
Dua minggu tlah berlalu, Pras pun akan memulai lagi kegiatan kerja nya hari ini, padahal Waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi namun Pras sudah bersiap ke kamar mandi.
" Masih pagi mas " Ucap Mitha dengan suara serak dan mata yang di paksa terbuka untuk melirik jam di ponselnya.
" Iya sayang, mas ada konferensi dulu sama departemen bedah umum sebelum mulai praktek jadi mas harus siapin materi. " Jelas Pras.
" Sekalinya sembuh langsung sibuk, aku nya di anggurin mulu " Keluh Mitha sambil lanjut menutup matanya.
" Weekend ini mas ajak ke villa kita yang di puncak tanpa anak anak " Bisik Pras saat dirinya mendekati Mitha.
" Serius ? " Mata Mitha langsung terbuka sempurna.
" Serius sayang. Lagian mas tuh bukan mau nganggurin kamu. Tapi seringnya ke ganggu anak anak pas lagi naik naik nya. Jadi tuntas engga pusing iya. " Jujur Pras dengan tawa manisnya.
" Dasar ! " Mitha mencubit pipi Pras gemas.
Akhirnya Mitha pun mengizinkan suaminya pergi dengan senang hati karena sudah di janjikan akan liburan berdua. Ya mereka sudah lama tidak berduaan saja, mereka butuh waktu bersama dan juga Pras sudah ijin pada Maylinda hingga Maylinda pun menyanggupi untuk menhandle anak anak selama sehari.
Pras datang ke rumah sakit tepat pukul 7, rumah sakit masih cukup sepi karena poli pun belum di buka untuk rawat jalan. Dokter dokter juga sebagian belum ada yang masuk, hanya dokter bedah umum yang sudah terdengar riuh berada di ruangan konferensi meski meeting baru di mulai jam 8 nanti.
" Silahkan sarapan dulu. " Titah Pras begitu nasi box sampai ke ruangan.
" Terimakasih Presdir. " Mereka menyambut hangat jamuan yang telah Pras sediakan.
Konferensi itu di hadiri semua dokter dan perawat di departemen bedah umum termasuk Daffa. Akhirnya setelah hampir sebulan bekerja di rumah sakit ini, Daffa pun bisa merasakan bagaiman atmosfir saat bekerja di bawah kepemimpinan suami mantan kekasihnya itu.
" Baik waktu sudah menunjukkan pukul 8 tepat, sarapan juga sudah selesai. Jadi konferensi bisa kita mulai. " Ucap Jo yang membantu untuk menyajikan materi.
Mereka menyimak dengan seksama, konferensi membahas tentang management rumah sakit yang baru, penerimaan dokter magang dan residen baru tahun ini hingga anggaran departemen dan masukkan untuk kebutuhan apa saja yang di perlukan untuk menunjang kinerjam tim GS.
__ADS_1
" Paling suka kalo Presdir yang ngasih materi, rinci dan gak saklek. Pasti minta pendapat yang lain gak menurut pemikiran dia sendiri. " Ucap Resa pada Dinda.
" Ya jelaslah beliau kan selain Presdir juga konsulen. Ngasih materi itu udah kaya ngajar kita kita pas ada kelas. "
" Oh jadi Predir juga ngisi kelas ? " Tanya Daffa pada Dinda yang kebetulan Daffa berada di belakang mereka dan mendengarkan.
" Iya dok, semenjak pindah ke RS ini jadi ngisi kelas juga soalnya di RS lamanya itu bukan RS buat pendidikan gitu " Jelas Dinda.
" Hmm saya kira beliau dari awal disini. "
" Engga dok, beliau pindah saat ayahnya sakit koma. Presdir kan anak tunggal, mau gak mau rumah sakit ini beliau yang harus jalanin. "
" Waktu itu Presdir udah nikah ? " Tanya Daffa mencari lebih banyak informasi.
