Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #103


__ADS_3

Call onn


"Hallo, siapa di sana? " (Tanya Diva menempelkan ponsel ketelinga nya.)


"Hahaha, kau tidak perlu tau, siapa aku, yang jelas dua anak mu bersama ku sekarang. " (Ucap orang di sebrang telfon tersebut.)


"Lepaskan mereka, apa yang kau inginkan dari mereka! " (Ucap Diva menangis.)


Smentara yang lain nya hanya menatap Diva dengan penuh harapan.


"Berikan ponsel mu padaku. " (Ucap Aziel mengulurkan tenagan nya.)


"Tidak! " (Ucap Diva keras kepala.)


"Diva berikan! " (Ucap Aziel kemudian merampas ponsel Diva.)


"Hallo, jika kalian benar menculik anaku, biar kan aku mendengar suara mereka. " (Ucap Aziel pintar.)


"Baik lah, kau tidak percaya. " (Ucap penculik itu mendekati Abel dan menarik rambut Abel.)


"Ahh, sakit hikss dady momy tolong Abel sakit. " (Rintih Abel kesakitan.)


"Bajingan, lepas kan anak-anak ku!"(Ucap Aziel dengan amarah yang meluap.)


" Aziel apa yang terjadi? "(Tanya Diva memegang tangan Aziel.)


Saat Diva mendekati Aziel saat itu lah Abel kembali berteriak hingga Diva begitu khawatir dan tangisan nya kian menjadi jadi.


" Apa yang kau inginkan bajingan? "Ucap Aziel sambil mendekap Diva di dada nya Diva mulai melemah.)


" Aku hanya ingin kau datang kemarin, bawa uang tebusan, makan aku tidak akan menyakiti anak-anak mu. "(Ucap boss penculik tersebut.)


" Brapa yang kau inginkan? "(Ucap Aziel berusaha tenangang.)


" Tidak banyak 01,M saja. "(Ucap penculik tersebut.)


" Baik, lah aku akan tiba di sana, kasih tau di mana kau sekarang. "(Ucap Aziel.)


"Tidak semudah itu, kau harus datang sendirian dan jangan brani-brani menelfon polisi atau aku akan menghabi kedua anak mu ini. " (Ancam sang penculik.)


"Baik lah, tapi jika kau brani melukai anak ku lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada kalian. " (Ucap Aziel mematikan telfon secara sepihak.)


Call off.


"Apa yang mereka katakan? Apa mereka akan mengembalikan anaku? " (Ucap Diva lemah.)

__ADS_1


"Mereka meminta uang tebusan, tenang lah aku pastikan anak kita baik-baik saja, kau jangan khawatir tunggu di mansion sampai aku pulang. " (Ucap Aziel memegang pundak Diva.)


"Kak Ziel, kalau begitu kau pergi bersama polisi saja. " (Ucap Sela memberi saran.)


"Tidak Sela, aku akan pergi sendiri, jika aku membawa polisi makan mereka akan menyakiti anak-anak ku. " (Ucap Aziel khawatir.)


"Lalu kau akan pergi sendiri? " (Ucap Diva mulai khawatir.)


Jujur saja, saat ini rasa khawatir Diva kepada Aziel terlihat begitu jelas, saat seperti ini mereka lebih terlihat seperti tidak ada masalah apapun.


"Iya, bibi jaga Diva. " (Ucap Aziel ingin melangkah kan kaki nya.)


"Tidak! " (Ucap Diva.)


Aziel pun memberhentikan langkah nya.


"Aku ingin ikut. " (Ucap Diva menatap Aziel dengan air mata yang terus turun.)


Aziel berbalik, melangkah mendekati Diva.


"Dengar, jika aku tidak pulang dalam waktu 30 menit, suruh David menyusul ku bersama polisi, dan satu lagi, jika terjadi sesuatu padaku tolong maaf kan aku karena aku belum bisa membahagiakan kalian. " (Ucap Aziel menghapus air mata Diva kemudian kembali melangkah kan kaki nya.)


"Aziel! Aku ingin ikuuut! " (Teriak Diva ingin menyusul Aziel namun ia di tahan oleh Sela san Marisa.)


