Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Kembalinya Ingatan


__ADS_3

Tiga bulan tlah berlalu, hari ini adalah acara syukuran 4 bulan kehamilan Mitha. Semua orang menyambut acara ini dengan suka cita dan rasa syukur. Acara di laksanakan dengan mengundang anak yatim piatu juga sehingga menambah meriah.



Karena badannya yang slim, perut Mita sudah terlihatmenonjol meski di usia kehamilan 4 bulan. Setelah acara selesai Mitha menyempatkan diri mengambil foto dirinya di cermin yang nampak anggun da menawan menggunakan gaun seperti princess.


" Cantik banget sayang " Ucap Prad yang memeluk Mitha dari belakang lalu mengusap perutnya lembut.


" Makasih mas. Udah pada bubarkan ya ? Mending manndi dulu mas " Mitha melepaskan diri dari pelukan Pras lalu mengambilkan handuk dan menyimpannya di pundak Pras.


" Kenapa sih yang ? Kaya yang ngejauhin aku banget, gak mau aku sentuh sentuh. "


" Ah enggak juga mas, nanti pelukannya kalo kamu udah mandi aja " Jawab Mitha yang langsung di iyakan Pras.


Selamaa beberapa bulan ini Mitha memang berusaha menghindar dan menolak setiap psychal touching antara mereka dengan cara halus. Bahkan semenjak tau dirinya hamil, Mitha enggan melayani kebutuhan biologis Pras. Untungnya Pras menngerti karena mungkin bawaan bayi.


Pras keluar dari walk in closet, sudah menggunakan pakaian lengkap. Hari sudah mulai gelap, mitha pun sudah menghilang dari kamar yang Pras tebak pasti sedang mennyiapkan makan malam.


" Mommy mau telol " Ucap El lucu.


" Boleh sayang "


" Dede mau telol kaya abang ? " Tanya El pada perut Mitha sambil menunjuk nunjuk.


" Momy bikin telol 2 buat El sama ade " Tambah balits itu gemas.


" Siap abang El, perhatian banget ya sama dede bayi "


" Halo udah pada siap aja daddy di tinggal " Pras memberi raut sedih pada El.


" Sini daddy jangan sedih nanti El kasih telol buat daddy juga " El memeluk Pras yang berhasil membuatgelak tawa di meja makan itu.


Mereka menyelesaikan makan malam dan bercengkrama sejenak di ruang keluarga sampai waktu menunjukkan pukul 9. Saatnya El tidur, Mitha membawa El dalam pelukannya sedang Pras menyiapkan dot susu untuk El. El yang sudah terbiasa sendiri hanya di biarkan menyusu terlebih dulu lalu di tinggalkan sampai dirinya tertidur.

__ADS_1


Pras menghampiri Mitha yang sedang menata rambutnya di cermin.


" Bolehkan aku peluk ? " Tanya Pras yang raut wajahnya nampak memohon terlihat dari pantulan cermin.


Mitha berbalik mengalungksn tangannya di leher Pras lalu berinisiatif memeluk Pras duluan.


" Maaf ya mas, gak seharusnya aku kaya gini bagaimanapun keadaannya " Mitha mengusap punggung Pras.


" Aku milik kamu, kamu seharusnya berhak atas apapun yang ada dalam diri aku mas. Akunya aja yang egois mikirin perasaan aku sendiri. " Mitha menguatkan hatinya untuk ikhlas menerima keadaan.


" Makasih ya yang " Pras membalas pelukan Mitha, menciumi pundak dan pipi Mitha.


Tiap tiap merasakan kehangatan dan kedekatan ini Pras pasti merasa terkena sengatan listrik, apalagi sudah 3 bulan dirinya tak mendapatkan pelepasan.


" I want you baby " Bisik Pras.


Mitha menatap Pras dengan senyum hangat lalu menngangguk pasrah.


Dirinya tak bisa banyak beralasan lagi, kondisi fisiknya sudah sangat sehat dan Mitha pun khawatir suaminya akan pergi pada wanita lain setelah berbulan bulan dirinya tak memberikan Pras apa yang menjadi haknya.


" Mas .. " Mitha menahan pinggang Pras yang hampir menenggelamkan miliknya disana.


