
"Jika mama dan papa tidak mau menjawab aku akan bertanya kepada oma saja. " (Ucap Reza dengan wajah murung.)
"David katakan ada apa aku bingung. " (Ucap Sela sambil terus merapikan dasi David.)
"Dia bertanya tentang Aziel yang tidak mempunyai istri, bagaimana aku harus menjawab nya, dia juga bilang jika Aziel punya istri maka ia akan mempunyai sepupu dan tidak akan kesepian di mansion ini. " (Ucap David pelan lebih tepat nya berbisik.)
Mendengar apa yang di katakan David pada nya Sela pun angkat bicara.
"Sayang, om Jiel mu itu sebenarnya mempunyai istri, kau juga mempunyai sepupu tetapi mama tidak tau di mana mereka sekarang. " (Ucap Sela mendekati Reza.)
"Benar kah? lalu di mana mereka? " (Tanya Reza bersemangat.)
"Nah, itu dia mama belum tau, tetapi yakin lah, suatu saat nanti kamu akan bertemu dengan mereka. " (Ucap Sela memegang tangan putra kecil nya.)
"Mama bohong. " (Ucap Reza tiba-tiba saja.)
"Sayang, mama tidak bohong. " (Ucap Sela menatap Reza.)
"Jika mama tidak bohong, mengapa mereka tidak tingal bersama kita di sini dan mengapa mama tidak tau di mana mereka. " (Jawab Reza memanyun kan bibir nya.)
"Huh, sayang mama benar-benar tidak tau karena dulu mereka di culik oleh seseorang. " (Bohong Sela karena tidak ada alasan lagi.)
"Di culik oleh seseorang? " (Ucap Reza menatap wajah Sela.)
"Iya sayang, dan om Jiel terus mencari tetapi tidak ketemu sampai sekarang. " (Ucap Sela.)
"Begitu ya? Pantas saja om Jiel sering terlihat sedih dan jarang pulang ke mansion aku rasa om Jiel masih terus mencari tante dan sepupu ku yang hilang, benar kan mama? " (Ucap Reza yang begitu pintar.)
"Benar sayang, sekarang jangan memikirkan itu lagi ya, sekarang kita makan." (Ucap David mengalihkan pembicaraan.)
"Baik lah papa. " (Ucap Reza memakan roti bakar yang sudah di siapkan oleh Sela.)
Sementara Sela, ***** makan nya menjadi hilang, ia juga merasa tidak senang melihat kondisi Aziel yang sekarang bahkan malam ini Aziel kembali tidak pulang mungkin saja ia mabuk-mabukan lagi di clab.
"Mama, kenapa mama gak makan? " (Tanya Reza.)
"Gak, sayang kamu makan sama papa dulu ya mama mau ketemu sama oma. " (Ucap Sela berjalan meningal kan David dan Reza yang sedang makan.)
Terlihat Marisa yang sedang berdiri di balkon mansion.
"Mama." (Pangil Sela menghampiri mama nya Marisa )
__ADS_1
"Iya, Sela, ada apa? " (Ucap Marisa membalikkan badan nya.)
"Kak Ziel.. " (Ucap Sela terpotong.)
"Mama sudah tau, dia tidak pulang lagi kan? " (Ucap Marisa menatap Sela.)
"Hmm iya mah, huhhh mah, sampai kapan kak Ziel akan terus menyiksa dirinya seperti ini? " (Ucap Sela menghela nafas.)
"Sela, mama juga tidak tau, sampai sekarang kita tidak ada yang tau di mana Diva berada, seandainya Diva ada keluarga kita tidak akan menjadi seburuk ini." (Ucap Marisa sedih.)
" Mah, coba lah bicara kepada kak Ziel untuk tidak Terus-mensrus menyiksa dirinya seperti ini, jika dia terus mabuk-mabukan dan tidak pulang ke rumah dampak buruk akan terjadi pada nya, dan perusahaan akan koleps David tidak mungkin bisa menangani itu semua sendiri mah, jika perusahaan kak Ziel bangkrut bagaimana dengan om Baylor dia pasti akan semakin terpuruk, dan tidak ada uang untuk pengobatan kaki nya mah. "(Ucap Sela tidak bisa membendung tangisan nya.)
