
Sementara Sela hanya diam karena tidak mengerti.
"Ini beneran non Diva kan? " (Tanya orang itu masih belum yakin.)
"Iya bi Maryam ini saya. " (Ucap Diva memegang pundak bi Maryam.)
Bi Maryam adalah tetangga Tania yang paling baik, sejak dulu Tania dan Diva sangat akrab dengan bi Maryam, bahkan mereka sangat sering main kerumah bi Maryam untuk memanjat pohon mangga yang berada di depan rumah bi Maryam.
"Yaampun non, kemana ajah non selama ini? Kenapa baru sekarang non ke sini? " (Tanya bi Maryam memeluk Diva.)
"Maafkan aku bi, sekarang aku sangat sibuk mengurus perusahaan ku. " (Ucap Diva membalas pelukan bi Maryam.)
"Ouh iya non, bibi lihat non Diva abis dari rumah non Tania ya? " (Ucap bi Maryam melepaskan pelukan.)
"Iya bi, tetapi Tania tidak ada di rumah dan ibunya juga tidak ada. " (Ucap Diva.)
Tania hanya tinggal bersama ibunya di rumah, karena ayah nya sudah lama meningan. ibu Tania yang sakit-Sakitan membuat Tania harus kerja keras.
"Tentu saja non Tania tidak ada di rumah non, soalnya ibu nya non Tania drop dan di bawa kerumah sakit tadi pagi, bibi sempat membantu non Tania untuk memangil ambulans. " (Jelas bi Maryam sambil menatap sedih ke arah Diva.)
"Yaampun bi! Kok bisa? Mengapa Tania sama sekali tidak mengabari ku? " (Ucap Diva kawatir dan kaget.)
"Mungkin non Tania tidak sempat untuk mengabari non Diva. " (Ucap bi Maryam.)
"Ya sudah apa kah bibi tau? Di rumah sakit mana Tania membawa ibu nya? " (Ucap Diva menatap bi Maryam penuh tanda tanya.)
"Tau non tau, non Tania membawa ibu nya kerumah sakit Cahaya abadi. " (Ucap bi Maryam kepada Diva.)
"Kakak ipar, bukan kah itu rumah sakit yang sama tempat om Baylor di rawat? " (Ucap Sela menyela.)
"Ah, kau benar, yasudah bi Terima kasih banyak atas informasinya aku akan ke sana sekarang juga. " (Ucap Diva memegang pundak bi Maryam.)
"Baik lah non, Hati-hati. " (Ucap bi Maryam.)
Diva dan Sela pun melajukan mobil nya menuju rumah sakit cahaya abadi.
Tidak butuh waktu lama Diva dan Sela pun tiba di sana.
"Permisi suster, apakah ada pasien yang bernama ibu Aisyah? " (Tanya Diva kepada suster tersebut.)
"Sebentar mbak, biar saya cek dulu. " (Ucap suter tersebut mulai mengecek data pasien.)
"Baik suster. " (Ucap Diva terlihat begitu cemas.)
__ADS_1
Sela hanya diam memperhatikan Diva yang terlihat begitu cemas, bagaimana tidak, bagi Diva ibu Tania adalah ibunya juga.
"Ada mbak pasien yang bernama ibu Maryam sekarang sedang berada di ruang UGD. " (Ucap suster itu kepada Diva.)
"Baik Terima kasih sus." (Ucap Diva menarik tangan Sela pergi ke ruang UGD.)
dari kejauhan terlihat Tania yang sedang duduk dengan menundukkan kepala nya ke lutut.
"Tania! " (Pangil Diva sambil berlari kecil menghampiri Diva.)
"Diva? " (Ucap Tania terlihat lesu, dengan mata bengkak dan rambut panjang nya yang terlihat acak-acakan.)
"Tania apa yang terjadi dengan tante? "(Ucap Diva sambil memegang kedua pundak Tania dengan erat.)
" Ibu jatuh dari kursi roda nya, saat aku pergi mengambil minum di dapur. "(Ucap Tania memeluk Diva sambil menangis.)
" Astaga, sekarang bagaimana keadaan nya? "(Tanya Diva sambil menangis memeluk Tania.)
" Aku tidak tau, sekarang dokter masih menangani nya. "(Ucap Tania melepas pelukan nya.)
