
Dan hal yang lebih mengejutkan lagi, Luna masih sering menghubungi Samuel saat ia berada di pulau terpencil itu.
Mereka sengaja menyusun rencana untuk Aziel, Samuel menyuruh Luna untuk tetap di pulau itu sampai Aziel menemukan nya, dan membawa nya pulang, karena Samuel tidak bisa keluar dari persembunyian nya untuk menyelamatkan Luna.
Kini Luna terlah berhasil kembali masuk kedalam keluarga Buana dan tujuan nya adalah, merebutnya semua harta Aziel. Tentu nya dengan bantuan Samuel, mungkin saat ini belum terlalu ganas siapa tau nanti, kehancuran Aziel bisa perlahan-lahan akan di mulai
Di sisi lain
Setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk segera kerumah sakit.
"Maaf kan aku, lain kaki kita akan jalan-jalan lagi. " (Ucap Aziel merasa bersalah kepada Luna.)
"Tidak apa-apa, papa lebih penting. " (Ucap Luna tersenyum palsu.)
Luna ber pura-pura peduli terhadap tuan Baylor, padahal ia sangat menginginkan tuan Baylor meninggal agar ia lebih mudah menjalankan semua rencana busuk nya itu.
Sementara itu di rumah sakit.
Terlihat Sela yang sedang mondar mandiri du depan pintu rumah sakit sambil memegang ponsel nya.
"Aduh, di mana David, mengapa dia belum juga tiba, waktu nya hanya tingal satu jam. " (Ucap Sela mulai panik.)
Tak lama kemudian terlihat mobil David yang memasuki ruang parkir rumah sakit.
"Nah itu dia. " (Ucap Sela merasa sedikit tenang.)
David oun bergegas keluar dari mobil nya dan menghampiri Sela..
"Sela, apa yang terjadi dengan tuan Baylor? " (Tanya David terlihat panik.)
"Om Baylor masih koma, tetapi ini bukan masalah om Baylor. " (Ujar Sela kepada David.)
"Lalu? " (Ucap David sedikit bingung.)
"Ini masalah ibu nya Tania yang membutuhkan donor darah. " (Ucap Sela menatap David.)
"Ibunya Tania? Apa yang terjadi? " (Tnya David masih tidak mengerti.)
"Begini, bukan kah kau tau Tania itu adalah sahabat kakak ipar, dan sekarang Ibu dari Tania itu mengalami kecelakaan dia jatuh dari kursi roda nya dan mengalami pendarahan di bagian kepada, aku tau golongan darah mu AB-. Dan aku mohon bantu lah dia, ini demi kakak ipar. " (Ucap Sela memohon bantuan David.)
__ADS_1
"Hey, ada apa dengan mu? Kau tidak perlu memohon seperti ini, aku akan melakukan apapun asal kau yang meminta nya. " (Ucap David memegang kedua pipi Sela sambil berbicara lembut.)
"Terima kasih. " (Ucap Sela memeluk David.)
Sebelumnya Sela hanya bilang jika ingin meminta bantuan kepada David tetapi tidak bilang jika darah David adalah AB- karena ia takut jika David tidak mau. Sela memegang tau semua tentang David.
"Ya, sudah kau bilang waktu nya tidak lama, sebaiknya sekarang kita menemui mereka. " (Ucap David mengekus pucuk rambut Sela.)
"Baik lah ayo! " (Ucap Sela berjalan sambil menarik tangan David.)
David hanya bisa tersenyum gemas melihat tingkah lucu kekasih nya itu.
Di sisi lain.
"Nyonya, saya sudah mendapat semuanya. " (Ucap Tara yang penuh kringat dan rambut acak-acakan sehabis mempersiapkan semua yang di ingin kan Gita.)
"Bagus, sekarang pergi lah, nanti ketika aku membutuhkan mu kau harus segera datang, dan dengar baik-baik, karena aku tidak punya cukup suara untuk di buang-buang dengan memangil mu, makan aku akan membunyikan lonceng ini dan ketika kau mendengar nya cepat lah datang, kau mengerti!" (Ucap Gita memperlihatkan loceng di depan mata Tara.)
