Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #70


__ADS_3

Satu malam di lalui Diva dengan gelisah dan tidak bisa tidur, ia terus memikirkan apakah ia benar-benar bisa sembuh dan menyelamatkan sang buah hati.


Di sisi lain di matanya terus terbayang bagaimana Aziel memberikan surat cerai dan meminta tanda tangan Diva.


"Tenang lah sayang, meskipun kau tidak memiliki ayah kandung di sisi mu, momy akan selalu menjaga mu, dan tidak akan membiarkan siapapun brani merebut mu dari momy. " (Ucap Diva memegang perut nya yang masih datar.)


Tiba-tiba saja Diva merasa begitu ingin makan mangga muda, padahal ini sudah malam dan dari mana ia bisa mendapatkan mangga muda saat ini.


"Eoh, sayang jangan seperti ini, aduh mengapa rasanya aku sangat menginginkan mangga muda? " (Ucap Diva gelisah sambil keluar dari kamar nya.)


Diva mondar-mandir di ruang tengah rumah nya sambil memegang ponsel entah siapa yang bisa ia hubungi sekarang untuk mencarikan mangga muda.


"Apa aku harus menelfon Sela? " (Ucap Diva melihat ponsel nya.)


"Tidak, jangan itu akan membuat nya curiga jika aku sedang mengidam. " (Ucap Diva membatalkan pangilan nya.)


Seketika diva ingat jika ia bisa meminta bantuan Dimas.


"Kyaaa, bagaimana jika aku meminta bantuan Dimas? Dia pasti akan mau. " (Ucap Diva bersemangat sambil menghubungi Dimas.)


Call onn


"Hallo, Diva ada apa? " (Tanya Dimas di sebrang telfon.)


"Emm, Dimas, emm anu. " (Ucap Diva malu.)


"Apa ayo katakan saja jangan sungkan. " (Ucap Dimas tertawa lucu.)


"Begini, bisa kah kau kerumah ku? " (Tanya Diva.)


"Apakah kau sudah tidak sabar bertemu dengan ku? Bukan kah besok aku akan menjemput mu sayang? " (Goda Dimas bercanda.)


"Hey, apa yang kau katakan dasar nakal, iya kau tau besok dan seterusnya kita akan terus bersama pak dokter, tetapi bisa kah malam ini kerumah ku dan bawa kan aku mangga muda, tolong kah hanya beberapa buah saja aku sangat menginginkan nya. " (Ucap Diva dengan nada manja nya.)


"Baik lah-Baik lah aku akan ke sana sekarang, tunggu beberapa menit lagi karena aku sedang memasukkan beberapa barang kedalam koper. " (Ucap Dimas.)


"Oke aku tunggu. " (Ucap Diva mematikan telfon. secara sepihak.)


Call off.


"Benar-benar mengemas kan. " (Ucap Dimas tertawa kecil.)


Di sisi lain.


"Sela, kau sedang apa? " (Ucap Aziel melihat Sela yang sedang makan manga matang sambil duduk di tepi kolam renang.)


"Kau bisa melihat nya lalu buat apa kau bertanya. " (Ucap Sela terus makan.)


"Bisa kah kau sedikit bicara baik kepada ku? Aku ini kakak mu. " (Ucap Aziel kesal.).

__ADS_1


"Sudah lah, katakan saja kenapa dan ada apa kau kemari? " (Ucap Sela tampa menoleh ke arah Aziel.)


"Ini mansion ku, kenapa aku harus memberi tahu mu jika aku ingin kemana pun di mansion ini. " (Ucap Aziel kesal melihat Sela yang terus makan mangga matang dengan lahap.)


"Ya, aku bertanya seperti itu karena biasanya kau hanya bersama Luna setiap hari. " (Ucap Sela santai.)


"Luna ada di atas dia sedang mandi


" (Ucap Aziel.)


"Aku tidak bertanya tentang dia dan sedang apa dia. " (Ucap Sela berdiri dan ingin pergi meninggalkan Aziel.)


"Tunggu Sela. " (Ucap Aziel yang berhasil membuat Sela berhenti melangkah.)


"Ada apa? " (Ucap Sela menaikan satu alis nya.)


"Aku ingin tau, apa kau punya mangga muda? " (Ucap Aziel.)