" Tenang lah, aku yakin ibu mu akan baik-baik saja. "(Ucap Diva merapikan rambut Tania yang berantakan.)
" Dari mana kau mengetahui aku ada di sini? "(Tanya Tania heran.)
" Tadi aku kerumah mu, karena kau tidak ke kantor, aku pikir terjadi apa-apa, saat aku ke sana rumah mu kosong dan untung saja bi Maryam memberi tahu ku, bahwa kau membawa ibu mu kerumah sakit. "(Jelas Diva panjang lebar.)
Sela hanya menganguk perkataan Tania.
Di sisi lain.
" Sudah sampai. "(Ucap Aziel memberhentikan mobil nya di sebuah restoran sederhana.)
" Woahhh, ini restoran favorit ku! "(Ucap Luna terbelalak.)
" Apa kau suka? "(Tanya Aziel kepada Luna.)
" Tentu saja aku sangat suka. "(Ucap Luna tersenyum bahagia.)
" Kalau begitu, ayo kita masuk. "(Ucap Aziel menarik tangan Luna.)
Sungguh Aziel sudah seperti orang yang tidak punya perasaan, sementara papa nya sakit, ia malah bersenang-senang dengan Luna.
Luna dan Aziel pun masuk kedalam restoran tersebut.
__ADS_1
" Silahkan pesan sesuka mu. "(Ucap Aziel memegang tangan Luna.)
" Benar kah, Kalau begitu aku ingin makan semua makanan kesukaan ku. "(Ucap Luna manja.)
" Baik lah, aku akan memesan nya, tunggu lah di sini sebentar. "(Ucap Aziel berlalu pergi.)
" Okey. "(Ucap kuna singkat.)
" Huh, aku tidak menyangka jika sampai saat ini Aziel masih saja mengingat segala hal tentang ku. "(Ucap Luna merasa dirinya nomer satu.)
Di sisi lain
Satu jam berlalu, kini dokter yang merawat ibu Tania pun keluar.
" Dokter, bagaimana keadaan ibu ku? "(Tanya Tania tidak sabar.)
" Begini, akibat benturan yang sangat keras di kepala nya ibu anda mengalami pendarahan yang cukup banyak, di perlukan donor darah untuk ibu anda, jika tidak nyawa nya akan menjadi taruhan. "(Ucap dokter menjelaskan.)
Deg ... seketika dada Tania terasa begitu sakit, ia begitu takut kehilangan ibu nya, karena cuma ibu nya lah angota keluarga yang ia punya saat ini.
" Lalu, lalu saya harus bagaimana dok? "(Tanya Tania dengan air mata yang bercucuran.)
" Kebetulan stok darah di rumah sakit sedang habis, saya harap secepatnya kalian bisa mecari pendonor. "(Ucap dokter kepada Tania.)
" Dok, kalau boleh tau, apa goloy darah ibu nya Tania? "(Tanya Diva kepada dokter.)
" Golongan darah nya termasuk langka, yaitu AB-. "(Ucap dokter kepada Diva.)
" Astaga, hikss bagaimana ini? "(Tanya Tania memegang tangan Diva.)
" Tania, bukan kah kau anak nya, apa golongan darah mu berbeda? "(Ucap Sela.)
"Golongan darah ku sama seperti ayah ku. " (Ucap Tania lemah.)
"Tania tenang lah. " (Ucap Diva merangkul Tania ke dada nya.)
"Dokter, brapa lama waktu kami untuk mencari donor darah? " (Ucap Sela tegas.)
"Dua jam, jika dalam waktu itu pendonor tidak ada, maka kami hanya bisa pasrah. " (Ucap dokter kepada Sela.)
"Baik lah, dok kami akan berusaha. " (Ucap Sela.)
"Baik, kalau begitu saya tingal dulu. " (Ucap dokter berlalu pergi.)
__ADS_1
"Kakak ipar, tunggu lah di sini bersama Tania, aku akan mencari David untuk membantu ku menemukan darah yang cocok untuk ibu nya Tania, tetapi sebelum itu aku akan melihat mama terlebih dahulu. " (Ucap Sela dan berlalu pergi meninggalkan Diva dan Tania.)
Bersambung ....