Istri Muda Tuan Mafia

Istri Muda Tuan Mafia
Bonus Chapter - Kenakalan Sam


__ADS_3

...༻❀༺...


Ryan mendengus kasar sambil memegangi jidatnya. Jujur saja dia masih kesal dengan kelakuan Sam. Tetapi setelah di pikir-pikir, sikap anaknya itu sama persis seperti dirinya dulu. Ryan mendadak merasa bersalah sudah memarahinya habis-habisan. Untung dia tidak jadi mengurung Sam di gudang.


Sementara di dapur, Ruby sibuk memasak. Dia dibantu oleh Sam. Keduanya sengaja menyuruh semua orang untuk tidak membantu. Ruby kali ini akan memasak khusus untuk sang suami.


Ruby tetap sama seperti dahulu. Tidak pandai memasak. Dia sudah dua kali membuat daging sapi gosong.


"Arrghh! Rencana gagal total!" gumam Ruby. Saat itulah dia tidak melihat Sam mengambil pisau. Ruby terlalu fokus membersihkan keributan yang dibuatnya.


Ketika Ruby berbalik, betapa terkejutnya dia. Tangan Sam terlihat berdarah. Parahnya Sam tampak santai saja. Bahkan bermain-main dengan darah tersebut.


"Sam!" Ruby segera merebut pisau dari tangan Sam. Saat itulah Sam menangis histeris. Ryan sontak keluar dari kamar. Suara tangisan Sam memang selalu sukses menggemparkan semua orang.


"Apa yang terjadi kepadanya?" tanya Ryan cemas.


"Dia terluka. Oh my god! Lukanya cukup besar!" sahut Ruby dengan nada bicara lantang. Suara tangisan Sam nyaringnya minta ampun.


Ruby sama khawatirnya seperti Ryan. Mereka membawa Sam pergi dari dapur. Tanpa pikir panjang, Sam langsung diberikan pengobatan.


Akibat kelelahan, Sam akhirnya tertidur. Ryan perlahan meletakkannya ke kamar. Di depan pintu, ada Ruby yang memperhatikan. Ia memastikan keadaan Sam baik-baik saja.


Setelah memastikan Sam tertidur, Ryan dan Ruby menghempaskan tubuh ke sofa. Mereka sama-sama kelelahan mengurus Sam.


"Ternyata punya anak sangat melelahkan..." ungkap Ryan lirih. Dia merasa lebih baik melakukan misi dari pada harus mengurus Sam.


"Sepertinya bukan itu masalahnya, Babe. Tetapi Sam! Bukankah kenakalannya sangat keterlaluan. Dia sangat tertarik dengan berbagai jenis senjata." Ruby mendengus kasar sembari memijit-mijit jidatnya.


"Tidak heran kau sangat suka menonton film action saat hamil. Ternyata minat itu datang dari Sam," sahut Ryan. Dia membawa Ruby masuk ke dalam dekapan. Hingga kepala Ruby otomatis menyandar di dada bidangnya.


Tap!


Tap!

__ADS_1


Tap!


Bunyi langkah kaki mendekat. Ruby sontak menegakkan badan. Hal serupa juga dilakukan Ryan.


Tidak lama muncullah Gaby dengan nafas yang tersengal-sengal. Dia mengatakan sesuatu yang mengejutkan.


"Kalian pasti tidak akan percaya siapa yang datang," ucap Gaby.


"Siapa?" tanya Ruby.


Selang beberapa detik, muncullah seorang lelaki berbadan jangkung. Berambut cepak dan membawa bingkisan di kedua tangan. Dia tidak lain adalah Ethan.


"Aku membawakan sesuatu untuk Sam!" Ethan menyodorkan semua bingkisan kepada Ruby. Ia bahkan mengembangkan senyuman tak bersalah. Beraninya dia memasang raut wajah girang itu, saat sudah menghilang dalam waktu yang lama.


Bukannya senang. Ruby mengepalkan tinju di kedua tangan. Dia mengambil bingkisan yang diberikan Ethan. Kemudian memukulkannya kepada Ethan berkali-kali.