"Mangga muda? Tidak aku tidak punya aku hanya membeli mangga matang. " (Ucap Sela yang belum menyadari jika ada keanehan dari Aziel.)


"Huh, padahal aku sangat ingin makan mangga muda. " (Ucap Aziel menelan ludah nya.)


"Ada apa dengan mu? Apa kau sedang mengidam? " (Ucap Sela menatap Aziel lekat.)


"Hey, apa kau gila, aku ini laki-laki mana mungkin aku bisa mengidam kau pikir aku ini hamil? " (Ucap Aziel kesal.)


"Huh, makanya jadi orang pinteran dikit, jangan terus bodoh seperti keledai, dengar kan aku, di saat seorang istri sedang hamil makan suaminya akan turut mengidam apa yang ingin istri nya makan makan itulah yang suaminya juga rasakan. " (Ucap Sela menjelaskan sambil mengacungkan pisau di wajah Aziel.)


Sementara itu Luna mengintip pembicaraan mereka.


"Gawat! Jika Aziel terlalu lama berbicara soal ngidam kepada Sela otomatis dia akan curiga jika Diva sedang hamil. " (Ucap Luna bergegas berjalan menuju kolam renang.)


Belum sempat Sela menjawab pertanyaan Aziel Luna lebih dahulu menyela nya.


"Aziel, rupanya kau di sini, aku mencari mu dari tadi. " (Ucap Luna mengalihkan pembicaraan antara Sela dan Aziel.)


"Luna, apa kau sudah selesai mandi? " (Ucap Aziel melupakan pembicaraan nya dengan Sela.)


"Tentu saja sudah, bagaimana? Apa kita jadi ke taman hiburan malam ini? " (Ucap Luna dengan gaya manja nya.)


"Huh." (Leguh Sela berjalan meningalkan Luna dan Aziel.)


"Sela, tunggu! " (Ucap Luna.)


Sela pun kembali memberhentikan langkah nya tampa membalikan badan.


"Apa? " (Ucap Sela.)


"Kami ingin jalan-jalan ke taman hiburan malam ini, apa kau mau ikut? " (Tanya Luna pura-pura baik.)

__ADS_1


"Tidak." (Ucap Sela kembali berjalan.)


"Sudah kah, kita pergi berdua saja, sekalian aku ingin mencari mangga muda entah kenapa aku sangat menginginkan nya sehingga lidah ku mejadi tidak tenang. " (Ucap Aziel berjalan merangkul bahu Luna.)


"Emmm, kalau begitu nanti kita cari di saat sudah pulang dari tama hiburan oke. " (Ucap Luna berusaha agar Aziel tidak memikirkan perkataa.)


"Baik kah, kalau begitu ayo! " (Ucap Aziel menarik tangan Luna.)


"Seperti nya Diva benar-benar hamil, tidak, Azis tidak boleh mengetahui nya. " (Ucap Luna sambil mengikuti Aziel.)


Di sisi lain


Setelah 30 menit Dimas oun akhirnya tiba di rumah Diva.


Dimas memarkirkan mobil nya di depan rumah Diva dan bergegas masuk kedalam rumah.


Tok... tok... tok. (Suara ketukan di luar pintu rumah Diva.)


"Ha, seperti nya itu Dimas. " (Ucap Diva berjalan membuka pintu.)


"Dimas, di mana mangga ku? " (Tanya Diva sambil membuka pintu.)


"Aku belum menemukan nya, karena aku ingin kita pergi mencari nya bersama-sama, agar kau juga tidak terlalu sumpek berada di rumah terus. " (Ucap Dimas kepada Diva.)


"Kyaa, kau ini, baik lah kalau begitu, tetapi kita akn mencari nya di mana? " (Tanya Diva bingung.)


"Sudah kah, ayo cepat ganti baju mu. " (Ucap Dimas.)


"Aishh, yasudah tunggu sebentar. " (Ucap Diva kesal.)


"Semakin lucu saja. " (Ucap Dimas pelan.)


Dimas oun menunggu Diva untuk mengganti baju nya.


Beberapa menit kemudian Diva pun selesai.


Bersambung ....


Hay, jangan lupa:


Like


komen


fote


follow


favorit

__ADS_1


hadiah


__ADS_2