
"Woah daebak, kamar ini sangat rapi sejak dulu tidak ada yang berubah. " (Ucap Luna melirik sekeliling kamar.)
"Aku senang kau suka, dan sekarang mandi lah tubuh mu sangat bau dan lengket. " (Ucap Aziel mengoda Luna.)
"Benar sekali, aku sama sekali belum mandi sejak kita tiba tadi siang." (Ucap Luna berlalu ke kamar mandi Aziel.)
"Makanya sekarang kau mandi, setelah itu giliran ku." (Ucap Aziel duduk di tepi ranjang sambil mecopot sepatu nya.)
Sementara itu di kamar Sela.
"Eoh, aku lupa jika Miky ada di ka. are Aziel. " (Ucap Diva bergegas bangun dari rebahan nya.)
"Kakak ipar, mau kemana? " (Tanya Sela yang masih belum terlalu lelap.)
"Menjemput Miky di kamar Aziel. " (Ucap Diva bergegas ingin keluar.)
"Aku temani. " (Jawab Sela berjalan turun dari kasur nya.)
"Baik kah, ayo cepat. " (Ucap Diva membuka pintu kamar Aziel.)
Sementara itu Luna sedang melirik gosok gigi berwarna hijau muda yang berada di kamar Aziel.
"Punya siapa ini? Bukan kah Aziel tidak suka warna hijau? Biasanya dia selalu mengunakan warna putih." (Ucap Luna memegang sikat gigi tersebut.)
Karena penasaran Luna memutuskan untuk keluar mengunakan handuk keluar dari kamar nya untuk bertanya tentang sikat gigi.
"Aziel, ini milik siapa? " (Tanya Luna menujukan sikat gigi yang ia pegang.)
Belum sempat Aziel menjawab, pintu kama terbuka dan terlihat lah Sela dan juga Diva.
"Eoh, jadi kalian tidur bersama? Dan apa yang sedang kalian lakukan. " Tukas Sela menujuk Luna.)
Sementara Diva hanya diam menahan rasa cemburu nya.
"Diva, Sela, mengapa kalian tidak mengetuk pintu dahulu? " (Tanya Aziel.)
"Maaf kami lupa. "(Ucap Diva singkat.)
" Dan mau apa kalian kesini? "Tanya Aziel kembali.)
Seketika mata Diva melirik sikat gigi yang di pegang Luna.
" Ini milik ku. "(Rampas Diva dari Tangan Luna.)
" Ah, maaf. "(Ucap Luna menunduk.)
" Diva, bisa kah kau meminta nya baik- baik? "(Ucap Aziel.)
" Huh, maaf. "(Ucap Diva singkat.)
__ADS_1
" Ya sudah, sekarang bisa kah kalian keluar dari kamar ku? "(Tanya Aziel menatap Diva dan sekarang bergantian.)
Di saat itu juga Mixy bangun dari tidur nya dan berjalan menghampiri Diva melewati Luna.
" Eoh, lucu sekali." (ucap Luna ingin mengambil Mixy.)
"Jangan sentuh dia. " (Ucap Diva lantang.)
"Ah, maaf aku tidak tau jika dia milik mu. " (Ucap Luna.)
"Sela bawa Mixy, dia pasti merasa gerah di sini. " (Ucap Diva ingin berlalu dari kamar Aziel.)
"Diva tunggu! " (Ucap Aziel yang berhasil membuat langkah kaki Diva terhenti.)
"Ada apa? " (Tanya Diva.)
"Begini, aku belum sempat membelikan pakaian untuk Luna jadi aku mohon agar kau bersedia meminjamkan baju mu untuk nya. " (Ucap Aziel.)
"Apa? Yang benar saja? " (Ucap Sela emosi.)
"Sela sayang, jangan seperti itu, oh iya tentu saja aku akan meminjamkan baju untuk nya. sebaiknya kau mandi dulu nanti aku akan mengantar kan baju ganti mu. " (Ucap Diva tersenyum miring dan menarik Sela keluar dari kamar Aziel.)
"Ah, terima kasih banyak. " (Ucap Luna merasa menang.)
Sementara itu di kamar Sela.
"Kakak ipar apa yang kau lakukan tadi? Mengapa kau setuju meminjamkan dress mu untuk nya. " (Ocehan Sela tidak terima.)
