
...༻❀༺...
"Halo, Sam?" Ethan menyapa Sam dengan canggung. Dia melambaikan satu tangan ke depan wajah.
"Siapa kau?" pungkas Sam. Dahinya mengerut dalam. Dia merasa tidak pernah melihat wajah di hadapannya sekarang.
"Aku adalah Pamanmu." Ethan berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Sam. Senyumannya merekah demi memberikan aura ceria kepada bocah tampan tersebut. "Aku memang baru kali ini menampakkan wajah kepadamu. Tetapi aku yakin kita bisa cepat akrab. Bukankah begitu?" tambah Ethan.
Sam menanggapi dengan juluran lidah. Dia melakukannya sampai mengeluarkan bulir-bulir air liur. Tindakannya sukses mengenai wajah Ethan.
"Sialan!" umpat Ethan sembari mengusap kasar wajahnya.
"Kau yang sialan!" Sam membalas dengan suara yang memekik. Dia memasang ekspresi menjengkelkan. Rasanya Ethan ingin sekali melempar bocah itu ke air pancuran yang ada di depan mansion.
"Beraninya kau bicara begitu!" Ethan mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Sam. Bukannya mendengarkan, Sam malah meraih jari telunjuk Ethan, lalu menggigitnya dengan sekuat tenaga.
"Arrrghhhh!!!" Ethan yang tak menduga dengan serangan Sam, hanya dapat mengerang sekeras mungkin.
Setelah puas berbuat jahil kepada Ethan, Sam berlari keluar mansion. Dia melajukan langkahnya sambil tidak berhenti tertawa.
Ethan membulatkan mata. Ia bergegas mengejar Sam. Sebelum kehilangan jejak anak itu.
"Ternyata dia sama saja dengan ayahnya. Kenapa dia tidak meniru ibunya?" gerutu Ethan seraya sibuk berlari. Dia semakin mempercepat gerakan, saat melihat Sam belok ke halaman belakang.
Sementara di kamar mandi, Ryan dan Ruby sibuk bercumbu. Keduanya menghentikan kegiatan, ketika mendengar teriakan Ethan. Mereka langsung mengikik bersama.
"Apa kau dengar itu?" tanya Ruby. Kancing dress-nya dalam keadaan terbuka. Akibat aksi liar Ryan beberapa detik lalu.
"Sam pasti menggigit Ethan. Aku sangat yakin!" tanggap Ryan. Kedua alisnya terangkat dalam waktu bersamaan. Dia kebetulan bertelanjang dada. Masih mengenakan celana panjang mahalnya.
"Perlukah kita melihat apa yang mereka lakukan? Aku tiba-tiba merasa cemas," ungkap Ruby sambil menyematkan kancing dress-nya satu per satu. Akan tetapi Ryan dengan cepat menghentikannya.
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku yakin Ethan akan menjaga Sam dengan baik," kata Ryan. Lalu langsung menyambar bibir Ruby begitu saja. Mereka memilih meneruskan aktifitas senggama.
"Mmmph..." Ruby tidak bisa menolak sentuhan Ryan. Ia memejamkan mata dan membiarkan Ryan menyentuh setiap jengkal tubuhnya. Mereka melakukannya cukup lama. Tetapi masih belum masuk ke intinya.
Bruk!
Tanpa diduga pintu kamar mandi terbuka. Ryan dan Ruby reflek saling melepaskan. Mata mereka membelalak bersamaan. Terutama menyaksikan Sam sudah ada di depan pintu.
Sam terlihat memasang wajah polosnya. Padahal tadi dia sempat menyaksikan kemesraan ayah dan ibunya dalam selang satu detik.
Belum sampai disitu, Ethan perlahan muncul dari belakang Sam. Lelaki itu mendecakkan lidah sambil geleng-geleng kepala.
Melihat kehadiran Ethan, Ryan langsung memutar bola mata sebal. Ia segera mengenakan baju atasannya.
"Kalian keterlaluan. Meninggalkan Sam begitu saja sendirian," ujar Ethan. Dia menyandarkan satu tangan ke pintu. Berdiri tepat di belakang Sam.
