
...༻❀༺...
Setelah dua malam berlalu dan rencana sudah tersusun rapi. The Shadow Holo bersiap melakukan pergerakan. Mereka akan menyerang markas utama The Black Cindicate. Ryan mengajak Jordan untuk bertemu. Berpura-pura mengantarkan Ethan ke hadapan Jordan.
Sementara, Ruby, Megan, Sarah, Mike serta yang lain, dapat jatah meletakkan bom ke beberapa bangunan di markas Jordan. Mereka berpencar untuk melakukannya.
Ruby dan kawan-kawan tentu akan menyelinap masuk terlebih dahulu. Menunggu Jordan beranjak untuk melakukan pertemuan dengan Ryan. Selanjutnya, barulah Frans bertugas menarik perhatian para penjaga dengan membuat keributan. Frans sengaja membakar beberapa mobil milik Jordan yang diparkir di depan markas. Tempat hunian rahasia The Black Cindicate sendiri berupa bangunan yang terpisah-pisah satu sama lain. Tanahnya luas dan berkedok sebagai perusahaan bisnis minuman alkohol. Jika di ibaratkan, markas milik Jordan tersebut seperti sebuah desa kecil. Lokasinya berada di pinggiran jalan, dimana pasir dan tanah tandus lebih mendominasi dibandingkan pepohonan.
Penjaga sudah berhasil di atasi oleh Frans. Kini giliran Alex yang bekerja. Dia merupakan hacker handal yang tidak diragukan. Mengatasi dengan baik alat keamanan hanya dengan menghacking-nya lewat komputer. Dia berjaga di mobil van bersama Gaby. Di lokasi yang aman tentu saja. Jika misi telah selesai, mereka adalah orang yang bertugas menjemput semua orang.
Ilustrasi markas utama The Black Cindicate di Nevada :
Mike dan tiga anak buah Ryan yang lain, bertugas meletakkan bom di bangunan bagian barat. Tanpa diduga, kedoknya sukses diketahui oleh Dave si pemabuk. Salah satu parajurit utama Jordan. Dave kebetulan sedang bersenang-senang dikamar pribadi. Ditemani dengan alkohol serta dua wanita PSK. Dia berhasil memergoki Mike saat tidak sengaja berjalan keluar dari kamar.
Walau Dave adalah seorang pemabuk, ternyata dia tidak bisa diremehkan. Selalu menyematkan pistol di celana. Parahnya, senjata yang dipakainya adalah pistol magnum. Salah satu senjata api yang kekuatannya paling cepat dan kuat. Dapat menghancurkan kepala seseorang dalam satu kali tembakan.
Terjadi perlawanan intens di antara Mike dan Dave. Keduanya sama-sama tidak sendirian. Dibantu oleh kubunya masing-masing.
Di sisi lain, Ruby, Megan, Sarah dan dua anggota The Shadow Holo, mendatangi bangunan yang terletak di bagian timur. Sangat berlawanan dari tempat Mike berada. Jaraknya tentu berjauhan.
Sarah mengajak Megan dan Ruby untuk masuk ke sebuah bangunan paling besar. Sedangkan dua rekan lainnya disuruhnya pergi ke tempat lain.
"Di sini?" tanya Ruby dengan nada berbisik. Dia dan Megan mengedarkan pandangan ke segala penjuru. Tempat yang mereka masuki tampak seperti pabrik. Terdapat mesin produksi yang lumayan besar di sana. Kebetulan suasana gelap dan sepi. Menyebabkan dahi Megan mengerut bingung.
"Aneh sekali, tempat sebesar dan sepenting ini terlihat sepi," ujar Megan.
Sarah diam saja. Sama halnya dengan Ruby, dia hanya melepaskan ranselnya. Kemudian mengeluarkan bom waktu untuk diletakkan di tempat yang mereka datangi sekarang. Anehnya lagi, bom waktu yang dibawa Ruby sama sekali tidak berfungsi. Gadis itu cukup lama mengutak-atik benda tersebut.
__ADS_1
"Amatir! Beginilah hasilnya kalau belajar hanya memakan waktu semalaman. Apa kau tidak mendengarkan Frans saat dia mengajarimu?!" komentar Megan. Dia merebut bom waktu dari tangan Ruby. Turun tangan untuk menyalakannya sendiri.
"Cobalah sendiri! Bomnya memang tidak berfungsi!" sahut Ruby sembari menggertakkan giginya. Dia lalu memindai dengan matanya ke sekitar. Mencoba menemukan kebaradaan Sarah yang mendadak menghilang.
"Dimana Sarah?" tanya Ruby. Akan tetapi Megan sama sekali tidak menghiraukannya.
BRUK!
Terdengar pintu depan dibanting. Pintu itu kini menutup dengan rapat. Lampu yang ada bahkan tiba-tiba menyala. Sukses mengagetkan Ruby dan juga Megan.
Tidak lama kemudian muncullah Ben dan Clara. Anak kembar dari Jordan, yang sama-sama berusia dua puluh enam tahun. Keduanya tersenyum sambil berjalan mendekat.
"Jadi, Sarah. Beritahu kami, yang mana saudara kandung kami di antara dua perempuan ini?" tanya Clara seraya memperhatikan Ruby dan Megan secara bergantian.