"Astaga, lalu apa rencana mu? " (Tanya Sela yang mulai penasaran.)
"Ini." (Ucap Diva mengeluarkan botol kecil berisi bubuk.)
Entah dari mana Diva mendapatkan bubuk itu yang jelas bubuk itu bisa membuat orang menjadi gatal.
"Apa itu? " (Tanya Sela sambil melepas Mixy ke bawah.)
"Ini adalah bubuk yang bisa membuat gatal pada kulit. " (Ucap Diva tersenyum jahil.)
"Okey sekarang aku paham, kau akan menaburi bubuk ikut di baju yang akan kau berikan ke pada wanita bodoh itu? " (Tanya Sela menahan tawa nya.)
Sungguh mereka begitu berniat untuk membuat Luna tidak bisa tidur.
"Kau sangat pintar, sekarang ambil dress merah muda di dalam koper ku. " (Printah Diva kepada Sela.)
"Sip boss. " (Ucap Sela melakukan apa yang di perintah kan oleh Diva.)
Beberapa menit kemudian Diva dan Sela kambali datang ke kamar Aziel, mengantar kan dress untuk di pakai oleh Luna.
Tok ... tok ... tok.
__ADS_1
Suara ketukan di luar pintu kamar Aziel.
"Masuk! " (Ucap Aziel sambil duduk memainkan laptop nya dan bersandar di ranjang.)
"Ini dress nya. " (Ucap Diva datar.)
"Taroh di situ. " (Ucap Aziel tampa menoleh.)
"Baik lah, kalau begitu kami permisi. " (Ucap Diva yang menahan sakit di hati nya karena Aziel sama sekali sudah tidak peduli dengan nya.)
Sela dan Diva pun kembali ke kamar.
Sementara itu Luna baru saja selesai mandi.
"Ziel, apa Diva sudah memberikan dress nya. " (Tanya Luna ke luar dari kamar mandi.)
"Sudah sayang. " (Ucap Aziel menutup laptop nya.)
"Ouh iya, apakah aku boleh bertanya? " (Ucap Luna yang masih memakai handuk mandi.)
"Silakan saja. " (Ucap Aziel menatap Luna.)
"Mengapa sikat gigi Diva bisa ada di kamar mandi mu? " (Ucap Luna merasa curiga.)
"Ah, em ... itu ... ouh iya aku lupa kemarin wastafel di kamar mandi Diva rusak jadi dia menumpang mandi di kamar ku saat aku di kantor. " (Ucap Aziel gugup.)
"Benar kah? Apa kau tidak ada menyembunyikan apapun kepada ku? " (Tanya Luna menatap Aziel.)
"Sudah lah, sekarang kenakan baju mu, atau kau akan masuk angin? Atau kau ingin aku yang memakai kan nya kepada mu? " (Tanya Aziel menatap nakal ke arah Luna.)
"Aish, jangan macam-macam, aku sangat lelah. " (Ucap Luna sambil mengenakan pakaian nya di depan Aziel.)
Aziel menatap lekuk tubuh Luna yang sedari dulu tidak pernah berubah masih saja begitu mulus dan cantik. Akan tetapi tubuh Diva jauh lebih bagus dari Luna.
"Malam ini adalah malam pertama aku tidur bersama mu, setelah tiga tahun aku kehilangan mu, apa kau tidak ingin memberikan ku sesuatu sebagai hadiah? " (Ucap Aziel berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah Luna.)
"Humm, memang nya kau mau apa sebagai hadiah? " (Ucap Luna baru saja selesai mengenakan dress nya.)
"Apa saja. " (Ucap Aziel memeluk Luna dari belakang.)
"Aish, kau nakal sekali. " (Ucap kuna membalikkan badan nya dan mengalungkan tangan ke leher Aziel.)
Sungguh hati Aziel sudah di butakan oleh Luna.
Perlahan Aziel mencoba mendekatkan bibir nya ke bibir Luna.
Hampir saja mereka berciuman, tetapi bubuk gatal yang di taburi Diva di dres tersebut lebih cepat bereaksi.
"Ah, gatal sekali. " (Ucap Luna melepaskan pelukan Aziel.)
__ADS_1
Bersambung ....
Hay, terima kasih, jangan lupa: Like, komen, hadiah, follow dan fote ya. 💓