"Pergilah, Ethan! Ternyata keadaan terasa lebih baik tanpamu," sahut Ryan ketus.
"Apa kau akan selamanya mengurung Sam di sini? Kau tidak paham alasan dibalik sikap nakalnya?" pungkas Ethan. Dia berjalan mengiringi Ryan yang sibuk menenggak segelas air putih.
"Apa maumu?" Ryan berbalik menatap Ethan. Melayangkan sorot yang tajam dari pupil matanya.
"Sam butuh teman, Ryan. Dia butuh anak-anak yang sepantaran dengannya. Jika kau ingin Sam tumbuh menjadi anak yang mudah di atur, didiklah dia sejak sekarang. Lingkungan adalah pengaruh besar terhadap perilakunya." Ethan menjelaskan tanpa disuruh.
"Apa kau sedang mengguruiku?" Ryan sedikit memiringkan kepala.
"Aku hanya memberi masukan. Percayalah, akhir-akhir ini aku sering membaca buku."
Ryan tergelak lepas. Dia merasa hobi Ethan cukup unik. Apalagi untuk ukuran penjahat kelas kakap sepertinya. "Apa alasanmu melakukan itu karena ingin membangun organisasi mafia?" tanya Ryan.
"Aku tidak mau terlalu banyak bicara mengenai rencanaku. Itu sangat rahasia. Sekarang beritahu aku, apa pendapatmu mengenai Megan?" balas Ethan yang di akhiri dengan pertanyaan. Dia menarik kursi di depan meja rias untuk diduduki. Sedangkan Ryan telah duduk nyaman di kasur.
__ADS_1
Ryan mengerutkan dahi. Dia bingung kenapa Ethan tiba-tiba menyinggung nama Megan. Beberapa detik kemudian, senyuman merekah diwajahnya. Ryan berpikir Ethan menyukai Megan.
"Apa kau begitu tertarik kepadanya? Sampai rela menemuiku ke sini?" tanya Ryan.
Ethan tersenyum sambil menundukkan kepala. Kemudian berucap, "Mungkin... makanya aku butuh bantuanmu."
"Maksudmu menjodohkannya denganmu? Ayolah Ethan! Kau hanya perlu mengenal lebih dalam, apalagi jika ingin dekat dengan wanita. Itulah trik yang aku lakukan untuk memikat Ruby." Ryan menjawab sambil menyilangkan kaki. "Megan adalah wanita yang sangat agresif. Dia ambisius dalam segala hal," tambahnya menjelaskan.
"Bisakah kau menemuinya sebentar. Aku ingin kau bicara dengannya," ujar Ethan.
"Kapan? Dengan tujuan apa?" timpal Ryan menyelidik.
"Mengenai kapan, nanti aku akan memberi kabar kepadamu. Kalau tujuannya, tentu saja untuk mendiskusikan suatu hal. Aku dan Megan membutuhkanmu. Kami berdua sedang menyusun organisasi mafia baru." Ethan menerangkan dengan hati-hati. Penuturannya yang meyakinkan membuat Ryan percaya.
"Aku tidak bisa memberitahumu lebih jelas tanpa kehadiran Megan. Kebetulan dia sedang--" ucapan Ethan terhenti ketika Ryan tiba-tiba meletakkan jari telunjuk ke depan bibir. Sebab Ruby mendadak muncul dari depan pintu.
Bukannya apa-apa, Ryan hanya tidak mau Ruby marah. Dia tahu betul istrinya itu akan meledak jika mendengar nama Megan.
"Bagaimana? Apa Sam sudah tidur?" tanya Ryan.
"Untungnya dia tidur lagi." Ruby berjalan malas. Lalu merebahkan diri ke kasur.
"Aku pikir kau sebaiknya pulang, Ethan!" saran Ryan.
"Tidak! Jangan pulang dulu. Aku mau mengobrol dengan Ethan setelah istirahat sebentar!" seru Ruby. Menyebabkan Ethan otomatis tersenyum. Namun tidak untuk Ryan, dia langsung cemberut.
...____...
Catatan Author :
Kalau mau tau rencan Ethan dan Megan, silahkan baca novel Jerat Cinta Sang Primadona ya. Hehehe😁
__ADS_1