Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #93


__ADS_3

Diva, Dimas Abel dan Alfa pun masuk kedalam mobil untuk segera menuju ke toko kembang api.


Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di toko kembang api yang begitu luas dan besar.


"Diva, kau masuk duluan bersama anak-anak ya, aku akan memarkirkan mobil. " (Ucap Dimas kepada Diva.)


"Oke, anak-anak ayo turun. " (Ucap Diva turun dari mobil Dimas.)


"Oke momy. " (Ucap Abel dan Alfa turun bersamaan.)


Sementara itu tidak jauh dari sana.


Sopir Aziel juga memberhentikan mobil nya tidak jauh dari tepat parkiran di toko tersebut.


Tampa sengaja Aziel menoleh ke arah kiri parkiran, ia melihat mobil Dimas yang baru saja mengisi parkiran bagian kiri tersebut.


"Dimas? Mau apa dia kesini? " (Batin Aziel tiba-tiba teringat kedua anak kecil yang tadi siang ia temui di makam.)


Rasa penasaran pun tumbuh di benak Aziel, ia pun berniat untuk menemui Dimas.


"Reza, kau masuk lah dulu bersama paman sopir ya, om ada urusan sebentar. " (Ucap Aziel keluar dari mobil nya.)


"Baik lah. " (Ucap Reza singkat.)


"Den Reza, tunggu di pintu masuk ya, paman akan memarkirkan mobil ini dulu. " (Ucap sopir Aziel tersebut.)


"Baik lah paman. " (Ucap Reza turun dari mobil kemudian berjalan ke pintu masuk toko.)


Karena tidak tahan dengan pesona begitu banyak kembang api Reza pun memutuskan untuk masuk duluan dan memilih beberapa kembang api yang dia ingin kan.


Brak..(Tampa sengaja Reza menabrak seorang laki-laki yang saat itu juga memilih kembang api. )


"Eh anak kecil kalau jalan pakai mata. " (Ucap orang itu marah.)


"Maaf paman aku tidak sengaja. " (Ucap Reza takut.)


"Maaf-maaf, kau kira aku ini dengan begitu mudah memaafkan mu! " (Ucap orang itu semakin marah.)


"Momy lihat di sana. " (Ucap Abel yang tengah asik memilih kembang api.)


"Iya seperti nya orang itu bukan lah orang baik. " (Ucap Alfa.)


"Sayang, ayo kita bantu anak kecil itu. " (Ajak diva memegang kedua tangan anak nya.)


"Hey, orang jahat, kau bilang tadi kalau jalan harus pakai mata ya? Lalu kenapa aku melihat mu berjalan mengunakan kaki? " (Ucap Alfa memasukkan tangan ke saku nya tampa rasa takut.)


Orang itu termasuk Reza pun menoleh.


"Siapa kau? Anak kecil suka ikut campur. " (Ucap orang jahat tersebut.)

__ADS_1


"Hey, pak maaf bisa kah kau berbicara lebih sopan kepada anak-anak? " (Ucap Diva kesal.)


"Apa hakim mu memerintah ku? " (Tanya orang itu kesal.)


Karena mendengar suara ricuh security di toko tersebut pun masuk dan melihat.


"Ada apa ini? " (Ucap security tersebut.)


"Maaf Pak, orang ini begitu kasar kepada anak-anak. " (Ucap Diva menunjuk orang tersebut.)


"Maaf Pak, silakan anda keluar dari sini. " (Ucap security tersebut menarik tangan orang itu.)


Meskipun kesal orang itu akhirnya keluar dari toko tersebut.


"Hey kau, kenapa kau kemari tampa pengawasan orang tua? " (Tanya Alfa mendekati Reza.)


"Em, aku kemari bersama om. dan sopir ku tetapi mereka sedang ada urusan dan menyuruh ku untuk menunggu di sini. " (Ucap Reza menatap Diva.)


"Kenapa kau menatap momy ku seperti itu? " (Ucap Abel heran.)


"Ah, tidak ada momy mu sangat cantik seperti bidadari. " (Ucap Reza tersenyum.)


"Terima kasih sayang, kalau begitu ikut lah dengan kami sambil menunggu orang om mu kesini. " (Ucap Diva mengelus rambut Reza.)


