Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Hamil ?


__ADS_3

" Aku gak ngantor ya mas ? " Tanya Mitha lemas saat melihat suaminya sudah bersiap di depan cermin.


" Kenapa yang ? Masih gak enak badan ? "


" Iya, aku lemes banget pusing. "


" Wah jangan jangan ngisi lagi " Jawab Pras dengan senyum lebar sambil menghampiri istrinya.


" Tau ah mas. Bikin bad mood aja " Mitha menarik selimut lalu menutupi dirinya hingga kepala.


" Jangan gitu atuh sayang ku. Ya kan kalo isi lagi juga gak papa, nama nya rezeki masa di tolak sih. " Pras menarik selimut perlahan hingga dada lalu mengusap rambut Mitha lembut.


" Udah gak usah tebak tebakan, nanti aja pulang bawain aku testpack 2. "


" Gak sekalian bawa dokter aja ? " Goda Pras.


" Kamu juga dokter " Mitha menatap tajam Pras.


" Hehe ampun sayang ampun. Serius ini yang nanti mas ambilin testpack ya. Sekarang kamu sarapan, terus istirahat. Nanti makan siang mas pulang, mas yang urusin anak anak "


" Nah gitu dong pak Presdir. Kalo mau punya anak banyak, harus rela ngeluangin waktu buat ngurusnya. Jangan cuman mau bikinnya aja "


" Gemes banget sih. Yaudah mas berangkat dulu ya yang. I love you " Pamit Pras yang setelah mencium istrinya itu lalu keluar membawa tas kerja dan jas nya.


Di lantai bawah Jo sudah menunggu, hari ini rencananya Pras tidak langsung ke rumah sakit karena akan ada kunjungan ke pabrik dan yayasan.


" Udah lama bro ? " Tanya Pras.


" Kagak .. 10 menitan paling. Anak anak Lo lucu banget jadi pengen gue bawa pulang " Seloroh Jo sambil mencubit mereka bergantian.


" Enak aja. Lo juga bakalan punya bentar lagi, tunggu aja anak hasil kerja keras Lo siang malem sama Vidya ya haha "


" Ya Allah jokes bapak bapak gini amat " Jonathan menggelengkan kepalanya.


Mereka lalu pamit pada anak anak, pekerjaan sudah menunggu. Schedule yang cukup padat membuat mereka berangkat lebih pagi hingga tak sempat untuk sarapan pun. Seperti biasa hanya sebuah roti dan air mineral yang mengganjal perut mereka.


" Nanti siang kosongin dulu 2 jam ya Jo ? Gue mau balik dulu. Mitha sakit. "


" Lah sakit apa ? Kenapa Lo baru ngomong ? " Tanya Jo sesaat sebelum mereka turun dari mobil karena sudah tiba di area pabrik farmasi itu.

__ADS_1


" Kayanya morning sickness. " Jawab Pras dengan berbisik saat beberapa orang mulai menyambut mereka dan memberi salam.


" Serius Lo ? Ah gila. Istri Lo bunting lagi ? " Tanya Jo dengan nada tinggi reflek, yang sontak membuat para petinggi pabrik itu cukup tersentak karena baru saja mereka turun dan di sambut di pintu utama.


" Bacot Lo Jo Jo .. " Bisik Pras sambil sedikit mencubit pinggang Jo.


" Aaa sorry kelepasan gue. "


" Selamat pagi Presdir dan Pak Jo. Selamat datang di pabrik, silahkan kami akan membawa Presdir dan Pak Jo berkeliling. " Ucap penanggung jawab pabrik tersebut.


Merekapun berkeliling, memantau produksi, ketersediaan bahan, mamastikan kualitas hasil produksi hingga fasilitas fasilitas yang ada dan diberikan untuk para karyawan. Tentu Pras selalu memastikan para pekerjanya hidup dengan sejahtera.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 siang, mereka menghentikan kegiatan kunjungan ke pabrik. Dari hasil kunjungan itu, pabrik sudah cukup terawasi dan kinerja para pekerja pun bisa terbilang baik. Karena pabrik tidak bersinggungan dengan bagian pelayanan sehingga cenderung tidak ada pekerjaan yang menimbulkan kericuhan. Semua fokus pada tanggung jawab dan jobdesk masing masing.


