Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #58


__ADS_3

Dimas dan Diva pun kembali ke mobil, baru saja mereka ingin membuka pintu mobil, Diva di kejutkan dengan suara seseorang yang memangil nya, suara itu terdengar tidak asing di telinga Diva.


"Kakak ipar! " (Ucap Sela berlari kecil menghampiri Diva.)


"Sela? David, apa yang kalian lakukan di sini?" (Ucap Diva melirik Sela dan David bergantian.)


Sela tidak menjawab apapun kecuali memeluk erat Diva sambil menangis.


"Sela, katakan apa yang terhadi? Mengapa kau menangis? " (Ucap Diva bingung.)


"Nona muda, Sela mencari nona seharian sampai ia tidak makan. " (Ucap David mewakili Sela yang tidak bicara sama sekali kecuali terus menangis.)


Sebegitu sayang nya kah Sela kepada Diva sehingga ia tidak mau Sela berpisah dengan kakak sepupu nya.


"Sela, tenang kan dirimu apa yang membuat mu menangis sampai sebegitu nya? " (Tanya Diva bingung.)


Sela melepas pelukan nya dari Diva lalu mengatap lekat Diva.


"Kakak ipar, Aziel, dia bilang kalian akan berpisah? " (ucap Sela menangis memegang tangan Diva.)


"Itu benar Sela, dengar kan aku, di antara aku dan Aziel memang tidak ada cinta sudah seharusnya kami berpisah, tetapi jika aku berpisah dengan nya bukan berarti aku melupakan mu, bibi, dan papa. " (Ucap Diva menahan air mata nya sambil memegang pipi Sela.)


"Tetapi aku tidak ingin kak Ziel menikah dengan wanita ular itu. " (Ucap Sela.)


Diva terdiam, ia bingung harus menceritakan apa yang terjadi tadi atau tidak kepada Sela dan David.


"Kakak ipar, cerita kan apa yang sebenarnya terjadi mengapa kalian tiba-tiba ingin berpisah? " (Ucap Sela bingung.)


"Seperti yang aku katakan, kami tidak lah saling mencintai. " (Ucap Diva berbohong.)


"Kakak ipar kau bohong, katakan pada ku jika kau mencintai kak Ziel, ayo katakan! " (Ucap Sela menguncang tubuh Diva.)


"Sela sudah lah. " (Ucap David memegang bahu Sela.)


"Maaf kan aku Sela, ini keinginan Aziel biar pun aku mengatakan aku mencintai nya, tetapi kami tidak akan pernah bersatu karena Aziel memiliki cinta sejati nya. " (Ucap Diva menundukkan kepala nya.)


"Tetapi aku bisa membantu kakak ipar untuk menyadarkan Aziel, aku mohon jangan menyetujui permintaan nya ku mohon. " (Ucap Sela terus menangis.)

__ADS_1


"Sela sayang, dewasa lah, maka kau akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi. " (Ucap Diva memeluk Sela.)


Sungguh sebenarnya Diva tidak tega melihat Sela menangis dan memohon seperti itu kepada nya.


"Hiksss, lalu bagaimana dengan Om Baylor? " (Ucap Sela menatap Diva.)


"Jaga papa baik-baik, dengar kan aku, nanti malam papa akan di bawa pulang untuk di rawat di rumah, dan besok pagi aku akan pergi dari mansion Buana. Aku mohon jangan menghalangi ku, kau bisa datang kerumah ku jika kau merindukan ku dan ingat lah kita masik akan bertemu setiap hari di kantor kita hanya pisah rumah bukan pisah segala nya. "(Jelas Diva agar Sela tidak terus terpuruk.)


" Hiksss, tetapi jika kakak ipar tidak ada di rumah bagaimana dengan aku? Apakah aku harus menghadapi wanita jahat itu sendirian? "(Ucap Sela menunduk menahan kesedihan nya.)


Dimas dan David yang menyaksikan hal itu ikut sedih dengan apa yang di alami Diva.


" Kan masih ada bibi, dan juga aku akan sering mengunjungi papa. "(Ucap Diva tersenyum.)


" Benar kah? "(Ucap Sela menghapus air matanya.)


