Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Shock


__ADS_3


Pras sedang melakukan operasi transplantasi yang memakan waktu tidak sebentar. Terhitung sudah 12 jam lebih Pras berjuang dengan segala kesulitannya, tekanan darah pasien beberapa kali menurun hingga membuat prosedur bedah itu harus terhambat beberapa saat di tengah pembedahan memastikan kondisi kembali stabil. Cucuran keringat belum lagi lelah yang Pras tahan cukup menyita perhatian Dinda yang saat itu menjadi asisten nya.


" Are you okay Dok ? " Tanya Dinda yang melihat Pras beberapa kali menggelengkan kepalanya pelan.


Pras menarik nafas dalam lalu di buangnya pelan, Pras ulangi beberapa kali.


" Its okay kita lanjut .. "


Dokter anastesi memberikan tanda ok, sehingga prosedur bisa di lanjutkan hingga tuntas. Total 15 jam operasi baru saja selesai, tepat di pukul 06.50 sedang pukul 08.00 Pras pun harus melanjutkan praktek paginya. Hari ini benar benar menguras tenaga.


Mitha


Mas ..


^^^Pras^^^


^^^Iya sayang .. Maaf mas baru keluar ruang operasi, ini mau lanjut praktek.^^^


Mitha


Jangan lupa sarapan dulu mas


^^^Pras^^^


^^^Iya yang, siang ini ada rapat sorenya aku ngisi kelas. Maaf banget kayanya pulang agak maleman^^^


Mitha


Gak papa mas, aku aja yang kesana nanti jam makan siang ya ?


^^^Pras^^^


^^^Boleh yang, jam 1 ya .. Makasih yang^^^


Sudah dua hari Pras tidak pulang karena ada operasi darurat dan di lanjutkan operasi transplantasi berturut turut. Jujur kesibukkan Pras kali ini membuat Mitha khawatir karena sebelumnya Pras tak pernah sampai hampir 3 hari tidak pulang. Secuek apapun hati Mitha tergerak untuk mengetahui kabar suaminya.


" Malam kemarin dokter harus piket karena op darurat, semalam operasi transplantasi. Dokter udah sempet tidur ? " Tanya Dinda saat menemani Pras di ruang rawat jalan.

__ADS_1


" Saya baik baik aja Din, lagian Mitha siang ini mau kesini jadi aku bisa charge energi hehee "


Semudah itu kamu ngomong kaya gini .. Batin Dinda.


Praktek rawat jalan pun selesai, Pras bergegas ke ruangannya untuk sekedar merebahkan tubuh sesaat selagi menunggu Mitha datang dan menunggu waktu rapat. Kepala Pras sudah berdenyut begitupun pengelihatannyayang terasa berkunang.


Mitha yang diantar oleh Jo datang menenteng tempat makan. Mitha sengaja menyiapkan makan siang buatannya sendiri dari rumah untuk sekedar memberi semangat pada Pras. Tanpa mengetuk pintu Mitha mengintip sedikit, sesuai dugaannya Pras sedang berbaring di sofa itu kenapa Mitha tak mengetuk pintu karena takut mengganggu istirahat suaminya.


Perlahan Mitha memasuki ruangan Pras, lalu duduk di hadapan Pras. Mitha menngamati wajah suaminya yang nampak pucat dan kelelahan. Betapa terenyuhnya hati Mitha melihat perjuangan suaminya. Reflek Mitha menngangkat tangannya lalu mengusap rambut Pras.


" Hmm " Pras menggeliat merasakan sentuhan lembut di kepalanya.


" Maaf aku ganggu ya mas " Mitha hendak menarik tangannya namun malah di tahan Pras.


" Engga yang, mas malah seneng di perhatiin gini " Ucap Pras yang matanya masih menutup.


Perlahan mata Pras terbuka, lalu tersenyum manis melihat wanita cantik di hadapannya.


" Yuk makan dulu mas, aku udah masakin makan siang. " Ajak Mitha.


Pras pun segera bangkit lalu mencuci muka sejenak. Setelah merasa segar Pras kembali duduk di sofa berhadapan dengan Mitha. Kehamilan Mitha sudah memasuki bulan kelahiran, rencananya 3 hari lagi Mitha akan menjalani prosedur bedah sesar. Karena sebelumnya Mitha sempat mengalami cedera sehingga dokter Obgyn memutuskan agar Mitha melahirkan secara sesar.


" Engga mas .. Sebentar lagi aku kan ngelahirin jadi aku mau puas puasin masakin buat kamu "


" Gimana sih aku ko bisa ya jatuh cinta berulangkali setiap hari sama kamu " Ucap Pras sambil menatap Mitha kagum.


