Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Kesembuhan Mecca


__ADS_3

" Ok selamat pagi semuanya, mohon maaf karena ada keperluan mendesak saya menngadakan rapat dalam waktu yang singkat ini. " Pras membuka forum meetinf tersebut.


" Seperti yang kita ketahui, rumah sakit kita sedang mengalami krisis SDM. Dimana jumlah pasien tidak seimbang dengan kuantitas staff kita sehingga menyebabkan banyak dokter harus bekerja extra time akhir akhir ini. Dampaknya, kualitas pelayanan menurun, komplen meningkat juga kita pikirkan staff kita mulai banyak yang tumbang karena kelelahan. Oleh karena itu, saya mengajukan penambahan staff terutama staff medis, diantaranya dokter, perawat, ahli gizi, analis dan lainnya .. " Jelas Pras panjang lebar.


Meeting itu menghabiskan waktu cukup lama karena bukan hanya menambah staff saja namun harus dengan pertimbangan keuangan rumah sakit yang akan di anggarkan jauh lebih besar. Selain membahas masalah penambahan staff, peluasan area rumah sakit pun sudah harus di lakukan demi kenyamanan dan meningkat kan kualitas pelayanan.


Bisa di bayangkan rumitnya hidup Pras karena selain menjadi dokter yang super sibuk, dirinya pun di tuntut untuk menjadi seorang pimpinan yang kompeten. Yang bisa mengambil keputusan dengan cepat dan bijak terlebih di saat saat kritis ini.


Meeting pun usai di sore hari dengan keputusan di setujui nya pertambahan dokter yang akan segera di lakukan perekrutan minggu depam sedang untuk bulan depan proyek peluasan dan perbaikan area rumah sakit akan di lakukan.


Jika bisa mengeluh mungkin ini saat yang teat Pras untuk mengeluh, satu sisi di tekan untuk menjadi kepala keluarga yang adil satu sisi lagi harus menjadi pemimpin yang bijak.


Untuk menenangkan dirinya, Pras pun memilih untuk mencari udara segar di taman. Saking lelahnya tak ada yang Pras bisa lakukan selain melamun, menarik nafas dalam. Tatapannya kosong pikirannya di penuhi banyak hal.


" Udah selsai mas .. " Sapa Mitha dari arah belakang.


Mendengar istrinya, Pras pun segera mengusap wajahnya yang nampak kusut itu.


" Udah yang, maaf ya mas gak langsung ke ruanga. Mau cari udara seger dulu. " Jawab Pras.


" Gak papa mas .. Gak papa, aku sama Mecca ngerti " Mitha mengelus wajah suaminya lembut. Seolah berkata kalau Mitha mengerti perasaan Pras saat ini.


Seketika wajah Pras menjadi sendu. Mata dan hidungnya memerah, entah mengapa tiap di perlakukan selembut ini oleh Mitha, rasa bersalah Pras semakin mennjadi.


" Kita sama sama masih belajar mas. Belajar jadi orangtua dan pasangan yang baik. Ada kalanya kita ngelakuin kesalahan dan mempertahankan keegoisan tapi akan ada juga saat dimana kita ngerasa kalo kita cuman punya satu sama lain buat saling mendukung. "


" How lucky I am to have you Paramitha .. " Pras memeluk Mitha lalu mennciumnya sekilas.


" Jangan berlarut larut sama rasa bersalah ya mas. Aku sama anak anak butuh kamu. Udah tenang ? Mau bareng ketemu Mecca ? "


" Iya yang .. Mas kangen banget sama Mecca "


" Ayok .. " Mitha menarik tangan Pras lalu menggandeng tangannya sepanjang jalan.



Selelah apapun saat bisa melihat putri cantik mereka sudah ceria, seketika lelah yang Pras rasakan pun sirna. Setelah observasi ulang, Mecca sudah di bolehkan pulang besok dan akan bertemu dengan El di rumah nanti.

__ADS_1


Setidaknya kabar baik itu membuat keduanya bahagia dan bisa menjadi obat setelah banyak hal sulit menimpa rumah tangga mereka. Setiap masalah adalah tahap pembelajaran yang akan semakin mennguatkan ketika berhasil melaluinya.


Pras dan Mitha pun memutuskan untuk menginap di rumah sakit malam ini, sedang Maylinda pulang untuk menjaga El. Keduanya tertidur di ranjang penunggu pasien. Malam ini di lalui dengan nyaman tanpa ada drama, Mecca pun tidur dengan nyenyaknya.