" Iya, berpisah dengan Aziel, bukan berarti aku berpisah dengan kalian karena aku telah mengangap kalian keluarga ku. "(Ucap Diva tersenyum sambil meneteskan air mata nya.)


" Kalau begitu, jangan menangis lagi. "(Ucap Sela.)


" Nona muda, suatu saat akan ada penyesalan bagi tuan muda karena telah menyia nyiakan wanita sesempurna nona muda. "(Ucap David membuat wajah sedih.)


" Ah, sudah lah sekarang sudah pukul 06.20 lebih baik sekarang kita pulang dan menunggu papa di rumah. "(Ucap Diva kepada Sela.)


" Baik lah kalau begitu kakak ipar ikut aku dan David. "(Ucap Sela tampa melepaskan tangan Diva.)


Diva melirik Dimas.


" Pergilah. "(Ucap Dimas tersenyum.)


" Terima kasih. "(Ucap Diva mengikuti Sela.)


" Dokter Dimas, saya permisi. "(Ucap David berjalan di belakang Diva dan Sela.)


" Iya, Berhati-hatilah. "(Ucap Dimas lalu masuk ke mobil nya.)


David pun mengantarkan Diva dan juga Sela pulang ke mansion.

__ADS_1


Di sisi lain


" Mah, aku pulang. "(Ucap Brian yang baru saja pulang dari kantor nya.)


" Hahaha, Brian kemari lah. "(Ucap mama Gita yang duduk di sofa sambil menonton televisi.)


" Ada apa ma? Aku sangat lelah. "(Ucap Brian menghampiri sang mama.)


" Lihat bukan kah itu Tara? Sekarang dia tingal di rumah sakit jiwa. "(Ucap mama Gita sambil tertawa renyah.)


" Benar kah? Apa karena kejadian di perkosa itu dia sampai menjadi gila dan di masukan ke rumah sakit jiwa? "(Ucap Brian duduk di sebelah mama nya.)


" Iya tentu saja, mungkin ini balasan yang setimpal dengan apa yang telah ia perbuat kepada Diva. "(Ucap mama Gita.)


Seketika Brian terdiam tampa menjawab sepatah kata pun dari mama nya.


" Brian, ada apa dengan mu? "(Tanya mama Gita bingung.)


" Tidak, jika bicara soal kesalahan aku lebih banyak kesalahan kepada Diva ma. "(Ucap Brian mulai menyesali perbuatannya.)


" Mama sudah bilang, kenapa kau tidak mencoba menemuinya lagi dan minta maaf padanya siapa tau kau bisa kembali bersama dengan nya. "(Ucap mama Gita.)


" Mama benar, tetapi ku rasa itu tidak mungkin karena Diva sekarang adalah istri dari Aziel Buana dan Diva juga adalah pemilik grup Afkar, Diva yang sekarang bukan yang dulu lagi mah aku merasa malu. "(Ucap Brian mengusap kasar wajah nya sambil menghela nafas.)


" Brian mama tau apa yang kau rasakan sekarang, kau sangat menyesal, tetapi jika kau tidak mencoba nya makan kau tidak akan tau bagaimana hasil nya. "(Ucap mama Gita bersikeras.)


" Huh, baik lah besok aku akan mencoba menemui Diva di kantor nya, itupun jika ia ingin bertemu dengan ku. "(Ucap Brian tidak yakin.)


" Mama tidak mau tau, pokoknya kau harus kembali mendapatkan Diva, dia itu menantu yang mama ingin kan Brian. "(Ucap Gita kesal.)


" Iya-iya sekarang biar kan aku istirahat. "(Ucap Brian berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju kamar.)


Sementara itu di sisi lain Maya sedang mengamuk dan melemparkan semua Barang-barang yang berada di dekat nya.


" Arghhh, mereka jahat mereka telah brani memasukkan putri ku tara satu satunya kedalam rumah sakit jiwa! Aku tidak Terima lihat saja nanti bagaimana aku membalas mu Diva. "(Ucap Maya terus menjerit dan mengamuk.)


Begitu lah Maya yang tidak ada habisnya membuat masalah.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2