"Ugh! Kenapa kau malah memukulku?" protes Ethan.


"Maafkan aku, itu memang disengaja." Ethan mengulurkan kedua tangan ke depan.


"Kurang ajar!" Ruby sekali lagi memukul Ethan.


"Yang terpenting aku baik-baik saja bukan?" Ethan tersenyum lebar. Tidak seperti biasanya, kali ini dia lebih tertarik memandangi Ryan. Hal itu karena Ethan memiliki alasan tertentu.


Semua orang duduk di sofa. Termasuk Gaby sendiri. Mereka berkumpul seperti mengadakan reuni.


"Aku dengar kau sedang dekat dengan Megan," sindir Gaby. Memulai pembicaraan.


Ruby dan Ryan yang tidak tahu, merasa kaget. Dia merasa aneh dengan hubungan Ethan dan Megan. Sebab mereka memiliki sifat yang berlawanan.


"Tentu tidak! Kami hanya kebetulan bekerjasama," jelas Ethan singkat. Dia tidak mau membocorkan rencana yang sebenarnya.


"Bukankah Megan dekat dengan aktor muda itu? Beberapa hari yang lalu aku melihatnya di berita," ujar Ruby. Menatap penuh selidik ke arah Ethan.

__ADS_1


Ryan terkekeh geli dan berkata, "Tunggu, tunggu. Apa kau dicampakkan lagi?"


"Enak saja! Sudah kubilang aku tidak memiliki hubungan dengan Megan. Aku membencinya, oke?! Dia hanya seorang pengacau bagiku. Mulutnya juga sangat menyebalkan!" gerutu Ethan sambil melebarkan kerah baju. Seakan merasa kepanasan.


"Semakin kau marah, aku justru jadi curiga." Ruby tambah melakukan selidik.


Ethan mengabaikan tatapan semua orang. Kemudian mengubah topik pembicaraan.


"Dimana Sam? Aku tidak melihatnya sejak tadi. Sam! Sam! Kau--" panggilan Ethan terhenti, ketika Ryan menutup mulutnya dengan cepat. Ethan tidak tahu betapa susahnya membuat anak nakal seperti Sam tertidur.


"Diamlah! Sam baru saja tertidur!" geram Ruby. Entah kenapa jika melihat Ethan, bawaan tangannya selalu saja ingin memukul.


Benar saja, akibat panggilan Ethan, Sam keluar dari kamar. Lalu turun dari tangga. Dia segera ikut bergabung ke ruang tengah.


"Apa ada yang memanggilku?" tanya Sam sembari mengusap-usap matanya.


Ryan dan Ruby terperangah. Mereka yang tadinya hendak beristirahat, harus membatalkan niat.


"Ethan, kau harus tinggal di sini sampai Sam tertidur! Aku mau mandi," kata Ruby ketus. "Ayo, Ryan. Ikut denganku saja." Ruby menarik tangan Ryan. Lalu berjalan menuju kamar.


"A-aku ada urusan mendesak. Habiskanlah waktumu dengan Sam. Bye!" Gaby ikut melarikan diri.


"Hey! Kalian kenapa pergi? Ryan! Aku ke sini untuk bicara serius kepadamu, bukannya menjadi baby sitter anakmu!" imbuh Ethan. Namun tidak mendapatkan tanggapan dari siapapun. Sekarang dia terpaksa bertanggung jawab untuk menjaga Sam.


..._____...


Halo guys, aku mau sekalian promosi novel baru lagi nih. Hehehe... maaf ya promosi mulu, 😅


Enggak tentang mafia sih. Tetapi tentang badboy. Kali ini aku mengambil setting indo. Genrenya teen. Fokus menceritakan masalah kenakalan remaja. Alias mengulas sisi gelap anak SMA. Pembullyan, pergaulan bebas, narkoba, internet, dan lain-lain. Khas SMA-nya juga ada. Yang tertarik silahkan mampir ya, terima kasih! 🤗


Cek di profilku ya!


__ADS_1


__ADS_2