"Bibi, Sela lepas kan aku! " (Teriak Diva sambil memberontak.)


Ia melajukan mobil nya menuju alamat yang telah di kirim oleh preman tersebut melalui pesan.


Sementara itu, Diva terus saja memberontak dan menangis, jujur saja jika saat ini hati nya begitu khawatir.


"Bibi, aku mohon lepas kan aku. " (Ucap Diva melepaskan pegangan Marisa kemuakan berlari keluar dari mansion.)


"Diva!" (Teriak Marisa sambil mengejar Diva.)


Namun yang di kejar telah masuk ke dalam mobil.


Smentara Sela menghubungi David.


Diva melajukan mobil nya mengikuti mobil Aziel, sungguh Diva benar-benar keras kepala, ia tidak tau jika perbuatan itu akan membahayakan nyawa kedua anak nya dan Aziel termasuk dirinya sendiri juga.


Tak lama kemudian Aziel pun tiba di sebuah gedung kosong yang seperti nya sudah hampir ambruk sana-sini gedung itu terlihat kotor dan begitu banyak sampah dan debu.


"Kaluar kau bajingan! " (Teriak Aziel.)


Beberapa menit berlalu dua penculik itu pun keluar membawa Alfa dan Abel.

__ADS_1


"Sudah ku bilang, datang lah sendirian! " (Uncap penculik itu melihat arah belakang Aziel.)


Mendengar kata penculik tersebut Aziel pun menoleh ke arah belakang nya dan melihat Diva yang turun dari mobil dan menghampiri mereka.


"Diva! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau tidak mendengar kan aku? " (Ucap Aziel kesal.)


"Aku ingin melihat anak-anak ku dan memastikan bahwa mereka baik-baik saja. " (Ucap Diva menatap tajam Aziel.)


"Sudah lah, tidak mengapa karena dia hanya seorang wanita. " (Gumam boss penculik tersebut.)


"Dady, momy hiksss. " (Tangis Abel.)


Bruk... (Aziel melepar tas besar yang berisi uang tebusan.)


"Aku sudah memberikan apa yang kalian mau! Sekarang kembalikan anak-anak ku! " (Ucap Aziel menatap tajam penculik itu.)


"Bagaimana apa itu uang asli? " (Ucap boos penculik itu kepada anak buah nya yang memeriksa tas yang di lempar oleh Aziel.)


"Asli boss. " (Ucap anak buah penculik itu.)


"Cepat kembali kan anak ku! " (Ucap Diva mendekati penculik itu.)


"Tidak semudah itu nona cantik, aku akan melepaskan mereka jika kau mau bersenang-senang dulu bersama ku satu jam saja. " (Goda boss penculik tersebut.)


Plak... (Tamparan keras dari Diva mendarat di pipi boss penculik tersebut.)


"Brani nya ku! "(Ucap boss preman tersebut marah.)


" Kalian tidak menepati janji, aku terpaksa akan membuat akan menyesal! "(Ucap Aziel mendekati penculik tersebut dengan mata merah menahan amarah nya yang sedari tadi hendak meluap.)


Terjadinya perkelahian antara Aziel dan anak buah penculik tersebut. Beberapa kali Aziel terkena pukulan dari anak buah penculik itu.


" Aziel! Akan telfon polisi! "(Teriak Diva.)


" Diva awaaaas! "(Ucap Aziel berlari dan memeluk Diva.)


Hal asil Aziel lah yang di tusuk oleh penculik tersebut, karena boss penculik tersebut mempunyai pisau yang sama dengan milik anak buah nya, di saat Diva ingin menelfon polisi ia memilih untuk menikam Diva dari belakang namun Aziel dengan cepat lolos dari anak buah penculik tersebut dan melindungi Diva.


"Dadyyyyy! " (Teriak Abel dan Alfa.)


Dan di saat itu pula, David dan polisi tiba di sana.


"Jangan bergerak! " (Ucap polisi mengarahkan pistol nya ke dua penculik tersebut.)


Dua penculik tersebut tidak bisa berbuat apa-apa mereka seperti mati kutu melihat beberapa polisi yang mengepung mereka, hal asil mereka pun di tangkap dan di borgol masuk kedalam mobil polisi.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2