" Udah beres nih, balik lagi ke topik yang tadi. " Ucap Jo saat mereka bersantai menunggu pesanan makanan tiba di ruang direktur.


" Yang mana ? "


" Yang masalah bini Lo. Asli Lo bikin tekdung lagi ? " Tanya Jo heran.


" Ya emang nya kenapa ? Hamil juga gue ini bapaknya .. "


" Ada nih disini, masih di tempatnya " Pras menunjuk kepalanya.


" Otak sih ada, tapi pikiran kosong. Bego soalnya "


" Yaelah malah Lu yang lebih bawel dari Mitha. "


" Ya jelas, awas aja nanti Lo kerepotan terus nyuruh gue lembur terus. Ogah banget, bini gue juga lagi bunting harus di urusin "


" Gak akan lah. Gue ngerti. Gampang Jo, kita punya sekertaris masing masing. Mereka udah ikut kita setahun ini, gue rasa kerjaan kerjaan kecil mereka bisa handle belum lagi tiap divisi kan ada kepalanya. Tinggal intruksiin dari rumah beres dah "


" Enak bener bapak Presdir ngomong gitu, heh yang ngawasin siapa ? Ujung ujungnya tetep gue lah "


" Yaiyasih tapi kan gak akan bikin Lo keluar tiap hari Jo. Yang ribet itu gue, gue masih dokter aktif, masih punya jadwal OP yang berjalan juga "


" Itu Lo tau. Pake banyak gaya lagi Lo mau punya anak banyak. "


" Hehe gak sengaja Jo, abisnya kan emang bener Jo enakan keluar di dalem. "

__ADS_1


" Ya pake kon*dom bego " Jo melempar bantal yang ada di sofa.


Jika sudah datang sifat kekanak kanakannya mereka memang sering bertindak di luar nalar dan tidak tau diri atau tidak malu pada usia ? Hingga akhirnya pertikaian ala tom dan jerry itu pun selesai, mereka meninggalkan pabrik dan seperti rencana awal Pras mengambil break selama dua jam untuk pulang. Tak lupa sebelumnya mampir ke rumah sakit untuk mengambil testpack.


Pras turun dari mobil dan membiarkan Jo untuk pulang terlebih dulu, akan lebih baik jika istirahat mereka dihabiskan untuk menemani keluarga masing masing bukan ?


" Sayang .. " Panggil Pras lembut begitu masuk rumah. Bukannya Mitha yang datang, malah anak anak yang berhamburan menghampiri daddy nya.


" Hai kids .. " Sapa Pras pada anak anak.


" Hai daddy " Mereka bergantian menciumi Pras lalu meminta di gendong.


" Dimana Mommy ? "


" Macih di kamal dady, mommynya cakit dad " Celoteh balita itu.


" Oh iyaa, bentar daddy ganti baju dulu ya ? "


" Okay daddy .. " Pras pun melepaskan gendongannya lalu segera menghampiri kamar utama dimana istrinya berada.


Treeekkk .. Pintu bersuara.


" Sayang .. " Panggil Pras saat melihat Mitha masih bergulung selimut.


" Hmm " Jawab Mitha singkat.


" Ini aku udah bawain pesenan kamu. Mau di coba sekarang atau nanti ? "


Mitha bangkit perlahan dengan di bantu Pras lalu duduk bersandar di kepala ranjang.


" Sekarang aja mas. " Pinta Mitha yang menggenggam erat tangan Pras, berusaha mencari tumpuan yang kuat.


" Gak usah bangun biar mas angkat aja sampe kamar mandi " Tanpa babibu Pras langsung mengangkat tubuh Mitha menuju kamar mandi lalu menyiapkan alat yang Mitha butuhkan.


Begitu urin terisi ke gelas, Mitha memasukkan alat tes bergantian agar yakin bahwa hasilnya valid aehingga menggunakan dua alat berbeda.


Perlahan garis itu muncul hanya dalam hitungan detik !


" Gimana hasilnya yang ? " Tanya Pras yang masih berdiri di kamar mandi menjaga Mitha yang di khawatirkan bisa ambruk kapan saja.

__ADS_1


" Hasilnya ... "


__ADS_2