Ucap Aziel memberhentikan langkah nya.)


"Maaf tuan muda, tadi tuan Baylor menelfon tuan Baylor meminta kita untuk segera pulang karena ada yang ingin di bicarakan. " (Ucap sopir tersebut.)


"Baik lah. " (Ucap Aziel berjalan menuju mobil nya.)


Dia lupa jika sudah bilang kepada Abel ingin bertemu momy Abel dan Alfa.


Sementara itu Diva masih menelfon.


"Diva kau dan anak-anak di mana? Aku di rumah mu sekarang. "(Ucap Dimas di sebrang telfon.)


" Maaf Dimas aku lupa mengabari mu jika aku dan anak-anak sekarang berada di TPU. "(Ucap Diva.)


" Begitu ya, baik lah kalau begitu aku akan ke sana. "(Ucap Dimas kepada Diva.)


" Tidak Dimas, tidak usah kami akan pulang sebentar lagi, jika kau ingin menunggu tunggu saja oke. "(Ucap Diva.)


" Oke baik lah."(Ucap Dimas mematikan telfon secara sepihak.)


"Momy, momy, ada yang ingin bertemu dengan momy. " (Ucap Abel menarik-narik tangan Diva.)


"Siapa sayang? " (Tanya Diva membalikkan badan nya.)


"It.." (Ucap Alfa dan Abel terputus saat melihat di belakang mereka sudah tidak ada siapa-siapa.)


"Siapa sayang? Kok gak ada? " (Tanya Diva bingung.)


"Momy, tadi ada seseorang yang sangat mirip dengan kak Alfa, bahkan dia ingin bertemu momy. " (Ucap Abel bingung.)


"Iya, tetapi mengapa dia tiba-tiba hilang ya. " (Ucap Alfa tak kalah bingung nya.)


"Mirip Alfa? " (Ucap Diva menatap lekat kedua anak nya.)


"Iya momy, benar, mata nya, rambut nya, bahkan wajah nya. "(Ucap Abel.)

__ADS_1


Deg... (Jantung Diva berdegup kencang mendengar ucapan dari sang anak ciri-ciri yang di sebut kan Abel sangat lah mirip seperti Aziel.)


Mata Diva menatap seluruh sudut TPU dengan mata nya yang terlihat begitu takut.


Diva baru ingat jika mama Aziel yang meningal juga di makam kan di TPU tersebut.


"Momy, kenapa momy diam? " (Ucap Abel bingung.)


"Iya momy. " (Ucap Alfa menatap Diva.)


"Sayang, ayo kita pulang om Dimas sudah menunggu di rumah. " (Ucap Diva menarik tangan kedua anak nya.)


"Momy, kenapa pulang kita bahkan belum berdoa untuk oma dan opa. " (Ucap Abel merasa tingkah sang momy yang terlihat aneh.)


"Sayang lain kali saja kita kesini lagi, kasian om Dimas akan lama menunggu. " (Ucap Diva beralasan.)


"Ya sudah tidak apa-apa momy. " (Ucap Alfa menatap Diva dengan penuh tanda tanya karena sang momy terlihat seperti orang ketakutan.)


Diva pun memasukkan Abel dan Alfa ke dalam mobil dan buru-buru melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


"Momy, pelan lah, aku takut. " (Ucap Abel memegang tangan Alfa.)


Mendengar perkataan sang anak Diva pun akhirnya sadar jika ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi, sungguh Diva sekarang di kuasai rasa takut nya jika Abel dan Alfa akan bertemu Aziel.


"Astaga, maaf kan momy sayang. " (Ucap Diva memelan kan mobil nya.)


Abel dan Alfa hanya saling tatap merasa jika sang momy begitu aneh tidak seperti biasanya.


"Tuan muda kita sudah sampai. " (Ucap sopir Aziel memberhentikan mobil tepat di depan mansion.)


Sementara Aziel hanya diam tampa berkata sepatah kata pun.


"Tuan muda. " (Pangil sang sopir lagi.)


Mendengar pangilan sopir nya yang kedua kali Aziel pun tersadar dari lamunan nya.


"Ah iya. " (Ucap Aziel tersadar dari lamunan nya.)


"Tuan muda ada apa? Seperti nya dari tadi kita pulang dari makam tuan muda terus saja melamun. " (Ucap sang sopir peduli.)


"Aku baik-baik saja. " (Ucap Aziel turun dari mobil nya.)


Sementara sang sopir hanya mengeleng kepala bingung.


Aziel pun masuk kedalam mansion dan berjalan ke arah kamar sang papa.


Tok... tok.. tok. (Suara ketukan di luar pintu kamar tuan Baylor.)


"Masuk." (Ucap tuan Baylor dari dalam kamar.)

__ADS_1


Aziel pun masuk ke kamar papa nya.


"Ada apa pah? " (Ucap Aziel duduk di tepi ranjang sang papa.)


"Aziel, papa hanya minta tolong agar kau menjemput Reza di sekolah nya karena Sela dan bibi mu sedang pergi ke kantor Diva untuk melihat Tania di sana. " (Ucap tuan Baylor.)


"David di mana? " (Tanya Aziel menaikan satu alis nya.)


"Aziel apa kau lupa? David ada di kantor sekarang. " (Ucap tuan Baylor.)


"Ah, maaf kan aku, aku lupa, baik lah sekarang aku akan menjemput Reza." (Ucap Aziel kemudian keluar dari kamar sang papa.)


Tuan Baylor hanya menjawab Aziel dengan menganguk kan kepala nya.


Tuan Baylor pun mengambil ponsel nya dan mulai mengetik sesuatu.


Rencana berjalan lancar. (Isi pesan singkat tuan Baylor nyang ia kirim kamu kepada sella.)


Sela pun membalas pesan tersebut.


Oke om. (Balas Sela.)


Tentu nya Sela dan Marisa sengaja pergi ke kantor Diva untuk bertemu dengan Tania untuk menjalani rencana mereka agar Aziel yang menjemput Reza karena Sela telah menyuruh Reza untuk membujuk Aziel agar Aziel bersedia untuk pegi bersama ke taman hiburan malam ini untuk merayakan malam kasih sayang ya itu malam valentine. Tujuan nya adalah agar Aziel bisa melupakan sejenak kesedihan hati nya.


"Jalan." (Ucap Aziel kepada sopir nya.)


"Kita akan kemana pak? " (Tanya sang sopir.)


"TK kasih bunda. " (Ucap Aziel singkat.)


"Baik tuan muda. " (Ucap sang sopir yang tahu jika Aziel akan menjemput Reza.)


Karena usia Reza yang masih 04 tahun tentu saja ia masih bersekolah di sekolah TK.


Tidak butuh waktu lama Aziel pun tiba di TK kasih bunda, terlihat Reza yang telah menunggu di kursi.


"Sayang masuk lah. " (Pangil Aziel kepada Reza.)


Reza pun masuk ke mobil Aziel dan duduk di samping Aziel.


"Om, Terima kasih udah jemput Reza. " (Ucap Reza tersenyum bahagia.)


"Sama-sama." (Ucap Aziel mengelus rambut Reza.)


"Om, apa om ingat malam ini malam apa? " (Tanya Reza menatap Aziel.)


"Malam ini? Malam minggu? " (Ucap Aziel balik menatap Reza.)


"Bukaaan, maksud ku apa om ingin malam ini adalah malam valentine? " (Ucap Reza mengeluh kan bibir nya.)

__ADS_1


Aziel menatap aneh keponakan nya yang bisa tau jika malam ini adalah malam valentine.


Bersambung ....


__ADS_2