
"Ah, iya sayang, dia adalah sepupu ku. " (Jawab Aziel santai.)
"Kak Ziel apa yang kau.. " (Ucap Sela terpotong akibat Diva menyela nya.)
"Iya, aku sepupu nya, apa kau ingin berkenalan dengan ku? " (Ucap Diva mengulurkan tanggan nya.)
"Diva, apa yang .." (Ucap Marisa juga ikut terpotong karena Diva mengkode nya.)
"Ah, tetapi setau aku kau hanya memilih satu sepupu? Dan itu Sela. " (Ucap Luna heran.)
"Dia adalah anak dari adik mendiang ibu ku. " (Ucap Aziel begitu pandai berbohong.)
"Mengapa kau tidak pernah menceritakan nya kepada ku? " (Tanya Luna menaikan satu alis nya.)
"Ah, itu karena aku tidak begitu penting buat nya. Dan selama ini aku tinggal di Korea karena itu lah kau tidak tau aku. " (Ucap Diva tersenyum miring.)
"begitu kah? " (Ucap Luna menyambut uluran tangan Diva.)
"Diva Afkar. " (Ucap Diva.)
"Ah, iya Luna. " (Ucap Luna.)
"Kau wanita paling kuat nak. " (Batin Marisa menatap nanar Diva.)
Tak lama kemudian dokter yang menangani tuan Baylor kembali masuk ke ruangan tersebut.
"Maaf buk, pak, tolong jangan telalu ramai di dalam ruangan pasien karena itu akan menggangu kenyamanan dan kondisi pasien akan bertambah memburuk." (Ucap dokter menanti-wanti.)
"Baik dokter, kalau begitu bibi, Sela dan juga Diva kalian pulang lah terlebih dahulu ke masion, biar aku dan Luna yang menjaga papa. " (Ucap Aziel memegang erat tangan Luna.)
"Kak Ziel kau.. " (Ucap Sela kembali di potong oleh Diva.)
"Sela, bibi, mari. " (Ajak Diva berjalan keluar dari dalam ruangan itu.)
Sela dan Marisa pun keluar dari ruang rawat tuan Baylor mengikuti langkah kaki Diva.
"Diva, Sela! " (Pangil David yang baru saja tiba di rumah sakit.)
"David." (Ucap Sela.)
"Apa yang terjadi? Aku datang ke masion tetapi sudah tidak ada orang di sana, apa tuan Baylor baik-baik saja? " (Ucap David terlihat panik.)
"Om Baylor koma David. " (Ucap Sela.)
"Astaga, Mengapa bisa? " (Ucap David bingung.)
__ADS_1
"Sudah lah, sekarang lebih baik kau ikut kami pulang, aku akan menjelaskan nya di mobil. " (Ucap Sela.)
Mereka pun pulang ke masion mengunakan mobil David.
Dalam perjalanan pulang tidak ada sepatah kata pun dari Marisa dan juga Diva, hanya David dan Sela lah yang saling mengobrol.
"Jadi begitu lah, aku sangat kesal melihat wajah perempuan jalan* itu, rasanya aku ingin sekali mencabik wajah nya. " (Ucap Sela mengengam tangan nya menahan amarah.)
"Aku heran, mengapa Aziel berbuat seperti itu, bahkan menyuruh Diva untuk berpura-pura menjadi sepupu nya. " (Ucap David mengeleg kan kepala.)
"Dia sangat di buta kan oleh cinta bodoh nya kepada wanita sok polos itu. " (Ucap Sela kesal.)
"Lalu kita harus bagai mana? " (Tanya David pusing.)
Belum sempat Sela menjawab David, Diva lebih dulu menjawab nya.
"Kita ikuti saja permainan nya. " (Ucap Diva datar.)
"Kurasa kakak ipar benar. " (Ucap Sela.)
"Iya mama juga setuju, yang penting jangan biar kan Aziel terlalu di hasut oleh pelakor itu. " (Tegas Marisa kesal.)
"Iya bibi benar. "(Ucap David sambil menyetir.)
Tidak butuh waktu lama mereka berempat pun tiba di masion buana.
" Baik lah David hati-hati. "(Ucap Marisa dan Diva berlalu masuk kedalam masion.)
