
Mitha menggigit bibir bawahnya, berusaha agar tak mengeluarkan suara gaduh yang biasa nya mengisi seluruh ruangan jika mereka sedang ber cinta.
" Jangan di tahan sayang " Ucap Pras yang sedang mempercepat tempo gerakannya di atas Mitha.
Mitha hanya menggelengkan kepala pelan, dari awal permainan Mitha selalu menutup matanya hanya sesekali terbuka jika Pras meminta berganti posisi. Melihat ekspresi Mitha Pras malah semakin tertantang untuk membuat Mitha mendes*ah pasrah di bawah kekuasaannya. Pras melu*mat lembut bagian bagian sensitif Mitha leher bibir hingga dada semuanya di jamah. Mitha bahkan kini mengeratkan genggamannya pada sprei, rasanya dirinya ingin meledak.
" Ssshhh aaahh " Mitha menggelinjang tak karuan begitu mendapat pelepasan membuat Pras tersenyum puas.
Kini Pras menaikkan temponya untuk mendapatkan pelepasan bagi dirinya sendiri. Rasa panas itu pun mulai di rasakan sekujur tubuhnya, tak berapa lama aliran cairan putih itu pun memenuhi seluruh milik Mitha bahkan sampai tumpah ke ranjang mereka.
Pras berbaring di samping Mitha yang nampak kelelahan, namun matanya tertutup begitu nyenyak nya setelah pergulatan panjang mereka.
" Makasih sayang .. " Pras mencium kening Mitha lalu melingkarkan tangannya menyusul Mitha tidur nyenyak.
Pagi harinya Pras bangun dengan kondisi masih bertelanjang begitupun Mitha yang nampak hanya menutupi bagian dada kebawah dengan selimut. Dari arah pintu terdengar ketukan ringan. Pras bangkit perlahan tak ingin mengganggu Mitha.
" Bunda .. " Ucap Pras begitu membuks pintu.
Maylinda hanya menggeleng heran melihat kondisi kamar yang berantakan, menantunya masih tertidur nyenyak dengan bintik merah di bagian leher dan dadanya.
" Kalo istri lagi hamil ged kurangin ngajak main malem Pras. Kasihan cape biar dia istirahat, pagi pagi kan bisa " Nasehat Maylinda.
" Ih Bunda kalo ngomong suka frontal "
" Ya kan buat kebaikan. Ini Bunda mau ke rumah sakit, nanti Bunda ikut kamu ya ? "
" Gitu aja ? Kirain ada apaan " Jawab Pras cuek.
" Iya makannya cepet mandi siap siap, Bunda tunggu Pras. "
" Iya Bunda iya " Pras kembali masuk ke kamarnya menatap Mitha sekilas.
Ahhh hamil bikin kamu makin seksi Mitha
Pras yang tadinya mau beranjak mandi malah kembali duduk di tepi ranjang dekat dengan posisi kaki Mitha. Pras memijat kaki Mitha lembut hingga ke pangkal pahanya.
__ADS_1
Sebentar ya sebentar aja ..
Pras menarik selimut dari tubuh Mitha membuat di empunya meremang karena perubahan suhu mendadak.
Dia senang sekali mengganggu tidur ku .. Batin Mitha yang sudah sadar.
" Gak akan lama yang, sebelum ke rumah sakit ya ? "
" Terserah kamu mas. " Jawab Mitha dengan nada serak.
Adegan panas itu pun di ulang kembali, jangankan sebentar, Jo yang di suruh Maylinda untuk menyusul Pras saja akhirnya mengurungkan diri karena mendengar suara suara ero*tis itu tidak layak untuk di ganggu.
" Ahh faster " Ucap Mitha yang tak lagi sejaim semalam.
" Come here baby .. " Pras mengangkat tubuh Mitha agar duduk di pangkuannya.
