
"Luna, apa yang terjadi? " (Ucap Aziel bingung.)
"Entah lah, tetapi ini sangat gatal." (Ucap Luna mengaruk-Garuk seluruh tubuh nya.)
"Tunggu, apa jangan-jangan baju yang kau pakai ini ada sesuatu?" (Ucap Aziel curiga.)
"Bisa jadi, ah ini sangat gatal tolong aku aduhh. " (Ucap Luna sudah seperti anjing gila.)
Sementara itu, Sela dan Diva berjalan ke ruang televisi sambil membawa begitu banyak cemilan dan juga selimut. mereka berjalan melewati kamar Aziel dan tertawa karena mendengar jeritan Luna.
"Hahaha, kurasa dia sekarang sedang menari-nari. " (Ucap Sela duduk di sofa.)
"Bisa jadi dia juga bergulir di lantai. " (Ucap Diva menyala kan remot TV.)
Karena mereka malam ini merasa tidak bisa tidur, mereka pun memutuskan untuk menonton televisi.
"Aziel tolong aku." (Pekik Luna tidak tahan.)
"Lepas kan baju itu, aku rasa aku tau siapa yang telah melakukan ini padamu. " (Ucap Aziel menahan emosi.)
"Lalu aku akan memakai apa? " (Tnya Luna yang masih sibuk mengaruk-Garuk sekujur tubuh nya.)
"Pakai saja kemeja ku, dan ikut aku. " (Ucap Aziel mengepalkan tangan nya.)
Luna pun membuka dress dan melepaskan nya ke sembarang tempat. Lalu mengambil kemeja Aziel yang berada di kembali pakaian.
"Kita mau kemana? " (Tanya Luna mengikuti Aziel.)
"Kau ini sangat polos, apa kau tidak tau mengapa badan mu jadi gatal dan merah-merah seperti ini? " (Ucap Aziel memberhentikan langkah nya.)
"Mengapa? Aku tidak tau. " (Jawab Luna berpura-pura polos.)
"Kau sudah di kerjai oleh Diva dan Sela. " (Ucap Aziel menatap kasihan Luna.)
"Sial, aku sudah tau, lihat saja nanti mereka membuat perkara dengan ku, aku akan membalas nya. " (Batin Luna mengumpan.)
"Kenapa kau diam? Ayo ikut aku, aku akan memberi mereka pelajaran karena telah menyakiti mu. " (Ucap Aziel dengan bodoh nya menarik Luna menuju kamar Sela.)
Akan tetapi Sela dan Diva sama sekali tidak ada di kamar nya.
"Kemana mereka? " (Kesal Aziel.)
"Tunggu, sepertinya aku mendengar suara. " (Ucap Luna berjalan ke arah ruang TV.)
__ADS_1
Terlihat Diva dan juga Sela yang tengah asik menonton dengan begitu banyak sampah makanan di lantai.
Tampa berkata sepatah kata pun Aziel berjalan menuju Diva dan Sela.
Tap .... "(Aziel mematikan TV.)
" Apa yang kau lakukan? Film nya sedang seru! "(Jerit Sela.)
" Kalian berdua, apa yang telah kalian lakukan kepada dress itu sehingga membuat Luna menjadi seperti ini. "(Ucap Aziel memperlihatkan tangan Luna yang berbintik merah.)
" Apa yang kami lakukan? "(Tnya Diva.)
" Bukan kah aku bertanya pada kalian? Lalu kenapa kau malah balik bertanya?! "(Bentak Aziel.)
" Ziel, sudah lah, mungkin mereka memang benar tidak tau. "(Ucap Luna bersandiwara seolah ia begitu baik.)
" Tidak, aku tau betul, mana mungkin dress itu bisa menyebabkan gatal dengan sendirinya. "(Ucap Aziel menatap tajam ke arah Diva dan Sela.)
Karena keributan itu Marisa yang sedang tertidur pun terbangun.
" Astaga suara apa itu? "(Ucap Marisa memasang kaca matanya lalu berjalan membuka pintu kamar menuju arah suara keributan.)
Tak lama kemudian Marisa tiba di ruang TV dan melihat Aziel yang tengah memarahi Diva dan Sela habis-habisa.
" Aziel! Ada apa ini? "(Ucap Marisa menghampiri Sela dan Diva.)
" Lalu? "(Ucap Marisa menaikan satu alis nya.)
