Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #63


__ADS_3

"Sela ayo masuk! " (Ucap Diva turun dari mobil.)


"Maaf kan aku kakak ipar, bukan nya aku tidak ingin masuk tetapi aku ada janji bersama David, lain kali aku akan menjenguk mu lagi. " (Ucap Sela kembali menyalakan mesin mobil nya.)


"Baik kah, sampai kan salam ku pada David dan juga bibi, ingat kabari aku jika papa sudah sadar. " (Ucap Diva kepada Sela.)


"Baik lah kakak ipar, kalau begitu aku jalan dulu. " (Ucap Sela.)


"Baik lah hati-hati. " (Ucap Diva.)


Sela pun kembali melajukan mobil nya.


"Maaf kan aku kakak ipar, aku mencurigai ada sesuatu yang kau sembunyikan aku harus menyelidiki nya. " (Ucap Sela sambil menyetir mobil.)


Sementara itu Diva baru saja ingin masuk kedalam rumah nya.


"Diva." (Ucap seseorang dari arah belakang Diva.)


Mendengar ada suara yang memangil nya, Diva pun menoleh.


"Ayah? " (Ucap Diva kaget.)


Tampa berkata sepatah kata pun Adnan langsung memeluk Diva.


"Diva maaf kan ayah." (Ucap Adnan menangis.)


"Kenapa ayah ada di sini? " (Tanya Diva tampa membalas pelukan Adnan.)


"Diva, ayah ingin tingal bersama mu, ayah tidak ingin bersama Maya lagi. " (Ucap Adnan menangis.)


"Sudah lah ayah, aku tidak ingin melihat ayah berada di sini sekarang juga pergi dari sini! " (Ucap Diva membentak Adnan.)


"Diva ayah mohon, berikan ayah satu kesempatan lagi untuk menebus semua dosa-dosa ayah. " (Ucap Adnan berlutut di kaki Diva.)


Diva berjongkok dan melepas kan tangan ayah nya yang memegang kaki nya.


"Ayah, sekali lagi aku tegas kan pergi dari sini dan jangan pernah injakan kaki ayah di rumah ini lagi! " (Ucap Diva ingin masuk kerumah dan sambil menyeka air matanya.)


"Diva tunggu! Ada yang ingin ayah katakan tentang ibu mu. " (Ucap Adnan memegang tangan Diva.)


"Jangan mengunakan nama ibu untuk membuat aku memaafkan ayah. " (Ucap Diva menahan tangis nya.)

__ADS_1


"Diva ayah mohon, kali ini saja, biar kan ayah masuk dan menceritakan semua nya kepada mu. " (Ucap Adnan memohon.)


"Baik lah, setelah itu pergi lah dari sini. " (Ucap Diva masuk kedalam rumah nya.)


Adnan mengikuti Diva dan masuk kedalam rumah.


"Duduk lah, dan katakan apa yang ingin ayah katakan. " (Ucap Diva duduk di kasur.)


"Diva, sekarang kehidupan ayah sudah hancur, Tara adik mu masuk kerumah sakit jiwa, dan Maya, ayah sangat bosan tingal bersama dengan nya. " (Ucap Adnan menundukkan kepala nya.)


"Ayah dengar, aku tidak ingin mendengar kan apapun tentang mereka, bukan kah ayah ingin mengatakan sesuatu tentang ibu? " (Ucap Diva menahan emosi.)


"Maaf Diva, baik lah ayah akan mengatakan nya sekarang, Diva dengar kan ayah kematian Ibu mu bukan lah di sebabkan oleh bunuh diri. " (Ucap Adnan menghentikan kalimat nya.)


Diva kaget dengan apa yang di katakan ayah nya, selama ini Diva juga sudah tidak percaya jika ibu nya meninggal karena bunuh diri, namun saat Diva berusaha menyelidiki semua itu ia tidak menemukan bukti apapun.


Di sisi lain


"Arghhhh, kurang hajar! Pasti Adnan kerumah Diva dan mengatakan kepada Diva jika aku lah yang membunuh Sinta. " (Ucap Maya panik.)


"Ini tidak boleh di biar kan aku harus cepat-cepat kabur sebelum polisi menangkap ku. " (Ucap Maya masuk ke kamar nya dan bergegas membereskan Barang-barang nya.)