" Kenapa ? Kamu masih belum siap ? " Tanya Pras pasrah.


" Gak papa mas lanjutin aja " Mitha memeluk Pras erat, matanya berkabut terhalang air mata yang di tahan.


Kenapa begitu berat melakukannya, melakukan hal yang bahkan sudah biasa bagi mereka sebelumnya. Seakan tak ikhlas, jika Pras kini sedang menikmati pergulatannya beda halnya dengan Mitha yang menguatkan hati semampunya.


Mitha membuka matanya sedang Pras masih nyenyak, dirinya menatap langit langit kamar. Ada yang aneh dalam kepalanya rasanya, pusing berputar tak nyaman. Ingatan ingatan yang bagai potongan klip itu perlahan terbersit dalam kepala Mitha. Masih acak dalam ingatannya namun mulai nampak jelas. Mitha menangis sesenggukan.


" Kenapa yang ? " Tanya Pras panik begitu melihat istrinya menangis sambil memegangi kepalanya.


" Ini salah ini pasti salah " Ucap Mitha histeris.

__ADS_1


" Hey Mitha " Pras segera memeluk Mitha.


Perasaan Pras sudah tak enak, kemungkinan besar Mitha sudah bisa mengingat masa lalunya. Pras mulai mempersiapkan diri akan mendapatkan kebencian yang besar dari Mitha.


" Maaf Mit maaf " Padahal Mitha tak meminta penjelasan atau apapun, tapi Pras mengatakan nya begitu saja.


" Aku gak mau kamu terluka dengan kenyataan di masa lalu. Apapun yang kamu inget biarlah itu di masa lalu " Pras menangis merasa bersalah.


" Kenapa mas ? Kenapa kamu nutupin semua dari aku " Mitha terisak dalam pelukan Pras.


" Maaf .. "


" Lepasin mas, aku butuh waktu sendiri. Aku mohon " Mitha melepaskan pelukan Pras.


Berat namun Pras terima, dirinya pun bangkit lalu menjauhi Mitha. Pras memilih pergi kr balkon sedang Mitha masih menangis sesenggukan, ingatannya kembali setelah sekian lama semua nampak buram dalam pikirannya. Perkara apa yang membuat hatinya begitu sakit pun teringat kembali. Pras lah penyebab dirinya sakit sekian lama, melalui beberaps kali tindak operasi, menjalani puluhan terapi agar bisa berjalan normal lagi. Dan Pras berlaku seolah tak ada kejadian separah itu yang terjadi sebelumnya.


Sakit ..


Setelah beberapa jam puas menangis, Mitha pun tertidur mungkin lelah. Melihat istrinya tertidur, Pras kembali dan duduk di tepi ranjang. Di pandanginya wajah Mitha yang sembap, sudut matanya masih mengeluarkan air meski dalam keadasn tertutup. Pras tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya hingga bahkan dalam tidurnya Mitha masih menangis.


" Maaf sayang maaf " Pras mengusap rambut Mitha penuh kasih sayang.


Pras mengecup kening Mitha lalu mendekap tubuhnya dan ikut terlelap karena jam pun masih dini hari.


Pagi harinya Pras terbangun dengan Mitha yang sudaj tak ada di sampingnya, Pras mencari ke seisi kamar namun tak di temukannya. Dengan segera Pras keluar untuk memastikan istrinya tak pergi, syukurlah hatinya nampak lega. Apa yang di takutkan tak terjadi, Mitha ada di bawah sana, menemani putra mereka untuk sarapan.


" Mau makan sekarang mas ? " Tanya Mitha, bersikap manis di depan keluarga mereka seolah tak ada keributan sebelumnya.


" Iya " Jawab Pras heran.


Dengan telaten Mitha menyiapkan sarapan untuk Pras, dihidangkan nya di meja. Mereka menyantap sarapan dengan tenang.


" Mit .. " Panggil Pras saat Mitha berada di taman menemani El bermain.

__ADS_1


" Masalah kita cukup berada di kamar kita, apapun itu saat sudah di luar kita simpan dan anggap semua baik baik aja " Ucap Mitha seolah mengerti apa yang ingin Pras tanyakan.


__ADS_2