"Mengapa tante ini begitu mirip dengan foto yang ada di ponsel mama ya? " (Batin Reza.)


"Siapa nama mu mengapa kau, melamun? " (Tanya Alfa membuyarkan lamunan Reza.)


"Woah nama yang bagus, aku Alfa dan ini adik ku Abel. " (Ucap Alfa menyanbut uluran tangan Reza.)


"Adik mu? Tetapi mengapa kalian seperti seumuran? " (Tanya Reza bingung.)


"Hahaha, tentu saja, karena dia kembaran ku. " (Ucap Abel tertawa renyah.)


"Kalian kembar? Woah menakjubkan. " (Ucap Reza ikut tertawa.)


Smentara Diva hanya diam dan tersenyum menyaksikan tiga orang bocah yang baru saja bertemu itu tetapi sudah terlihat begitu akrab.


Sementara itu di sisi lain


"Dimas! Buka pintu nya. " (Ucap Aziel mengebor kaca mobil Dimas.)


Dimas yang mengenali itu Aziel pun langsung panik karena ia takut jika Diva bertemu dengan Aziel ia tidak sampai hati melihat Diva harus menangis lagi.


"Dimas apa yang kau lakukan ayo cepat keluar ada yang ingin aku bicarakan padamu. " (Ucap Aziel.)


Perlahan Dimas mengambil ponsel nya dan mengirimkan sebuah pesan kepada Diva.


Drt.. drt..(Getar ponsel Diva menandakan ada pesan masuk.)

__ADS_1


Isi pesan


(Aziel ada di sini, cepat bawa anak-anak menjauh.)


Tangan Diva pun menjadi gemetar dengan cepat ia kemabali memasukkan ponsel nya ke dalam tas.


"Abel, Alfa ayo kita pergi dari sini. " (Ucap Diva menarik tangan Abel dan Alfa yang tengah asik bermain dengan Reza.)


"Momy, ada apa? Kita bahkan belum membeli kembang api. " (Ucap Abel bingung.)


"Sayang, kita beli kembang api di toko lain saja ya. " (Ucap Diva menarik tangan Abel dan Alfa.)


"Tapi momy. " (Ucap Alfa melirik Reza.)


"Sudah sayang ayo cepat. " (Ajak Diva panik.)


"Abel, Alfa! " (Teriak Reza ingin mengejar.)


"Den Reza. "(Pangil sangat sopir memegang tangan Reza.)


" Paman sopir. "(Ucap Reza.)


" Den, paman mencari den Reza begitu lama, kenapa den Reza ada di sini. "(Ucap sopir tersebut.)


" Paman jangan tanya kan itu lagi aku mau mengejar mere.. "(Ucap Reza terpotong.)


" Siapa den? "(Tanya pak sopir.)


" Yah, tuh kan gara-gara paman mereka jadi hilang. "(Ucap Reza kesal.)


" Iya siapa mereka yang den maksud itu den? "(tanya pak sopir kebingungan.)


" Teman-teman baru ku. "(Ucap Reza memanyun kan bibir nya.)


" Sudah kah den lain kali kita cari mereka ya, sekarang pilih kembang api atau nanti tuan muda akan marah. "(Ucap pak sopir menakut-nakuti Reza.)


"Aish, baik lah. " (Ucap Reza kesal.)


Sementara itu di sisi lain.


Ada apa? "(Ucap Dimas turun dari mobil.)


Beberapa tahun ini hubungan antara Dimas dan Aziel semakin jauh, karena Aziel yang selalu curiga dengan Dimas yang mengetahui keberadaan Diva.


" Dimas, katakan di mana Diva? "(Ucap Aziel memegang kerahasiaan baju Dimas.)


" Aziel cukup! Berhenti lah menuduh ku seperti itu. "(Ucap Dimas membenarkan baju nya.)


" Dari dulu, aku sudah curiga jika kau lah laki-laki yang pergi bersama Diva. "(Ucap Aziel dengan mata yang memerah.)

__ADS_1


Memang sejak Dimas kembali Aziel selalu datang menemui Dimas di rumah sakit dan menyelidiki Dimas, tetapi ia tidak pernah menemukan bukri apa pun tentang Dimas yang membawa Diva pergi karena Dimas tak kalah pintar nya.


Bersambung ....


__ADS_2