" Lalu? Bibi, apa bibi tidak berniat untuk menegur mereka? "(Ucap Aziel kesal.)
" Sudah Aziel, cukup, ini sudah larut malam, jangan membuat keributan, ingat Luna jauh lebih tua dari mereka berdua seharusnya kamu paham mereka itu hanya ingin bercanda. "(Ucap Marisa membela Diva dan Sela.)
Karena Marisa membela mereka, Diva dan Sela pun merasa aman. Karena Aziel pasti tidak akan brani kepada Marisa, Aziel sangat menghormati Marisa.
" Aziel, sudah lah bibi benar. "(Ucap Luna memegang tangan Aziel.)
" Baik lah, ayo sekarang kita ke kamar, kau harus istirahat. "(Ucap Aziel menarik tangan Luna.)
Aziel dan Luna oun pergi meninggalkan Marisa, Diva dan juga Sela yang masih berdiri tegak di ruang TV.
Tes..
Bulir bening itu berhasil lolos dari kantong mata Diva, wanita mana yang akan tahan melihat suaminya tidur sekamar dengan perempuan lain.
__ADS_1
"Apa mereka tidur satu kamar?" (Ucap Marisa menatap Sela.)
"Iya mah. " (Ucap Sela.)
"Ini tidak bisa di biar kan. " (Ucap Marisa ingin berjalan menuju kamar Aziel.)
"Tidak bibi, biar kan saja mereka, aku tidak apa-apa, sekarang kita hanya fokus kepada kesembuhan papa. " (Ucap Diva menahan tangan Marisa.)
"Sayang, tenang lah, bibi akan membuat Aziel kembali kepadamu. " (Ucap Marisa menghapus air mata Diva.)
"Jangan pikir kan itu bibi aku mohon, aku tidak akan memaksa nya, jika papa sudah sembuh aku akan bicara baik-baik kepada papa. " (Ucap Diva memeluk Marisa.)
"Sayang, bibi tidak ingin kau dan Aziel berpisah. " (Ucap Marisa memeluk erat Diva.)
"Sudah lah bibi, kita ikuti saja bagaimana takdir rumah tangga ku. " (Ucap Diva melepas pelukan nya.)
"Kakak ipar, mama, sekarang kita tidur saja, sudah larut. "(Ucap Sela mengalihkan pembicaraan.)
" Baik kah ayo. "(Ucap Marisa dan Diva bersamaan.)
Di sisi lain.
" Huh, lelah sekali, wanita itu benar-benar membuat aku stres. "(Umpat Tara yang masih saja sibuk dengan pekerjaan rumah yang di berikan Gita.)
Baru sehari saja Tara sudah seperti pembantu rumah tangga, yang begitu banyak pekerjaan.
Sementara itu, Brian sama sekali belum pulang dari kantor nya, karena lembur.
" Hey, mengapa kau melamun, cepat mandi dan makan, sebentar lagi Brian pasti akan pulang, ingat jika kau mengadu aku akan membuat Brian mencerahkan mu. "(Ucap Gita menatap tajam Tara.)
Karena sudah tidak tahan dengan amarah nya, Tara pun melawan perkataan Gita.
" Mama ingin membuat Brian menceraikan aku? Haha itu tidak akan mungkin mah. "(Ucap Tara tertawa renyah.)
" Ouh ya? Apa kau tidak lihat ini? "(Ucap Gita memperlihatkan video saat Tara menjebak Diva di lestoran saat itu.)
" Da ... dari mana mama mendapatkan itu? "(Ucap Tara ketakutan.)
Jelas Tara sangat takut jika Brian tau ia tidak benar-benar hamil, dan saat itu dia lah yang terjatuh sendiri, bukan dia yang mendorong nya. Jika Brian menceraikan nya dia akan menjadi gelandagan karena semua harta telah kembali kepada Diva.
" Itu tidak penting, yang jelas jika kau tidak mau Brian menceraikan mu, jangan brani-brani mengadu. "(Ucap Gita berjalan meningal kan dapur.)
Gita begitu membenci Tara ia sangat ingin Tara menderita, karena Gita sangat menyayangi Diva. Bagaimana oun caranya Gita akan membuat Tara tersiksa.
__ADS_1
Bersambung ....
Hay, terima kasih banyak. Dan jangan lupa untuk like, komen, fote, follow, hadiah, dan favorit. 💓