Deg!
Megan dan Ruby reflek bertukar pandang. Keduanya sekarang sadar, bahwa orang yang selama ini berkhianat adalah Sarah! Jika dipikir-pikir, pantas saja kehancuran yang ditimpa Ryan terjadi, ketika Sarah muncul kembali setelah lama pergi.
"Yang berambut gelap, namanya adalah Ruby." Sarah bersuara untuk menjawab pertanyaan Clara.
"Sarah! Kau!!!" timpal Ruby sambil memutar tubuhnya menghadap Sarah. Mengepalkan tinju dikedua tangannya. Wajahnya memerah padam akibat pitam yang memuncak. Hal yang sama juga terjadi kepada Megan, namun bedanya, dia langsung berjalan menghampiri Sarah.
Megan melayangkan sebuah tinju ke wajah Sarah. Tetapi serangannya berhasil ditangkis oleh Sarah. Bahkan dengan seringai yang tentu akan membuat Megan semakin kesal. Sarah dengan sigap memegang tangan Megan. Kemudian memberikan tendangan ke pangkal kaki.
"Oh, aku sangat suka ini," celetuk Ben, yang sedari tadi menonton adegan sengit yang terjadi di antara Megan, Ruby dan Sarah.
"Bagaimana kalau kita menonton saja dahulu, baru kita habisi mereka." Clara berbicara sembari memandangi kuku-kukunya yang diwarnai dengan kotek ungu.
Megan terhuyung, lalu tersungkur di lantai. Ruby yang menyaksikan, tidak akan membiarkannya. Gadis tersebut berjalan, dan langsung memberikan serangan bertubi-tubi. Sayangnya, tidak ada satu pun dari pukulannya itu yang sukses mengenai Sarah.
__ADS_1
"Apa kau tahu? Kau dan Megan masuk rangking tiga gadis terbodoh menurut versiku. Ruby, apa kau tidak penasaran dengan peringkatmu? Kau tidak mau berada di atas Megan bukan," ucap Sarah sambil menghindari pukulan Ruby. Dia juga tidak lupa untuk tertawa kecil.
"Bit*ch!" umpat Ruby. Dia kini memanfaatkan kesempatan Sarah yang sedang lengah. Ruby dengan cepat menarik lengan baju, kemudian mencengkeram erat ribuan helai rambut Sarah.
Sarah akhirnya merubah raut wajahnya menjadi cemberut. Sebab perlakuan Ruby kepadanya, berhasil membuatnya sedikit kesakitan. Tangannya pun melingkar dileher Ruby. Memberikan cekatan hebat pada tenggorokan Ruby.
"Uhuk! Uhuk!... Kkkkkkk..." Ruby otomatis terbatuk. Kedua tangannya reflek memegani tangan Sarah yang sibuk mencekik lehernya.
"Jika kau mencari orang untuk bertanggung jawab dengan kehancuran Ryan? Kaulah orangnya, Ruby! Kau menghancurkan segalanya! Dengan wajah sok polos dan badan lemahmu itu, kau telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku! Cukup sudah aku bersabar!!!" Sarah mengungkapkan kekesalannya. Dia semakin menguatkan cengkeramannya.
Megan yang baru kehilangan rasa sakitnya, bergegas bangkit. Dia mengambil sebuah pot bunga, lalu menghantamkannya ke kepala Sarah.
Prang!
Pot bunga pecah menjadi serpihan-serpihan kecil. Sarah langsung oleng dalam keadaan kepala berdarah. Meskipun begitu, dia masih sadar sepenuhnya. Sarah segera menoleh ke arah Ben dan Clara. Heran dengan diamnya dua orang itu.
"Kenapa kalian diam saja?! Bantulah aku!" protes Sarah.
"Kami tidak mau ikut campur dengan urusan pribadimu. Kau lebih baik selesaikan masalahmu dengan mereka terlebih dahulu. Kami akan menunggu antrian kedua saja, bukankah begitu Ben?" Clara berucap dengan santainya. Dia duduk santai di atas meja, bersama saudara kembarnya.
"Psikopat!" geram Sarah. Dia sedang dalam tengkurap di lantai.
"Kaulah yang psikopat!" Megan membalikkan badan Sarah. Hingga posisi Sarah berubah menjadi telentang. Megan mencoba menimpalkan sebuah tinju ke wajah Sarah. Tetapi dia tidak tahu, tangan Sarah diam-diam mengambil sebuah pisau dari saku celana. Kemudian menusukkannya tepat ke tangan Megan yang tengah mencoba menyerangnya.
"Aaaaaargghhhhh!!!" Megan mengerang kesakitan. Darah mengalir deras dari tangannya.
..._______...
Catatan Author :
__ADS_1
Kita sepenuhnya sudah memasuki konflik utama ya guys, yang menandakan kalau sebentar lagi ceritanya akan tamat. Harap beri dukungan terus ya, bisa dengan komentar, like, hadiah dan juga vote. Terserah deh kalian mau pilih yang mana. Semuanya juga boleh, author pasti senang banget... 😆
Oh iya, author juga mau ucapkan terima kasih buat yang selalu kasih vote, hadiah, like dan komentar. Pokoknya big love dariku deh... 😘