Mitha hanya membalas dengan senyuman lalu mereka menyantap makan siangnya bersama. Seusainya makan siang, Pras ada jadwal meeting yang harus segera di ikutinya, dengan berat hati Pras hanya bisa mengantar Mitha pulang sampai lobby. Mereka berjalan berdua keluar dari ruangan Pras, sampai langkah keduanya tertahan karena berpasan dengan Dinda.


Seketika Mitha menggenggam erat lengan Pras, Mitha menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala. Menatap penuh amarah dan dendam. Ingatan di masa lalu nya kala itu, kecelakaan yang menyebabkan Mitha kehilangan bayinya. Semua rasa sakit seakan meledak dalam sepersekian detik.


Shock ..


Mitha beberapa kali bertemu dengan Dinda sebenarnya, namun saat itu Mitha masih kehilangan ingatannya. Kali ini berbeda, Mitha mengingat semuanya, dan entah mengapa rasa sakitnya pun muncul begitu saja.


" Yang .. " Panggil Pras begitu meraskan genggaman Mitha dan langkah Mitha yang berhenti tiba tiba saja.


" Kenapa ? " Tanya Pras yang mulai khawatir melihat wajah istrinya tiba tiba pucat pasi seperti yang habis meihat hantu.


" Agghh .. " Seakan ada sengatan, perut Mitha mengencang rasanya ngilu.

__ADS_1


" Bu Mitha " Dinda hendak membantu meraih tubuh Mitha yang merosot ke lantai.


" Gak mau, aku gak mau sama dia. Aku gak mau. Tolong mas " Teriak Mitha histeris yang membuat keadaan menjadi riuh.


Pras mengangguk lalu segera mengangkat tubuh Mitha ke bed dan membawanya ke IGD. Pras memanggil Kinan untuk segera memeriksa keadaan istrinya.


" Ini istri lo di gimanain ? Tekanan darahnya tinggi. Detak jantungnya juga terlalu cepet. Lo mau bikin istri lo stroke apa gimana ? " Cecar Kinann yang saat itu di dengar oleh banyak orang, mungkin hanua Kinann yang berani memaki presdir rumh sakit ini.


" Buka ruang operasi dan siapkan untuk bedah sesar. " Titah Kinan pada seorang dokter yang biasa menjadi asistennya.


" Sorry Pras kayanya anak Lo udah gak bisa nahan. Gue harus bedah hari ini. Lo boleh masuk kalo mau " Ucap Kinan.


" Its okay, yang penting selamat semuanya. "


Kinan pun pergi sedang Mitha sedang di persiapkan untuk menjalankan operasi. Desas desus pun mulai ramai tentang Mitha yang begitu membenci Dinda. Hubungan gelap Pras dan Dinda pun perlahan terungkap ke publik. Banyak yang sudah mencurigai hanya saja kurang bukti.


" Udah gue kira Lo ada main sama Presdir. Mana mungkin Bu Mitha sampe sehisteris itu lihat Lo "


" Apasih .. Udah semua fokus aja " Dinda berlari menuju ruang piket, dirinya menangis sejadi jadinya. Perasaan nya bercampur.


Dirinya juga sudah berkorban dengaN tidak lagi menjatuhkan hati pada Pras, namun mengapa semua malah terungkap dengan keadaan tidak mengenakan ini ? Apa jadinya kalo dia di cap buruk oleh rekan rekannya.



Selang beberapa jam yang menegangkan, suara tangisan bayi pun pecah melengking memenubi seisi ruangan. Ya seorang bayi perempuan sehat dan luar biasa menggemaskan kini berada dalam pelukan Prad. Kondisinya baik, hanya keadaan Mitha saja yang perlu di awasi karena sempat shock.


" Alhamdulillah sayang " Pras menangis haru melihat bayi nya.


" MashaAllah cantik banget mas. Assalamu'alaiku adik " Sambut Mitha.


Kali ini inginnya tercapai, Pras benar benar di beri kesempatan untuk merawat dan menemani istrinya dari mulai hamil sampai melahirkan. Berbeda dengan yang dulu.


...----------------...


Haiiii maaf banget othor baru up. Seminggu kemarin othor sibuk UTS jadi sengajaa menghilang karena fokus dulu ke itu. Doakan ya semoga hasilnya memuaskan hihi Othor bakal rajin up lagi tentunyaaa so wait and see yaa.


With Love,


Author

__ADS_1


__ADS_2