" Emang mas gak praktek hari ini ? " Tanya Mitha saat suaminya mengajak untuk mereka pulang bersama.


" Mas ambil cuti, mas mau ngerayain kesembuhan Mecca dengan cara kita pulang dan kumpul bareng bareng di rumah. "


" Hmm makasih mas " Mitha menciumi pipi Pras gemas.


" Aduh yang jadi pengen cepet pulang kalo udah di ciumin gini tuh "


" Emang kenapa ? "


" Pengen di ciumin yang lain lainnya juga soalnya " Bisik Pras.


" Mas ih " Mitha memukul lengan Pras.


" Ya kan udah lama yang .. Mana mas lagi stress tingkat tinggi gini mungkin salah satu penyebabnya itu ya belum di jatahin sama kamu hehe "


" Kalo di kamar mah udah bukan ngomong lagi yang "


" Terserah mas mau ngapain aja "


" Serius ? "


" Iya serius mudah mudahan anak anaknya tidur nyenyak "


" Kayanya aku harus minta resepin obat tidur buat balita deh sama dokter anaknya Mecca "


" Husstt ngaco kamu mas "


" Haha kan bercanda ayang. Yakali masih bayi. Cukup di kasih asi juga nyenyak "


" Udah ah mas makin ngaco ngomongnya, administrasinya udah selesai ? Kita pulang sekarang yuk. El pasti kangen sama Mecca " Ajak Mitha.


" Udah sayang .. Yaudah ayo " Mereka pun berbagi tugas.

__ADS_1


Pras membawa segala macam hal yang akan di bawa pulang sedang Mitha menggendong Mecca. Kebahagiaan yang sederhana namun sarat makna.


" Selamat ya Dok, adek Mecca udah sembu mudah mudahan sehat terus ya " Ucap para dokter.


" Terimakasih ya aunty uncle doanya. Yaudah saya pamit dulu. " Pras berpamitan pada para staff.


Mereka berkendara hanya bertiga, untuk mepererat hubungan rasanya tidak ada salahnya jalan hanya dengan anak anak tanpa keluarga tanpa pengasuh seperti ini.


" Kayanya kita harus liburan bareng anak anak yang. Berempat aja " Ucap Pras masih sambil menyetir mobil.


" Kemana ? "


" Ke eropa gimana ? Mecca udah bisa di bawa main jauh ko "


" Gak sejauh itu juga kali mas. "


" Ya gak papa biar terbiasa yang "


" Nanti deh aku pikirin lagi. "


Asik berbicara mereka pun sampai di rumah. Rumah nampak ramai seperti biasa, para pekerja, keluarga, Jo dan Vidya juga menyambut kepulangan Mecca dengan syukur dan suka cita. Terlebih Maylinda yang sejak ubuh tadi sudah sibuk menyiapkan makan besar untuk semua orang di mansion tidak terkecuali para pekerja sebagai bentuk syukur atas kesembuhan Mecca.


" Padahal Bunda gak usah repot repot begini " ucap Mitha yang merasa sungkan dan ingin membantu.


" Ih janngan, kamu tuh udah cape. Istirahat aja temenin anak anak. Udah mau selesai tinggal nata piring aja. Nanti Bunda panggil ok ? "


" Bunddaaaa .. " Rengek Mitha dengan mata berkaca.


" Iya iya sama sama. Bunda tau apa yang ada di pikiran kamu jadi gak usah ngomong apa apa lagi. Udah sana temenin suami sama cucu cucu Bunda yang lucu "


" Iya Bun .. " Mitha menurut begitu saja.


Setelah kelahiran Mecca, Ibu mertuanya itu nampak lebih hangat dan penuh kasih. Secara tidak langsung Maylinda ingin menunjukkan ungakapan terima kasih pada Mitha yang telah memberikan keluarga mereka keturunan bukan hanya satu namun dua orang cucu yang selama bertahun telah di dambakan keluarganya.


" Yang jangan lupa nanti malam. " Bisik Pras saat dirinya ikut bergabung di meja makan.


Mitha hanya memelototi Pras karena geram suaminya itu sering membicarakan hal vulgar tanpa tau kondisi dan lokasi.

__ADS_1


__ADS_2