" Lakukan sesukamu sayang " Lamjut Pras membiarkan Mitha memimpin permainan sedang Pras menikmati kemolekan tubuh istrinya dengan perut besarnya, payu*dara yang begitu bulat berisi dan menegang membuat Pras sangat candu menatapnya.
Tangan Mitha bertumpu di dada Pras, melakukan beberapa hentakan hingga dirinya merasakan kenikmatan yang sekaligus memberikan efek lemas.
" Bukannya aku bilang aku udah maafin kamu mas ? Tapi aku belum bisa lupain apa yang kamu lakuin "
" Aku kira kamh mau ngelakuin ini karena kamu udah lupain kejadian itu "
" Ya gak mungkin secepat itulah mas. Melayani kamu itu kewajiban aku yang gak bisa di nego, sedangkan urusan hati aku ya itu sepenuh nya hak aku mau aku marah atau benci sekalipun ke kamu " Mitha bangkit lalu membawa ikat rambut di nakas dan menguncir rambutnya yang nampak berantakan. Mitha berjalan dengan telanjang cuek lalu mengambil bathrobe, sejenak dirinya memandang ke cermin.
Pras sialan ! Batin Mitha menggerutu ketika melihat banyak tanda merah di leher dan dadanya.
" Jangan maki aku dalem hati " Ucap Pras yang memperhatikan.
" Pengen banget ya kamu di lihat orang kita abis ML "
" Ya gapapa bagus dong jadi orang ngira kita gak ada masalah "
" Dasar sin .. Astagfirullah " Mitha segera meralat ucapannya yang hampir mengumpat Pras kesal.
__ADS_1
Pras tak menunggu lagi Mitha selesai, Pras segera ke kamar mandi bawah karena hampir terlambat.
" Kan kan keburu buru jadinya, kebanyakan tingkah sih " Gerutu Maylinda.
" 10 menit Bun " Pras melesat masuk ke kamar bawah lalu menuntaskan aktivitas mandinya.
Mitha turun dengan dress cantik selutut berwarna pastel.
" Duh menantu Bunda cantik nya kebangetan "
" Makash Bun, pada mau pergi ? " Tanya Mitha yang kini tlah duduk di meja makan.
" Iya sayang Bunda mau ke rumah sakit "
Mitha merespon Maylinda dengan anggukan. Mereka menikmati sarapan yang terlambat itu karena ulah Pras. Sedang Pras hanya tersenyum di tatapi sinis oleh semua orang. Seperti biasa, Mitha mengantar Pras kedepan lalu memeluk dan menciumnya lembut.
" I love you sayang "
Mitha tak menjawab, lalu Pras menyentuh ujung jari Mitha.
" Kalo suami ngomong tuh di jawab, aku gak akan pergi ah kalo gak kamu jawab. " Pras berpura pura merajuk.
" Love you more mas, ini tulus dari hati aku. Gih pergi hati hati ya mas "
Jawaban tak terduga itu bahkan tak Pras bayangkan sebelumnya, ah hatinya berbunga bunga. Apa yang terjadi pads istinya ? Mengapa bisa bersikap begitu manis ? Apa karena hormon ? Jika iya maka Pras harus berterima kasih pada bayi di kandungan Mitha.
Daddy love you baby .. Terus bujuk mommy buat dad ya
Mitha hanya menatap kepergian Pras sambil mengusapi perutnya. Jika mengukit ego sebenarnya Mitha pun ingin pergi dari kehidupan Pras, namun janin yang di kandungnya dan juga El tidak layak berkorban sampai seperti ini. Pras pun bersikap baik padanya, begitu juga apa yang di takutkan dan di khawatirkan di masa lalu sampai saat ini tak pernah terulang.
Pras mencintainya dengan tulus, Mitha sadar itu.
" Mommy akan berusaha bertahan memperbaiki semua sampai titik dimana memang tak ada yang bisa di perbaiki. "
Ucap Mitha yakin.
__ADS_1