" Sayang, sayang mama tau kekhawatiran mu kepada kakak sepupu mu Aziel, mama juga khawatir nak sudah jangan menangis mama akan berusaha bicara kepada nya nanti ketika dia sudah pulang. "(Ucap Marisa memeluk dan mencoba untuk menenangkan Sela.)
" Baik lah mah. "(Ucap Sela melepas pelukan nya.)
Di sisi lain.
" Momy, kapan kita akan sampai? Aku lelah. "(Ucap Alfa yang mulai tidak nyaman duduk di dalam pesawat terlalu lama.)
" Sabar sayang, lihat Abel dia sedang tidur lalu megapa kau tidak ikut tidur itu akan mengurangi rasa lelah mu. "(Ucap Diva menghibur Alfa yang kecakepan.)
" Baik lah aku akan coba. "(Ucap Alfa mulai memejamkan mata nya.)
" Abel, Alfa bangun sayang kita sudah sampai. "(Ucap Diva membangun kan kedua malaikat kecil nya yang sedang tertidur lelap.)
"Huaaaam." (Nguap Abel membuka mata nya.)
"Emhhh, momy apakah kita sudah tiba? " (Tanya Alfa menatap wajah Diva.)
"Iya, sayang kita sudah tiba dan sebentar lagi kita akan turun dari pesawat. " (Ucap Diva mengekus rambut Alfa.)
"Yeyy, asik. " (Ucap Abel girang.)
Sementara Dimas hanya diam dan mengamati tingkah Abel dan Alfa sambil tersenyum.
Beberapa menit berlalu mereka pun sudah turun dari pesawat.
Sopir Dimas yang sebelum nya sudah di telfon Dimas pun sudah menunggu Dimas di bandara untuk menjemput mereka.
Mereka pun memasuki mobil Dimas.
__ADS_1
"Momy, kita akan tingal di mana? Apakah kita akan tingal di rumah om Dimas? " (Tanya Abel sambil memakan cemilan nya di dalam mobil.)
"Tidak sayang, kita akan tingal di rumah kita." (Ucap Diva tersenyum bahagia.)
"Rumah kita? Sebelum nya momy tidak pernah bilang jika kita punya rumah di sini. " (Ucap Alfa heran.)
"Maaf sayang, momy belum sempat menceritakan nya kepada kalian. " (Ucap Diva.)
"Momy, berhenti lah minta maaf karena momy tidak ada salah. "(Ucap Abel terus makan dan makan.)
" Abel, hentikan makan mu itu. Kau makan sebanyak itu apa kau tidak takut gemuk? "(Ucap Alfa menatap Abel.)
" Kakak, apa kau iri dengan ku? Aku malah senang jika aku gemuk maka aku akan sangat mengemaskan, tidak seperti mu kurus. "(Ucap Abel menjulur kan lidah nya.)
" Hahahah, mengemaskan kata mu? Yang ada kau lebih terlihat seperti buntal. "(Ucap Alfa balik mengejek Abel.)
" Kau! "(Ucap Abel mulai emosi.)
" Sudah-sudah sayang henti kan, mengapa terus berkelahi seperti ini? "(Ucap Diva tak habis fikir dengan kedua anak nya itu.)
" Maaf momy. "(Ucap Abel dan Alfa bersaman.)
Diva pun hanya diam dan mengeleng kepala nya.
Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di sebuah rumah yang terbilang cukup besar dan lengkap dengan fasilitas nya, tentu saja itu adalah rumah Diva.
" Kita sampai. "(Ucap Dimas turun dari mobil sambil membawa barang-barang Diva.)
" Benar kah? "(Ucap Abel bahagia.)
" Iya sayang ayo turun. "(Ucap Diva. )
Smentara Alfa hanya diam dan menatap rumah tersebut.
Dimas pun mengeluarkan koper Diva dan mengantar nya masuk kedalam rumah.
" Dimas, Terima kasih banyak, kau selalu ada untuk ku. "(Ucap Diva menaruh tas nya di sofa.)
" Santai saja.. "(Ucap Dimas terpotong karena ponsel nya yang berbunyi.)
Dimas mengambil ponsel nya yang berdering karena ada yang menelfon.
__ADS_1
Bersambung ....