Tara begitu kaget, ternyata mertua nya bukan hanya memperlakukan nya seperti pembantu tetapi juga seperti seekor anjing, ia ingat begitu lah cara ibu nya memperlakukan Diva dulu.
"Hey, mengapa kau diam? " (Ucap Gita melotot.)
"Hiksss, ternyata sakit sekali di perlakuan seperti ini, hiksss, aku harus cepat mendapatkan rekaman itu dan membalas dendam kepada wanita tua itu. " (Ucap Tara memukul meja makan dengan tangan nya.)
Tak lama kemudian para tamu-tamu arisan Gita pun tiba, itu terdiri dari beberapa ibu-ibu yang tentu nya ibu-ibu kelas atas.
"Hay jeng, selamat siang. " (Ucap beberapa ibu-ibu itu memasuki ruang tamu Gita yang luas.)
"Hay, kalian sudah datang, duduk lah, aku akan menyiapkan makanan dan minuman untuk kalian. " (Ucap Gita mempersilahkan tamu-tamu nya duduk.)
"Terima kasih jeng, gak usah repot-repot. " (Ucap salah satu ibu-ibu arisan tersebut.)
"Sama sekali tidak repot. " (Ucap Gita mengambil lonceng nya. )
Gita pun sengaja membunyikan lonceng itu dengan kuat agar Tara mendengar nya.
Tak lama kemudian Tara pun datang dengan berlari kecil ke ruang tamu.
"Woah jeng Gita memang daebak ya, cukup mengunakan loceng saja untuk memangil pembantu nya. " (Ucap Ibu arisan yang lain.)
__ADS_1
"Iya dong jeng karena jika memangil nya itu tenggorokan ku akan kering karena dia sedikit tuli. " (Ucap Gita blak-blakan.)
Semua teman Gita pun menjadi tertawa karena ucapan Gita.
Sungguh Tara merasa begitu malu dengan apa yang di lakukan mama mertuanya barusan, rasanya ia ingin menjerit dan memukul Gita tetapi itu tidak mungkin.
"Baik lah, sekarang siap kan semua makanan nya, ingat jangan sampai ada yang kurang. " (Ucap Gita kepada Tara.)
"Baik nyonya. " (Ucap Tara melakukan pertah Gita.)
Satu persatu makanan oun di bidang kan di meja luas rumah itu.
Sampai tiba-tiba salah seorang ibu arisan menanyakan tentang menantu Gita.
"Ouh iya jeng Gita, aku dengar putra mu Brian sudah menikah, maaf kami tidak bisa datang saat itu karena ada sedikit halangan. " (Ucap ibu-ibu itu.)
"Tidak masalah, bahkan aku sendiri juga tidak mendagri nya karena ada kerjaan mendadak di luar negri. " (Ucap Gita santai.)
"Yaampun apa anak mu tidak marah? " (Tanya ibu arisan yang lain.)
"Mana mungkin putra ku bisa marah, karena dia sangat mengerti aku. " (Ucap Gita meminum jus bya.)
"Kalau begitu di mana menantu mu? " (Tnya ibu arisan itu penasaran.)
Kebetulan sekali saat itu Tara sedang membawa napak kue ke situ jadi ia mendengar perkataan ibu-ibu arisan tersebut.
"Ah menantu ku tidak mau tingal bersama ku di sini, dia tingal di rumah ibu nya. " (Ucap Gita menatap tajam Tara.)
Sungguh rasanya hati Tara seperti terbakar api mendengar perkataan Gita barusan.
"Ouh begitu. " (Ucap ibu-ibu arisan tersebut.)
"Yasudah lupakan saja lebih baik kita makan dulu. " (Ucap Gita mengalihkan pembicaraan mereka.)
Hari ini Gita sangat puas membuat Tara tersiksa dan malu.
Semntara itu Gita sama sekali tidak tau jika Tara berusaha mencuri ponsel nya.
Bersambung ....
__ADS_1
Hay, terima kasih banyak jangan lupa like, komen dan fote biar aku makin semangat up