" Udah .. Presdir pindah waktu Bu Mitha lagi hamil anak pertama. Awalnya LDR gitu karena bu Mitha nya kan kuliah. Denger denger sih mereka nikah karena accident, soalnya setara presdir akad duluan sembunyi sembunyi sebelum akhirnya di resepsikan pas Bu Mitha hamil 2 apa 3 bulan gitu. "
" Pantesan .. "
" Ah engga, sstt itu Pak Jo lihatin kita fokus fokus "
Dalam batin Daffa menerka nerka pantas saja saat dirinya kembali ke Indonesia mendengar kabar bahwa Mitha sudah bertunangan dengan Radit namun tiba tiba saja saat kembali bertemu ternyata Mitha menikahi Pras, ternyata ada accident yang melatar belakangi hubungan mereka.
Aib itu sebenarnya tidak pernah terbukti jika di telusuri, hanya saja mulut manusia dan logika mereka yang berpikiran seperti itu, hingga akhirnya masalah Pras dan Mitha sudah di anggap rahasia umum.
Konferensi pun selesai dalam waktu 1 jam karena mereka harus kembali pada praktek pagi masing masing. Pras pun begitu.
" Sudah sehat dok ? " Tanya Daffa saat mereka jalan beririrangan meninggalkan ruangan.
" Alhamdulillah. Btw saya ada transplantasi lever 3 hari lagi. Mau jadi asisten ? " Tanya Pras.
__ADS_1
" Wah boleh juga dok. Saya belum terlalu sering bantu transplantasi karena di RS lama tidak menunjung buat tindakan itu. "
" Yap, gunain sebaik baiknya kesempatan di rumah sakit ini buat kamu banyak belajar Daf. " Senyum Pras ramah.
Bukan tidak tau Pras bagaimana Daffa berusaha mendekati istrinya, namun Pras berfikir lebih baik menempatkan orang yang beresiko berada di dekatnya agar Pras bisa mengetahui dan mengontrol pergerakannya. Tentu saja, jangan di kira Pras bodoh dalam hal ini. Soal bermuka dua dan berakting Pras pun pandai melakukannya.
" Lo tau kan dia gimana ? " Tanya Jo yang kini membaringkan tubuhnya di sofa ruangan Pras.
" Tau .. "
" Harusnya dari awal Lo jangan biarin dia masuk di lingkungan kita. "
" Ck .. Gue bukan pengecut, kalo dia merasa bisa menyaingi gue ya silahkan aja. Mungkin dia mau jajal seberapa jauh kemampuan gue di banding dia. "
" Gue suka kepercaya dirian Lo, dan gue tau Lo paling best dalam bidang Lo. Tapi ini urusan hati bro, gak mandang pinter kaya kalo bisa bikin bini Lo cinta ya kalah Lo "
" Haha gue punya point plus dalam masalah itu, gue punya dua anak "
Pras memang tidak perlu khawatir berlebihan, jika bersaing secara kemampuan tentu Pras jauh di atas Daffa dan jika pun bersaing melalui perasaan jangankan Daffa yang baru saja sebulan kembali, Radit yang tiga tahun bersama Mitha saja sudah kalah telak dan di lupakan karena Pras membuat Mitha jatuh hati sejatuh jatuh nya pada Pras.
Pras sampai di rumah pukul 5 sore, hari ini tidak ada pembedahan yang biasa membuatnya terlambat pulang.
" Tumben ontime " Sambut Mitha yang langsung menyapa dan mengambil tas kerja Pras.
" Kan mas punya banyak dokter buuat jagain rumah sakit, tugas mas sekarang tuh jagain keluarga "
" Makasih ya mas udah tepatin janji kamu ke aku ke anak anak juga "
" Mas pasti lakuin yang terbaik buat kalian yang " Pras memeluk Mitha hangat.
__ADS_1
" Sekarang mas mandi, aku lagi masak buat makan malem. Nanti kita makan bareng sama anak anak juga. "
" Iya sayang .. " Pras berjalan naik ke atas menuju kamar mereka, Pras segera membersihkan diri lalu menemui anak anak untuk bermain sesaat. Ah Pras sangat merindukan keceriaan dan kedamaian seperti ini.