" Hati-hati, dan jangan lupa SMS aku jika kau sudah sampai. "(Ucap Sela tersenyum ke pada David.)
" Siap buk boss. "(Ucap David masuk ke mobil nya sambil tersenyum manis menampilkan lesung pipi nya.)
" Ada-ada saja. "(Ucap Sela masuk ke dalam masion.)
Di sisi lain.
" Huh, bagaimana caranya mengepel lantai? "(Ucap Tara bingung.)
" Astaga apa kau belum juga selesai? Aku meminta mu mengepel lantai ini supaya bersih mengapa kau belum juga melakukan nya.? "(Tanya Gita dengan mata melotot.)
" Maaf ma, aku tidak tau caranya mengepel lantai. "(Ucap Tara menahan diri agar tidak emosi.)
" Aku tidak mau tau, kau harus mengepel lantai ini sampai bersih atau kau tidak usah makan. "(Ucap Gita berlaku pergi sambil mengumpat.)
" Dasar wanita tua menyebalkan, lihat saja apa yang bisa aku lakukan kepada mu. "(Batin tara.)
__ADS_1
Karena Brian masih di kantor, Gita dengan bebas menyiksa Tara, ia merasa itu pantas untuk Tara karena gara-gara Tara lah impian Gita untuk menjadikan Diva menantu nya jadi gagal.
Di sisi lain
Malam pukul 08.40
Terdengar mobil Aziel di depan pintu masion.
Saat ini Marisa, Sela dan juga Diva sedang duduk bersantai di ruang tamu.
"Bibi, apa kalian bertiga sudah makan? " (Tanya Aziel yang baru saja masuk ke dalam rumah bersama Luna.)
"Sudah." (Jawab mereka bertiga bersamaan.)
"Huh, apakah masih ada makanan untuk kami? Aku dan Luna sama sekali belum makan. " (Tukas Aziel.)
"Maaf kak Ziel makanan nya sudah habis, karena kakak ipar, masak hanya untuk kami bertiga, karena ku kira kalian akan tingal di rumah sakit. " (Ucap Sela tampa menoleh kan mata nya dari layar HP nya.)
"Kakak ipar? " (Ucap Luna bingung.)
"Ah, Luna, Sela memang seperti itu dia suka memangil Diva dengan sebutan kakak ipar. " (Ucap Aziel menatap tajam sela, Tetapi yang di tatap hanya menaikan dua alis nya.)
"Diva bisa kah kau memasak sekali lagi? " (Tanya Aziel.)
"Maaf kepala ku sedikit pusing. " (Ucap Diva berdiri lalu berjalan masuk ke kamar Aziel.)
"Bibi." (Ucap Aziel.)
"Ouh maaf juga, bibi baru saja ingin menelfon teman bibi. " (Ucap Marisa mengambil kacamata nya dan melihat ponsel.)
Semuanya telah beralasan, tidak ada yang ingin memasak sama sekali, kebetulan semua maid sedang dalam masa cuti setahun sekali, mereka akan pulang dalam satu minggu.
"Sudah Aziel, jangan merepotkan mereka, bagaimana jika kita pesan di GO-FOOD saja? "(Ucap Luna sok manja.)
" Tapi apa kau lupa aku tidak suka makan makanan dari luar. "(Ucap Aziel menatap Luna.)
Benar sekali jika Aziel sudah sejak dulu sama sekali tidak suka makan makanan yang di pesan dari luar. karena itu ia mengaji beberapa maid terbaik untuk memasak. tetapi sejak ia menikah dengan Diva ia sudah menjadi terbiasa makan dengan makanan yang di masakan oleh Diva karena mernurut nya makan yang di masak Diva jauh lebih nikmat.
"Kalau begitu kau saja yang masak. " (Ucap Sela menatap Luna.)
"Ah, ucapan Sela benar aku ingin merasakan masakan mu. " (Ucap Aziel bersemangat dan menarik tangan Luna ke dapur.)
"Mampusss lo. " (Batin Sela.)
Marisa hanya tersenyum miring.
__ADS_1
Bersambung ....
Hay, semuanya Terima kasih banyak, dan jangan lupa untuk\= Like dan komentar.