Istri Muda Tuan Mafia

Istri Muda Tuan Mafia
Bab 125 - Ending [Season 2]


__ADS_3

...༻❀༺...


Setelah berjuang hampir setengah jam, Ruby akhirnya mampu mengeluarkan bayi yang ada dalam perutnya. Suara tangisan langsung terdengar. Dokter yang bertugas segera menggendong bayinya.


"Dia tampan!" ujar dokter sembari menyerahkan bayi kepada Ryan. Dari pernyataannya, sudah jelas bahwa jenis kelamin bayi Ruby adalah lelaki.


Untuk yang pertama kalinya, Ryan menggendong seorang bayi dengan tangannya. Dia terpesona dengan tampilan buah hatinya yang tampak masih berwarna kemerahan.


Ruby yang masih lemah, tersenyum saat menatap Ryan. Dia senang bisa menyaksikan Ryan menggendong buah hatinya sendiri.


"Ini, lihatlah Sam! Dia tampan seperti ayahnya," ucap Ryan sambil meletakkan bayinya ke dalam pelukan Ruby.


"Ya, dia memang tampan. Menurutku dia lebih tampan dari ayahnya," sahut Ruby. Dia memandangi buah hatinya dengan penuh haru.


Ryan terkekeh geli. Ia tidak mau membantah perkataan Ruby. Keduanya tengah merasakan kebahagiaan tiada tara. Prosesi persalinan yang lancar, membuat Ruby dan Ryan merasa sangat bersyukur.



Tiga bulan berlalu. Rencana Frans berjalan lancar. Hingga membuat Ryan dan Ruby bisa pindah ke mansion yang ada di San Fransisco. Keduanya menyamar menjadi pasangan pengusaha sukses. Ryan memang sengaja membeli perusahaan mainan untuk menutupi kedok bisnis ilegalnya.


Sementara anggota Shadow Holo yang lain, mendapatkan tugas yang berbeda-beda. Ada yang ditugaskan untuk menjaga perusahaan. Serta menjadi orang-orang yang tinggal di mansion bersama Ruby dan Ryan.


Kini Ruby disibukkan dengan kegiatan mengurus anak. Kebetulan malam sedang begitu larut. Namun Samuel tidak kunjung berhenti menangis.


"Oh my god! Bisakah kau membuatnya diam? Aku sedang mencoba tidur sekarang!" seru Ryan seraya menutup telinga dengan bantal.


"Aku sedang berusaha, oke?!" balas Ruby. Dia segera membawa Samuel bergabung bersama Ryan. Di sana Ruby memberi susu kepada buah hatinya.


Ryan yang tadinya membelakangi, perlahan berbalik. Dia telentang sambil menatap ke arah langit pelafon.


"Ruby, setelah ini giliranku bukan? Aku sudah cukup lama tidak mendapatkannya." Ryan menoleh ke arah Ruby. Dia menemukan sang istri sudah asyik tertidur. Namun tidak untuk Samuel. Buah hatinya yang baru berusia tiga bulan itu, terlihat membuka lebar matanya.

__ADS_1


"Lihat dirimu. Kenapa kau tidak tidur? Sengaja membuat ibumu kelelahan?" ujar Ryan dengan nada berbisik. Tetapi Samuel malah meresponnya dengan senyuman. Seakan mentertawakan perkataan yang disebutkan Ryan.


"Apa? Kau mentertawakanku?" Ryan tak percaya. Meskipun begitu, dia merasa gemas terhadap sikap yang ditunjukkan Samuel. Hingga akhirnya Ryan duduk dan membawa Samuel masuk ke dalam gendongannya.


Ryan mengajak Samuel jalan-jalan keluar kamar. Di malam yang larut, dia membawa buah hatinya menonton televisi. Anehnya Ryan menikmati waktu kebersamaannya bersama Samuel. Bahkan sampai tertidur bersama di sofa.


Sementara Ruby, dia baru terbangun saat pagi telah tiba. Dia kaget karena Samuel tidak terlihat dimana-mana. Dengan perasaan panik, Ruby mulai memanggil beberapa anak buah Ryan. Dirinya juga tidak lupa untuk melakukan pencarian sendiri.


Ketika melangkah ke ruang tengah, barulah Ruby bisa menemukan Samuel. Bayinya itu ternyata tertidur bersama Ryan.