"Ayah, kenapa ayah diam? Ayo cepat katakan siapa yang telah membunuh ibu ku? " (Tanya Diva menatap tajam Adnan.)


"Siapa yang membunuh ibu ku katakan! " (Bentak Diva sambil menangis.)


"Diva, tenang lah, ayah akan mengatakan nya tetapi sebelum itu ayah minta maaf atas semua kesalahan ayah dan ibumu, setelah ini ayah akan menyerah kan diri ke kantor polisi. Diva orang yang telah mendorong ibu mu adalah Maya. " (Ucap Adnan menangis menyesali perbuatannya yang telah mendukung rencana jahat Maya untuk membunuh Sinta.)


"Apa? Jadi dugaan ku benar jika ibu meningal karena ulah kalian! Kalian benar-benar kejam! Sekarang juga pergi dari rumah ku! Ayah jahat ayah telah berselingkuh dengan Maya dan ayah juga menyokong Maya untuk membunuh ibu dan kalian merebut perusahaan ibu! Sekarang juga keluaaaaaar! " (Teriak Diva yang tidak bisa membendung amarah nya lagi.)


Adnan pun kekuar dari rumah itu dengan menangis, sungguh ia sangat menyesal telah berbuat demikian kepada istri dan anak kandung nya, karena itulah Adnan memilih untuk menyerah kan diri kepada polisi.


"Hikssss! Kenapa dunia sangat tidak adil! Apa sebenarnya kesalahan ku sehingga begitu banyak cobaan yang menimpa hidup ku! " (Jerit Diva sambil menangis.)


Diva melemparkan semua barang yang ada di dekat nya apapun lah itu.


Diva melupakan peringatan dari dokter bahwa ia harus menjaga kondisi dan tidak boleh banyak bergerak.


"Aku benciii! Aku benci kalian semua! " (Jerit Diva terus mengamuk.)


Di sisi lain

__ADS_1


"Permisi apakah Diva ada di dalam? " (Tanya Brian masuk ke kantor Diva dan bertanya kepada salah satu karyawan yang tidak lain adalah Dewi.)


"Maaf, bapak ini siapa? " (Tanya Dewi bingung.)


"Saya Brian, saya ingin bertemu Diva. " (Ucap Brian.)


"Maaf Pak Brian, tadi pagi nona Diva masuk rumah sakit. " (Ucap Dewi.)


"Apa? Diva masuk rumah sakit? Kenapa? Dia sakit apa? rumah sakit mana dia di rawat? " (Tanya Brian begitu banyak.)


"Haduh, bisa kah bapak bertanya pelan-pelan? Saya jadi pusing. " (Ucap Dewi memegang kepala nya.)


"Maaf kan aku sekarang jawab aku di rumah sakit mana Diva di rawat? " (Ucap Brian sekali lagi.)


"Begini pak, nona muda tidak di rawat inap karna kondisi nya tidak terlalu parah, dan sekarang mungkin saja dia sudah di antar pulang kerumah nya. " (Ucap Dewi menjelaskan.)


"Baik kah kalau begitu Terima kasih. " (Ucap Brian meninggalkan kebayoran Diva.)


"Sama-sama." (Ucap Dewi yang masih bingung dengan tingkah Brian.)


Brian pun kembali melajukan mobil nya.


"Apakah aku harus ke mansion Aziel? " (Batin Brian.)


"Huh, rasanya aku tidak ingin ke sana tetapi bagaimana pun aku harus mendapatkan maaf dari Diva. " (Ucap Brian sambil menyetir.)


Brian tidak mengetahui apapun soal rumah tangga Diva dan Aziel yang sudah tidak baik-baik saja, bahkan Brian juga tidak tahu jika sekarang Diva sudah tidak tingal di mansion Aziel.


Tidak butuh waktu lama, Brian pun tiba di mansion Aziel.


"Permisi apakah aku bisa bertemu dengan Diva? " (Tanya Brian kepada penjaga gerbang.)


"Maaf anda siapa? " (Tanya penjaga gerbang tersebut.)


"Saya Brian, teman nya Diva. " (Ucap Brian berbohong.)


"Maaf Pak Brian, sekarang nona Diva sudah tidak tingal di sini lagi. " (Ucap penjaga gerbang tersebut.)


Seketika Brian bingung apa yang terjadi dan mengapa Diva tidak tingal di mansion Aziel buana lagi.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2