Ruby segera membangunkan Ryan. Lalu mengambil alih Samuel dari dekapan Ryan. Ruby langsung membawa Samuel ke kamar. Meletakkannnya tepat ke keranjang bayi yang sudah tersedia. Selanjutnya dia kembali mendatangi Ryan.


"Apa-apaan itu? Kau ternyata merupakan ayah yang baik," puji Ruby sembari duduk di sebelah Ryan.


"Aku memang baik. Kau tahu itu!" tanggap Ryan.


"Rasanya lega sekali bisa beristirahat." Ruby menyandarkan dirinya ke sofa.


"Ya, kau memang sangat sibuk sekali akhir-akhir ini. Bahkan mengabaikan suamimu yang tampan ini," sahut Ryan. Menyebabkan Ruby tidak kuasa untuk tergelak kecil sejenak.


"Kau tahu itu apa." Ryan berdiri, kemudian langsung menggendong Ruby dengan gaya bridal style. Keduanya beranjak memasuki kamar terdekat.


Ryan menghempaskan Ruby ke kasur. Lalu memposisikan dirinya berada di atas badan Ruby. Sebuah ciuman lembut menjadi awal sentuhan untuk mereka.


Belum sempat melakukan lebih jauh, suara tangisan Samuel harus membuat Ruby meninggalkan Ryan. "Aku akan kembali!" ujarnya sambil berlari keluar dari kamar.


Sekarang Ryan hanya bisa menghela nafas. Mungkin dia harus bisa bersabar lebih lama.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


"Bos?" suara ketukan dan panggilan dari depan pintu tiba-tiba terdengar. Ryan lantas membuka pintu. Mike dan Gaby terlihat berdiri sambil membawa beberapa kotak hadiah.


"Apa ini? Apa kalian mengambilnya dari toko?" timpal Ryan yang merasa penasaran.


"Tidak. Tapi pengirimnya jelas ingin memberikan semua hadiah ini kepadamu, Bos!" kata Gaby seraya meletakkan hadiah yang di bawanya ke atas meja.


Ryan segera duduk ke sofa. Ia membuka satu per satu hadiah yang ada. Isinya hanya beberapa hal sederhana. Terdapat boneka serta cokelat. Anehnya ada satu boneka yang membuat Ryan merasa tidak asing. Sebab keadaan boneka itu tampak lusuh dan rusak. Mengingatkan Ryan dengan hadiah Ethan pada saat hari Valentine.


Ryan membolak-balikkan boneka lusuh yang menarik perhatiannya. Sampai secarik kertas terlihat jelas di bagian perut boneka tersebut. Ryan langsung mengambil dan membacanya.


...'Bagaimana kabarmu? Aku yakin pasti keadaanmu dan Ruby baik-baik saja. Apalagi dengan adanya anggota baru yang menggemaskan dalam kubumu. Sampaikan salamku untuk anggota baru itu. Dan Ryan... aku akan menemuimu secepat mungkin. Saat kau bertemu denganku nanti, kau akan melihatku sebagai seorang bos mafia yang hebat. Ingat itu!'...


...P.S Ethan Summer....


Ryan berseringai. "Ah... dia selalu saja bersikap sok keren!" gumamnya sembari menggelengkan kepala.


Ruby baru saja turun dari tangga. Atensinya langsung tertuju ke beberapa hadiah yang ada di atas meja.


"Dari siapa semua hadiah ini?" tanya Ruby.


"Ethan, dia bersikap sok keren lagi," jawab Ryan.


Ruby memutar bola mata malas. "Aku heran dengannya. Apa susahnya menemui kita secara langsung?" desisnya tak percaya.


"Dia akan menemui kita, jika sudah berhasil menjadi seorang bos mafia!" ucap Ryan sambil memberikan secarik kertas yang tadi dibacanya.


Ruby lantas membaca pesan yang ada dalam kertas. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Ethan. Padahal Ruby cukup merindukan keberadaan lelaki itu. Ethan seperti seorang kakak lelaki yang selalu menjaganya dengan baik. Ruby berharap Ethan bisa mendapatkan apa yang di inginkannya.


..._____...

__ADS_1


Nggak kerasa ini novel sudah berakhir ya. Pokoknya aku minta maaf jika ada banyak kesalahan, baik dari segi penulisan, typo dan sebagainya. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pembaca setia. Pokoknya makasih ya, love you guys 🤗😘


Kemungkinan nanti aku bakalan bikin beberapa bonus chapter. Jadi jangan di unfavorit dulu ya!


__ADS_2